Penyakit Menular Seksual (Penyakit Kelamin)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Penyakit menular seksual, sering juga disebut penyakit kelamin atau sexually transmitted diseases (STD) adalah infeksi yang didapatkan dari berhubungan seks dengan seseorang yang merupakan inang agen infeksi. Ada lebih dari 20 jenis penyakit kelamin, termasuk:

  • Klamidia
  • Gonore
  • HIV/AIDS
  • HPV
  • Sifilis
  • Uretritis
  • Epididimitis
  • Infeksi vulvovagina (herpes kelamin, trikomoniasis, Candidiasis, etc.);
  • PID (penyakit radang panggul).

Terkadang, penyakit menular seksual ditularkan bukan dari aktivitas seksual, seperti dari ibu ke anak melalui kehamilan dan persalinan. Penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah atau pemakaian jarum bersama. 

Penyakit kelamin atau menular seksual tidak selalu menunjukkan gejala. Anda bisa saja tertular penyakit ini dari seseorang yang terlihat benar-benar sehat. Ia mungkin juga tidak menyadari kondisinya sendiri. 

Seberapa umum penyakit ini?

Penyakit menular seksual atau penyakit kelamin tergolong umum, tapi dalam beberapa kasus dapat menjadi lebih parah pada wanita daripada pria. Jika wanita terkena penyakit kelamin dan hamil, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi. 

Penyakit kelamin bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Tergantung dari kuman dan jenis penyakitnya, penyakit menular seksual atau penyakit kelamin dapat memiliki berbagai tanda dan gejala, tetapi juga tidak. Itu sebabnya para pengidapnya mungkin tidak mengetahui kondisi tersebut sampai mereka mengalami komplikasi atau menularkannya pada pasangan. 

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang mungkin menjadi tanda penyakit kelamin adalah:

  • Sakit atau benjolan di alat kelamin atau di area mulut atau dubur
  • Buang air kecil terasa menyakitkan atau panas
  • Penis mengeluarkan cairan
  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak biasa atau berbau aneh
  • Pendarahan vagina yang tidak wajar
  • Rasa sakit selama seks
  • Kelenjar getah bening sakit dan membengkak, khususnya di selangkangan tapi kadang-kadang lebih menyebar
  • Sakit perut bagian bawah
  • Gejala umum macam demam, lesu
  • Ruam di anggota tubuh lainnya, tangan atau kaki

Harus diketahui bahwa terdapat beberapa penyakit kelamin yang akan “bersembunyi” selama periode waktu tertentu dan mungkin hanya menunjukkan beberapa gejala ringan (contoh: 80-90% wanita dan lebih dari 50% pria penderita infeksi alat kelamin C. trachomatis tidak memiliki gejala).

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Anda aktif secara seksual dan sebelumnya pernah terpapar penyakit kelamin
  • Anda memiliki tanda dan gejala penyakit menular seksual
  • Anda akan memulai aktif secara seksual 
  • Sebelum Anda memulai berhubungan seks dengan partner baru

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh:

  • Virus macam virus HIV, hepatitis B, herpes complex, dan human papilloma virus (HPV)
  • Bakteri macam N. gonorrhea, Chlamydia trachomatis, Treponema pallidum, Mycoplasma
  • Parasit (Trichomonas)
  • Jamur macam Candida

Aktivitas seksual memainkan peran besar dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, meskipun mungkin saja ada orang yang terinfeksi tanpa kontak seksual. Dalam hal ini, contohnya virus hepatitis A, B, dan C, shigella, dan Giardia intestinalis.  

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Siapapun yang aktif secara seksual berisiko terpapar penyakit menular seksual atau penyakit kelamin. Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin tersebut:

1. Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman

Penetrasi vaginal atau anal dari pasangan yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom meningkatkan risiko penyakit menular seksual (penyakit kelamin. Penggunaan kondom yang tidak benar dan tidak konsisten juga dapat meningkatkan risiko Anda. 

Seks oral mungkin kurang berisiko, tapi infeksi masih tetap dapat menyebar jika Anda tidak menggunakan kondom. 

2. Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan

Semakin banyak orang yang melakukan hubungan seksual dengan Anda, risiko terkena penyakit menular seksual atau penyakit kelamin akan semakin tinggi. Ini juga berlaku untuk hubungan monogami yang berturut-turut. 

3. Mempunyai riwayat terkena penyakit kelamin

Pernah mengidap penyakit kelamin membuat memungkinkan Anda terkena lagi. 

4. Siapapun yang dipaksa melakukan hubungan seksual atau aktivitas seksual

Mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual merupakan hal yang sulit. Namun, adalah hal penting bagi Anda untuk segera memeriksakan kondisi pada dokter. Anda mungkin akan menerima perawatan dan dukungan emosional. 

5. Penyalahgunaan alkohol atau penggunaan narkoba

Penyalahgunaan zat dapat menghambat akal sehat Anda dan membuat Anda cenderung bersedia melakukan perilaku berisiko. 

6. Obat suntik

Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan banyak infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. 

7. Berusia muda

Setengah dari pengidap penyakit menular seksual berusia di antara 15 hingga 24 tahun. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Jika riwayat seks serta tanda dan gejala saat ini menunjukkan bahwa Anda memiliki penyakit kelamin, tes laboratorium mampu mengidentifikasi penyebabnya dan mendeteksi masalah:

1. Tes darah 

Tes darah bisa memastikan diagnosis HIV atau tahap akhir sifilis.

2. Sampel urin

Beberapa STD dapat dipastikan dengan sampel urin.

3. Sampel cairan

Bila terdapat luka di daerah kelamin, tes cairan dan sampel dari luka mungkin dilakukan untuk mendiagnosis jenis infeksi.

Cairan yang keluar dari saluran uretra juga bisa digunakan dalam beberapa kasus. Tes laboratorium materi dari luka atau cairan dari daerah kelamin berguna untuk mendiagnosis sejumlah STD.

Bagaimana cara mengobati penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Perawatan yang direkomendasikan untuk menangani penyakit kelamin bervariasi, tergantung dari jenis yang Anda idap. Adalah hal penting bahwa Anda dan pasangan seksual Anda berhasil dirawat dengan tuntas. 

Jika tidak, Anda dapat menularkan infeksi bolak-balik antara diri Anda dan pasangan. Dilansir dari Healthline, berikut pengobatan yang dapat mengatasi penyakit kelamin:

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri

Seringkali, antibiotik dapat mengobati infeksi menular seksual dengan mudah. Penyakit tersebut termasuk gonore, klamidia, sifilis, dan trikomoniasis. 

Sekali Anda memulai perawatan dengan antibiotik, penting untuk mengikuti instruksi dalam resep yang diberikan dokter. Jika Anda merasa tidak sanggup mengonsumsi obat yang diresepkan, segera beri tahu dokter. 

Sebagai tambahan, penting untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga tujuh hari setelah Anda menyelesaikan perawatan antibiotik dan luka sudah sembuh. Para ahli juga menyarankan para wanita untuk melakukan pemeriksaan ulang karena mereka punya risiko tinggi untuk kembali terinfeksi. 

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus

Antibiotik tidak dapat mengatasi penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus. Beberapa infeksi virus memang tidak ada obatnya, tetapi beberapa di antaranya dapat hilang dengan sendirinya. 

Jika Anda mengidap herpes dan HIV, Anda akan diresepkan obat antivirus. Anda akan memiliki lebih sedikit kemungkinan kambuh dari herpes jika Anda melakukan terapi supresif setiap hari dengan obat antivirus. 

Obat antivirus dapat mencegah infeksi HIV selama bertahun-tahun. Namun, Anda masih mungkin membawa virus dan menularkannya ke orang lain. 

Semakin cepat Anda memulai perawatan, semakin efektif pengobatan itu. Jika Anda minum obat seperti yang diperintahkan, jumlah virus dalam tubuh Anda dapat berkurang hingga sulit terdeteksi. 

Jika Anda memiliki penyakit kelamin atau penyakit menular seksual, tanyakan kepada dokter Anda berapa lama setelah perawatan tes perlu dilakukan. Pemeriksaan ulang dapat memastikan bahwa perawatan berhasil dan Anda belum terinfeksi kembali. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi penyakit menular seksual:

  • Makan makanan sehat
  • Berhenti merokok
  • Berhenti menggunakan narkoba
  • Berolahraga
  • Melakukan seks yang lebih aman
  • Mendapatkan tes dan pengobatan untuk STD
  • Minum obat sesuai resep dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Harus Seberapa Sering Tes Penyakit Kelamin Supaya Tidak Ketularan?

    Meskipun Anda hanya berhubungan dengan suami atau istri, Anda harus tetap rutin melakukan tes penyakit kelamin. Kapan waktu terbaiknya? Cek disini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-benar Disembuhkan? Begini Jawabannya

    Klamidia sering dianggap berbahaya karena tidak sedikit orang yang mengalami penyakit ini. Namun, sebenarnya mungkinkah klamidia bisa sembuh sepenuhnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Selain Rasanya Unik, Ini 5 Khasiat Utama Sarsaparilla Bagi Kesehatan

    Sarsaparilla dikenal sebagai minuman ringan yang mirip root beer. Ternyata, sarsaparilla adalah tanaman yang memiliki segudang manfaat penting.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    3 Vaksin yang Direkomendasikan untuk Mencegah Penyakit Kelamin

    Selain harus tahu cara melakukan seks aman, Anda mungkin juga perlu mendapatkan beberapa vaksin untuk penyakit kelamin agar tidak tertular di kemudian hari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    alasan tes penyakit kelamin

    4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020
    dudukan toilet umum

    Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 19/11/2019
    hubungan seks menularkan kudis

    Awas, Hubungan Seks Ternyata Bisa Menularkan Kudis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2019
    terkena penyakit kelamin

    Sudah Sembuh dari Penyakit Kelamin, Apa Mungkin Bisa Kambuh Lagi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 13/03/2019