Apa itu kapalan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kapalan?

Kapalan atau callus adalah penebalan dan pengerasan lapisan terluar kulit. Kondisi ini terjadi ketika kulit Anda sering bergesekan dengan benda lain, terkena tekanan, atau iritasi. Kapalan biasanya muncul di kulit yang sering tergesek, seperti bagian telapak kaki, jari kaki, jari tangan, siku, atau lutut.

Kapalan bukanlah sebuah penyakit dan pada umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, mungkin Anda akan merasakan sakit jika kapalan tumbuh terlalu tebal. Penanganan yang tidak tepat pun dapat menimbulkan iritasi.

Seberapa umumkah kapalan?

Kapalan merupakan kondisi yang sangat umum terjadi pada semua umur. Kondisi ini juga lebih mudah ditemukan pada orang-orang yang sering mengenakan sepatu hak tinggi, sepatu terlalu ketat atau longgar, sering berjalan tanpa alas kaki, dan tidak memakai kaus kaki.

Kemunculan kapalan dapat diatasi dengan mengetahui apa saja faktor risiko yang ada dan menghindarinya. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kapalan?

Kapalan biasanya muncul pada bagian kulit yang sering tergesek atau tertekan, seperti telapak kaki, telapak tangan, atau permukaan lutut. Ukurannya pun sangat beragam, namun umumnya kapalan berbentuk melebar, berwarna kuning pucat, dan teras keras jika disentuh.

Kapalan mudah untuk dilihat dan disentuh sehingga kita dapat mengenali gejala dengan karakteristik di bawah ini:

  • Bagian kulit terasa tebal
  • Permukaan kulit yang menebal terasa kasar
  • Kulit mengeras
  • Apabila ditekan, terasa lembut di bagian dalam kulit
  • Kulit pecah-pecah dan kering
  • Terkadang menimbulkan rasa nyeri di bawah kulit

Rasa sakit yang muncul pada kapalan sangat jarang terjadi. Namun, jika nyeri mulai terasa, sebaiknya Anda segera hubungi dokter terdekat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kapalan umumnya tidak berbahaya. Namun, jika Anda merasa kapalan mengganggu penampilan Anda dan tidak sedap dipandang, Anda dapat menghubungi dokter dan menjalani prosedur pengangkatan kulit yang menebal.

Apabila Anda merasakan sakit atau muncul infeksi di bagian kapalan, Anda juga harus segera periksakan diri ke dokter.

Tubuh setiap orang memiliki cara kerja dan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kapalan?

Kemunculan kapalan dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Umumnya, penyebab utama kapalan adalah adanya pergesekan atau tekanan pada kulit bagian tertentu.

Namun, diyakini penyebab lain dari kondisi ini adalah adanya masalah kesehatan yang diderita, seperti diabetes.

Berikut adalah hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya penebalan pada permukaan kulit:

1. Menggunakan sepatu yang terlalu sempit

Sepatu yang terlalu sempit dapat menekan daerah kaki Anda. Ketika tertekan, kulit akan melakukan pertahanan diri dengan bentuk penebalan. Hal inilah yang dapat menyebabkan kapalan.

2. Sepatu yang longgar

Sepatu yang terlalu longgar pun juga berpotensi mengakibatkan penebalan sel kulit. Jika sepatu sempit menekan kaki, maka sepatu longgar menyebabkan kulit terlalu sering bergesek dengan permukaan sepatu. Solusi terbaik adalah memilih sepatu yang benar-benar pas dengan ukuran kaki Anda.

3. Sering memakai sepatu berhak tinggi

Untuk wanita yang sering mengenakan sepatu hak tinggi sehari-hari, sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Hak yang ada pada sepatu dapat memberikan tekanan berlebih pada tumit, sehingga kapalan sangat mungkin muncul di area tersebut.

4. Tidak mengenakan kaus kaki

Sebaiknya, jangan pernah lupa memakai kaus kaki ketika Anda mengenakan sepatu tertutup. Hal ini dapat memicu kelembapan pada kaki dan menimbulkan pertumbuhan bakteri.

5. Kondisi kaki yang terlalu lembab

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kaki yang lembab berpotensi memicu adanya bakteri. Karena itu, pastikan kulit kaki selalu kering dengan cara menghindari memakai sepatu basah, mengenakan kaus kaki, dan memakai bedak.

6. Sering memainkan instrumen dengan tangan

Apabila Anda sering memainkan alat musik seperti gitar atau biola, kapalan di jari tangan Anda mungkin berasal dari tekanan yang berulang.

7. Berjalan tanpa alas kaki terlalu sering

Kulit kaki yang langsung terkena gesekan dan tekanan pada permukaan lantai atau tanah akan lebih cepat mengalami penebalan.

8. Melakukan aktivitas yang berulang

Selain sering memainkan alat musik, kulit di bagian tubuh yang sering melakukan kegiatan secara berulang seperti mengendarai motor, mengangkat beban berat, atau jogging lebih mudah mengalami kapalan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kapalan?

Kapalan adalah kondisi kulit yang dapat terjadi pada siapa saja dan orang dari segala usia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang memiliki kapalan, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan tubuhnya.

Berikut ini adalah faktor-faktor risiko terjadi penebalan di kulit Anda, seperti:

1. Usia

Usia dapat menjadi salah satu faktor risiko. Umumnya, kondisi ini memang menyerang seluruh usia, namun penebalan pada kulit ternyata lebih banyak diderita oleh lansia di atas 65 tahun.

2. Jenis kelamin

Apabila Anda adalah wanita, maka kemungkinan Anda mengalami penebalan di area kulit tertentu pun lebih besar. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita lebih mudah memiliki kondisi penebalan kulit dibanding pria.

3. Bunion

Bunion adalah terbentuknya benjolan pada pangkal tulang Anda, seperti jempol kaki. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemakaian sepatu yang terlalu ketat.

4. Penyakit tertentu

Jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes atau pembuluh darah arteri, Anda mungkin berpotensi memiliki kapalan.

5. Anatomi kaki yang tidak normal

Bentuk kaki, terutama bagian anatominya, berpengaruh besar pada pembentukan kapalan di kulit kaki.

6. Cara berjalan tidak normal

Memiliki gaya berjalan yang tidak normal mengakibatkan terjadinya lebih banyak gesekan dan tekanan di kaki, sehingga proses penebalan kulit akan lebih mudah terjadi.

7. Ukuran sepatu tidak pas

Sepatu dengan ukuran yang terlalu longgar maupun ketat dapat berakibat buruk pada kulit kaki Anda, termasuk pada pembentukan kapalan di kulit.

8. Pekerjaan tertentu

Orang-orang yang memiliki beban pekerjaan yang lebih berat seperti petani dan tukang kebun cenderung lebih mudah memiliki kapalan di kaki dan jari tangannya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kapalan?

Kapalan adalah keadaan kulit yang sangat mudah untuk dikenali karena penampilan dan karakteristiknya yang sangat jelas. Jadi, umumnya tidak diperlukan adanya tes pemeriksan yang rumit, tergantung pada seberapa parah kapalannya.

Dokter Anda akan memeriksa kaki Anda dan bertanya mengenai gejala-gejala lain yang mungkin Anda rasakan, riwayat penyakit, dan kebiasaan Anda sehari-hari.

Apabila diperlukan diagnosis lebih lanjut, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani tes X-ray. Dengan cara ini, dokter dapat mengetahui apakah ada kelainan kesehatan yang mungkin dapat menjadi penyebab munculnya kapalan di kulit Anda.

Bagaimana cara mengobati kapalan?

Kondisi ini dapat diobati dengan berbagai jenis pengobatan, tergantung pada seberapa buruk penebalan dan rasa sakit yang muncul.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan penebalan pada kulit.

1. Obat-obatan

Berikut adalah jenis perawatan kondisi ini dengan konsumsi obat-obatan:

  • Asam salisilat

Pengobatan dengan asam salisilat adalah metode yang paling umum digunakan untuk menghilangkan penebalan pada kulit. Obat ini juga dapat digunakan tanpa resep dari dokter.

Namun, untuk mengetahui dosis penggunaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kulit Anda, sebaiknya periksakan ke dokter dan gunakan resep yang sudah diberikan.

  • Antibiotik

Apabila terjadi infeksi akibat penebalan kulit yang tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan meresepkan penggunaan salep antibiotik untuk mengurangi gejala-gejala infeksi.

  • Pereda rasa sakit

Infeksi yang muncul biasanya akan disertai rasa sakit. Dokter akan menangani hal ini dengan memberikan obat yang dapat mengurangi rasa nyeri pada bagian kulit yang mengalami penebalan.

2. Operasi

Apabila penanganan dengan obat-obatan tidak menunjukkan adanya perubahan pada kulit yang menebal, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah seperti:

  • Pemotongan kulit yang menebal

Doker bedah akan melakukan pemotongan pada kulit yang menebal. Prosedur ini biasanya akan dilakukan berulang kali untuk mencegah penebalan kulit muncul kembali.

  • Foot orthotics

Apabila Anda pernah memiliki riwayat kaki yang cacat, dokter akan menyarankan Anda untuk menggunakan lapisan khusus alas sepatu (orthotics). Hal ini diharapkan dapat mencegah munculnya kapalan secara berulang.

  • Perbaikan struktur tulang

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, dokter akan melakukan operasi pada bagian tulang untuk memperbaiki postur berjalan dan mengurangi gesekan pada kulit, sehingga risiko munculnya kapalan dapat dikurangi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kapalan?

Selain mengonsumsi obat-obatan dan menjalankan perawatan medis, Anda juga dapat melakukan pengobatan sendiri di rumah untuk meringankan gejala kapalan.

Pengobatan dengan obat-obatan dan tindakan operasi memang penting, namun dengan melakukan perawatan sendiri di rumah, maka tingkat efektivitasnya pun lebih tinggi. Anda hanya perlu mengganti kebiasaan-kebiasaan lama dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut adalah beberapa tips pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi munculnya penebalan di bagian kulit:

1. Merendam kaki dan tangan

Rendamlah tangan dan kaki Anda dengan menggunakan air hangat setiap malam. Gunakan air yang dicampur dengan sabun antiseptik, lalu rendamlah tangan dan kaki Anda selama 10-15 menit. Hal ini diyakini ampuh untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada area yang mengalami penebalan. Anda juga dapat menggunakan sikat untuk scrubbing, sehingga kapalan menjadi lebih lunak dan tidak terasa terlalu kasar.

2. Menggunakan pelembab

Setelah direndam, pastikan Anda selalu mengaplikasikan krim atau lotion untuk melembapkan bagian kulit yang terjadi penebalan. Namun, pastikan krim atau lotion yang digunakan memang diformulasikan khusus untuk kulit kaki. Anda dapat berkonstultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui produk seperti apa yang cocok.

3. Pakai sepatu dengan ukuran yang tepat

Belilah sepatu dengan ukuran yang sesuai dengan kaki Anda. Jangan memilih sepatu yang terlalu besar maupun terlalu sempit.

4. Beli sepatu di sore hari

Setiap Anda membeli sepatu, sebaiknya lakukan di sore hari. Ini disebabkan oleh keadaan kaki yang lebih besar di sore hari, sehingga Anda akan terhindar dari risiko membeli sepatu yang terlalu sempit.

5. Memakai pad

Gunakan pad untuk melindungi bagian di mana kulit menebal, terlebih jika Anda sering mengenakan sepatu berhak tinggi setiap hari. Anda harus menggunakan produk ini sesuai dengan instruksi dari dokter.

6. Menggosok bagian kapalan

Selama atau setelah mandi, gosok bagian kulit yang mengalami penebalan dengan batu apung, kikir kuku, papan khusus, atau kain lap untuk membantu menghilangkan lapisan kulit yang keras. Namun, ingat untuk tidak menggunakan benda tajam ketika menggosok kulit, gunakan batu apung jika Anda memiliki diabetes karena kulit Anda berisiko tinggi terkena infeksi.

7. Hindari memotong atau menguliti kapalan

Mungkin Anda akan merasa penasaran ingin menguliti atau memotong sendiri kapalan di kulit kaki atau tangan Anda. Hal ini sangat tidak disarankan, mengingat alat yang Anda gunakan untuk memotong belum tentu bersih, dan prosedur pemotongan yang tidak tepat malah akan mengakibatkan timbulnya bakteri, bahkan infeksi.

8. Potong kuku dengan benar

Apabila Anda memotong kuku, lakukan dengan cara memotong lurus, tidak dengan mengikuti bentuk asli kuku. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya penebalan kulit di area kuku.

9. Kenakan kaus kaki

Saat memakai sepatu, usahakan untuk selalu mengenakan kaus kaki yang bersih dan diganti setiap hari.

10. Memakai bedak

Bedak talcum sangat bermanfaat untuk mencegah kulit dari keadaan terlalu lembab dan berkeringat. Hal ini tentunya berguna untuk menghindari muncul dan berkembangnya bakteri di kulit kaki.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Juli 8, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 8, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca