Apa itu kanker anus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker anus?

Kanker anus merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di anus atau dubur manusia.

Anus adalah bukaan yang terletak di ujung usus besar, tepat di bawah rektum. Seluruh hasil pembuangan pencernaan manusia yang berupa tinja keluar dari organ ini.

Jenis-jenis sel kanker yang berkembang tergantung pada sel tubuh bagian mana kanker muncul.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah pendarahan dan rasa nyeri di area anus.

Seberapa umumkah kanker anus?

Kanker anus adalah jenis kanker yang tergolong langka. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding pria.

Selain itu, kanker jenis ini paling banyak menyerang pasien berusia dewasa dan lansia. Meskipun persentase kejadiannya termasuk rendah, namun setiap tahunnya angka kejadian kasus penyakit ini terus bertambah.

Berbagai faktor dihubungkan dengan munculnya penyakit ini. Namun, sebanyak 79% kasus kanker ini berhubungan dengan adanya infeksi human papillomavirus atau HPV.

Penyakit ini dapat ditangani dan diatasi dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker anus?

Sebelum mengetahui apa saja jenis-jenis kanker, ada baiknya Anda mengetahui bahwa berbagai tipe tumor dapat tumbuh di anus, baik yang jinak maupun yang ganas.

1. Tumor jinak

Tumor yang jinak umumnya tidak berpotensi berubah menjadi sel kanker. Berikut adalah beberapa jenis tumor jinak yang dapat tumbuh di anus:

  • Polip, benjolan-benjolan kecil yang terdapat di mukosa
  • Skin tags, berupa pertumbuhan jaringan penghubung yang dilapisi sel skuamosa
  • Kutil anus, tumbuh di bagian luar dan bawah kanal anus
  • Tumor adnexal, benjolan jinak yang tumbuh di folikel rambut atau kelenjar keringat bagian luar anus
  • Leiomioma, tumor jinak yang tumbuh di sel otot halus
  • Hemangioma, tumbuh di sel-sel dinding pembuluh darah anus
  • Lipoma, tumbuh di sel-sel lemak anus

2. Tumor ganas

Penumpukan sel-sel yang berada di anus juga berpotensi menjadi kanker. Kondisi ini disebut dengan pre-cancerous. Jenis tumor yang ganas ini juga dikenal dengan istilah displasia.

Displasia pada anus dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Anal intraepithelial neoplasia (AIN) tingkat rendah, terlihat seperti sel normal, risiko untuk berubah menjadi sel kanker lebih rendah.
  • AIN tingkat atas, memiliki karakteristik yang berbeda dari sel normal, lebih mudah bermutasi menjadi sel kanker.

Umumnya, sel kanker mulai berkembang di sel skuamosa. Berikut adalah jenis-jenis kanker anus tergantung pada tipe sel tubuh yang terdampak:

1. Kanker sel skuamosa

Jenis kanker anus yang paling banyak ditemukan adalah kanker sel skuamosa. Sebanyak 90% dari kasus kanker anus yang terjadi tergolong dalam tipe sel skuamosa. Kanker jenis ini disebut juga sebagai kanker epidermoid.

Kanker tipe ini bermula di sel skuamosa, yang terletak di dinding saluran anus dan perbatasan anus.

2. Kanker non epidermoid

Jenis non epidermoid merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut jenis kanker anus lainnya, yaitu:

  • Adenocarcinoma

Jenis kanker ini diproduksi di sel yang memproduksi lendir pada saluran anal. Kanker tipe adenocarcinoma tergolong sangat langka.

Adenocarcinoma biasanya muncul pada bagian kelenjar apokrin, atau kelenjar yang menghasilkan keringat di kulit bagian anus.

  • Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit. Perkembangannya dimulai di area sekitar anus.

Jenis tumor karsinoma sel basal lebih sering muncul di area yang banyak terpapar matahari, seperti tangan dan wajah. Maka dari itu, jenis kanker ini sebenarnya jarang ditemukan pada kasus kanker anus.

  • Melanoma

Melanoma juga termasuk jenis kanker kulit yang sangat langka. Kemunculannya dimulai di sel kulit yang disebut melanosit.

Pada penyakit ini, biasanya melanoma muncul di kulit atau lapisan dinding anal. Namun, angka kejadiannya tergolong sangat rendah.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kanker anus?

Umumnya, tanda-tanda dan gejala kanker anus berupa rasa sakit di dalam saluran anus atau rektum. Terkadang, rasa sakit juga disertai dengan pendarahan pada anus.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejalanya:

1. Pendarahan

Gejala yang paling umum terjadi adalah pendarahan dari dalam atau sekitar anus.

2. Rasa sakit

Daerah anus Anda akan terasa sakit, terutama saat buang air besar.

3. Benjolan

Anda mungkin bisa merasakan adanya benjolan saat meraba anus.

4. Gatal-gatal

Area anus yang mengalami gatal-gatal parah juga merupakan tanda-tanda kanker.

5. Keluar lendir

Kanker ini juga terkadang ditandai dengan keluarnya cairan atau lendir dari anus.

6. Buang air besar tidak terkontrol

Anda mungkin menyadari adanya perubahan pada seberapa sering Anda buang air besar. Salah satu tanda kanker anus adalah terlalu sering buang air besar.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda harus segera mengunjungi dokter apabila Anda memiliki salah satu tanda atau gejala di atas, terutama jika gejala tersebut terasa tidak wajar dan tak kunjung hilang.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu diskusikan dengan dokter Anda.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kanker anus?

Kanker tipe ini dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Persentase kejadiannya memang terbilang cukup rendah. Namun, jika sel kanker telah merambat ke organ tubuh lainnya, kondisi tersebut akan semakin sulit diatasi.

Biasanya, kanker ini akan menyebar ke hati dan paru-paru.

Penyebab

Apa penyebab kanker anus?

Penyakit ini muncul dan berkembang dari adanya mutasi atau perubahan gen. Gen yang bermasalah akan merusak sel-sel yang sehat dan memengaruhi fungsinya dalam tubuh.

Sel-sel tubuh yang normal seharusnya tumbuh dan berkembang biak secara wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel baru. Namun, sel-sel yang rusak akan tumbuh secara tidak terkendali dan terus hidup.

Kondisi ini dapat mengakibatkan munculnya sel kanker dan tumor. Sel-sel kanker akan menyerang jaringan di sekitarnya, bahkan hingga ke organ tubuh lainnya.

Para ahli meyakini bahwa penyebab kanker anus sangat berkaitan erat dengan infeksi menular seksual dari human papillomavirus (HPV). Virus HPV ditemukan pada mayoritas masalah anus yang terjadi.

Maka dari itu, virus HPV diduga sebagai penyebab utama berkembangnya penyakit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang mampu meningkatkan risiko terkena kanker anus?

Kanker anus adalah penyakit yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien dewasa dan berusia lanjut, seperti kanker pada umumnya.

2. Jenis kelamin

Apabila Anda berjenis kelamin perempuan, peluang Anda untuk terserang penyakit ini lebih besar dibanding laki-laki.

3. Pernah atau sedang menderita kanker serviks, vagina, atau vulva

Jika Anda pernah memiliki salah satu dari masalah-masalah di atas, risiko Anda terserang kanker anus pun lebih tinggi. Hal ini diduga berkaitan erat dengan infeksi virus HPV.

4. Infeksi Human papillomavirus (HPV)

Baik wanita dan pria yang memiliki virus HPV di tubuhnya sama-sama memiliki peluang terserang penyakit ini. Sebanyak 90% kasus penyakit ini berhubungan dengan infeksi virus HPV.

5. Sering bergonta-ganti pasangan seksual

Kemungkinan Anda terserang penyakit ini sangat besar apabila Anda pernah melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu orang. Hal ini disebabkan oleh tingginya risiko penularan virus HPV jika Anda aktif secara seksual.

6. Memiliki sistem imun tubuh yang buruk

Sistem imun tubuh yang lemah juga dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit ini. Selain itu, orang-orang yang memiliki penyakit autoimun atau melakukan transplantasi ginjal juga berisiko terserang kanker anus.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana kanker anus didiagnosis?

Beberapa jenis prosedur yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker ini adalah:

1. Pemeriksaan saluran anus dan rektum

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara menyentuh atau memasukkan jari ke dalam anus Anda untuk mendeteksi adanya lendir atau benjolan.

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan visual dengan anoskopi di bagian anus Anda.

2. Pengambilan gambar pada saluran anus

Untuk mengambil gambar yang jelas, dokter akan menggunakan prosedur USG dengan cara memasukkan tabung kecil ke dalam saluran anus.

3. Mengambil sampel jaringan anus untuk diperiksa

Apabila dokter mencurigai adanya keanehan di anus Anda, dokter mungkin akan melakukan prosedur biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil jaringan yang diduga terdapat sel kanker.

Apa pilihan pengobatan untuk kanker anus?

Pengobatan untuk penyakit ini umumnya merupakan kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Dengan kombinasi keduanya, kemungkinan kanker akan menghilang dan peluang pasien untuk sembuh lebih besar.

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk membunuh pertumbuhan sel kanker. Obat ini dapat menghancurkan atau mencegah sel kanker agar tidak berkembang biak lagi.

Terdapat dua jenis kemoterapi untuk kanker, yang meliputi:

  • Kemoterapi sistemik

Obat yang diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah akan masuk ke aliran darah tubuh dan mencapai sel-sel kanker.

  • Kemoterapi regional

Obat diberikan langsung di cairan serebrospinal tubuh, organ tubuh, atau bagian tubuh yang terkena sel kanker, misalnya perut.

Jenis kemoterapi yang diberikan tergantung pada tipe dan stadium kanker yang Anda derita.

2. Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan X-ray dan proton untuk membunuh sel kanker. Selama terapi ini berlangsung, kemungkinan radiasi akan merusak jaringan-jaringan sehat di tubuh Anda.

Terdapat dua tipe terapi radiasi untuk kanker, yaitu:

  • Terapi radiasi eksternal, dengan menggunakan mesin yang memancarkan radiasi dari luar ke dalam tubuh.
  • Terapi radiasi internal, dengan zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui jarum, biji, kabel, atau kateter.

Jenis pengobatan radioterapi yang akan diberikan tergantung pada tipe dan stadium kanker yang Anda miliki.

3. Operasi

Penanganan lain yang dilakukan untuk mengobati kanker adalah operasi. Berikut adalah dua jenis operasi yang direkomendasikan dokter:

  • Reseksi lokal

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya dari anus. Prosedur ini dilakukan jika kanker yang diderita masih tergolong di stadium awal dan belum menyebar.

Prosedur ini tidak akan mengganggu fungsi otot sfingter (otot bukaan pada tubuh), sehingga Anda masih dapat mengontrol keinginan untuk buang air besar seperti biasa.

  • Reseksi abdominoperineal

Prosedur bedah ini dilakukan dengan cara mengangkat anus, rektum, dan sebagian dari usus besar.

Dokter bedah akan menjahit ujung usus ke lubang yang dibuat di perut, sehingga kotoran atau tinja dapat dikumpulkan di kantong di luar tubuh. Proses ini dinamakan kolostomi.

Perlu diketahui bahwa terapi pengobatan kanker dapat berpotensi memperburuk sistem imun tubuh pada pasien yang memiliki virus HIV. Oleh karena itu, biasanya pasien dengan HIV akan ditangani dengan dosis obat dan radiasi yang lebih rendah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi kanker anus?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi penyakit ini:

  • Ikuti semua instruksi dokter Anda.
  • Pilih gaya hidup sehat: makan makanan bergizi, berolahraga, dan tidur cukup.
  • Lakukan seks aman.

Pengobatan kanker seringkali merupakan proses yang panjang dan menakutkan. Anda perlu memberitahu keluarga dan teman Anda untuk mendapatkan dukungan selama dalam proses.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 30, 2019

Yang juga perlu Anda baca