Definisi

Apa itu sakit gigi?

Sakit gigi adalah rasa nyeri pada atau di sekitar area gigi dan rahang. Kebanyakan orang menggambarkan nyerinya “tajam” atau tumpul, seperti nyut-nyutan atau senat-senut karena gigi terasa ngilu dan gusi bengkak. 

Kondisi ini seringkali muncul tiba-tiba, dan memburuk pada malam hari. Terutama saat Anda berbaring.

Tingkatan rasa sakit dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari yang ringan hingga parah. Gigi juga bisa saja terasa ngilu sebentar, barang hitungan menit bahkan kurang dari 15 detik kemudian hilang sendiri, atau bertahan lama hingga berhari-hari.

Dari sekian banyak kemungkinan, karies alias pembusukan gigi dan gigi berlubang adalah dua penyebab sakit yang paling utama.

Pada kasus yang serius, Anda mungkin butuh berobat ke dokter gigi agar sakitnya cepat sembuh.

Seberapa umumkah sakit gigi?

Sakit gigi adalah penyakit yang umum. Siapa saja dapat mengalami kondisi ini tanpa memandang usia, status sosial, dan jenis kelamin.

Namun, anak-anaklah yang paling rentan mengalami kondisi ini. Sebab, mereka suka makan makanan manis dan tidak bisa menjaga kebersihan gigi dengan baik.

Anda dapat menghindari penyakit gigi ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit gigi?

Gejala sakit gigi setiap orang mungkin berbeda, Namun secara umum, tanda dan gejala khas dari kondisi ini meliputi:

  • Nyeri tajam atau berdenyut yang muncul konstan, atau rasa sakit yang muncul saat Anda menekan gigi atau mengunyah makanan.
  • Gigi menjadi sangat sensitif terhadap suhu panas dan dingin.
  • Bengkak di sekitar gigi atau rahang.
  • Perdarahan atau keluarnya cairan yang terasa busuk dari gigi yang terinfeksi.
  • Demam atau sakit kepala.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi atau bertanya langsung dengan dokter gigi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter gigi bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri yang berlangsung lebih dari 1 atau 2 hari.
  • Demam tinggi.
  • Rasa sakit yang parah dan tidak tertahankan meski sudah minum obat pereda nyeri yang dijual di apotek, toko obat, atau swalayan tanpa resep dokter.
  • Bengkak, rasa sakit saat menggigit, gusi merah, atau keluarnya cairan yang berbau busuk dan terasa tidak sedap.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Sakit telinga, atau sakit saat membuka mulut dengan lebar.

Pada prinsipnya, segera cari pertolongan medis setiap kali ada gejala yang tidak biasa atau terasa aneh. Ingat, Anda sendiri yang tahu tubuh Anda. Semakin cepat gigi yang sakit diobati, maka semakin cepat juga bagi Anda untuk pulih dari rasa sakitnya.

Penyebab

Apa penyebab sakit gigi?

Pada anak-anak dan orang dewasa, penyebab utama sakit gigi adalah kerusakan gigi.

Gula dan karbohidrat dari makanan yang menyelip di gigi dapat memancing bakteri dalam mulut Anda untuk berkembang biak liar. Bakteri jahat ini kemudian memproduksi racun yang membentuk plak dan menempel pada permukaan gigi.

Plak tersebut memicu perlubangan pada bagian terluar gigi. Dalam tahap awal, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala yang berarti.

Namun ketika kerusakan gigi sudah meluas dan lubang yang muncul juga makin bertambah besar, mulailah Anda merasakan sakit. Bahkan jika tidak habis makan sesuatu yang manis, sangat dingin, atau sangat panas.

Di samping itu, ada sejumlah penyebab lain yang bisa membuat gigi Anda terasa sangat sakit:

1. Gingivitis

Gingivitis adalah infeksi yang menyebabkan gusi Anda menjadi meradang dan bengkak. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak di sekitar gusi.

Apabila dibiarkan tidak terobati, periodontitis (penyakit gusi) dapat menyebabkan abses (benjolan bernanah) pada gusi dan menimbulkan rasa sakit berdenyut serta bau mulut kronis.

Infeksi ini juga bisa menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut,

2. Gigi sensitif

Mengonsumsi makanan dan minuman yang panas atau dingin juga bisa menyebabkan gigi Anda nyut-nyutan. Ini artinya, Anda memiliki gigi sensitif. Entah itu karena resesi gusi atau penipisan enamel gigi.

Beberapa perawatan gigi seperti behel, gigi palsu, pengangkatan gigi busuk juga dapat menyebabkan gigi Anda jadi lebih sensitif.

3. Kebiasaan menggeretakkan gigi

Menggeretakkan gigi dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang pada akhirnya menyebabkan sakit. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari mereka punya kebiasaan ini saat tidur, cemas, maupun stres.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut bruxism. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, rasa sakitnya bisa menjalar hingga ke rahang dan area sekitar wajah.

4. Gigi retak

Gigi retak juga bisa menyebabkan rasa sakit yang tajam ketika Anda mengunyah makanan. Keretakan gigi dapat terjadi karena cedera di area mulut, menggigit benda yang terlalu keras, hingga kebiasaan menggeretakkan gigi.

Semakin parah keretakan gigi, maka rasa ngilu yang Anda alami juga akan semakin intens bahkan menyakitkan.

5. Gigi bungsu tumbuh

Banyak orang sering mengeluh giginya sakit ketika gigi bungsunya tumbuh. Sebab pada beberapa orang, gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi yang tidak diinginkan atau berdesakkan dengan gigi lain.

Kondisi ini menyebabkan nyeri berdenyut tajam yang sering muncul tiba-tiba.

6. Pulpitis

Pulpitis adalah peradangan yang terjadi di bagian pulpa. Pulpa adalah bagian terdalam gigi yang terdapat banyak sekali saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini juga bisa terjadi pada jaringan periradikular yang mengelilingi akar gigi.

Bagi orang-orang muda, puplitis merupakan penyebab utama mereka mengalami gigi sakit dan gigi tanggal.

7. Sinusitis

Bagi orang yang punya penyakit sinusitis, gejalanya bisa membuat gigi dan rahang sakit berdenyut intens. Sebab, gigi belakang atas Anda ternyata berbagi jalur saraf yang sama dengan rongga sinus.

Akibatnya, rasa sakit di area sinus juga bisa menjalar hingga ke mulut dan gigi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya sakit gigi?

Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami sakit gigi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Gangguan makan seperti anorexia dan/atau bulimia
  • Pola makan yang mengandung banyak gula
  • Mulut kering
  • Kebiasaan membersihkan gigi yang buruk
  • Jarang gosok gigi dan flossing
  • Punya riwayat GERD karena kadar asam lambung yang tinggi dapat merusak enamel gigi
  • Merokok atau kebiasaan mengunyah tembakau
  • Obat-obatan tertentu
  • Menjalani perawatan kemoterapi

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis sakit gigi?

Guna mengetahui penyebab sakit gigi yang Anda alami, Anda harus berkonsultasi secara langsung ke dokter gigi. Pertama-tama, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik sembari menanyakan riwayat kesehatan serta gejala yang Anda alami.

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai rasa sakit yang Anda alami. Misalnya kapan rasa sakit mulai muncul, seberapa intens rasa sakit yang Anda rasakai, di mana lokasi rasa sakit, apa faktor pemicunya dan hal-hal yang mungkin dapat meredakan rasa sakit. Dokter juga akan memeriksa bagian tenggorokan, sinus, telinga, hidung dan leher Anda.

Rontgen X-ray juga dapat dilakukan, tergantung apa dugaan dokter mengenai penyebab sakit gigi Anda. Dalam kasus tertentu, tes laboratorium, termasuk pemeriksaan EKG jantung juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dokter.

Jika dokter menduga penyebab sakit gigi yang Anda alami bukan karena masalah gigi atau rahang, dokter mungkin akan meresepkan sejumlah obat untuk meredakan gejalanya.

Bagaimana cara mengobati sakit gigi?

Begitu dokter gigi telah menemukan penyebab sakit gigi, dokter dapat memilih perawatan yang tepat untuk Anda. Pada dasarnya pengobatan sakit gigi akan disesuaikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Apabila lubang merupakan penyebabnya, dokter dapat menambal lubang atau mencabut gigi. Jika kondisi Anda disebabkan oleh infeksi saraf, Anda memerlukan perawatan root canal.

Dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik apabila Anda mengalami demam atau pembengkakan pada rahang. Namun, pastikan Anda minum antibiotik sesuai dengan yang dianjurkan dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Penggunaan antibiotik yang sembarangan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Jika sudah begini, penyakit yang Anda alami akan lebih sulit untuk diobati. Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik.

Sementara jika penyebab gigi ngilu Anda adalah tambalan yang lepas atau patah, dokter akan mencabut tambalan, mengangkat bagian yang busuk, dan menambal kembali. Apabila Anda mengalami rasa sakit atau peradangan yang menyertai sakit gigi, dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan fototerapi dengan laser dingin.

Dokter gigi juga mungkin akan memberikan obat penawar rasa sakit dan NSAID untuk meringankan gejala. Acetaminophen (paracetamol), ibuprofen, atau aspirin bisa diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi pada orang dewasa. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak karena berpotensi menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Apabila perawatan tidak bekerja atau gigi terjepit di antara gigi lainnya dan rahang, gigi mungkin akan perlu dicabut.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi sakit gigi?

Dalam kebanyakan kasus, akar masalah sakit gigi atau sakit rahang hanya bisa diobati oleh dokter gigi. Namun selagi menunggu jadwal berobat ke dokter gigi, ada beberapa pengobatan ala rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejalanya.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit gigi:

1. Kumur dengan air garam

Larutkan 1/2 sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Lalu berkumurlah selama beberapa saat dan buang bekas airnya. Garam efektif sebagai obat sakit gigi alami karena dapat membantu mengurangi peradangan akibat infeksi.

2. Kompres es

Bungkus beberapa bongkah es batu ke dalam sebuah handuk atau kain yang bersih. Lalu, tempelkan pada bagian gigi yang terasa sakit selama kurang lebih 15 menit.

3. Pakai benang gigi

Jika rasa ngilu yang Anda alami disebabkan karena ada makanan yang tersangkut di gigi yang bolong, Anda bisa menggunakan benang gigi untuk mengeluarkannya. Dental floss alias benang gigi dapat mengangkat partikel makanan atau plak yang terjebak di sela-sela gigi.

4. Kurangi makanan manis

Supaya gigi yang sakit cepat membaik, kurangi banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula. Selain membuat gigi tambah sakit, makan dan minuman manis juga justru memicu pertumbuhan plak dan bakteri di dalam mulut lebih banyak.

Ya, gula merupakan santapan lezat yang disukai oleh bakteri penyebab plak di dalam mulut.

5. Berhenti merokok

Bahaya merokok tidak hanya menyebabkan kerusakan paru-paru, tapi juga gigi dan mulut. Ya, tetap merokok ketika gigi sedang nyut-nyutan malah dapat memperburuk kondisi Anda.

Maka dari itu, supaya sakit gigi Anda cepat sembuh, berusahalah untuk berhenti merokok sekarang juga.

6. Rajin sikat gigi

Sakit gigi bukan jadi alasan untuk tidak membersihkan gigi. Supaya kerusakan gigi Anda tidak terlanjur parah, pastikan Anda tetap rajin sikat gigi setiap hari, setidaknya dua kali pada pagi dan malam hari sebelum tidur.

Sikatlah gigi secara lembut dengan gerakan memutar. Hindari menyikat gigi terlalu keras karena gesekannya dapat merobek gusi dan mengikis enamel gigi. Selain itu, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu melindungi dan menguatkan lapisan gigi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 19, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 19, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan