home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beda dengan Donor Darah Biasa, Apa Itu Transfusi Trombosit?

Beda dengan Donor Darah Biasa, Apa Itu Transfusi Trombosit?

Trombosit adalah komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan darah dan menghentikan perdarahan. Penyakit dan pengobatan tertentu dapat menurunkan jumlah trombosit sehingga memicu kondisi yang disebut trombositopenia. Pasien yang mengalami penurunan trombosit secara drastis berisiko lebih tinggi mengalami perdarahan sehingga transfusi trombosit sering kali diperlukan untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Seperti apa prosedurnya? Lalu, apakah ada efek samping di baliknya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Siapa yang memerlukan transfusi trombosit?

transfusi darah dbd

Jumlah trombosit pada kondisi normal berkisar antara 150.000-450.000 keping per mikroliter darah. Keping-keping darah ini hanya memiliki siklus hidup setiap 10 hari.

Jadi, setelah 10 hari, trombosit yang rusak akan dirombak dan diganti dengan yang baru oleh sumsum tulang. Setelah itu, sumsum tulang memproduksi ratusan ribu trombosit baru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Namun, proses produksi trombosit dapat terhambat dan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan trombosit. Itu sebabnya, beberapa orang mungkin membutuhkan transfusi trombosit.

Penting untuk diketahui bahwa transfusi trombosit berbeda dengan transfusi darah biasa. Jika transfusi darah mencakup seluruh bagian komponen darah, prosedur ini hanya menggunakan unit trombosit yang sudah dipisahkan dari komponen darah lainnya.

Prosedur transfusi trombosit dilakukan dengan tujuan:

  • mengembalikan kadar trombosit normal di dalam tubuh
  • mencegah perdarahan pada pasien trombositopenia atau gangguan fungsi trombosit

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan pada kadar trombosit dalam darah sehingga membuat penderitanya perlu melakukan transfusi keping darah. Beberapa kondisi yang menjadi indikasi untuk melakukan transfusi trombosit, antara lain:

1. Penurunan produksi trombosit

Produksi trombosit pada sumsum tulang dapat menurun karena sejumlah faktor. Beberapa di antaranya adalah karena penyakit kanker seperti leukemia, anemia jenis tertentu, infeksi virus, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan obat-obatan kemoterapi.

Jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala trombosit rendah di bawah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter:

  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Perdarahan berat saat menstruasi
  • Memar (hematoma) mudah muncul
  • Timbul bintik-bintik merah di kulit

2. Perombakan trombosit yang tidak normal

Transfusi trombosit sangat penting bagi orang-orang yang mengalami perombakan trombosit secara tidak normal. Kondisi ini terjadi apabila jumlah trombosit yang dirombak lebih banyak dibandingkan yang diproduksi. Penyebabnya dapat berasal dari berbagai faktor, misalnya:

  • Kehamilan
  • Penurunan jumlah trombosit atau trombositopenia akibat penyakit autoimun
  • Immune thrombocytopenic purpura
  • Sindrom hemolitik uremik, yaitu infeksi pada sistem pencernaan yang mengakibatkan pembentukan zat beracun penghancur sel-sel darah
  • Infeksi bakteri pada darah
  • Pengobatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan rusaknya trombosit, seperti heparin, quinine, antibiotik golongan sulfa, dan antikonvulsan

3. Pembengkakan limpa

Limpa adalah organ berukuran kepalan tangan yang berada di bagian kiri perut, tepatnya di bawah rusuk. Organ ini berfungsi untuk melawan infeksi dan menyaring zat-zat yang tidak diperlukan oleh darah. Limpa yang membengkak dapat menyebabkan penumpukan trombosit sehingga sirkulasinya dalam darah pun berkurang.

Seperti apa prosedur transfusi trombosit?

Trnasfusi darah

Trombosit diberikan dalam bentuk cairan melalui pembuluh vena penerima donor transfusi. Proses ini biasanya berlangsung selama 15-30 menit. Tergantung kondisinya saat melakukan transfusi, pasien dapat langsung pulang atau perlu menjalani perawatan terlebih dulu di rumah sakit.

Terdapat dua jenis metode yang digunakan untuk memperoleh donor transfusi trombosit, yaitu:

1. Trombosit dari darah lengkap

Tenaga medis memperoleh trombosit dengan cara memisahkannya dari plasma darah sehingga diperoleh beberapa unit trombosit. Satu unit trombosit diartikan sebagai banyaknya trombosit yang diperoleh dari satu unit darah lengkap.

Trombosit yang diperoleh harus melewati serangkaian proses sebelum siap digunakan, yaitu dengan menghilangkan komponen sel darah putih, menguji bakteri di dalamnya, dan memberikan radiasi.

Satu unit darah lengkap biasanya hanya mengandung sedikit trombosit, jadi jenis transfusi ini biasanya memerlukan 4-5 orang pendonor darah lengkap. American Cancer Society bahkan menyatakan bahwa terkadang diperlukan hingga 6-10 unit pendonor mengingat sulitnya memperoleh trombosit dari darah segar.

2. Apheresis

Berbeda dengan metode sebelumnya, trombosit pada apheresis adalah trombosit yang diperoleh dari satu orang donor.

Selama prosedur ini, pendonor dihubungkan pada mesin yang dapat memisahkan darah dan hanya mengambil trombositnya. Sisa sel dan plasma darah kemudian dialirkan kembali ke tubuh pendonor.

Apheresis adalah prosedur yang sangat efektif untuk mengumpulkan trombosit, sehingga transfusi tidak perlu melibatkan banyak pendonor. Metode ini juga lebih disarankan karena dapat menurunkan risiko alloimmunization pada penerima transfusi. Alloimmunization merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap antigen asing yang muncul akibat banyaknya paparan jaringan pendonor.

Transfusi trombosit adalah prosedur yang jarang dilakukan dan memerlukan pertimbangan khusus dari dokter. Risiko kesehatan pun tidak luput dari pasien yang menjalaninya. Maka dari itu, pendonor maupun penerima donor perlu memenuhi kriteria khusus untuk dapat melakukan prosedur ini.

Apakah ada risiko dan efek samping dari transfusi trombosit?

post-traumatic stress disroder memicu hipertensi

Transfusi trombosit adalah prosedur medis yang relatif aman. Orang yang menjadi donor trombosit akan menjalani serangkaian tes untuk memastikan bahwa ia terbebas dari penyakit atau infeksi apa pun, seperti hepatitis atau HIV. Oleh karena itu, risiko terinfeksi penyakit lain akibat prosedur ini sangat minim.

Namun, tidak menutup kemungkinan beberapa orang yang menerima donor trombosit akan mengalami efek-efek samping tertentu. Beberapa di antaranya adalah:

  • menggigil
  • suhu tubuh naik
  • gatal-gatal
  • ruam kulit

Selama proses transfusi, tim medis akan mengecek suhu tubuh, denyut nadi, serta tekanan darah secara berkala. Hal ini untuk memastikan adanya efek-efek samping yang muncul.

Apabila ada reaksi-reaksi tertentu yang tidak diinginkan, tim medis biasanya akan menghentikan proses transfusi untuk sementara dan mengatasi gejala-gejala yang timbul. Jangan ragu memberi tahu tim medis tentang gejala atau efek apa pun yang Anda rasakan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tubuh tidak akan bereaksi terhadap trombosit yang sudah masuk ke dalam tubuh. Dengan kata lain, kondisi Anda tidak membaik pasca prosedur transfusi trombosit. Fenomena ini disebut dengan resistensi trombosit.

Jika hal tersebut terjadi, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab pastinya. Anda juga mungkin akan diberikan donor trombosit baru yang mungkin lebih cocok dengan tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mota M. A. (2013). Red cell and human leukocyte antigen alloimmunization in candidates for renal transplantation: a reality. Revista brasileira de hematologia e hemoterapia, 35(3), 160–161. https://doi.org/10.5581/1516-8484.20130046 

Blumberg, N., Heal, J. M., & Phillips, G. L. (2010). Platelet transfusions: trigger, dose, benefits, and risks. F1000 medicine reports, 2, 5. https://doi.org/10.3410/M2-5 

Blood Transfusion: Platelet transfusions – The Royal Children’s Hospital Melbourne. (n.d.). Retrieved August 11, 2020, from https://www.rch.org.au/bloodtrans/about_blood_products/platelet_transfusion/ 

Thrombocytopenia (low platelet count) – Mayo Clinic. (2018). Retrieved August 11, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombocytopenia/symptoms-causes/syc-20378293 

Platelet transfusions – Macmillan Cancer Support. (2020). Retrieved August 11, 2020, from https://www.macmillan.org.uk/information-and-support/treating/supportive-and-other-treatments/supportive-therapies/platelet-transfusions.html 

Blood Transfusions for People with Cancer – American Cancer Society. (2016). Retrieved August 11, 2020, from https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/blood-transfusion-and-donation/what-are-transfusions.html


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 20/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x