Apa itu mononukleosis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu mononukleosis?

Mononukleosis adalah infeksi virus Epstein-Barr virus (EBV) yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher. Infeksi mononukleosis (mono) sering disebut penyakit berciuman.

Pasalnya, virus penyebab kondisi ini dapat menular melalui air liur, misalnya ciuman, juga batuk atau bersin, atau berbagi peralatan makan dan minum dari seorang yang terinfeksi. Komplikasi yang paling serius adalah pembengkakan limpa. Namun, biasanya kondisi tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Seberapa umumkah mononukleosis?

Mononukleosis adalah penyakit yang lebih sering menyerang orang pada usia 15 hingga 17 tahun, namun infeksinya dapat berkembang pada usia berapa pun. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mononukleosis?

Gejala penyakit ini seringkali mirip dengan penyakit flu. Akibatnya, tanda dan gejala penyakit mononukleosis sulit untuk dikenali.

Meski begitu, beberapa gejala umum dari penyakit mononukleosis adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit atau nyeri tenggorokan
  • Pembesaran tongsilitis
  • Nyeri otot atau kaku otot
  • Muncul ruam
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, paling sering di leher dan ketiak

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan temui dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan diskusikan dengan dokter. Tubuh setiap orang berbeda-beda. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik untuk kondisi Anda saat ini.

Penyebab

Apa penyebab mononukleosis?

Penyebab mononucleosis adalah virus Epstein-Barr (EBV). Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), EBV adalah anggota dari famili virus herpes dan merupakan salah satu virus yang paling umum menginfeksi manusia di seluruh dunia.

Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan air liur dari mulut orang yang terinfeksi dan tidak dapat ditularkan melalui kontak darah. Anda dapat terpapar virus ini melalui batuk atau bersin, berciuman, atau berbagi makanan atau minuman dengan orang yang menderita mono.

Biasanya diperlukan empat hingga delapan minggu bagi gejala untuk muncul setelah Anda terinfeksi. Pada remaja dan dewasa, infeksi ini menyebabkan gejala yang dapat diamati pada 35 hingga 50 persen kasus. Pada anak-anak, virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan infeksi ini seringkali tidak dapat dikenali.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mononukleosis?

Saat ini, belum ada informasi yang cukup jelas untuk menentukan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjangkit mononukleosis. Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa terkena mononukelosis. Faktor-faktor ini hanyalah referensi saja. Anda harus berdiskusi dengan dokter Anda untuk keterangan lebih jelas.

Kelompok yang rentan terpapar virus penyebab mononukleosis adalah:

  • Remaja dan orang dewasa usia 15 hingga 30 tahun
  • Petugas medis
  • Pengasuh
  • Orang yang menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mononukleosis?

Tujuan pengobatan mononukleosis adalah untuk meringankan gejala penyakit. Dokter dapat meresepkan obat steroid (prednison) apabila gejala semakin parah.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala mononukleosis adalah:

Anda juga harus menghindari olahraga bila mengalami pembengkakan limpa (untuk mencegah limpa pecah).

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mononukleosis?

Dokter akan memeriksa riwayat medis Anda dan melakukan diagnosis, dengan memerhatikan area khusus seperti pada leher, tenggorokan, dan perut. Dokter pun kemungkinan akan melakukan tes darah dan tenggorokan untuk memastikan pemeriksaan serta peluang adanya penyakit lain. Beberapa tes umum juga akan dianjurkan.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter dapat mencurigai mononukleosis berdasarkan tanda-tanda dan gejala Anda, misalnya berapa lama tanda tersebut telah berlangsung. Dokter juga akan mencari tanda-tanda seperti pembengkakan kelenjar getah bening, amandel, hati atau limpa, dan mempertimbangkan bagaimana tanda-tanda ini berkaitan dengan gejala yang Anda gambarkan.

Beberapa tes lain yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis mononukleosis adalah:

  • Tes antibodi. Jika diperlukan konfirmasi tambahan, tes monospot dapat dilakukan untuk memeriksa antibodi dalam darah untuk Epstein-Barr virus. Tes skrining ini mengeluarkan hasil dalam satu hari, tetapi mungkin tidak mendeteksi infeksi dalam minggu pertama penyakit ini. Tes antibodi yang berbeda memerlukan waktu hasil yang lebih lama, tetapi dapat mendeteksi penyakit ini bahkan dalam minggu pertama gejala.
  • Hitung sel darah putih. Dokter dapat menggunakan tes darah lainnya untuk mencari peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) atau limfosit yang terlihat abnormal. Tes darah ini tidak akan mengonfirmasi mononukleosis, tetapi dapat mengusulkan penyakit tersebut sebagai satu kemungkinan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mononukleosis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi mononukleosis adalah:

  • Istirahat dan minum air yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
  • Tanyakan pada dokter berkaitan dengan semua obat yang Anda konsumsi, baik dengan atau tanpa resep.
  • Katakan kepada dokter Anda jika mengalami nyeri pada perut atau bahu.
  • Usahakan untuk menghindari ciuman atau menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin
  • Jangan berolahraga hingga benar-benar dinyatakan sembuh
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen atau paracetamol

Orang sehat yang pernah memiliki riwayat penyakit ini dapat membawa dan menularkan infeksi secara berkala. Meski begitu jangan khawatir. Mononukleosis adalah penyakit yang hampir dapat dicegah. Seseorang yang pernah terinfeksi EBV akan membentuk antibodi untuk melawan infeksi ini. Orang biasanya terkena penyakit ini hanya satu kali dalam hidup. Namun demikian, secara umum infeksi EBV jarang terjadi di Indonesia.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 15, 2018

Yang juga perlu Anda baca