home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-Hati Apabila Timbul Benjolan di Lidah! Ini Beragam Kondisi Penyebabnya

Hati-Hati Apabila Timbul Benjolan di Lidah! Ini Beragam Kondisi Penyebabnya

Pernahkah Anda merasakan ada benjolan di lidah, baik pada bagian atas maupun bawah? Benjolan memang tidak selalu berarti Anda sedang mengalami penyakit serius, namun tetap saja kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian, misalnya untuk makan atau berbicara. Maka dari itu, penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan benjolan di lidah.

Berbagai penyebab benjolan di lidah

Benjolan di lidah termasuk kondisi umum dan sering terjadi yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk cedera, alergi, iritasi, dan infeksi. Kondisi ini akan membuat rongga mulut Anda terasa aneh, walaupun kebanyakan benjolan tidak berakibat pada masalah yang serius.

Namun, bukan berarti Anda bisa mengabaikan kondisi yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ini. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab timbulnya benjolan di lidah Anda.

1. Papilitis

papila lidah

Papila adalah benjolan-benjolan kecil pada permukaan lidah yang berfungsi untuk menerima rangsangan dan mendeteksi rasa makanan. Saat mengalami peradangan, papila akan bengkak dan berwarna putih atau merah. Kondisi tersebut dalam istilah medis dikenal sebagai papilitis.

Penyebab kondisi ini belum jelas, namun bisa terkait stres, gangguan hormon, atau iritasi akibat makanan tertentu. Meski bukan penyakit serius, namun papilitis bisa menimbulkan rasa gatal, sensitivitas, hingga rasa terbakar di lidah. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba, tetapi biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

2. Sariawan

Salah satu gangguan mulut yang paling umum Anda rasakan adalah sariawan. Kondisi yang dalam istilah medis dikenal sebagai stomatitis aftosa ini berupa luka kecil yang dangkal dan biasa muncul pada jaringan lunak mulut, termasuk bibir, pipi dalam, langit-langit mulut, gusi, dan lidah.

Luka sariawan umumnya berbentuk bulat atau oval, dengan bagian tengah luka berwarna keputihan atau kekuningan dan tepian yang kemerahan. Kondisi ini tidak menular dan penyebab benjolan di lidah ini juga tidak diketahui secara pasti.

Sariawan bisa sembuh sendiri dalam 10 hingga 14 hari tanpa pengobatan, tetapi Anda bisa minum obat pereda nyeri untuk meredakan gejalanya. Apabila sariawan terjadi terus-menerus dan terjadi gejala lain, seperti demam dan kesulitan makan, segera kunjungi dokter.

3. Herpes oral

Herpes oral adalah kondisi infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1) yang menyerang mulut, bibir, dan gusi. WHO memperkirakan sekitar 67% orang di bawah 50 tahun telah terinfeksi virus HSV-1. Saat menyerang mulut, kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam, bengkak, dan sariawan sekitar mulut. Ruam bisa berubah menjadi luka melepuh atau lenting.

Gejala herpes oral bisa mereda tanpa pengobatan setelah 1 hingga 2 minggu. Namun, dokter menyarankan untuk menggunakan obat antivirus untuk mengurangi rasa sakit dan gatal, serta menghilangkan luka herpes. Obat herpes oral yang Anda pakai tersedia dalam bentuk tablet, infus, atau obat oles (krim atau salep).

Berbeda dengan sariawan yang tidak menular, herpes oral bersifat menular dan bisa dengan mudah menyebar melalui air liur atau kontak langsung dengan bagian yang terinfeksi, seperti lapisan mulut atau lidah.

4. Papiloma skuamosa

Papiloma skuamosa umumnya terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV) pada rongga mulut sehingga mungkin menimbulkan benjolan tunggal berbentuk tak beraturan. Kondisi yang juga dikenal sebagai HPV oral ini bisa menular melalui hubungan seks oral atau berciuman, terutama jika Anda sering bergonta-ganti pasangan.

Pengobatan papiloma skuamosa bisa Anda lakukan melalui prosedur pembedahan atau ablasi laser. Infeksi HPV oral juga sangat berkaitan dengan berkembangnya kanker mulut atau kanker orofaringeal. Maka, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya risiko kondisi ini.

5. Mukokel

benjolan di bawah lidah

Mukokel atau kista mukosa oral merupakan salah satu lesi yang paling umum terjadi di rongga mulut dan berkembang sebagai akumulasi dari air liur. Kondisi ini bisa muncul sebagai benjolan lunak dan bengkak yang terbentuk dekat salah satu bukaan kelenjar air liur di bawah lidah, bibir, pipi, atau bagian dasar mulut.

Benjolan ini memiliki warna seperti jaringan mukosa mulut atau biru gelap. Kista cenderung hilang secara berkala ketika pecah, serta bisa muncul kembali apabila teriritasi oleh air liur. Berdasarkan Journal of Clinical and Experimental Dentistry, orang dengan segala usia bisa mengembangkan mukokel, tetapi lebih sering terjadi antara usia 10 hingga 30 tahun.

6. Sialolithiasis

Sialolithiasis atau batu kelenjar air liur merupakan suatu kondisi terbentuknya batu mineral yang mengkristal pada saluran kelenjar air liur. Pembentukan batu mineral ini pada akhirnya akan memblokir kelenjar air liur yang ada pada rongga mulut, seperti kelenjar parotid, kelenjar submandibular, dan kelenjar sublingual.

Beberapa gejala yang bisa Anda rasakan saat mengalami sialolithiasis, di antaranya benjolan yang terasa sakit di bawah lidah, mulut kering, pembengkakan rahang, dan rasa sakit berlebihan saat mengunyah atau menelan.

Kondisi ini umumnya lebih memengaruhi pria ketimbang wanita berusia di bawah 30 tahun. Penanganan sialolithiasis umumnya melalui prosedur bedah invasif minimal oleh dokter untuk mengeluarkan batu mineral yang memblokir saluran kelenjar air liur.

7. Kanker lidah

Walaupun sebagian besar benjolan di lidah bukanlah gejala serius, tetapi pada beberapa kasus kondisi ini bisa menjadi gejala kanker lidah. Kanker lidah bisa muncul pada bagian depan lidah, dengan benjolan berwarna abu-abu, merah muda, atau merah yang lebih mudah Anda lihat.

Kanker lidah juga bisa memengaruhi pangkal lidah sehingga mungkin lebih sulit untuk Anda deteksi. Dikutip dari Mayo Clinic, kanker pangkal lidah biasanya baru terdeteksi pada stadium lanjut, ketika jaringan sudah besar dan menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Perawatan kanker lidah melibatkan pembedahan untuk mengangkat kanker. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan metode perawatan lain, seperti kemoterapi, terapi radiasi, atau terapi obat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Kapan Anda harus periksa ke dokter apabila mengalami benjolan di lidah?

pemeriksaan ke dokter gigi

Sebagian besar penyebab benjolan di lidah bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, memeriksakan diri ke dokter mungkin perlu Anda lakukan untuk menentukan metode perawatan dan pengobatan yang sesuai.

Periksakan segera ke dokter jika benjolan di lidah menunjukkan beberapa gejala seperti di bawah ini.

  • Benjolan lidah tidak sembuh dalam 10 hingga 14 hari setelah gejala muncul
  • Kondisi terasa sangat menyakitkan dan benjolan terus kambuh
  • Timbul rasa sakit hebat atau disertai dengan gejala lain, seperti demam
  • Lidah bengkak sangat besar hingga mengalami gangguan pernapasan
  • Mengganggu kemampuan anda untuk berbicara, menelan, dan mengunyah

Dalam melakukan diagnosis, dokter pertama kali akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga mungkin melakukan tes darah untuk mengetahui adanya infeksi virus atau bakteri.

Apabila benjolan dicurigai sebagai kanker, dokter akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium. Dengan melakukan diagnosis yang tepat, dokter bisa memberikan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Falck, S., & Pietrangelo, A. (2019). Tongue Bumps: Enlarged Papillae and Other Problems. Healthline. Retrieved 10 June 2021, from https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/tongue-bumps

Villines, Z., & Marcin, J. (2020). Tongue bumps: Causes, when to see a doctor, and treatment. MedicalNewsToday. Retrieved 10 June 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321891

Eske, J., & Chavoustie, C. (2020). Bumps under the tongue: Causes and when to see a doctor. MedicalNewsToday. Retrieved 10 June 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/bump-under-tongue

Should I See a Doctor or Dentist for Tongue Issues?. Moffitt Cancer Center. Retrieved 11 June 2021, from https://moffitt.org/cancers/oral-cavity-or-throat-cancer/faqs/doctor-or-dentist-for-tongue-issues/

Tongue cancer – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 10 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tongue-cancer/symptoms-causes/syc-20378428

Oropharyngeal Human Papilloma Virus (HPV) Infection. Cleveland Clinic. (2018). Retrieved 10 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15010-oropharyngeal-human-papilloma-virus-hpv-infection

Herpes simplex virus. WHO. Retrieved 10 June 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus

Plewa, M., & Chatterjee, K. (2021). Aphthous Stomatitis. StatPearls. Retrieved 10 June 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431059/

Hammett, J., & Walker, C. (2020). Sialolithiasis. StatPearls. Retrieved 10 June 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549845/

Titsinides, S., Kalyvas, D., & Tosios, K. (2018). Mucocele of the dorsal surface of the tongue: A case report. Journal of clinical and experimental dentistry, 10(5), e495–e498. https://doi.org/10.4317/jced.54497

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 23/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x