Definisi

Apa itu spina bifida?

Spina bifida adalah kondisi yang menyerang tulang belakang dan biasanya muncul sejak lahir. Spina bifida adalah salah satu jenis dari cacat tabung saraf.

Spina bifida dapat muncul di bagian mana saja pada tulang belakang jika tabung saraf tidak tertutup dengan sempurna. Tulang belakang yang melindungi saraf tulang belakang tidak terbentuk dan tertutup dengan semestinya. Hal ini kerap mengakibatkan kerusakan pada saraf tulang belakang dan saraf-saraf lain.

Spina bifida dapat menyebabkan gangguan fisik dan intelektual yang berkisar dari ringan hingga parah. Tingkat keparahan tergantung pada:

  • Ukuran dan lokasi pada celah tulang belakang
  • Bagian saraf tulang belakang dan saraf yang terpengaruh

Seberapa umumkah spina bifida?

Diperkirakan antara 5-10% populasi mengalami spina bifida tanpa menyadarinya. Jenis spina bifida yang paling serius, mielomeningokel, sangat langka, mempengaruhi 1 dari 2000 kehamilan.

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala spina bifida?

Tiga jenis paling umum dari spina bifida adalah:

  • Spina bifida okulta adalah jenis yang paling umum terjadi dan biasanya tidak menyebabkan masalah atau memerlukan perawatan. Anda tidak dapat melihatnya, namun beberapa orang mungkin memiliki lesung, tanda lahir, atau bagian yang berambut pada punggung.
  • Jenis yang langka dan lebih parah adalah meningokel. Cairan keluar dari tulang belakang dan mendorong ke kulit. Anda mungkin memiliki benjolan pada kulit.
  • Jenis paling langka dan parah adalah mielomeningokel, yang kebanyakan orang-orang maksud dengan “spina bifida”.

Gejala pada anak Anda tergantung pada seberapa parah cacat yang terjadi. Kebanyakan anak dengan jenis spina bifida yang ringan tidak memiliki masalah.

Pada banyak kasus, anak-anak dengan meningokel tidak mengalami gejala apapun.

Anak-anak dengan jenis spina bifida yang paling parah sering mengalami masalah pada tulang belakang dan otak yang menyebabkan masalah serius, seperti:

  • Sedikit atau tidak dapat merasakan apapun pada kaki atau tangan, sehingga tidak dapat menggerakannya.
  • Masalah pada fungsi berkemih dan buang air besar, seperti mengompol atau kesulitan buang air besar
  • Penumpukkan cairan pada otak (hydrocephalus). Walau telah diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, gangguan pembelajaran, atau gangguan penglihatan.
  • Bengkok pada tulang belakang, seperti skoliosis.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab spina bifida?

Dokter tidak mengetahui secara pasti penyebab spina bifida. Seperti banyak penyakit lainnya, spina bifida disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan, seperti sejarah keluarga terhadap cacat tabung saraf dan defisiensi asam folat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk spina bifida?

Walau para dokter dan peneliti tidak mengetahui secara pasti mengapa spina bifida terjadi, mereka mengidentifikasi beberapa faktor risiko:

  • Ras: spina bifida lebih sering terjadi pada orang berkulit putih dan berdarah Latin
  • Jenis kelamin: anak perempuan lebih sering mengalaminya
  • Wanita yang pernah melahirkan anak dengan cacat tabung saraf
  • Riwayat keluarga terhadap cacat tabung saraf
  • Orang yang memiliki kerabat dekat dengan cacat tabung saraf
  • Beberapa pengobatan: obat anti kejang, seperti valproic acid (Depakene), tampaknya menyebabkan cacat tabung saraf jika dikonsumsi selama kehamilan
  • Diabetes: wanita dengan diabetes yang tidak terkendali terbukti memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak dengan spina bifida
  • Obesitas: obesitas sebelum kehamilan terkait dengan meningkatnya risiko terhadap cacat tabung saraf, termasuk spina bifida.

Jika Anda memiliki faktor risiko terhadap spina bifida, konsultasikan dengan dokter apakah Anda memerlukan dosis lebih besar untuk asam folat, bahkan sebelum kehamilan dimulai.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, beri tahu dokter. Beberapa obat dapat disesuaikan untuk mengurangi risiko spina bifida.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana spina bifida didiagnosis?

Spina bifida dapat didiagnosis selama kehamilan atau setelah bayi lahir. Spina bifida okulta mungkin tidak terdiagnosis hingga akhir masa kanak-kanak atau masa dewasa, atau mungkin tidak pernah terdiagnosis.

Mendiagnosis spina bifida selama kehamilan

Selama kehamilan, ada beberapa tes pemeriksaan (tes prenatal) untuk memeriksa spina bifida dan cacat lahir lainnya. Bicarakan dengan dokter mengenai pertanyaan atau kekhawatiran yang Anda miliki mengenai tes prenatal ini.

  • AFP – kepanjangannya adalah alpha-fetoprotein, yaitu protein yang dihasilkan bayi yang belum lahir. Ini adalah tes darah sederhana yang mengukur seberapa banyak AFP yang dipindahkan ke aliran darah ibu dari bayi. Kadar AFP yang tinggi mungkin berarti anak memiliki spina bifida. Tes AFP dapat menjadi bagian dari tes “triple screen” yang melihat cacat tabung saraf dan masalah lainnya.
  • USG untuk melihat gambar bayi. Pada beberapa kasus, dokter dapat melihat apakah bayi memiliki spina bifida atau adanya kadar AFP yang tinggi. Sering kali spina bifida dapat dilihat dari tes ini.
  • Amniocentesis: pada tes ini, dokter dapat mengambil sampel dari cairan ketuban di sekeliling bayi pada rahim. Kadar AFP yang di atas rata-rata mungkin berarti bayi memiliki spina bifida.

Mendiagnosis spina bifida setelah bayi lahir

Pada beberapa kasus, spina bifida mungkin tidak didiagnosis setelah bayi lahir.

Kadang, ada bagian berambut pada kulit atau lesung pada punggung bayi yang terlihat setelah bayi lahir. Dokter dapat menggunakan scan seperti X-ray, MRI atau CT untuk mendapatkan gambar yang jelas dari tulang belakang bayi.

Kadang spina bifida tidak terdiagnosis setelah bayi lahir, karena ibu tidak mendapatkan perawatan prenatal atau USG tidak menunjukkan gambar yang jelas dari bagian tulang belakang yang terpengaruh.

Apa saja pengobatan untuk spina bifida?

Tidak semua orang dengan spina bifida memiliki kebutuhan yang sama, sehingga perawatan akan berbeda pada masing-masing individu. Beberapa orang memiliki masalah yang lebih serius daripada orang lain. Orang dengan mielomeningosel dan meningosel akan memerlukan perawatan lebih dibanding dengan penderita spina bifida okulta.

Bayi dengan spina bifida yang parah akan memerlukan operasi untuk memperbaiki celah selama 2 hari pertama setelah kelahiran. Beberapa dokter tidak menggunakan operasi dan membiarkan area membaik dengan sendirinya.

Beberapa operasi untuk membantu bayi saat masih di dalam rahim telah berhasil dilakukan, namun jenis operasi ini masih langka.

Setelah operasi, dokter akan memberikan rencana perawatan untuk kebutuhan spesifik bayi. Dokter akan memperbaharui rencana perawatan begitu anak Anda bertumbuh dewasa. Rencana perawatan dapat meliputi:

  • Perawatan hydrocephalus: bayi yang memiliki hydrocephalus mungkin memerlukan tabung berongga (shunt) yang dipasang untuk mengeluarkan cairan berlebih dari otak ke perut
  • Fisioterapi: dengan bertumbuhnya anak, latihan harian untuk menjaga kaki tetap kuat akan membantu anak menjadi mandiri
  • Perawatan untuk masalah tulang dan sendi, seperti talipes (club foot)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi spina bifida?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi spina bifida:

Jika Anda sedang hamil pada trimester pertama, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya spina bifida pada bayi dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung 400 microgram (mcg) asam folat. Wanita yang mengonsumsi suplemen asam folat selama trimester pertama kehamilan lebih jarang melahirkan bayi dengan spina bifida. Anda juga sebaiknya mengonsumsi pola makan yang sehat, seperti makanan kaya akan folat atau asam folat. Vitamin ini terdapat secara alami pada banyak makanan, seperti:

  • Kacang-kacangan
  • Buah-buahan dan jus sitrus
  • Kuning telur
  • Sayuran berwarna hijau tua, seperti brokoli dan bayam.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 20, 2017 | Terakhir Diedit: April 20, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan