Cara Menggunakan Inhaler dengan Benar Sesuai Jenisnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Jika Anda menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) ataupun gangguan pernapasan lain, Anda mungkin sudah familiar dengan penggunaan inhaler. Pernahkah Anda memperhatikan adanya perubahan dalam hal efektivitas inhaler yang Anda gunakan? Bisa jadi Anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi, atau mungkin ulasan tentang bagaimana Anda menggunakan inhaler Anda.

Ada berbagai jenis inhaler yang memerlukan perhatian khusus pada cara penggunaannya. Dengan begitu, inhaler dapat menghantarkan obat dengan lebih efektif, sehingga menjadi lebih mudah bagi Anda untuk bernapas.

Yang perlu diperhatikan sebelum memakai inhaler

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan inhaler dengan benar dan lebih efektif:

  • Jika Anda perlu menggunakan lebih dari satu isapan per dosis, Anda harus memberikan jeda waktu di antara setiap isapan. Jika Anda menggunakan bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit. Untuk jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Jangan menarik dan membuang napas dengan terlalu cepat di antara setiap isapan.
  • Duduk tegak atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler.
  • Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Langsung tarik napas begitu Anda menekan inhaler.
  • Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya.
  • Bersihkan inhaler setiap bulan. Bersihkan mouthpiece setelah setiap penggunaan. Keringkan secara alami. Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.

Ada dua jenis utama dari inhaler: Metered-dose inhaler (MDI), breath-activated inhaler atau dry powdered inhaler.

Cara pakai meter-dose inhaler yang benar

Metered-dose inhaler adalah jenis inhaler yang paling umum dan bekerja dengan memasok obat melalui gas inaktif bertekanan yang mendorong obat masuk ke paru-paru. Ini sangatlah efisien dan efektif untuk digunakan tetapi memerlukan koordinasi yang lebih.

Sebagian orang mengalami kesulitan dalam menggunakan inhaler ini. Beberapa kesalahan terjadi saat Anda lupa untuk mengocok inhaler sebelum digunakan, menghirup dengan terlalu cepat, atau saat Anda tidak cukup lama menahan napas.

Cara pakai breath-activated inhaler yang benar

Breath-activated inhaler, disebut juga dengan powdered inhaler, lebih mudah untuk digunakan karena Anda tidak perlu menekan inhaler dan tidak memerlukan banyak koordinasi. Jenis ini tetap bekerja dengan metode tekanan tetapi bentuk obat adalah bubuk kering yang dipasok ke paru-paru. Anda akan harus menghirup napas dalam-dalam pada mouthpiece untuk dapat mengaktifkan obat dan menghantarkannya ke paru-paru.

Cara pakai inhaler dengan spacer yang benar

Jika Anda masih kesulitan dalam menggunakan inhaler, Anda mungkin perlu menggunakan spacer. Spacer adalah alat yang membantu Anda dalam menggunakan inhaler. Spacer terulur dari mouthpiece dan membantu obat bergerak perlahan ke mulut.

Kebanyakan anak dan orang usia lanjut akan membutuhkan spacer untuk membantu mereka menggunakan inhaler dengan lebih efisien. Jika Anda berpikir bahwa spacer bisa membantu, Anda harus memberi tahu dokter atau apoteker. Jaga spacer tetap bersih dengan hanya menggunakan air hangat dan dikeringkan secara alami sepanjang malam. Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.

Cara membersihkan inhaler

Penting untuk menjaga inhaler tetap bersih, terutama pada bagian mouthpiece. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda menjaga kebersihan inhaler Anda.

  1. Lepaskan kaleng logam dari inhaler (jika inhaler Anda adalah metered-dose).
  2. Pastikan tidak ada benda yang menyumbat area tersebut.
  3. Bilas dengan air hangat hanya pada mouthpiece dan tutupnya.
  4. Biarkan mengering secara alami sepanjang malam (Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering).
  5. Di pagi hari, pasang kembali kaleng logam ke dalamnya. Pasang tutupnya.
  6. Jangan bilas bagian lainnya.

Tips di atas bisa membantu Anda mendapatkan jauh lebih banyak obat dari inhaler. Ini akan membantu Anda bernapas dengan lebih baik dan mengurangi kekambuhan. Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker sebelum mengubah dosis atau inhaler. Mereka bisa menunjukkan apa yang mungkin Anda lakukan dengan tidak benar.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020