Definisi

Apa itu rambut rontok?

Rambut rontok adalah kondisi meluruhnya rambut dari kulit kepala atau area lain di tubuh Anda. Kondisi yang memiliki istilah medis alopecia ini disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor keturunan, perubahan hormon tubuh, kondisi kesehatan, atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Rambut rontok dapat terjadi dengan berbagai cara yang berbeda, tergantung dari apa yang menjadi penyebabnya. Kondisi ini dapat terjadi secara mendadak atau bertahap, dan mempengaruhi bagian kulit kepala atau seluruh tubuh Anda. Beberapa jenis kerontokan rambut hanya terjadi untuk sementara, dan ada pula yang bersifat permanen.

Seberapa umumkah rambut rontok?

Rambut rontok merupakan kondisi yang sangat umum dan dapat terjadi pada semua orang dari segala golongan usia. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa kerontokan rambut lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.

Beberapa faktor yang paling sering memicu kerontokan pada rambut adalah usia dan keturunan. Namun, rambut rontok dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan rambut rontok yang paling tepat.

Gejala & penyebab

Seperti apa proses pertumbuhan rambut?

Pada dasarnya, rambut dapat tumbuh di hampir seluruh bagian kulit manusia, kecuali telapak tangan dan kaki.

Rambut tumbuh di folikel rambut, yang terletak di lapisan terluar kulit. Di dalam folikel rambut, terdapat protein bernama keratin yang membantu pertumbuhan rambut.

Ketika folikel memproduksi sel rambut baru, maka sel-sel rambut yang mati akan terdorong keluar dari kulit. Jadi, rambut yang terlihat di luar kulit sebenarnya adalah sel-sel keratin yang sudah mati.

Setiap folikel rambut memiliki fase pertumbuhan rambut yang dibagi menjadi tiga:

  • Anagen: rambut tumbuh secara aktif selama 2 hingga 6 tahun
  • Catagen: proses transisi ketika rambut mulai berhenti tumbuh, berlangsung selama 2 hingga 3 minggu
  • Telogen: fase “istirahat”, di mana rambut yang mati akan rontok dan digantikan oleh rambut baru

Apa saja gejala dan penyebab rambut rontok?

Rata-rata orang dewasa memiliki setidaknya 100.000 hingga 150.000 helai rambut dan kehilangan 100 helai setiap harinya.

Penyebab dan gejala kerontokan sangat bervariasi. Beberapa jenis, gejala, serta penyebab rambut rontok adalah:

1. Alopecia involusional

Jenis kerontokan ini adalah yang paling sering terjadi. Gejala yang paling terlihat pada alopecia involusional adalah:

  • Jumlah rambut semakin menipis
  • Pola penipisan rambut menyerupai huruf M
  • Rambut mulai menipis di bagian dahi, lalu melebar ke bagian lainnya.

Penyebab utamanya adalah faktor bertambahnya usia dan terjadi secara alamiah, baik pada pria maupun wanita. Ketika Anda mengalami kebotakkan tipe ini, kebanyakan folikel rambut di tubuh telah memasuki fase istirahat (telogen).

2. Alopecia androgenik

Rambut rontok jenis androgenik terjadi pada pria dan wanita. Karakteristik yang terlihat adalah:

  • Garis rambut semakin menipis
  • Rambut mulai meluruh di bagian kulit kepala depan dan tengah
  • Pada perempuan, muncul gejala seperti jerawat dan siklus menstruasi tidak teratur

Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan atau ketidakseimbangan kadar hormon, yang biasanya berhubungan dengan sindrom ovarium polikitik (PCOS). Gejala-gejala alopecia androgenik biasanya muncul saat masa pubertas pada pria, dan usia 50-an pada wanita.

3. Alopecia traksi

Rambut rontok tipe ini terjadi akibat rambut terlalu sering diikat atau ditarik dalam jangka waktu yang lama. Tanda-tanda alopecia traksi meliputi:

  • Benjolan kecil berwarna putih atau merah di sekitar folikel rambut
  • Rasa gatal di area rambut yang diikat
  • Muncul sisik pada kulit kepala
  • Rambut rontok secara simetris

Rambut yang terlalu lama ditarik atau diikat akan mudah terlepas dari folikelnya, sehingga kerontokan lebih mudah terjadi. Apabila ikatan rambut dibiarkan terlalu lama, maka hal tersebut berpotensi mengakibatkan kerontokan permanen.

4. Alopecia areata

Alopecia areata adalah rambut rontok yang disebabkan oleh kelainan autoimun. Gejala-gejala yang tampak adalah:

  • Rambut rontok berlebihan
  • Muncul titik kebotakan, biasanya berbentuk lingkaran di bagian belakang kulit kepala
  • Kuku kasar, muncul titik-titik putih, dan lebih rapuh

Ketika seseorang memiliki alopecia areata, sistem imun tubuhnya akan menyerang bagian folikel rambut. Hal ini dapat mengakibatkan kerontokan rambut dalam jumlah besar, bahkan berpotensi mengalami kebotakan total (alopecia totalis) atau kebotakan di seluruh badan (alopecia universalis).

5. Alopecia universalis

Rambut rontok universalis termasuk kondisi yang sangat langka, di mana rambut yang berada di seluruh bagian tubuh mengalami kerontokan. Gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Rasa gatal
  • Kerontokan tidak hanya di kulit kepala, tapi di bagian tubuh lain seperti alis, ketiak, punggung, dada, hingga kaki

Hingga saat ini, penyebab alopecia universalis masih belum diketahui secara pasti. Namun, diduga kondisi ini memiliki kaitan dengan penyakit autoimun dan faktor keturunan.

Pemicu lain yang mungkin menyebabkan rambut rontok secara menyeluruh adalah trauma, infeksi virus, perubahan hormon, dan stres. Selain itu, kemoterapi dan radioterapi juga berpotensi mengakibatkan kelainan ini.

6. Telogen effluvium

Kondisi ini merupakan terjadinya kerontokan rambut secara mendadak dan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Telogen effluvium disebabkan oleh beberapa hal yang dapat menyebabkan stres atau trauma, seperti:

  • demam tinggi
  • melahirkan
  • penyakit kronis parah
  • masalah psikologis
  • operasi besar
  • kelenjar tiroid bermasalah
  • diet ketat
  • kekurangan protein

Tanda-tanda dari telogen effluvium adalah rambut rontok sebanyak 70% selama 2 bulan setelah kejadian yang menyebabkan trauma. Hampir seluruh folikel rambut memasuki fase istirahat secara bersamaan, sehingga rambut akan mengalami penipisan.

7. Scarring alopecia

Kerontokan yang memiliki nama lain alopecia cicatricial ini terjadi akibat adanya peradangan atau kelainan pada kulit, seperti folikulitis, selulit, lichen planus, dan lupus.

Tanda-tanda yang muncul adalah:

  • peradangan di bagian kulit rambut yang rontok
  • kulit bersisik
  • muncul luka yang kadang disertai nanah di bagian rambut rontok
  • perubahan warna kulit

Kulit yang meradang akan menyebabkan luka yang mengakibatkan sel rambut pada folikel tidak dapat beregenerasi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Rambut rontok yang terjadi secara alami biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, jika jumlah rambut yang rontok melebihi batas wajar dan ada gejala-gejala lain yang Anda rasakan pada tubuh, Anda harus segera menghubungi dokter.

Berikut adalah tanda-tanda rambut rontok yang memerlukan perhatian khusus:

  • Mendadak muncul sebidang rambut rontok
  • Rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya
  • Saat menyisir atau memegang rambut, rambut mudah terlepas dari kulit

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan gejala yang berbeda-beda. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mengetahui penanganan yang paling sesuai dengan kondisi dan gejala-gejala yang Anda alami.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami rambut rontok?

Rambut rontok memang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, terdapat berbagai macam faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kerontokan pada rambut.

Berikut adalah faktor-faktor risiko terjadi kerontokan rambut:

1. Keturunan keluarga

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang sering mengalami rambut rontok, maka kemungkinan besar Anda akan mengalami kondisi yang sama. Faktor keturunan juga berpengaruh pada usia saat Anda mulai mengalami rambut rontok, seberapa cepat rambut Anda rontok dan seberapa parah rambut Anda rontok.

2. Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, semakin banyak folikel rambut yang memasuki masa istirahat dan akhirnya berhenti memproduksi sel rambut baru. Hal ini dapat menyebabkan penipisan yang signifikan pada rambut.

3. Kekurangan protein

Sebuah studi menunjukkan bahwa rendahnya asupan protein pada tubuh dapat menyebabkan perubahan pada kondisi kulit, kuku, dan rambut. Rambut akan lebih cepat terlepas dari folikel akibat kurangnya produksi keratin.

4. Hamil, melahirkan, dan menopause

Perubahan dan ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan kerontokan yang bersifat sementara. Hal ini dapat disebabkan oleh kehamilan, melahirkan, atau mulainya menopause.

5. Memiliki masalah kesehatan fisik dan psikis

Apabila Anda mengidap penyakit seperti lupus dan diabetes, Anda akan lebih mungkin mengalami penipisan rambut akibat melemahnya sistem imun tubuh.

Tidak hanya kondisi kesehatan fisik, Anda juga perlu memperhatikan kesehatan psikis karena stres dan depresi juga dapat memicu kerontokan rambut.

Selain itu, ada sebuah kelainan mental yang disebut trikotilomania, di mana seseorang akan memiliki keinginan menarik rambutnya terus menerus. Hal ini juga dapat menpercepat proses penipisan rambut.

6. Obat-obatan dan terapi tertentu

Rambut rontok dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk kanker, depresi, masalah jantung, tekanan darah tinggi, dan pil KB. Terapi radiasi dan kemoterapi untuk penderita kanker juga berpotensi menyebabkan kerontokan.

Selain itu, konsumsi vitamin A yang berlebihan juga dapat menyebabkan rambut rontok.

7. Memiliki gaya dan perawatan rambut tertentu

Sering mengikat rambut terlalu kencang, bahkan dibiarkan dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada folikel rambut. Apabila tidak segera diatasi, kemungkinan rambut yang diikat akan mengalami kebotakan permanen.

Terlalu sering mencuci rambut, mengecat, bleaching, dan menggunakan obat pelurus rambut juga dapat menyebabkan rambut rapuh dan tipis. Ini dapat merusak rambut secara keseluruhan dan tentunya mempercepat proses perontokan rambut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana rambut rontok didiagnosis?

Jika Anda meyakini bahwa kerontokan rambut yang Anda alami mengganggu penampilan, sudah melebihi batas normal, atau disertai oleh gejala-gejala yang tidak wajar, Anda harus segera menemui dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala dan riwayat penyakit yang Anda derita. Selain itu, biasanya informasi mengenai kondisi kesehatan anggota keluarga Anda juga diperlukan.

Setelah itu, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa tes dan prosedur untuk mendiagnosis, yang meliputi:

1. Tes darah

Tes ini dapat membantu mengetahui kondisi medis yang berkaitan dengan rambut rontok, seperti penyakit tiroid.

2. Tes rambut

Dokter akan menarik beberapa helai rambut Anda secara perlahan untuk mengetahui separah apa kerontokan yang Anda alami.

3. Biopsi kulit kepala

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada infeksi di kulit atau terdapat masalah pada folikel rambut Anda. Dokter akan mengumpulkan sampel kulit atau beberapa rambut yang dicabut untuk diperiksa lebih lanjut.

4. Mikroskop cahaya

Dokter akan menggunakan alat khusus untuk memeriksa rambut yang dipangkas di pangkalnya untuk mengetahui adanya gangguan dari batang rambut.

Apa saja pengobatan untuk rambut rontok?

Ada pengobatan untuk beberapa jenis rambut rontok. Namun, beberapa kondisi bersifat permanen sementara yang lainnya sementara. Tergantung dari kondisi Anda, dokter akan menganjurkan obat-obatan, operasi, terapi laser, rambut palsu atau pasangan sebagai pengobatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan rambut, memperlambat atau menyembunyikan rambut rontok.

1. Obat-obatan

Jika rambut rontok Anda disebabkan oleh suatu penyakit, maka diperlukan pengobatan untuk penyakit yang mendasari tersebut.

Jika suatu obat tertentu menyebabkan rambut rontok, dokter akan menyarankan Anda untuk berhenti menggunakan obat tersebut untuk sementara waktu.

Terdapat pula beberapa jenis pengobatan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kerontokan rambut:

Obat berbentuk salep ini dapat membantu rambut tumbuh kembali dengan cara merangsang folikel rambut. Efektivitasnya cukup tinggi, terutama pada anak muda yang mulai mengalami kebotakan ringan. Pada kasus yang jarang terjadi, pengobatan jenis ini dapat menyebabkan iritasi.

Propecia biasanya digunakan untuk penderita alopecia androgenik, khususnya pria. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon di folikel rambut yang menjadi penyebab kerontokan. Propecia tidak boleh dikonsumsi oleh wanita, terutama yang ingin memiliki anak, karena obat tersebut berpotensi mengakibatkan bayi lahir cacat.

  • Spironolakton

Untuk alopecia androgenik yang diderita perempuan, dokter biasanya akan meresepkan spironolakton. Cara kerjanya pun serupa dengan propecia, yaitu dengan mengurangi kadar hormon penyebab rambut rontok.

  • Kortikosteroid

Pada beberapa kasus alopecia areata yang disebabkan oleh kelainan autoimun, dokter akan memberikan obat kortikosteroid. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan di kulit yang mengalami peradangan dan kerontokan parah.

  • Anthralin

Sama seperti kortikosteroid, obat ini digunakan untuk mengontrol peradangan di kulit kepala, terutama pada folikel rambut.

  • Diphencyprone

Obat salep diphencyprone juga dapat membantu menstimulasi pertumbuhan rambut, khususnya untuk penyakit alopecia areata.

2. Operasi

Dalam jenis rambut rontok permanen, terkadang konsumsi obat-obatan oles dan minum sudah tidak mempan lagi. Oleh karena itu, beberapa orang akan disarankan untuk menjalani prosedur operasi, seperti transplantasi rambut dan laser.

  • Transplantasi rambut

Prosedur ini berusaha memanfaatkan secara optimal rambut Anda yang tersisa. Selama prosedur ini, dokter bedah akan mengambil sebagian kecil kulit yang mengandung beberapa rambut dari kulit kepala bagian belakang atau samping Anda. Kemudian, ia akan menanamkannya ke bagian yang botak.

Anda mungkin akan diminta untuk menggunakan obat rambut rontok sebelum dan sesudah operasi untuk meningkatkan hasil.

  • Laser

Selain melakukan transplantasi rambut, dokter bedah mungkin akan menyarankan Anda menjalani prosedur laser. Teknik ini biasanya berhasil merangsang pertumbuhan sel-sel rambut baru pada folikel.

  • Rambut palsu

Ini dapat berfungsi sebagai alternatif jika kulit kepala Anda tidak bereaksi apapun setelah mendapatkan pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi rambut rontok?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi rambut rontok:

  • Jalanilah diet dengan gizi seimbang.
  • Hindarilah mengikat rambut dengan ketat, seperti kepang, sanggul, atau ekor kuda.
  • Hindarilah memutar, menggosok atau menarik rambut Anda secara kasar.
  • Perlakukanlah rambut Anda dengan lembut saat mencuci dan menyisi. Gunakanlah sisir bergigi lebar untuk mencegah rambut tercabut.
  • Hindarilah perawatan yang kasar seperti terlalu sering memakai catok, obat pengeriting rambut, dan terlalu sering mengganti warna rambut.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 25, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 25, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan