Definisi

Apa itu penyakit systemic lupus erythematosus?

Systemic Lupus Erythematosus atau biasa disingkat SLE adalah salah satu jenis penyakit lupus yang paling banyak terjadi di dunia.

SLE menyebabkan peradangan di hampir seluruh organ tubuh, seperti sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

Kebanyakan orang pengidap lupus jenis  dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kendala dengan melakukan pengobatan yang rutin.

Seberapa umumkah penyakit ini?

SLE adalah jenis penyakit lupus yang paling banyak jumlah kasusnya. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa membedakan jenis kelamin dan usia. Pria, wanita, tua atau muda sama-sama bisa mengidap lupus.

Meski begitu, berbagai penelitian menyebutkan bahwa wanita cenderung lebih mungkin terkena SLE dibanding pria.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala systemic lupus erythematosus (SLE)?

Pada dasarnya setiap orang bisa saja mengalami gejala penyakit lupus yang berbeda-beda tergantung usia, keparahan penyakit, riwayat medis, serta kondisi tubuh masing-masing.

Gejala penyakit lupus juga biasanya dapat berubah-ubah setiap waktu.

Namun, ada beberapa tanda dan gejala khas dari penyakit lupus yang mungkin bisa Anda amati dan waspadai. Beberapa tanda dan gejala khas SLE adalah:

  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nyeri sendi dan bengkak atau kekakuan, biasanya di tangan, pergelangan tangan dan lutut
  • Memiliki bintil merah pada bagian tubuh yang sering terkena matahari, seperti wajah (pipi dan hidung)
  • Fenomena Raynaud membuat jari berubah warna dan menjadi terasa sakit ketika terkena dingin
  • Sakit kepala
  • Rambut rontok
  • Pleurisy (radang selaput paru-paru), yang dapat membuat bernapas terasa menyakitkan, disertai sesak napas
  • Bila ginjal terkena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal ginjal

Gejala SLE yang disebutkan di atas mungkin terlihat mirip dengan gejala penyakit lain. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan serangkaian tes guna memastikan diagnosis yang akurat.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ada banyak penyakit yang berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, tetapi SLE adalah salah satu yang paling umum.

Anda harus periksa ke dokter Anda jika muncul bintil merah yang tak terduga, demam dan nyeri berkepanjangan, atau sering merasa kelelahan yang tidak biasa.

Penyebab

Apa penyebab systemic lupus erythematosus (SLE)?

Sampai sekarang penyebab SLE masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya SLE.

Orang yang sering terkena sinar matahari, tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering stres lebih mungkin untuk terkena penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga diduga ikut andil dalam risiko SLE.

SLE adalah salah satu penyakit yang cenderung lebih mungkin dialami wanita ketimbang pria. Dokter percaya bahwa perbedaan risiko ini didasari oleh perubahan hormon estrogen yang lebih mungkin terjadi pada tubuh wanita.

Itu kenapa gejala lupus pada wanita juga lebih mungkin memburuk selama kehamilan dan menstruasi. Namun, dibutuhkan banyak penelitian untuk membuktikan teori ini.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit systemic lupus erythematosus (SLE)?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit SLE adalah:

  • Jenis kelamin. Lupus cenderung lebih sering terjadi pada wanita
  • Sering berjemur atau terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun
  • Minum obat-obatan tertentu. Lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, dan antibiotik. Penyakit lupus yang terjadi akibat efek samping obat biasanya akan hilang ketika berhenti minum obat.
  • SLE paling sering didiagnosis antara usia 15-40 tahun

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda terbebas dari penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan untuk penyakit systemic lupus erythematosus (SLE)?

SLE adalah penyakit autoimun kronis. Artinya, kondisi ini akan dimiliki oleh penderitanya seumur hidup. Kabar baiknya, gejala SLE dapat diringankan dengan pengobatan yang tepat.

Yang perlu diingat, penyakit lupus menyerang dengan cara yang berbeda-beda pada setiap orang. Jadi, perawatan dan pengobatan yang akan diresepkan oleh dokter pun akan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing pasein.

Obat-obatan seperti penghilang rasa sakit dan obat antiradang (NSAID) sering diberikan oleh dokter pertama kali sebagai pertolongan pertama. Dokter juga mungkin meresepkan prednison, yang bekerja lebih cepat untuk mengurangi gejala.

Jika pengobatan di atas tidak cukup membantu, obat spesifik pengendali gejala penyakit mungkin dapat diresepkan dokter. Obat tersebut termasuk hydroxychloroquine, methotrexate, azathioprine, dan cyclophosphamide.

Apa saja tes untuk penyakit systemic lupus erythematosus (SLE)

Dokter dapat membuat diagnosis dari riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Rontegen juga mungkin dapat dilakukan dokter.

Tes laboratorium meliputi laju endapan darah (ESR), tes darah lengkap (CBC), antibodi antinuclear (ANA), dan tes urine.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes anti DNA yang lebih spesifik untuk mengetahui perkembangan LES yang dialami pasien. Dokter mungkin juga akan menyarankan pasiennya melakukan konsultasi ke rheumatologist (spesialis sendi) untuk diagnosis lebih lanjut.

Pengobatan di rumah

Cara mencegah dan mengatasi systemic lupus erythematosus (SLE)

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi SLE adalah:

  • Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat memperburuk efek lupus pada jantung dan pembuluh darah Anda.
  • Makan makanan yang sehat. Diet sehat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Kadang-kadang Anda harus membatasi makanan Anda, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal atau masalah pencernaan.
  • Berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu Anda pulih dari bintil merah, mengurangi risiko serangan jantung, membantu melawan depresi dan mempromosikan kesejahteraan umum.
  • Hindarilah paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dapat memicu bintil merah, mengenakan pakaian pelindung (seperti topi, baju lengan panjang dan celana panjang) dan menggunakan tabir surya yang mengandung SPF setiap kali Anda pergi ke luar.
  • Istirahatlah yang cukup. Orang dengan lupus sering mengalami kelelahan berkepanjangan yang berbeda dari kelelahan normal dan belum tentu hilang dengan istirahat. Jadi, perbanyak istirahat di malam hari dan lakukan tidur siang atau istirahat pada siang hari jika diperlukan.
  • Ikuti saran dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: November 30, 2018 | Terakhir Diedit: November 30, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan