Definisi

Apa itu morning sickness (emesis gravidarum)?

Morning sickness, atau emesis gravidarum, adalah kondisi umum pada kebanyakan wanita selama hamil. Morning sickness biasanya terjadi pada trimester pertama, tapi bagi sebagian wanita mungkin berlangsung sampai trimester kedua dan bagi sedikit wanita yang tidak beruntung, sampai sepanjang masa kehamilan.

Morning sickness parah disebut hyperemesis gravidarum (HG), dan dapat mempengaruhi sekitar 1 dari 1000 wanita hamil. HG adalah kondisi serius yang harus diobati. Bila tidak, kondisi ini akan mempengaruhi bayi.

Seberapa umumkah morning sickness (emesis gravidarum)?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum. Sekitar setengah dari semua wanita hamil mengalami muntah, dan lebih dari 80% wanita (80 dari 100) mengalami mual. Semua wanita hamil akan mengalami morning sickness pada beberapa tingkat, terutama pada trimester pertama. Hal ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala morning sickness (emesis gravidarum)?

Gejala umum morning sickness adalah:

  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muntah
  • Efek psikologis, misalnya depresi dan kecemasan.

Kemungkinan komplikasi hiperemesis gravidarum termasuk:

  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Depresi dan kecemasan ekstrem
  • Malnutrisi pada janin
  • Luka pada organ vital, termasuk hati, jantung, ginjal, dan otak.

Morning sickness bisa sangat tidak menyenangkan dan mempengaruhi ibu dalam banyak hal. Morning sickness akan mengubah tingkat stres psikologis, termasuk kecemasan dan depresi, menghambat Anda dalam bekerja, bersosialisasi, dan merawat anak Anda.

Beberapa gejala mungkin tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang gejala, konsultasikan kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Beberapa wanita cemas bahwa muntah mungkin membahayakan bayi, tapi tidak perlu cemas. Bayi terlindungi di dalam kantong cairan ketuban. Muntah dan perasaan mual mempengaruhi sistem pencernaan Anda, sehingga sama sekali tidak membahayakan bayi, sekalipun rasa nyeri yang Anda rasakan mungkin membuat Anda tidak nyaman.

Bahkan, bila Anda mengalami morning sickness dengan tingkat keparahan sedang, maka ini berarti risiko Anda mengalami keguguran tergolong rendah. Tentu saja, tidak mengalami morning sickness bukan berarti Anda berisiko tinggi keguguran. Namun, ingatlah bahwa muntah berkepanjangan mampu mengakibatkan kekurangan cairan dan gizi. Hal ini bisa mengurangi gizi bayi dan membuat risiko melahirkan anak dengan berat badan di bawah rata-rata. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala yang disertai dengan muntah di bawah ini:

  • Urin berwarna sangat gelap atau sama sekali tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
  • Tidak sanggup menyimpan makanan atau cairan di dalam tubuh selama 24 jam
  • Merasa sangat lemah, pusing, atau hendak pingsan ketika berdiri
  • Sakit perut
  • Demam 38oC atau lebih
  • Muntah darah

Penyebab

Apa penyebab morning sickness (emesis gravidarum)?

Sejumlah orang percaya bahwa morning sickness disebabkan oleh rasa takut dan cemas wanita, yang memicu ketidaknyamanan fisik. Namun, tidak ada penelitian yang mendukung klaim ini.

Beberapa menduga bahwa kombinasi faktor fisik dan metabolisme bisa menjadi alasan morning sickness, termasuk:

  • Kadar hormon yang tinggi, terutama estrogen
  • Penurunan tekanan darah
  • Perubahan metabolisme karbohidrat
  • Stres fisik dan kimiawi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk morning sickness (emesis gravidarum)?

Ada banyak faktor risiko morning sickness, yaitu:

  • Mual dan muntah di kehamilan sebelumnya
  • Riwayat mual dan muntah dalam keluarga dalam kehamilan, atau morning sickness
  • Riwayat mabuk kendaraan—contohnya, di dalam mobil
  • Riwayat mual saat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
  • Obesitas—dimana Anda memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih
  • Stres
  • Kehamilan ganda, seperti kembar dua atau tiga
  • Kehamilan pertama

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk morning sickness (emesis gravidarum)?

Jika morning sickness parah, Anda mungkin memerlukan obat anti-mual (antiemetik) yang diresepkan oleh dokter untuk membantu mengendalikan gejala. Bagi wanita hamil, dokter biasanya memberikan antihistamin karena obat jenis ini aman untuk diminum selama hamil. Banyak beristirahat—kelelahan memperburuk mual.

  • Minum banyak cairan, seperti air putih, dan meminumnya sedikit setiap beberapa periode, daripada dalam jumlah besar, karena ini mungkin membantu mencegah muntah.
  • Makan makanan dingin daripada yang panas karena mereka tidak mengeluarkan aroma seperti makanan panas, yang mungkin membuat Anda merasa mual.
  • Hindari makanan atau bau yang membuat Anda merasa mual.
  • Hindari minuman dingin, menyengat, atau manis.
  • Mintalah dukungan dan bantuan ekstra dari orang terdekat—akan membantu bila orang lain dapat memasak untuk Anda, tapi jika tidak memungkinkan, carilah makanan yang hambar dan tidak berminyak, misalnya kentang panggang atau pasta, yang mudah dipersiapkan.
  • Alihkan perhatian Anda sebisa mungkin—mual bisa memburuk semakin Anda banyak berpikir tentang hal tersebut.
  • Kenakan pakaian yang nyaman tanpa tali pinggang yang ketat.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk morning sickness (emesis gravidarum)?

Dokter akan bertanya tentang morning sickness selama pemeriksaan kehamilan. Mereka akan mengukur berat badan dan melakukan pemeriksaan USG bayi untuk melihat apakah terdapat peluang kelainan atau keguguran.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi morning sickness (emesis gravidarum)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi morning sickness:

  • Jangan minum obat apapun tanpa resep dokter
  • Kurangi morning sickness dengan makan sedikit biskuit atau roti tawar di pagi hari
  • Bangun secara perlahan, jangan bergerak secara mendadak
  • Hindari makanan berbau menyengat atau berminyak yang mungkin membuat Anda merasa mual
  • Jangan kurangi makan, makanlah makanan ringan untuk mengurangi naiknya asam lambung
  • Minum cukup cairan: jus buah encer, air teh, teh jahe, sup jernih, atau ekstrak daging sapi dapat membantu
  • Tanyakan dokter tentang meminum suplemen saat hamil
  • Pertimbangkan akupresur atau akupunktur pada pergelangan tangan
  • Kenakan pakaian longgar yang tidak ketat di perut

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan