Kandungan Karbon Dioksida

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kandungan karbon dioksida?

Tes CO2 menunjukkan jumlah CO2 dalam darah. Tes ini berbeda dengan tes PCO2 (tes tekanan parsial karbon dioksida dalam arteri). Kadar CO2 diukur dengan H2CO3, CO2 terlarut, dan ion bikarbonat (HCO3) dalam serum. Tes CO2 dianggap sebagai metode tidak langsung dalam pengukuran ion HCO3-, karena jumlah H2CO3 asam dan CO2 terlarut dalam darah cukup kecil. Anion HCO3 memainkan peran penting dalam menjaga kekuatan netral dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler selain ion  klorida (Cl), yang membantu mengontrol keseimbangan asam alkali dalam tubuh. Kadar HCO3 diatur oleh ginjal. Kadar HCO3 tinggi akan menyebabkan alkalosis, dan kadar HCO3 yang rendah  menyebabkan acidosis. Jadi sampel darah vena tidak akurat dalam menentukan kadar CO2 atau HCO3 darah. Tes CO2 dilakukan untuk menentukan keseimbangan asam-basa pasien.

Kapan saya harus menjalani tes kandungan karbon dioksida?

Tes ini biasanya dilakukan untuk menguji kandungan elektrolit dan ion dalam darah. Perubahan konsentrasi CO2 akan menyebabkan hilangnya akumulasi cairan dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Dokter juga akan melakukan tes jika Anda menderita sakit ginjal atau paru-paru. Karena ginjal dan paru-paru adalah dua bagian tubuh utama yang mengatur kadar CO2 dan HCO3 dalam tubuh.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani kandungan karbon dioksida?

CO2 dapat terlepas dari serum jika tidak darah yang diambil tidak cukup dan jumlah HCO3 akan berkurang. Obat ini meningkatkan konsentrasi CO2 dan serum HCO3 termasuk konsentrasi aldosteron, barbiturat, bikarbonat, 210 konsentrasi asam ethacrynic hidrokortison karbon dioksida, diuretik loop, diuretik linen, dan steroid. Obat ini juga dapat mengurangi kadar CO2 dan HCO3 termasuk methicillin, nitrofurantoin (Furadantin), Paraldehyde, phenformin hidroklorida, tetrasiklin, diuretik thiazide, dan triamterene.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kandungan karbon dioksida?

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak mengonsumsi apa pun kecuali air putih selama 8 sampai 12 jam sebelum tes. Dokter juga akan meminta Anda untuk berhenti minum obat tertentu sebelum tes dilakukan. Ikuti saran dari dokter dengan benar. Tanyakan pada dokter apakah tes ini perlu dilakukan, risiko yang mungkin terjadi, bagaimana proses tes ini, atau hasil apa yang akan diperoleh.

Bagaimana proses tes kandungan karbon dioksida?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah tes kandungan karbon dioksida?

Ketika plester ditempelkan dengan erat, Anda mungkin tidak bisa merasakan apa-apa saat jarum disuntikkan. Kadang Anda merasa seperti tersengat atau kesemutan. Setelah jarum suntik dilepas, Anda harus menahan kapas di bekas suntikan untuk menghentikan darah.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal:

  • orang dewasa/ orang tua: 23-30 mEq / L or 23-30 mmol / L (SI units)
  • anak-anak: 20-28 mEq / L
  • balita: 20-28 mEq / L
  • bayi: 13-22 mEq / L

Angka peringatan: <6 mEq / L

Hasil tidak normal:

Kadar CO tinggi:

  • diare berat
  • tidak nafsu makan
  • muntah yang parah
  • hyperaldosteronism
  • emphysema
  • metabolic alkalosis
  • pasien gastric lavage suction

Kadar CO rendah:

  • gagal ginjal
  • keracunan salisilat
  • ketones diabetic acidosis
  • metabolic acidosis
  • shock

Tergantung pada laboratorium pilihan Anda, jangkauan normal tes ini dapat bervariasi. Diskusikan pertanyaan yang Anda miliki seputar hasil tes kesehatan Anda kepada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Double Chin (Dagu Berlipat) yang Mengganggu Penampilan

Kondisi double chin atau dagu berlipat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Apa saja penyebab double chin muncul? Simak penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Obesitas, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Beberapa dokter menemukan kasus pasien COVID-19 mengalami gejala psikotik akut seperti delusi penganiayaan, melakukan perencanaan pembunuhan, dan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bedah mulut

Berbagai Prosedur Bedah Mulut yang Perlu Diketahui, Kapan Perlu Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
mengobati sakit kepala

5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit