Selain Infeksi Menular Seksual, Ini Dampaknya Jika Sering Gonta-ganti Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/04/2019
Bagikan sekarang

Kecenderungan untuk gonta-ganti pasangan seksual merupakan satu dari sekian banyak faktor risiko infeksi menular seksual. Namun, ini bukanlah satu-satunya dampak buruk dari perilaku tersebut. Terdapat sejumlah dampak biologis maupun psikologis yang dihadapi oleh orang-orang yang menjalaninya, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Apa dampak dari kebiasaan gonta-ganti pasangan seksual?

Memiliki lebih dari satu pasangan dapat berimbas pada kesehatan fisik maupun psikis Anda, misalnya:

1. Meningkatkan risiko HIV

Risiko penularan HIV lebih tinggi pada orang-orang yang yang berhubungan seksual dengan lebih dari dari satu pasangan. Semakin banyak pasangan yang Anda miliki, maka semakin besar kemungkinan salah satu di antaranya telah terinfeksi HIV dan tidak menyadarinya.

Untuk menurunkan angka infeksi HIV, CDC menyarankan agar setiap orang hanya berhubungan seksual dengan satu orang pasangan. Tindakan pencegahan juga dapat dilakukan saat Anda berhubungan seksual, yakni dengan menggunakan kondom serta melakukan aktivitas seksual yang memiliki risiko penularan lebih kecil dibandingkan seks anal atau vaginal.

2. Meningkatkan risiko infeksi menular seksual

Orang-orang yang sering gonta-ganti pasangan juga tidak luput dari risiko penularan infeksi menular seksual. CDC memperkirakan setidaknya 19 juta kasus baru infeksi menular seksual terjadi setiap tahun. Penyakit yang paling banyak muncul adalah gonorrhea, sifilis, dan infeksi jamur klamidia. Namun, yang paling umum di antaranya adalah infeksi human papillomavirus (HPV).

Infeksi menular seksual tidak boleh dianggap sebelah mata karena penyakit ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Infeksi HPV bahkan diketahui berhubungan erat dengan kanker serviks, mulut, dan kerongkongan. Parahnya lagi, kebanyakan orang yang telah terinfeksi HPV biasanya tidak menyadarinya hingga gejala penyakit muncul.

3. Memicu perilaku berisiko

Sebuah penelitian jangka-panjang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan psikologis, jumlah pasangan, kecenderungan melakukan perilaku berisiko, dan penyalahgunaan zat adiktif.

Hasilnya, orang yang sering gonta-ganti pasangan diketahui cenderung lebih mudah ketergantungan terhadap zat adiktif. Risikonya pun turut meningkat seiring bertambahnya jumlah pasangan seksual.

Jumlah pasangan seksual memang tidak secara langsung memicu perilaku berisiko, tapi keduanya saling berkaitan. Tipe hubungan seperti ini berpotensi menimbulkan rasa tidak puas pada orang yang menjalaninya.

Akhirnya, mereka melakukan perilaku berisiko seperti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan untuk mengalihkan diri. Selain itu, jika promiskuitas dikombinasi dengan perilaku berisiko lainnya seperti merokok, minum alkohol, penggunaan obat terlarang, kurang tidur dan pola makan yang buruk, maka dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kronis, salah satunya penyakit jantung.

4. Memicu depresi dan kekerasan dalam hubungan

Kecenderungan untuk gonta-ganti pasangan berpotensi membuat Anda melakukan hal-hal yang lebih berisiko dan berbahaya. Siklus ini akan terus berjalan dan mengakibatkan rasa rendah diri, ketidakharmonisan dalam hubungan, bahkan depresi. Memiliki lebih dari satu pasangan juga akan membuat Anda kesulitan mempertahankan hubungan yang Anda jalani.

Sejumlah penelitian turut sepakat bahwa orang-orang yang menjalani hubungan jangka panjang yang sehat dengan satu pasangan bisa menikmati hubungannya dengan lebih baik. Risiko kekerasan dalam hubungan pun lebih kecil dibandingkan orang-orang yang menjalani hal sebaliknya.

Apa pun alasannya, kebiasaan gonta-ganti pasangan adalah perilaku berisiko yang perlu dihindari. Perilaku ini tidak hanya merugikan secara emosional, tapi juga berpotensi menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang berbahaya. Jika Anda pernah terlibat situasi yang memungkinkan Anda untuk memiliki lebih dari satu pasangan, yuk, jadilah lebih bijak dengan tetap setia pada satu orang pasangan saja.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menyampaikan Bahwa Anak Anda Terkena HIV

Bila anak terkena HIV dari orang tuanya, perlukah orang tua memberi tahu hal tersebut ke anak? Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Banyak yang khawatir kalau dudukan toilet umum bisa membuat orang tertular penyakit kelamin, sebab dudukan ini telah dipakai banyak orang. Benarkah begitu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri

Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/03/2020
gaya hidup depresi

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020
komplikasi osteoporosis

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 09/01/2020