Penyakit Menular Seksual (Penyakit Kelamin)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Penyakit menular seksual, sering juga disebut penyakit kelamin atau sexually transmitted diseases (STD) adalah infeksi yang didapatkan dari berhubungan seks dengan seseorang yang merupakan inang agen infeksi. Ada lebih dari 20 jenis penyakit kelamin, termasuk:

  • Klamidia
  • Gonore
  • HIV/AIDS
  • HPV
  • Sifilis
  • Uretritis
  • Epididimitis
  • Infeksi vulvovagina (herpes kelamin, trikomoniasis, Candidiasis, etc.);
  • PID (penyakit radang panggul).

Terkadang, penyakit menular seksual ditularkan bukan dari aktivitas seksual, seperti dari ibu ke anak melalui kehamilan dan persalinan. Penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah atau pemakaian jarum bersama. 

Penyakit kelamin atau menular seksual tidak selalu menunjukkan gejala. Anda bisa saja tertular penyakit ini dari seseorang yang terlihat benar-benar sehat. Ia mungkin juga tidak menyadari kondisinya sendiri. 

Seberapa umum penyakit ini?

Penyakit menular seksual atau penyakit kelamin tergolong umum, tapi dalam beberapa kasus dapat menjadi lebih parah pada wanita daripada pria. Jika wanita terkena penyakit kelamin dan hamil, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi. 

Penyakit kelamin bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Tergantung dari kuman dan jenis penyakitnya, penyakit menular seksual atau penyakit kelamin dapat memiliki berbagai tanda dan gejala, tetapi juga tidak. Itu sebabnya para pengidapnya mungkin tidak mengetahui kondisi tersebut sampai mereka mengalami komplikasi atau menularkannya pada pasangan. 

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang mungkin menjadi tanda penyakit kelamin adalah:

  • Sakit atau benjolan di alat kelamin atau di area mulut atau dubur
  • Buang air kecil terasa menyakitkan atau panas
  • Penis mengeluarkan cairan
  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak biasa atau berbau aneh
  • Pendarahan vagina yang tidak wajar
  • Rasa sakit selama seks
  • Kelenjar getah bening sakit dan membengkak, khususnya di selangkangan tapi kadang-kadang lebih menyebar
  • Sakit perut bagian bawah
  • Gejala umum macam demam, lesu
  • Ruam di anggota tubuh lainnya, tangan atau kaki

Harus diketahui bahwa terdapat beberapa penyakit kelamin yang akan “bersembunyi” selama periode waktu tertentu dan mungkin hanya menunjukkan beberapa gejala ringan (contoh: 80-90% wanita dan lebih dari 50% pria penderita infeksi alat kelamin C. trachomatis tidak memiliki gejala).

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Anda aktif secara seksual dan sebelumnya pernah terpapar penyakit kelamin
  • Anda memiliki tanda dan gejala penyakit menular seksual
  • Anda akan memulai aktif secara seksual 
  • Sebelum Anda memulai berhubungan seks dengan partner baru

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh:

  • Virus macam virus HIV, hepatitis B, herpes complex, dan human papilloma virus (HPV)
  • Bakteri macam N. gonorrhea, Chlamydia trachomatis, Treponema pallidum, Mycoplasma
  • Parasit (Trichomonas)
  • Jamur macam Candida

Aktivitas seksual memainkan peran besar dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, meskipun mungkin saja ada orang yang terinfeksi tanpa kontak seksual. Dalam hal ini, contohnya virus hepatitis A, B, dan C, shigella, dan Giardia intestinalis.  

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Siapapun yang aktif secara seksual berisiko terpapar penyakit menular seksual atau penyakit kelamin. Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin tersebut:

1. Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman

Penetrasi vaginal atau anal dari pasangan yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom meningkatkan risiko penyakit menular seksual (penyakit kelamin. Penggunaan kondom yang tidak benar dan tidak konsisten juga dapat meningkatkan risiko Anda. 

Seks oral mungkin kurang berisiko, tapi infeksi masih tetap dapat menyebar jika Anda tidak menggunakan kondom. 

2. Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan

Semakin banyak orang yang melakukan hubungan seksual dengan Anda, risiko terkena penyakit menular seksual atau penyakit kelamin akan semakin tinggi. Ini juga berlaku untuk hubungan monogami yang berturut-turut. 

3. Mempunyai riwayat terkena penyakit kelamin

Pernah mengidap penyakit kelamin membuat memungkinkan Anda terkena lagi. 

4. Siapapun yang dipaksa melakukan hubungan seksual atau aktivitas seksual

Mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual merupakan hal yang sulit. Namun, adalah hal penting bagi Anda untuk segera memeriksakan kondisi pada dokter. Anda mungkin akan menerima perawatan dan dukungan emosional. 

5. Penyalahgunaan alkohol atau penggunaan narkoba

Penyalahgunaan zat dapat menghambat akal sehat Anda dan membuat Anda cenderung bersedia melakukan perilaku berisiko. 

6. Obat suntik

Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan banyak infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. 

7. Berusia muda

Setengah dari pengidap penyakit menular seksual berusia di antara 15 hingga 24 tahun. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Jika riwayat seks serta tanda dan gejala saat ini menunjukkan bahwa Anda memiliki penyakit kelamin, tes laboratorium mampu mengidentifikasi penyebabnya dan mendeteksi masalah:

1. Tes darah 

Tes darah bisa memastikan diagnosis HIV atau tahap akhir sifilis.

2. Sampel urin

Beberapa STD dapat dipastikan dengan sampel urin.

3. Sampel cairan

Bila terdapat luka di daerah kelamin, tes cairan dan sampel dari luka mungkin dilakukan untuk mendiagnosis jenis infeksi.

Cairan yang keluar dari saluran uretra juga bisa digunakan dalam beberapa kasus. Tes laboratorium materi dari luka atau cairan dari daerah kelamin berguna untuk mendiagnosis sejumlah STD.

Bagaimana cara mengobati penyakit menular seksual (penyakit kelamin)?

Perawatan yang direkomendasikan untuk menangani penyakit kelamin bervariasi, tergantung dari jenis yang Anda idap. Adalah hal penting bahwa Anda dan pasangan seksual Anda berhasil dirawat dengan tuntas. 

Jika tidak, Anda dapat menularkan infeksi bolak-balik antara diri Anda dan pasangan. Dilansir dari Healthline, berikut pengobatan yang dapat mengatasi penyakit kelamin:

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri

Seringkali, antibiotik dapat mengobati infeksi menular seksual dengan mudah. Penyakit tersebut termasuk gonore, klamidia, sifilis, dan trikomoniasis. 

Sekali Anda memulai perawatan dengan antibiotik, penting untuk mengikuti instruksi dalam resep yang diberikan dokter. Jika Anda merasa tidak sanggup mengonsumsi obat yang diresepkan, segera beri tahu dokter. 

Sebagai tambahan, penting untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga tujuh hari setelah Anda menyelesaikan perawatan antibiotik dan luka sudah sembuh. Para ahli juga menyarankan para wanita untuk melakukan pemeriksaan ulang karena mereka punya risiko tinggi untuk kembali terinfeksi. 

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus

Antibiotik tidak dapat mengatasi penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus. Beberapa infeksi virus memang tidak ada obatnya, tetapi beberapa di antaranya dapat hilang dengan sendirinya. 

Jika Anda mengidap herpes dan HIV, Anda akan diresepkan obat antivirus. Anda akan memiliki lebih sedikit kemungkinan kambuh dari herpes jika Anda melakukan terapi supresif setiap hari dengan obat antivirus. 

Obat antivirus dapat mencegah infeksi HIV selama bertahun-tahun. Namun, Anda masih mungkin membawa virus dan menularkannya ke orang lain. 

Semakin cepat Anda memulai perawatan, semakin efektif pengobatan itu. Jika Anda minum obat seperti yang diperintahkan, jumlah virus dalam tubuh Anda dapat berkurang hingga sulit terdeteksi. 

Jika Anda memiliki penyakit kelamin atau penyakit menular seksual, tanyakan kepada dokter Anda berapa lama setelah perawatan tes perlu dilakukan. Pemeriksaan ulang dapat memastikan bahwa perawatan berhasil dan Anda belum terinfeksi kembali. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi penyakit menular seksual:

  • Makan makanan sehat
  • Berhenti merokok
  • Berhenti menggunakan narkoba
  • Berolahraga
  • Melakukan seks yang lebih aman
  • Mendapatkan tes dan pengobatan untuk STD
  • Minum obat sesuai resep dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Banyak yang khawatir kalau dudukan toilet umum bisa membuat orang tertular penyakit kelamin, sebab dudukan ini telah dipakai banyak orang. Benarkah begitu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Awas, Hubungan Seks Ternyata Bisa Menularkan Kudis

Tak banyak yang tahu bahwa pasangan yang menderita kudis bisa menularkan penyakitnya melalui hubungan seks. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dermatologi, Health Centers 17 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Sudah Sembuh dari Penyakit Kelamin, Apa Mungkin Bisa Kambuh Lagi?

Anda mungkin pernah terkena penyakit kelamin, tapi sekarang Anda sudah berhasil mengobatinya. Namun, apakah penyakit ini bisa kambuh lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-benar Disembuhkan? Begini Jawabannya

Klamidia sering dianggap berbahaya karena tidak sedikit orang yang mengalami penyakit ini. Namun, sebenarnya mungkinkah klamidia bisa sembuh sepenuhnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
alasan tes penyakit kelamin

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit