Definisi

Apa itu sindrom Tourette?

Sindrom Tourette adalah sebuah penyakit yang menyerang sistem saraf di mana penderitanya mengalami kejang-kejang. Kejang ini terjadi saat sebagian atau seluruh tubuh bergerak berulang secara cepat, tiba-tiba, dan tidak dapat dikendalikan. Gejala ini dapat muncul pada bagian tubuh manapun (wajah, tangan, atau kaki). Dalam waktu singkat, penderita biasanya dapat mengendalikan serangan ini secara aktif. Pada kasus lainnya, penderita juga dapat mengeluarkan suara abnormal secara tiba-tiba. Misalnya, mereka bahkan dapat mengutuk atau mengatakan hal-hal yang buruk kepada orang lain. Ketika serangan ini terjadi pada seluruh tubuh, penderita tidak dapat mengendalikan apa yang mereka katakan. Pada beberapa kasus, serangan ini sering terjadi secara serius dan mempengaruhi hidup penderita maupun orang-orang di sekitar mereka.

Seberapa umumkah sindrom Tourette?

Anak-anak dan orang dewasa dapat menderita sindrom Tourette. Penyakit ini biasanya muncul pada usia 5 hingga 15 tahun. Namun, dalam banyak kasus serangan penyakit ini menghilang seiring pertumbuhan pada anak-anak.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Tourette?

Gejala yang muncul biasanya merupakan gejala yang ringan dan sulit untuk dikenali, meskipun kasusnya terkadang serius. Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam jangka waktu tertentu dan dapat menghilang dalam jangka panjang. Kadang-kadang gejala dari serangan yang lama menghilang, namun kemudian muncul gejala baru. Gejala-gejala ini termasuk menggonggong, masalah pada perilaku, mata berkedip-kedip, mengutuk, menggumam sendiri, mengangguk atau menggeleng-gelengkan kepala, meniru perbuatan atau kata-kata orang lain, menjilati bibir atau mengecap-ngecap bibir, mengangkat-angkat bahu, mengisap-isap, mendengus, meludah, dan mengeluarkan suara mendengking.

Mungkin ada beberapa gejala yang tidak disebutkan di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai gejala tertentu, harap berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sindrom Tourette sering terjadi pada anak-anak, tetapi gejala-gejalanya akan menghilang seiring pertumbuhan anak dan berkembangnya mekanisme tahu-kendali mereka. Dokter Anda dapat membantu mengontrol obat-obatan yang ditujukan untuk serangan penyakit ini. Namun, sebaiknya Anda menghubungi dokter jika terjadi hal-hal di bawah ini:

  • terjadi ketidakcocokan obat (terjadi efek yang berlawanan dari penggunaan obat)
  • gejala-gejala yang ada semakin memburuk
  • demam, kekakuan otot, atau perubahan perilaku setelah mengonsumsi obat yang digunakan untuk untuk mengobati sindrom Tourette

Penyebab

Apa penyebab sindrom Tourette?

Saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi penyakit ini dapat diwariskan bersama dengan penyakit sistem saraf lainnya. Sindrom Tourette merupakan penyakit yang kompleks, kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dengan faktor lingkungan. Asumsi penyakit penyebab sindrom Tourette termasuk:

  • genetik. Sindrom Tourette mungkin merupakan penyakit yang diturunkan. Gen khusus yang berkaitan dengan sindrom Tourette belum ditentukan dengan pasti, walaupun identifikasi adanya mutasi genetik yang menyebabkan sindrom ini merupakan hal yang langka
  • otak yang abnormal. Beberapa hormon di otak yang bertindak sebagai neurotransmitter dan mengontrol impuls saraf bisa memainkan peranan sebagai penyebab penyakit, termasuk hormon dopamin dan serotonin

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sindrom Tourette?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena sindrom Tourette, di antaranya:

  • riwayat keluarga yang terjangkit sindrom Tourette atau penyakit-penyakit lainnya yang mneyebabkan kejang.
    Pada pria, risiko terkena sindrom Tourette biasanya 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan wanita
  • tidak adanya faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit sindrom ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi. Silakan berkonsultasi dengan dokter ahli untuk informasi yang lebih rinci

Obat & Pengobatan

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah sebagai pengganti pengobatan medis. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk sindrom Tourette?

Obat penenang dapat membantu mengendalikan serangan kejang yang terjadi. Namun, obat-obatan biasanya tidak dibutuhkan untuk serangan ringan. Obat-obatan dapat digunakan tersendiri atau dengan obat-obat lainnya untuk mencegah efek samping. Keluarga yang mempunyai riwayat sindrom Tourette mungkin membutuhkan konseling untuk membantu anak-anak dan anggota keluarga lainnya dalam menghadapi sindrom ini.

Apa tes yang paling umum untuk mendeteksi sindrom Tourette?

Para dokter akan menentukan diagnosa berdasarkan riwayat klinis dan hasil pemeriksaan. Dokter akan meminta anak Anda untuk duduk tenang untuk melihat apakah serangan akan muncul atau tidak. Ahli saraf pediatri (dokter yang mempunyai spesialisasi dalam masalah saraf anak-anak) dapat mendiagnosa penyakit ini. Dokter mungkin meminta Anda untuk melakukan elektroensefalografi (EEG), sebuah tes untuk mengukur gelombang otak. EEG dapat melakukan pemindaian resonansi magnetik (magnetic resonance imaging[MRI]). Proses MRI layaknya rontgen, tetapi MRI menggunakan medan daya magnet tanpa menggunakan sinar-X untuk melihat tubuh bagian dalam.

Pendidikan anak-anak di sekolah dapat terganggu dan mereka mungkin memiliki masalah perilaku akibat gangguan ini. Anak yang menunjukkan gejala penyakit ini sebaiknya segera menemui psikiater atau psikolog. Sindrom Tourette berhubungan dengan sejumlah gejala perilaku lainnya, biasanya berupa keadaan anak yang hiperaktif namun kesulitan untuk fokus (attention deficit hyperactivity disorder/ADHD) dan perilaku obsesif kompulsif.

Perubahan Gaya Hidup dan Pengobatan di Rumah

Perubahan gaya hidup atau pengobatan apa yang dapat dilakukan di rumah yang dapat menolong penderita sindrom Tourette?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut ini dapat membantu Anda mengatasi sindrom Tourette:

  • informasikan kepada dokter mengenai masalah kesehatan Anda atau bayi Anda jika sedang menggunakan obat-obatan, termasuk obat yang ada di resep dokter atau nonresep dokter
  • informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui
  • bergabung dengan grup, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga untuk sesama penderita penyakit ini

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai solusi terbaik untuk anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan