Apa itu memar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu memar?

Memar adalah perubahan warna kulit yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit, setelah cedera traumatis. Darah dari pembuluh darah yang rusak berkumpul di dekat permukaan, dan muncul seperti tanda berwarna hitam dan biru.

Seberapa umumkah memar?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Memar dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala memar?

  • Awalnya, memar yang baru muncul berwarna kemerahan dan berubah warna menjadi biru keunguan dalam beberapa jam, dan menjadi kuning atau hijau setelah beberapa hari pemulihan.
  • Memar umumnya terasa sensitif dan kadang nyeri pada beberapa hari pertama, namun rasa sakit biasanya menghilang dengan memudarnya warna.
  • Karena kulit tidak terbuka, tidak terdapat risiko infeksi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Bengkak dan nyeri pada area memar
  • Memar yang terjadi setelah hantaman atau jatuh yang keras
  • Memar yang terjadi disertai dengan dugaan tulang patah
  • Memar tanpa alasan
  • Memar yang tidak membaik dalam 2 minggu atau tidak hilang dengan sempurna setelah 3-4 minggu
  • Memar di bawah kuku yang terasa sakit
  • Memar yang disertai perdarahan pada gusi, hidung atau mulut
  • Memar yang disertai dengan darah pada urin, feses atau mata
  • Memar yang tidak jelas penyebabnya, terutama dengan pola berulang
  • Memar yang tidak terasa sakit
  • Memar yang muncul pada area yang sama tanpa cedera
  • Memar berwarna hitam pada kaki.

Penyebab

Apa penyebab memar?

  • Memar dapat terjadi pada beberapa orang yang berolahraga dengan berlebih, seperti atlet dan pengangkat beban. Memar terjadi akibat robekan mikroskopik pada pembuluh darah di bawah kulit.
  • Memar tanpa penyebab yang mudah terjadi atau tanpa alasan dapat mengindikasi gangguan perdarahan, terutama jika memar sering disertai mimisan atau gusi berdarah.
  • Seringkali, memar yang muncul tanpa penyebab pada tulang kering atau paha, merupakan akibat dari benturan pada kaki tempat tidur atau objek lain dan tidak ingat terhadap cedera.
  • Memar pada lansia sering terjadi karena kulit menipis seiringnya penuaan. Jaringan yang mendukung pembuluh darah di bawahnya rentan.
  • Memar juga lebih umum terjadi pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Memar pada bagian belakang tangan dan lengan (actinic purpura atau solar purpura) terjadi karena kerusakan akibat matahari dan penipisan kulit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk memar?

Ada banyak faktor yang membuat Anda lebih berisiko mengalami memar, yaitu:

  • Memar dapat terjadi pada beberapa orang yang berolahraga berat, seperti atlet dan pengangkat beban.
  • Usia: memar pada lansia seringkali terjadi karena kulit menipis seiringnya penuaan. Jaringan yang mendukung pembuluh darah di bawahnya rentan.
  • Defisiensi vitamin C (defisiensi asam askorbat).
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Kondisi medis tertentu, seperti leukemia, hemofilia, penyakit hati, penyakit Cushing’s, Marfan’s syndrome, Ehlers-Danlos syndrome, penyakit jaringan ikat, anemia kekurangan zat besi, anemia aplastik dapat menyebabkan mudah memar dan perdarahan.
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mudah mengalami memar. Obat-obatan meliputi nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin), pengencer darah seperti warfarin (Coumadin), clopidogrel (Plavix), heparin; steroid (prednisone) dan obat-obatan lain untuk mengatasi kanker.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana memar didiagnosis?

  • Apabila cedera jelas merupakan memar dan dokter tidak menduga adanya patah tulang, dokter tidak akan melakukan tes.
  • Apabila terdapat pembengkakan atau nyeri parah, dokter dapat melakukan X-ray pada area untuk memastikan tidak adanya patah tulang.
  • Apabila memar sering terjadi dan tanpa penyebab, dokter dapat melakukan tes darah untuk melihat adanya kelainan perdarahan.
  • Memar tertentu, pola memar dalam beberapa waktu dan tahap tertentu dapat menandakan dokter terhadap adanya kekerasan fisik.

Apa saja pengobatan untuk memar?

Dokter tidak memiliki perawatan khusus untuk memar selain teknik yang dapat dilakukan di rumah, seperti kompres es atau kompres hangat, penawar rasa sakit dan elevasi pada area memar, jika memungkinkan.

Pasien yang diduga korban kekerasan dapat dihubungkan dengan pekerja sosial.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi memar?

Perawatan untuk memar paling efektif diberikan sesaat setelah cedera, saat memar masih berwarna kemerahan.

  • Kompres dingin seperti ice pack atau sekantung sayuran beku harus diletakkan pada area selama 20-30 menit untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi pembengkakan. Jangan menempelkan es langsung pada kulit. Bungkus es dalam handuk.
  • Apabila memar berukuran besar dan memenuhi bagian besar pada kaki, kaki harus diangkat setinggi mungkin selama 24 jam pertama setelah cedera.
  • Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi rasa sakit sesuai petunjuk pada botol. Hindari aspirin atau ibuprofen karena dapat memperlambat pembekuan darah, dan dapat memperpanjang perdarahan.
  • Setelah sekitar 48 jam, memberikan panas dalam bentuk kain hangat pada memar selama 10 menit 2-3 kali sehari dapat meningkatkan aliran darah pada area memar, membantu kulit menyerap kembali darah lebih cepat. Pada akhirnya, memar akan memudar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Yang juga perlu Anda baca