Apa itu kista payudara?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kista payudara?

Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang ada di dalam jaringan buah dada.

Kista payudara adalah benjolan yang biasanya bukan cikal bakal sel kanker, maka umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Kantung berisi cairan ini bisa muncul di satu atau kedua payudara. Seorang wanita bisa memiliki satu atau lebih kista payudara dalam satu waktu sekaligus.

Kista biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Hal ini terkecuali untuk kista yang berukuran besar dan menyakitkan.

Anda bisa memeriksakan diri ke dokter jika kista ternyata sangat mengganggu.

Seberapa umum kista payudara?

Kista payudara umum terjadi pada wanita sebelum menopause, antara usia 35 dan 50 tahun.

Namun, tak menutup kemungkinan kista juga bisa muncul pada wanita segala usia. Selain itu, kista juga kerap tumbuh pada wanita pascamenopause yang menggunakan terapi hormon.

Jenis-jenis kista payudara

Ada berapa jenis kista yang bisa muncul di payudara?

Kista biasanya berbentuk benjolan bulat atau oval yang kenyal, seperti anggur atau balon air. Namun, kista kadang juga terasa keras dan padat jika dipegang.

Ada dua jenis kista berdasarkan ukurannya, yaitu:

Mikrokista

Kista berukuran sangat kecil sehingga sering kali tidak terasa. Namun meski kecil, kista bisa terlihat selama tes pencitraan seperti mammografi atau ultrasonografi.

Makrokista

Makrokista adalah kista berukuran cukup besar yang bisa terasa jika disentuh. Kista ini biasanya tumbuh dengan diameter sekitar 2,5 hingga 5 sentimeter (cm).

Kista yang berukuran besar bisa menekan jaringan payudara di sekitarnya. Tekanan inilah yang kemudian menyebabkan payudara terasa rasa nyeri atau tidak nyaman.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda & gejala kista payudara?

Kista payudara bisa ditemukan di satu atau kedua payudara. Agar mudah mengenalinya, berikut berbagai tanda dan gejala dari kista payudara:

  • Munculnya benjolan bulat atau oval dengan tesktur halus atau kenyal
  • Benjolan yang muncul bisa satu atau lebih di bawah kulit payudara
  • Benjolan cenderung empuk dan kadang terasa sakit saat disentuh
  • Benjolan bisa bergerak-gerak saat disentuh atau tidak keras
  • Keluarnya cairan dari puting yang berwarna bening, kuning, atau cokelat tua
  • Nyeri di sekitar area benjolan
  • Benjolan terkadang membesar dan nyeri sesaat sebelum menstruasi
  • Benjolan mengecil kembali setelah menstruasi

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tak biasa yang muncul, segera konsultasikan ke dokter.

Kapan saya harus periksa di dokter?

Jaringan payudara normal biasanya cenderung rata teksturnya. Artinya tidak ada benjolan lain yang terasa saat disentuh. Namun, jika Anda merasakan benjolan baru yang muncul dan terus ada setelah haid segera periksakan ke dokter.

Selain itu, Anda juga perlu berkonsultasi jika ada benjolan lain yang tumbuh dan berkembang. Mungkin benjolan ini tidak selalu berbahaya tetapi untuk mencegah keparahan penyakit, ada baiknya untuk selalu waspada.

Kista tidak meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker payudara. Namun, kemunculan kista bisa membuat benjolan kanker jadi sulit untuk disadari. Oleh karena itu, setiap kali Anda menemukan benjolan baru di area payudara sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Jangan sungkan memeriksakan diri Anda berulang kali untuk memastikan tidak ada hal berbahaya pada payudara.

Penyebab

Apa penyebab kista payudara?

Setiap payudara wanita terdiri dari lobulus (kelenjar penghasil susu) dan saluran (tabung yang membawa susu ke puting). Payudara juga memiliki jaringan lemak dan jaringan ikat berserat yang memberikan bentuk pada payudara.

Dilansir dari Mayo Clinic, para ahli tidak tahu persis mengapa kista bisa muncul dan berkembang. Namun, banyak yang menduga bahwa benjolan dapat terbentuk sebagai akibat dari akumulasi atau penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Selain itu, kista juga diduga muncul secara alami seiring dengan perubahan payudara karena bertambahnya usia. Hal ini umumnya disebabkan karena adanya perubahan normal pada kadar estrogen.

Kondisi ini biasanya paling sering muncul untuk wanita yang berusia di atas 35 tahun. Selain itu, ketika menopause kista biasanya berhenti terbentuk karena kadar estrogen mulai menurun.

Meski begitu, wanita yang melakukan terapi penggantian hormon pascamenopause bisa memiliki kista.

Faktor risiko

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena kista payudara?

Kista payudara adalah kondisi yang biasa dialami semua wanita dari segala rentang usia. Namun, hal-hal yang meningkatkan risiko untuk terkena kondisi yang satu ini yaitu:

Usia

Semakin tua usia seorang wanita, risiko terbentuknya kista di buah dada akan semakin tinggi.

Wanita di atas usia 35 tahunlah yang lebih sering terkena kista payudara dibandingkan dengan perempuan usia puber.

Kadar hormon yang tidak stabil

Kadar hormon terutama estrogen yang tidak stabil kerap memicu kemunculan kista payudara. Oleh karena itu, wanita pascamenopause yang melakukan terapi penggantian hormon sering kali mengalami kista.

Hal ini membuat dokter biasanya tidak memberikan terapi penggantian hormon setelah menopause kecuali memang sangat dibutuhkan.

Diagnosis & pengobatan

Apa saja tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kista payudara?

Saat memeriksakan diri, dokter akan memberikan beberapa pertanyaan untuk menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu latar belakang kondisi kesehatan Anda.

Setelah itu, ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan seperti:

Pemeriksaan payudara

Sebelum melakukan pemeriksaan dengan alat, dokter akan memeriksa payudara Anda secara langsung. Tujuan pemeriksaan fisik ini yaitu untuk memeriksa apakah ada benjolan dan kelainan payudara lainnya.

Ketika benjolan ditemukan, barulah dokter akan melakukan tes lain untuk memperjelasnya. Pasalnya, melalui pemeriksaan fisik dokter tidak bisa menentukan secara pasti apakah itu kista atau bukan.

Mungkin hal ini akan membuat Anda sedikit risih, oleh sebab ittu pilihlah dokter perempuan yang melakukan pemeriksaan ini.

Ultrasonografi payudara (USG payudara)

Ultrasonografi payudara membantu dokter menentukan apakah benjolan payudara berisi cairan atau padatan. Ketika benjolan berisi cairan tandanya yang muncul adalah kista. Namun, jika massa yang tumbuh tampak seperti padatan, bisa jadi benjolan ini adalah fibroadenoma atau justru kanker.

Fibroadenoma adalah pertumbuhan abnormal jaringan kelenjar di payudara. Kondisi ini paling sering menyerang wanita yang berusia di bawah 30 tahun. Fibroadenoma biasanya tidak akan berkembang menjadi sel kanker dan bisa hilang begitu saja tanpa pengobatan.

Untuk memastikan lebih lanjut, dokter akan merekomendasikan biopsi payudara. Biopsi adalah prosedur tes dengan mengambil sedikit sampel jaringan untuk diteliti di laboratorium.

Fine-needle aspiration

Fine-needle aspiration adalah prosedur memasukkan jarum tipis ke dalam benjolan payudara dengan tujuan menarik cairan di dalamnya. Sering kali prosedur ini dilakukan dengan menggunakan bantuan ultrasound untuk memandu menemukan posisi paling akurat.

Jika cairan yang disedot keluar membuat benjolan hilang, dokter bisa memastikan bahwa ini adalah kista payudara. Biasanya tidak diperlukan tes atau pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi Anda.

Namun, jika cairan yang keluar ternyata mengandung darah atau benjolan tidak hilang, dokter akan meneliti cairan di laboratorium. Anda juga biasanya akan dirujuk ke ahli beda payudara atau ahli radiologi untuk melalukan berbagai tes pencitraan.

Akan tetapi, jika tidak ada cairan yang bisa disedot keluar, dokter akan langsung merekomendasikan tes pencitraan. Biasanya mammografi diagnostik dan ultrasonografilah yang kerap direkomendasikan.

Ketika cairan atau benjolan payudara tidak hilang setelah prosedur tes yang satu ini tandanya sebagian massa di dalamnya berbentuk padat. Nantinya, sampel jaringan dan sel akan dikumpulkan untuk diperiksa lebih lanjut melalui biopsi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kista payudara?

Sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk kista payudara. Biasanya kista akan hilang dengan sendirinya sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Namun jika benjolan tak kunjung hilang, beberapa perawatan yang biasanya disarankan yaitu:

Fine-needle aspiration

Prosedur yang satu ini tak hanya bisa mendiagnosis kista payudara saja tetapi juga mengobatinya. Untuk mengobati kista, dokter akan mengeluarkan semua cairan yang ada saat didiagnosis. Secara perlahan, benjolan akan mengempes dan hilang dengan sendirinya.

Namun, untuk sebagian kista payudara, dokter mungkin perlu mengeringkan cairan hingga lebih dari satu kali. Pasalnya, sering kali kista muncul berulang sehingga perlu disedot terus menerus untuk mengempeskannya.

Jika kista terus ada dan tak kunjung hilang selama tiga siklus haid, dokter akan melakukan prosedur lain yang sesuai. Terlebih jika kista tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu. Dokter akan mengambil langkah lain untuk menghilangkannya.

Minum pil KB

Pil KB tak cuma bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi dan mengatur siklus haid. Namun, pil KB juga bisa membantu mengurangi kekambuhan kista payudara.

Namun, karena pil KB punya efek samping lain yang membuat tidak nyaman, obat ini hanya direkomendasikan untuk wanita dengan gejala yang berat saja.

Saat minum pil KB untuk mengatasi kista payudara, Anda bisa mengalami berbagai efek samping seperti:

  • Adanya bercak perdarahan di antara siklus haid
  • Mual
  • Payudara terasa sakit
  • Sakit kepala dan migrain
  • Berat badan bertambah
  • Mood atau suasana hati mudah berubah
  • Haid jadi tidak teratur
  • Gairah seks menurun
  • Keputihan

Namun, menghentikan terapi hormon pascamenopause bisa mencegah kista pada payudara. Pasalnya kemunculan kista ini diduga kuat berkaitan dengan hormon wanita yang tidak seimbang.

Operasi

Operasi terkadang diperlukan untuk membantu mengangkat kista yang abnormal. Abnormal di sini dalam artian berukuran cukup besar, menyakitkan, muncul berulang, serta mengandung cairan darah didalamnya.

Pascaperawatan, area yang dikeluarkan cairannya atau dioperasi biasanya akan mengalami memar dan terasa lunak jika disentuh. Untuk menghilangkan rasa sakit, dokter biasanya akan memberikan parasetamol dan obat pereda nyeri lainnya yang sesuai.

Mintalah penjelasan dokter mengenai kelebihan dan kekurangan tiap prosedur. Penjelasan yang terperinci akan membantu Anda untuk menentukan pilihan prosedur yang paling tepat.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk kista payudara?

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat memiliki kista payudara, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan, yaitu:

Menggunakan bra yang pas

Jangan gunakan bra yang terlalu kencang saat memiliki kista pada payudara. Pasalnya, bra bisa menekan payudara dan membuatnya justru terasa sakit. Oleh karena itu, gunakan bra yang sesuai ukuran payudara Anda. Anda juga bisa memilih bra yang tidak berkawat karena biasanya cenderung lebih nyaman dan tidak terlalu sesak.

Mengompres payudara

Saat kista terasa sakit, Anda bisa mengompres payudara dengan air hangat atau dingin. Keduanya sama-sama bisa meringankan rasa sakit yang Anda alami.

Untuk kompres hangat, Anda hanya perlu menyiapkan sebaskom kecil air panas. Kemudian, rendam handuk kecil di dalamnya dan peras hingga kering sebelum ditaruh di atas payudara.

Untuk kompres dingin, Anda bisa membungkus bongkahan kecil es batu dalam handuk. Kemudian letakkan handuk di area payudara yang terasa sakit.

Menghindari kafein

Tidak ada bukti pasti mengenai kafein dan kista payudara. Namun, sebagian wanita merasa gejala kista payudara ini membaik setelah berhenti minum kafein dalam minuman dan makanan.

Minum obat pereda nyeri

Minum obat pereda nyeri yang dijual di pasaran bisa membantu meredakan nyeri yang mengganggu. Untuk nyeri payudara karena kista Anda bisa minum obat penghilang sakit yang dijual tanpa resep. Obat-obatan tersebut seperti acetaminophen (Tylenol) atau obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen (Aleve).

Minyak evening primrose

Minyak evening primrose adalah suplemen asam lemak yang mengandung asam linoleat. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa minyak ini bisa meredakan nyeri payudara saat menjelang haid. Rasa nyeri ini juga terkadang dikaitkan dengan nyeri karena kista payudara.

Namun, dibutuhkan penelitian lanjutan karena studi yang dilakukan sampelnya kecil sehingga buktinya belum bisa disimpulkan secara pasti.

Akan tetapi, para ahli percaya bahwa wanita yang kekurangan asam linoleat lebih sensitif terhadap naik turunnya hormon selama siklus haid. Hal ini membuat banyak wanita mengalami payudara yang terasa lebih nyeri.

Jika Anda berencana untuk minum suplemen untuk mengatasi kista payudara, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Pasalnya, meski berbahaan alami suplemen bisa berinteraksi negatif dengan tubuh.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter agar mendapatkan solusi terbaik sesuai kondisi.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Direview tanggal: Juli 29, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 29, 2019

Yang juga perlu Anda baca