Apa itu kanker mulut?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker mulut?

Kanker mulut adalah perkembangan sel-sel kanker yang menyerang jaringan mulut. Awalnya, kanker ini tidak langsung tumbuh begitu saja, melainkan didahului dengan munculnya luka di mulut yang tidak kunjung sembuh. Kanker mulut merupakan satu dari beberapa jenis kanker yang masuk dalam kategori kanker leher dan kepala, sehingga tindakan perawatannya pun serupa.

Meski namanya kanker mulut, tapi jenis kanker yang juga dikenal dengan nama kanker oral ini tidak hanya berkembang di mulut saja. Sel-sel kanker juga bisa muncul di area sekitar mulut, seperti lidah, bibir, pipi, gusi, sinus, hingga tenggorokan.

Bukan hanya itu, bagian dasar mulut dan langit-langit atas yang lunak serta keras pun turut menjadi area sasaran kanker oral. Hanya saja, pertumbuhan kanker ini memang umumnya terjadi di mulut, lidah, dan bibir. Kanker oral jarang dideteksi di awal. Kebanyakan kasus kanker ini biasanya ditemukan setelah penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening di leher.

Jika tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, kanker mulut dapat berisiko mengancam nyawa. Itu sebabnya, deteksi sejak dini adalah kunci penting untuk mencegah agar kanker mulut tidak berkembang lebih serius.

Seberapa umumkah kanker mulut?

Kanker mulut sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, terlepas dari apa dan berapa pun jenis kelamin serta usianya. Baik pria dan wanita di usia berapa saja bisa terserang kanker mulut. Akan tetapi, risiko kanker oral ini biasanya akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Sebagian besar kanker mulut terjadi pada pasien dewasa di atas usia 40 tahun, dengan rata-rata usia diagnosis sekitar 62 tahun. Bahkan, risiko penyakit ini bisa semakin meningkat dua kali lipat pada pria ketimbang wanita. Terlebih jika disertai dengan memiliki satu atau beberapa faktor risiko kanker oral.

Misalnya seorang perokok aktif, terinfeksi virus HPV, riwayat keluarga dengan kanker mulut, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Anda dapat menghindari kemungkinan terserang penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker mulut?

Gejala-gejala umum dari kanker mulut hampir menyerupai masalah lainnya yang terjadi pada mulut. Itulah mengapa cukup sulit untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kanker mulut. Sebaiknya periksakan segera ke dokter, jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala berikut ini:

  • Luka di bibir yang tidak kunjung sembuh.
  • Timbul sejenis pembengkakan atau benjolan, yang disertai dengan bercak kasar atau berkerak pada bibir, gusi, maupun area mulut lainnya.
  • Luka di bagian mulut, wajah, atau leher yang mudah berdarah dan tidak membaik dalam kurun waktu 2 minggu.
  • Munculnya bercak berwarna putih yang agak berbulu, ditambah dengan bintik putih dan merah pada mulut.
  • Perdarahan di mulut tanpa sebab.
  • Gigi goyang, hingga lepas.
  • Muncul sariawan di mulut.
  • Mati rasa tanpa sebab di area mulut, wajah, serta leher.
  • Terasa nyeri seperti ada yang tersangkut di tenggorokan.
  • Rasa sakit atau kesulitan untuk menelan.
  • Susah memakain gigi palsu.
  • Pembengkakan pada leher.
  • Nyeri telinga yang tidak kunjung hilang.
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Mengalami serak, sakit tenggorokan kronis, atau perubahan suara.
  • Rahang terasa kaku dan sakit.
  • Lidah terasa nyeri.
  • Kesulitan saat mengunyah atau menelan, berbicara, serta menggerakkan rahang atau lidah.

Beberapa gejala di atas, misalnya sakit tenggorokan dan sakit telinga, bisa mengindikasikan adanya kondisi medis lainnya. Namun, jika Anda mengalami satu bahkan lebih dari tanda dan gejala tersebut, apalagi bila tidak kunjung hilang, jangan ragu untuk memeriksakannya.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan segera dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jangan tunda untuk mengkonsultasikannya dengan dokter jika Anda mengalami satu, bahkan lebih dari tanda dan gejala kanker mulut. Khususnya bila tanda dan gejala tersebut bertahan dalam waktu yang cukup lama dan tidak kunjung hilang, misalnya lebih dari dua minggu.

Diagnosis sedini mungkin setidaknya bisa membantu mencegah perkembangan penyakit semakin memburuk, sekaligus mempercepat proses pengobatan. Dokter biasanya akan memeriksa penyebab lain yang lebih umum, yang mirip seperti gejala yang Anda alami.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker mulut?

Kanker mulut berkembang akibat terjadinya mutasi atau perubahan pada struktur DNA yang dimiliki oleh sel-sel di rongga mulut. Entah itu di bibir, lidah, gusi, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, maupun dasar mulut. Normalnya, DNA di dalam sel bertugas untuk menginstruksikan atau memerintahkan sesuatu hal yang harus dilakukan sel tersebut.

Terjadi perubahan pada struktur di dalam DNA sel karena kanker oral ini, akan menggangu perkembang sel-sel yang sebenarnya sehat. Sel-sel tersebut diperintahkan oleh DNA yang strukturnya telah berubah, untuk terus tumbuh dan membelah.

Kondisi ini membuat sel-sel yang sehat kemudian ikut terganggu, bahkan rusak. Pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam rongga mulut inilah yang munculnya tumor pertanda kanker mulut. Seiring berjalannya waktu, sel-sel abnormal penyebab kanker mulut ini dapat menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya.

Misalnya sampai ke leher, tenggorokan, bahkan kepala. Kanker mulut umumnya awalnya terbentuk di sel-sel datar dan tipis, yakni sel skuamosa. Jenis sel ini biasanya bertugas untuk melapisi bibir dan mulut bagian dalam. Itu sebabnya, sebagian besar kanker oral umumnya menyerang sel skuamosa terlebih dahulu.

Belum dapat dipastikan apa yang mengakibatkan terjadinya mutasi pada sel skuamosa, sehingga bisa menimbulkan kanker oral. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa memperbesar kemungkinan terjadinya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena kanker mulut?

Kebiasaan merokok dalam bentuk apa pun merupakan salah satu faktor risiko utama kanker mulut. Baik itu langsung menggunakan rokok, cerutu, atau pun pipa. Bahkan menurut Oral Cancer Foundation, orang yang merokok memiliki risiko sekitar 30 kali lebih tinggi untuk terkena kanker mulut.

Sebaliknya, risiko kanker oral pada orang yang tidak merokok tentu jauh lebih rendah. Namun bukan hanya itu saja, masih ada berbagai faktor risiko lainnya untuk kanker mulut, seperti:

  • Konsumsi alkohol berlebih.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV) atau virus menular seksual.
  • Paparan sinar matahari (ultraviolet) yang berlebih pada bibir dan wajah, terutama dialami selama usia muda.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker mulut atau jenis kanker lainnya.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Terlalu banyak makan daging merah, daging olahan, maupun makanan yang digoreng.
  • Memiliki penyakit GERD.
  • Pernah menjalani pengobatan dengan teknik radiasi, di bagian kepala, leher, atau wajah.
  • Paparan bahan kimia tertentu, terutama asbes, asam sulfat, dan formaldehida.

Di samping itu, risiko kanker mulut juga mengintai orang yang tidak merokok tapi aktif minum alkohol.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kanker mulut?

Berikut serangkaian tes dan prosedur yang dipakai untuk mendiagnosis kanker mulut:

1. Pemeriksaan fisik

Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Mulai dari mengamati bagian atas dan dasar mulut, belakang tenggorokan, lidah, gusi, pipi, hingga kelenjar getah bening di leher. Apabila Anda memiliki luka pada area mulut, dokter biasanya menanyakan sejak kapan luka tersebut muncul dan apakah sakit atau tidak.

2. Pengangkatan jaringan dengan metode biopsi

Jika dokter menemukan adanya pertumbuhan jaringan yang mencurigakan, biasanya akan diambil sampel dengan menggunakan metode biopsi. Dalam proses ini, dokter menggunakan alat pemotong maupun jarum guna mengambil sedikit sampel jaringan sasaran.

Selanjutnya, hasil sampel jaringan tersebut akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium untuk mencari tahu apakah berbahaya dan berisiko berkembang menjadi sel kanker atau tidak.

Bukan hanya itu saja, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa tes berikut ini untuk mendukung diagnosis kanker oral. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Foto rontgen atau sinar-x, untuk melihat kemungkinan sel-sel kanker sudah menyebar sampai ke rahang, dada, maupun paru-paru.
  • CT-scan, untuk mendeteksi adanya tumor sel kanker pada bagian lain seperti tenggorokan, leher, paru-paru. dan sebagainya.
  • PET scan, untuk mencari tahu apakah sel-sel kanker sudah menyebar ke kelenjar bening atau organ lainnya.
  • Magnetic resonance imaging (MRI), untuk memberikan gambaran yang lebih akurat terkait struktur kepala dan leher. Pemeriksaan ini juga ditujukan untuk mengukur stadium dan penyebaran sel-sel kanker.
  • Endoskopi, untuk memeriksa kondisi saluran hidung, sinus, tenggorokan bagian dalam, serta batang tenggorokan (trakea).

Jika benar ditemukan adanya perkembangan sel-sel kanker oral di dalam tubuh Anda, selanjutnya dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan lain umumnya berguna untuk menentukan tingkat atau stadium kanker mulut yang Anda miliki.

Tes untuk mengukur stadium kanker mulut meliputi:

1. Menggunakan kamera kecil di dalam tenggorokan

Pemeriksaan kondisi kanker oral dengan prosedur endoskopi, melibatkan penggunaan kameran berukuran kecil. Kamera fleksibel yang dilengkapi dengan cahaya tersebut dimasukkan dokter ke dalam tenggorokan. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana persebaran kanker oral di dalam tubuh Anda.

2. Tes pencitraan

Ada berbagai tes pencitraan yang dapat membantu menentukan tingkat atau stadium persebaran sel kanker di dalam mulut Anda. Tes tersebut termasuk x-ray, CT-scan, MRI, maupun positron emission tomgraphy (PET scan)

Meski begitu, ternyata kesemua tes tersebut tidak selalu dibutuhkan oleh semua orang. Dokter akan menentukan jenis tes apa yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker mulut?

Pengobatan untuk kanker mulut biasanya ditentukan berdasarkan stadium kanker tersebut. Mungkin saja Anda hanya menjalani satu pilihan pengobatan, atau bisa saja beberapa kombinasi pengobatan sekaligus. Berikut berbagai pilihan pengobatan untuk kanker mulut:

1. Operasi

Operasi pengangkatan tumor melibatkan pemotongan tumor bahkan jaringan sehat di sekitarnya, guna memastikan sel kanker telah terangkat semua. Jenis operasi tergantung dari ukuran tumor tersebut. Jika tumor berukuran kecil, hanya dibutuhkan operasi kecil saja. Namun jika ukurannya besar, tentu mengharuskan pengangkatan pada sebagian lidah dan tulang rahang juga.

Dalam kasus lainnya, sel-sel kanker bisa saja menyebar sampai ke kelenjar getah bening di leher. Apabila ini yang terjadi, dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur untuk mengangkat kelenjar getah bening dan jaringan yang bermasalah tersebut.

Setelah operasi pengangkatan kanker selesai dan ternyata mengubah total penampilan wajah Anda, dokter bisa melakukan operasi rekonstruksi mulut. Prosedur ini juga biasanya diambil jika operasi turut mengubah kemampuan Anda dalam berbicara, makan, dan lainnya.

Operasi rekonstruksi ini menggunakan cangkok kulit, otot, maupun tulang dari bagian tubuh lainnya. Terkadang juga dibutuhkan implan gigi sebagai pengganti gigi yang hilang.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi memanfaatkan penggunaan sinar dengan energi tinggi, seperti sinar-x dan proton, untuk membunuh sel kanker. Umumnya, terapi radiasi didapat dari mesin di luar tubuh (sinar radiasi eksternal). Namun, bisa juga berasal dari biji dan kabel radioaktif yang ditempatkan di dekat area tubuh yang mengalami kanker (bachytherapy).

Meski biasanya digunakan setelah operasi, tapi terapi radiasi juga bisa dipakai tanpa harus melalui operasi terlebih dahulu. Dalam kondisi tersebut, terapi radiasi digunakan ketika stadium kanker mulut Anda masih berada di tahap awal.

Tak jarang, terapi radiasi juga bsia dikombinasikan bersama dengan pengobatan kemoterapi. Kombinasi dari dua pengobatan ini memang mampu meningkatkan efektivitas terapi radiasi. Akan tetapi, di sisi lain juga bisa meningkatkan risiko efek samping yang mungkin Anda alami.

Terapi radiasi bisa menimbulkan efek samping, seperti:

  • Radang tenggorokan atau mulut
  • Mulut kering
  • Kerusakan gigi
  • Mual dan muntah
  • Gusi yang nyeri atau berdarah
  • Pemulihan jangka lama setelah perawatan mulut
  • Kaku dan nyeri pada rahang
  • Kesulitan menggunakan gigi palsu
  • Kelelahan
  • Perubahan kemampuan mengecap dan mencium
  • Perubahan pada kulit, seperti kekeringan dan perih
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan kelenjar tiroid

Efek samping dari terapi radiasi pada umumnya menyangkut kesehatan gigi dan mulut. Maka itu, dokter biasanya menganjurkan Anda untuk mengunjungi dokter gigi sebelum melakukan terapi radiasi. Tujuannya untuk meminimalisasi kemungkinan efek sampingnya.

3. Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi memakai bahan kimia khusus yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Cara ini nantinya akan menghambat kemampuan sel untuk berkembang dan menyebar di dalam tubuh. Kemoterapi sebenarnya bisa diberikan sendiri, maupun dikombinasikan dengan obat kemoterapi lainnya atau bahkan perawatan kanker lainnya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kombinasi dari perawatan kemoterapi dan terapi radiasi akan semakin meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Itu sebabnya, keduanya juga sering diberikan secara bersamaan.

Mengenai efek samping kemoterapi, biasanya tergantung pada obat digunakan. Kemungkinan efek samping dari perawatan kemoterapi meliputi:

  • Rambut rontok
  • Nyeri pada mulut dan gusi
  • Perdarahan pada mulut
  • Anemia parah
  • Kelemahan
  • Tidak nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Luka pada mulut dan bibir
  • Mati rasa pada tangan dan kaki

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui risiko efek samping yang mungkin terjadi dari obat kemoterapi yang Anda terima.

3. Terapi obat yang ditargetkan

Sejumlah obat-obatan yang ditargetkan, misalnya Cetuximab (Erbitux), mampu mengobati perkembangan kanker mulut. Cara kerjanya yakni dengan mengubah struktur sel kanker, sehingga mengganggu pertumbuhannya di dalam tubuh. Obat target ini bisa digunakan secara sendiri, atau digabung bersama dengan pengobatan kanker mulut lainnya.

4. Imunoterapi

Pengobatan imunoterapi menggunakan bantuan sistem kekebalan tubuh Anda guna melawan sel-sel kanker. Seharusnya, sistem kekebalan tubuh Anda bertugas untuk melawan perkembangan sel kanker. Akan tetapi, protein yang dihasilkan dari sel kanker justru mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh tersebut.

Di sinilah perawatan imunoterapi berperan untuk mengacaukan proses tersebut dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sedikit berbeda dengan perawatan lainnya, imunoterapi umumnya diperuntukkan bagi pasien kanker oral yang sudah tidak mempan lagi dengan pengobatan lain.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker mulut?

Tidak ada perawatan tambahan atau alternatif yang dapat menyembuhkan kanker mulut. Namun, beberapa hal dapat membantu meringankan gejala, sekaligus mengurangi efek samping dari pengobatan kanker oral.

Perawatan alternatif meliputi berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Sebab selain bisa mempersulit penyembuhan setelah operasi, merokok juga bisa meningkatkan risiko kanker kambuh lagi di kemudian hari.

Di samping itu, Anda juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, terapi pijat, relaksasi, dan melakukan akupunktur. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jenis dan lama waktu olahraga yang terbaik bagi kondisi Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 10, 2019 | Terakhir Diedit: April 10, 2019

Yang juga perlu Anda baca