Definisi

Apa itu kanker lidah?

Kanker lidah adalah jenis kanker pada mulut, namun dibedakan berdasarkan lokasinya, yaitu di mulut dan lidah. Ada dua bagian dari bagian mulut Anda yang terkena sel kanker.

Bagian pertama adalah lidah oral, yaitu bagian yang Anda lihat ketika Anda menjulurkan lidah Anda kepada seseorang, adalah bagian depan dua pertiga dari lidah Anda. Kanker yang berkembang di bagian lidah ini disebut kanker mulut atau kanker oral.

Bagian kedua adalah dasar atau pangkal lidah, yang merupakan sepertiga bagian belakang lidah. Bagian ini sangat dekat tenggorokan (juga dikenal sebagai faring). Kanker yang berkembang di bagian ini disebut kanker orofaring.

Seberapa umumkah kanker lidah?

Umumnya, kanker lidah merupakan masalah kesehatan yang terbilang jarang terjadi. Selain itu, sama seperti kanker pada umumnya, kanker lidah lebih sering terjadi pada orang tua daripada anak-anak.

Secara statistik, hanya ada sekitar 1 di 8 kasus terjadi pada orang berusia kurang dari 50 tahun. Mulut dan kanker orofaring ini rata-rata dua kali lebih umum terjadi pada pria dibandingkan pada wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kanker lidah?

Gejala kanker lidah sangat mirip dengan gejala pada kanker mulut lainnya. Hal ini sering disalahartikan sebagai sariawan, sakit tenggorokan yang tak kunjung sembuh, atau sakit terus-menerus dalam mulut.

  • Sakit atau sulit saat menelan
  • Terasa nyeri pada mulut yang infeksi, dan tidak sembuh-sembuh.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis
  • Mengalami perdarahan di mulut
  • Terdapat bercak merah atau putih di lidah
  • Merasa nyeri pada bagian atau benjolan di lidah
  • Ada gumpalan di leher

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Buatlah janji dengan dokter atau dokter gigi jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala yang mengganggu Anda dan bertahan lebih dari dua minggu. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker lidah?

Kanker lidah terjadi ketika sel-sel di mulut Anda mengalami perubahan DNA. Perubahan ini memungkinkan sel-sel kanker untuk terus tumbuh dan membelah jadi banyak, Selai  itu, sel-sel sehat dalam lidah akan mati.

Sel-sel kanker akan menumpuk di lidah dapat membentuk tumor. Seiring waktu mereka bisa menyebar ke area lain dari mulut dan ke area lain dari kepala dan leher atau bagian lain dari tubuh. Kebanyakan kanker mulut termasuk kanker lidah adalah karsinoma sel gepeng.

Selain itu, kanker pada dasar lidah sering dikaitkan dengan human papillomavirus (HPV) virus, yang ditularkan melalui hubungan seksual, memiliki efek mendalam pada prognosis dan pengobatan kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker lidah?

Ada banyak faktor risiko untuk kanker lidah, seperti:

  • Merokok dan konsumsi alkohol
  • Mengunyah tembakau atau sirih
  • Pola makan yang buruk
  • Human Papiloma Virus (HPV)
  • Kekebalan rendah karena HIV atau AIDS
  • Sebelumnya telah memiliki kanker lainnya
  • Riwayat kesehatan keluarga

Diagnosis

Bagaimana kanker lidah didiagnosis?

Semakin cepat Anda didiagnosis dan diobati, semakin ada peluang kesembuhan untuk diri Anda. Untuk mendiagnosis kondisi ini, umumnya dokter akan memeriksa mulut Anda dan bertanya tentang gejala yang Anda rasakan.

Untuk memeriksa, dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemindaian sinar X atau CT scan (computerized tomography). Nantinya, beberapa sinar-X  akan mengambil gambar lidah dari sudut cahaya yang berbeda. Jika disatukan untuk menunjukkan gambar, hasilnya bisa jadi lebih rinci. CT scan juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari mulut Anda untuk diuji lewat biopsi.

Dokter juga akan menyarankan Anda melakukan skrining tahunan untuk melihat adanya gejala kanker mulut. Pada proses skrining, tahunan dokter akan memeriksa adanya beberapa perubahan di mulut atau tenggorokan.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker lidah diobati?

Pengobatan untuk kanker lidah tergantung pada ukuran kanker, keparahan kanker, dan apakah kanker sudah menyebar ke daerah lain atau tidak. Umumnya kanker pada lidah yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher akan memerlukan perawatan lebih lanjut. .


Pada kanker yang ada di lidah bagian depan berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan:

1. Tahap awal

Ukuran kanker lidah tahap awal umumnya tidak lebih dari 4 cm. Untuk kondisi ini, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk mengangkat area lidah yang terkena kanker.  Apabila kanker sudah menyebar dokter juga akan menyarankan Anda menjalani operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening di leher Anda.

2. Tahap lanjut

Apabila kanker makin parah, ini bisa disebut dengan kanker tahap lanjut. Gejala tahap lanjut bisa ditandai dengan dengan kanker yang mulai muncul tumbuh di luar lidah, menyerang jaringan lain di sekitar lidah, atau bahkan menyerang kelenjar getah bening. Anda kemungkinan besar  disarankan dokter untuk melakukan beberapa kombinasi perawatan berikut ini:

  • operasi
  • radioterapi
  • kemoterapi

Pada kanker yang terdapat di pangkal lidah, berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan:

1. Tahap awal

Kanker lidah di bagian orofaringeal, umumnya dimulai di bagian tenggorokan tepat di belakang mulut. Ukuran kanker tahap awal ini umumnya tidak lebih dari 4 cm. Untuk mengobati, kemungkinan dokter akan melakukan beberapa hal berikut:

  • operasi mungkin dilakukan untuk mengangkat kanker di lidah dan kelenjar getah bening di leher Anda
  • radioterapi ke bagian tenggorokan dan leher

Anda mungkin perlu dirawat dengan radioterapi atau kemoradioterapi setelah operasi. Ini berlaku jika dokter Anda berpikir ada risiko tinggi kanker kembali. Sedangkan kemoradioterapi adalah gabungan  dari kemoterapi dan radioterapi, yang juga mungkin akan dilakukan tergantung kondisi kanker Anda.

2. Tahap lanjut

Kanker lidah stadium lanjut yang terjadi di bagian pangkal lida, umumnya berukuran lebih dari 4 c.m. Kanker juga bisa dikatakan tahap lanjut apabila kanker telat tumbuh di luar lidah, menyerang jaringan lain, atau kelenjar getah bening. Anda mungkin disarankan menjalani beberapa pengobatan berikut:

  • kemoterapi dan radioterapi secara bersamaan (bisa disebut kemoradioterapi) di bagian tenggorokan dan leher Anda
  • pembedahan untuk mengangkat bagian tenggorokan yang terkena kanker (termasuk seluruh atau sebagian lidah) beberapa kelenjar getah bening di leher Anda, diikuti dengan radioterapi atau kemoradioterapi
  • Anda mungkin disarankan menjalani radioterapi, kemoterapi atau operasi untuk mengendalikan gejala kanker stadium lanjut.

Metode penyembuhan

1. Operasi

Untuk menghilangkan kanker lidah dan kanker di kelenjar getah bening leher, umumnya dokter akan menjalankan operasi di area (margin) dari jaringan normal di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memastikan bahwa operasi telah berhasil menghilangkan semua kanker. Operasi ini disebut reseksi tumor primer.

Ada berbagai jenis reseksi (cara untuk menghilangkan) tumor primer dan itu tergantung pada lokasi kanker Anda.

Dokter mungkin hanya perlu melakukan operasi sederhana jika kankernya sangat kecil. Ini dapat dilakukan menggunakan anestesi lokal atau dengan operasi laser, dan Anda tidak perlu menginap di rumah sakit.

Sedangkan untuk kanker lidah yang lebih besar, Anda mungkin perlu operasi yang lebih rumit dan dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu. Selain itu, ada kemungkinan Anda harus menjalani operasi untuk menghilangkan sebagian atau seluruh lidah Anda (glossectomy).Ini bisa dikatakan sebagai operasi besar.

Dokter bedah juga dapat membangun kembali (merekonstruksi) lidah Anda. Dokter bedah biasanya mengangkat kelenjar getah bening dari satu atau kedua sisi leher Anda. Operasi ini disebut diseksi leher. Ini bertujuan untuk menurunkan risiko kanker Anda kembali di masa depan.

2. Radioterapi setelah operasi

Radioterapi adalah pengobatan yang menggunakan gelombang energi tinggi mirip dengan x-ray. Radioterapi digunakan untuk membunuh sel kanker. Anda mungkin menjalani radioterapi dengan kondisi berikut:

  • dianjurkan radioterapi setelah operasi dan tidak melakukan pengobatan apapun lagi
  • radioterapi dikombinasikan dengan kemoterapi setelah operasi.
  • untuk membantu meringankan gejala kanker lidah lanjut Anda menjalani radioterapi ke bagian lidah yang terkena kanker.

Dokter mungkin juga akan menyarankan radioterapi apabila kanker menyebar ke kelenjar getah bening. Perawatan radioterapi bisa dilakukan satu kali dalam beberapa minggu.  

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang dilakukan menggunakan terapi obat. Obat yang digunakan adalah obat khusus, yaitu menggunakan obat anti kanker (sitotoksik) untuk menghancurkan kanker.

Pasien kanker lidah umumnya dianjurkan menjalani kemoterapi yang dikombinasikan dengan radioterapi (kemoradioterapi). Kemoterapi membantu pengobatan radioterapi bekerja lebih baik. Anda mungkin disarankan menjalankan kedua metode pengobatan ini apabila memiliki risiko  kanker muncul kembali.

Anda biasanya melakukan PET-CT scan beberapa bulan setelah kemoradioterapi. Ini untuk memeriksa apakah kelenjar getah bening Anda mengandung kanker. Jika ada tanda-tanda kanker, Anda biasanya harus dioperasi untuk mengangkat kelenjar getah bening.

Ada beberapa orang yang langsung menjalani pengobatan kemoterapi untuk mengecilkan kanker tanpa operasi atau radioterapi. Namun, pengobatan kemoterapi saja tidak umum, dan ini perawatan neo ajuvan. Obat yang paling umum digunakan dalam kemoterapi adalah cisplatin dan ada beberapa yang menggunakan carboplatin sebagai ganti cisplatin.

4. Terapi obat

Pada terapi obat kanker lidah, dokter biasanya akan memberikan obat cetuximab (Erbitux). Cetuximab adalah jenis obat kanker yang berfungsi bekerja dengan antibodi monoklonal. Anda mungkin diresepkan oleh dokter obat cetuximab bersamaan dengan radioterapi. Kombinasi terapi obat dan radioterapi hanya dilakukan apabila Anda tidak dapat menjalani kemoterapi karena kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, ada juga nivolumab. Ini adalah jenis obat imunoterapi. Jenis obat ini berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh melawan sel-sel kanker. Anda mungkin akan diresepkan obat nivolumab apabila sel kanker Anda mulai tumbuh lagi dalam 6 bulan setelah sukses melakukan pengobatan kemoterapi.

Pada terapi pengobatan ini, tidak hanya dua obat tersebut yang akan diresepkan. Umumnya dokter akan mempertimbangkan obat kanker yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.

Efek samping pengobatan kanker

Semua pengobatan kanker lidah memiliki efek samping. Beberapa efek samping bisa bersifat sementara, tetapi beberapa ada juga yang permanen.

Pembedahan pada lidah dapat menyebabkan masalah dengan cara bicara Anda setelahnya. Anda juga dapat mengalami perubahan cara dalam makan dan minum. Ini bisa bersifat sementara atau bahkan permanen bagi sebagian orang.

Perubahan pada fungsi lidah ini bisa sangat sulit untuk diatasi dan Anda mungkin membutuhkan banyak dukungan dan bantuan untuk menjalani pasca operasi kanker lidah.

Konsultasikan dengan dokter atau perawat spesialis Anda sebelum operasi. Anda dapat bertanya kepada mereka tentang bagaimana efek samping operasi itu akan mempengaruhi Anda.

Selain operasi, pasca pengobatan radioterapi ke daerah kepala dan leher dapat menyebabkan beberapa efek samping termasuk mulut kering, sakit dan perubahan rasa. 

Lalu, beberapa efek samping kemoterapi yang umum termasuk:

  • Beberapa bagian tubuh terasa sakit
  • Anda mengalami kehilangan selera makan
  • Anda kehilangan berat badan
  • Setelah kemoterapi Anda bisa merasa sangat lelah
  • Anda mengalami resistensi yang lebih rendah terhadap infeksi
  • Tubuh jadi mudah berdarah dan memar

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker lidah?

1. Hindari merokok dan menggunakan tembakau

Semakin lama Anda menggunakan tembakau atau rokok jenis apapun, termasuk rokok elektrik, Anda berisiko mengalami kanker oral atau bahkan kanker lidah.

Merokok dapat mengakibatkan adanya  bisul berwarna putih abu-abu yang disebut leukoplakia di mulut. Bisul ini dapat menjadi kanker. Tembakau mengandung bahan kimia yang diketahui merusak sel di tubuh yang melindungi dari adanya kanker.

2. Mengurangi minum alkohol

Seperti halnya merokok, semakin sering dan banyak alkohol yang Anda minum semakin menurun pertahanan tubuh Anda terhadap kanker. Menurut National Institutes of Health, orang yang minum 3,5 gelas minuman beralkohol per hari berisiko 2-43 kali lipat terkena kanker oral.

3. Periksa kesehatan gigi dan mulut secara teratur

Berkunjung ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali penting untuk melihat adanya risiko pertumbuhan kanker. Dokter akan mendiagnosis apapun adanya masalah kesehatan mulut dan akan membuat rencana pengobatan terhadap pasien

Selain mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali, pastikan untuk menyikat dan menggunakan benang flossing setelah makan untuk menjaga kebersihan gigi.

4. Vaksin HPV

Human papilloma virus (HPV), khususnya jenis HPV 16, adalah jenis virus yang berisiko menyebabkan kanker orofaringeal, terutama yang ada di bagian belakang mulut. Cara terbaik untuk mencegah HPV adalah dengan vaksin HPV. Vaksin HPV ini sudah bisa diberikan untuk anak berusia 11 hingga 26 tahun. V

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 14, 2019 | Terakhir Diedit: April 14, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan