home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hati-Hati Apabila Timbul Benjolan di Lidah! Ini Beragam Kondisi Penyebabnya

Hati-Hati Apabila Timbul Benjolan di Lidah! Ini Beragam Kondisi Penyebabnya

Pernahkah Anda merasakan ada benjolan di lidah, baik pada bagian atas maupun bawah? Benjolan memang tidak selalu berarti Anda sedang mengalami penyakit serius, namun tetap saja kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian, misalnya untuk makan atau berbicara. Maka dari itu, penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan benjolan di lidah.

Berbagai penyebab benjolan di lidah

Benjolan di lidah termasuk kondisi umum dan sering terjadi yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk cedera, alergi, iritasi, dan infeksi. Kondisi ini akan membuat rongga mulut Anda terasa aneh, walaupun kebanyakan benjolan tidak berakibat pada masalah yang serius.

Namun, bukan berarti Anda bisa mengabaikan kondisi yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ini. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab timbulnya benjolan di lidah Anda.

1. Papilitis

papila lidah

Papila adalah benjolan-benjolan kecil pada permukaan lidah yang berfungsi untuk menerima rangsangan dan mendeteksi rasa makanan. Saat mengalami peradangan, papila akan bengkak dan berwarna putih atau merah. Kondisi tersebut dalam istilah medis dikenal sebagai papilitis.

Penyebab kondisi ini belum jelas. Namun faktor risikonya bisa terkait stres, gangguan hormon, atau iritasi akibat makanan tertentu.

Meski bukan penyakit serius, papilitis bisa menimbulkan rasa gatal, sensitivitas, hingga rasa terbakar di lidah. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba dan biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

2. Sariawan

Salah satu gangguan mulut yang paling umum Anda rasakan adalah sariawan. Kondisi yang dikenal dengan istilah medis stomatitis aftosa ini berupa luka kecil yang dangkal dan biasa muncul pada jaringan lunak mulut, termasuk bibir, pipi dalam, langit-langit mulut, gusi, dan lidah.

Luka sariawan umumnya berbentuk bulat atau oval, dengan bagian tengah luka berwarna keputihan atau kekuningan dan tepian yang kemerahan. Kondisi ini tidak menular dan penyebab benjolan di lidah ini juga tidak diketahui secara pasti.

Sariawan bisa sembuh sendiri dalam 10 hingga 14 hari tanpa pengobatan, tetapi Anda bisa minum obat pereda nyeri untuk meredakan gejalanya. Apabila sariawan terjadi terus-menerus dan terjadi gejala lain, seperti demam dan kesulitan makan, segera kunjungi dokter.

3. Hand foot mouth disease

Penyakit yang dikenal juga dengan sebutan flu Singapura ini adalah infeksi virus yang umum menyerang anak-anak. Penyebab paling umum adalah virus coxsackievirus.

Anak yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala berupa benjolan melepuh pada lidah, gusi, atau di bagian dalam pipi. Gejala lain yang menyertai adalah demam, sakit tenggorokan, tubuh lemah, ruam merah tanpa gatal di telapak tangan, telapak kaki, atau bokong.

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Dokter biasanya meresepkan obat tertentu untuk meredakan gejala yang muncul. Kondisinya akan membaik dalam 7 atau 10 hari. Dalam kasus parah, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti ensefalitis atau meningitis.

Hand foot mouth disease bisa menular lewat ingus, dahak, cairan dari lepuhan, atau percikan air ludah. Agar tidak tertular, rajin mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, anak yang sakit harus dirawat terpisah dari anak yang sehat.

4. Herpes oral

Herpes oral adalah kondisi infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1) yang menyerang mulut, bibir, dan gusi. WHO memperkirakan sekitar 67% orang di bawah 50 tahun telah terinfeksi virus HSV-1. Saat menyerang mulut, kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam, bengkak, dan sariawan sekitar mulut. Ruam bisa berubah menjadi luka melepuh atau lenting.

Gejala herpes oral bisa mereda tanpa pengobatan setelah 1 hingga 2 minggu. Dokter akan menyarankan penggunaan obat antivirus untuk mengurangi rasa sakit dan gatal, serta menghilangkan luka herpes. Obat herpes oral yang Anda pakai tersedia dalam bentuk tablet, infus, atau obat oles (krim atau salep).

Berbeda dengan sariawan yang tidak menular, herpes oral bersifat menular dan bisa dengan mudah menyebar melalui air liur atau kontak langsung dengan bagian yang terinfeksi, seperti lapisan mulut atau lidah.

4. Papiloma skuamosa

Papiloma skuamosa umumnya terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV) pada rongga mulut sehingga mungkin menimbulkan benjolan tunggal berbentuk tak beraturan. Kondisi yang juga dikenal sebagai HPV oral ini bisa menular melalui hubungan seks oral atau berciuman, terutama jika Anda sering bergonta-ganti pasangan.

Pengobatan papiloma skuamosa bisa Anda lakukan melalui prosedur pembedahan atau ablasi laser. Infeksi HPV oral juga sangat berkaitan dengan berkembangnya kanker mulut atau kanker orofaringeal. Maka, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya risiko kondisi ini.

5. Mukokel

benjolan di bawah lidah

Mukokel atau kista mukosa oral merupakan salah satu lesi yang paling umum terjadi di rongga mulut dan berkembang sebagai akumulasi dari air liur. Kondisi ini bisa muncul sebagai benjolan lunak dan bengkak yang terbentuk dekat salah satu bukaan kelenjar air liur di bawah lidah, bibir, pipi, atau bagian dasar mulut.

Benjolan ini memiliki warna seperti jaringan mukosa mulut atau biru gelap. Kista cenderung hilang secara berkala ketika pecah, serta bisa muncul kembali apabila teriritasi oleh air liur. Berdasarkan Journal of Clinical and Experimental Dentistry, orang dengan segala usia bisa mengembangkan mukokel, tetapi lebih sering terjadi antara usia 10 hingga 30 tahun.

6. Sialolithiasis

Sialolithiasis atau batu kelenjar air liur merupakan kondisi terbentuknya batu mineral yang mengkristal pada saluran kelenjar air liur. Pembentukan batu mineral ini pada akhirnya akan memblokir kelenjar air liur yang ada pada rongga mulut, seperti kelenjar parotid, kelenjar submandibular, dan kelenjar sublingual.

Beberapa gejala yang bisa Anda rasakan saat mengalami sialolithiasis seperti benjolan yang terasa sakit di bawah lidah, mulut kering, pembengkakan rahang, dan rasa sakit berlebihan saat mengunyah atau menelan.

Kondisi ini umumnya lebih memengaruhi pria ketimbang wanita berusia di bawah 30 tahun. Penanganan sialolithiasis umumnya melalui prosedur bedah invasif minimal oleh dokter untuk mengeluarkan batu mineral yang memblokir saluran kelenjar air liur.

7. Kanker lidah

Walaupun sebagian besar benjolan di lidah bukanlah gejala serius, tetapi pada beberapa kasus kondisi ini bisa menjadi gejala kanker lidah. Kanker lidah bisa muncul pada bagian depan lidah, dengan benjolan berwarna abu-abu, merah muda, atau merah yang lebih mudah Anda lihat.

Kanker lidah juga bisa memengaruhi pangkal lidah sehingga mungkin lebih sulit untuk Anda deteksi. Dikutip dari Mayo Clinic, kanker pangkal lidah biasanya baru terdeteksi pada stadium lanjut, ketika jaringan sudah besar dan menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Perawatan kanker lidah melibatkan pembedahan untuk mengangkat kanker. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan metode perawatan lain, seperti kemoterapi, terapi radiasi, atau terapi obat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Kapan benjolan di lidah harus diperiksakan?

pemeriksaan ke dokter gigi

Sebagian besar penyebab benjolan di lidah bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, memeriksakan diri ke dokter mungkin perlu Anda lakukan untuk menentukan metode perawatan dan pengobatan yang sesuai.

Periksakan segera ke dokter jika benjolan di lidah menunjukkan beberapa gejala seperti di bawah ini.

  • Benjolan lidah tidak sembuh dalam 10 hingga 14 hari setelah gejala muncul.
  • Kondisi terasa sangat menyakitkan dan benjolan terus kambuh.
  • Timbul rasa sakit pada lidah atau disertai dengan gejala lain, seperti demam.
  • Lidah bengkak sangat besar hingga mengalami gangguan pernapasan.
  • Mengganggu kemampuan anda untuk berbicara, menelan, dan mengunyah.

Dalam melakukan diagnosis, dokter pertama kali akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga mungkin melakukan tes darah untuk mengetahui adanya infeksi virus atau bakteri.

Apabila benjolan dicurigai sebagai kanker, dokter akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium. Dengan diagnosis yang tepat, dokter bisa memberikan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hand-foot-and-mouth disease. (2020, September 25). Retrieved December 03, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035

Titsinides, S., Kalyvas, D., & Tosios, K. (2018). Mucocele of the dorsal surface of the tongue: A case report. Journal of clinical and experimental dentistry, 10(5), e495–e498. https://doi.org/10.4317/jced.54497

Plewa MC, Chatterjee K. Aphthous Stomatitis. [Updated 2021 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431059/

Herpes simplex virus. WHO. Retrieved December 03, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus

Hammett JT, Walker C. Sialolithiasis. [Updated 2021 Oct 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549845/

Should I See a Doctor or Dentist for Tongue Issues?. Moffitt Cancer Center. Retrieved December 03, 2021, from https://moffitt.org/cancers/oral-cavity-or-throat-cancer/faqs/doctor-or-dentist-for-tongue-issues/

Tongue cancer – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved December 03, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tongue-cancer/symptoms-causes/syc-20378428

Oropharyngeal Human Papilloma Virus (HPV) Infection. Cleveland Clinic. (2018). Retrieved December 03, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15010-oropharyngeal-human-papilloma-virus-hpv-infection

Titsinides, S., Kalyvas, D., & Tosios, K. (2018). Mucocele of the dorsal surface of the tongue: A case report. Journal of clinical and experimental dentistry10(5), e495–e498. https://doi.org/10.4317/jced.54497

Thong, H. K., Athar, P., & Mustaffa, W. (2019). Benign Lymphoepithelial Cyst: An Unusual Cause of Parotid Swelling in Two Immunocompetent Patients. Open access Macedonian journal of medical sciences7(13), 2142–2145. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.577

Queiroz, S., Silva, M., Medeiros, A., Oliveira, P. T., Gurgel, B., & Silveira, É. (2018). Recurrent aphthous ulceration: an epidemiological study of etiological factors, treatment and differential diagnosis. Anais brasileiros de dermatologia93(3), 341–346. https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.20186228

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 10/12/2021
Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya