home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Efek Foto Rontgen Berbahaya untuk Anak?

Benarkah Efek Foto Rontgen Berbahaya untuk Anak?

Ketika anak sedang sakit atau terluka saat mengalami kecelakaan, tentu membutuhkan pemeriksaan medis secepat mungkin. Untuk memastikan apakah ada masalah pada organ tertentu atau cedera tulang, perlu dilakukan foto rontgen.

Beberapa orangtua mungkin bertanya-tanya, apakah efek rontgen bisa berdampak pada anak pada masa yang akan datang. Simak penjelasan di bawah untuk menjawab pertanyaan Anda.

Menjawab efek foto rontgen pada anak

Foto rontgen atau X-ray berkaitan erat dengan radiasi. Namun, prosedur tersebut dibutuhkan untuk tujuan medis tertentu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, rata-rata satu dari tiga orang mungkin berpotensi atau mengembangkan kanker dalam hidupnya. Namun, ketika tes foto rontgen sering dilakukan, bisa saja menjadi faktor risiko kanker pada anak di masa nanti.

Anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga mereka lebih sensitif terhadap sinar radiasi.

Seorang radiolog Martha Hernanz-Schulman, MD, dari American College of Radiology’s Pediatric Imaging Commission mengatakan bahwa setiap orang, berapapun usianya, sejatinya tak boleh terpapar oleh radiasi.

Bila seorang anak perlu mendapatkan tes rontgen, radiasi yang digunakan pun relatif rendah. Berbeda dengan CT Scan, sinar radiasi yang diterapkan 200 kali lebih tinggi dibandingkan foto rontgen dada.

Bicara soal risiko, ada efek radiasi rontgen pada anak tapi hanya jarang kemungkinannya. Misalnya, risiko reaksi alergi terhadap bahan kontras iodine pada anak. Bahan kontras iodine biasanya disuntikkan ke dalam tubuh anak untuk menghasilkan penampakan foto yang lebih jelas.

Meskipun melibatkan radiasi dalam proses foto rontgen, tentu tim radiologi akan memberikan perlindungan dan menerapkan cara tepat untuk melakukan prosedur ini pada anak, sehingga meminimalkan risiko radiasi.

Ada cara yang bisa ditempuh orangtua untuk mengurangi efek radiasi foto rontgen pada anak. Simak pada penjabaran selanjutnya.

Hal yang bisa orangtua lakukan dalam meminimalkan radiasi anak

dokter anak
Sumber: Full Thread Ahead

Efek risiko foto rontgen pada anak memang relatif kecil. Namun, orangtua dapat melakukan hal-hal yang bisa meminimalkan risiko paparan radiasi pada anak.

1. Bertanya pada dokter

Tidak ada salahnya untuk bertanya kepada dokter anak, apakah foto rontgen ini memang sangat perlu dianjurkan atau tidak. Marilyn J. Goske, MD, seorang radiolog anak dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, menyarankan empat pertanyaan yang bisa orangtua ajukan.

  • Apakah tes ini menggunakan radiasi?
  • Mengapa tes ini perlu dilakukan?
  • Bagaimana cara tes ini membantu kondisi kesehatan anak saya?
  • Apakah ada alternatif lain yang tidak menggunakan radiasi ionisasi, seperti ultrasound?

Melalui pertanyaan ini, baik orangtua maupun dokter bisa mendapatkan edukasi mengenai risiko efek radiasi, seperti foto rontgen maupun CT Scan pada anak.

2. Simpan hasil

Jika dokter dari rumah sakit yang Anda sambangi menyarankan anak melakukan tes rontgen, cobalah pertimbangkan ke rumah sakit anak-anak. Fasilitas di rumah sakit khusus anak-anak biasanya menyesuaikan tes radiasi, seperti rontgen dan CT Scan yang lebih ramah untuk usia mereka.

Jika anak usai melakukan foto rontgen, sebaiknya simpan salinan dari pemindaian. Anda tak perlu melakukan foto rontgen ulang untuk anak untuk mengurangi risiko foto rontgen.

3. Pemeriksaan gigi dengan foto rontgen

Dalam beberapa kasus, anak perlu melakukan foto rontgen pada gigi mereka. Para ahli mengatakan efek risiko penggunaan foto rontgen gigi pada anak cenderung rendah.

Menurut The American Dental Association (ADA), anak-anak dan remaja mendapatkan bitewing radiografi (foto permukaan gigi) setidaknya setiap 6-12 bulan sekali, ketika gigi mereka berlubang. Sementara bitewing radiografi dilakukan satu sampai dua tahun sekali pada anak yang tidak memiliki gigi berlubang.

Namun, bagaimana jika dokter gigi merekomendasikan pemeriksaan dengan CT Scan? Orangtua perlu tahu, CT Scan digunakan ketika anak memiliki trauma pada rahang atau memperbaiki posisi gigi yang abnormal.

Untuk pemeriksaan rutin dalam kasus ringan, anak hanya membutuhkan foto rontgen saja.

Kini orangtua tidak perlu begitu cemas akan efek samping foto rontgen pada anak. Karena penggunaan radiasi pada foto rontgen hanyalah kecil. Anda bisa menerapkan tiga langkah di atas sebagai acuan meminimalkan risiko paparan radiasi pada anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Goodman, B., & MA. (n.d.). X-Rays, CT Scans, Radiation, and Children. WebMD. Retrieved March 10, 2020, from https://www.webmd.com/children/features/xrays-ct-scans-kids-radiation#1

X-RAY EXAMS IN CHILDREN. (n.d.). Retrieved March 10, 2020, from https://www.who.int/ionizing_radiation/pub_meet/xray_exams_children_leaflet.pdf?ua=1

Radiology (ACR), R. S. of N. A. (RSNA) and A. C. of. (n.d.). Pediatric x-ray exam. Www.Radiologyinfo.Org. Retrieved March 10, 2020, from https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=pediatric-xray


Foto Penulis
Ditulis oleh Maria Amanda pada 02/04/2020
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x