Bagaimana Radiasi Bisa Menyembuhkan Kanker?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/01/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker masih menjadi penyakit yang paling ditakutkan oleh sebagian besar masyarakat. Diketahui bahwa dalam dua dekade terakhir, penyakit kanker telah meningkat sebanyak 70%. Bahkan menurut data WHO ada sebanyak 14 juta kasus kanker baru, dan 8,2 juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2012. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang medis, pasien yang berhasil sembuh dari kanker juga semakin meningkat.

Hampir setengah dari pasien kanker disarankan untuk melakukan radioterapi dalam pengobatannya. Tetapi, biasanya pasien kanker takut jika harus menjalani radioterapi, karena mereka beraggapan bahwa radiasi itu berbahaya atau berhubungan dengan nuklir, atau bahkan bisa membuat tubuh menjadi radioaktif. Tetapi, apakah itu benar? Bagaimana sebenarnya cara radioterapi membunuh penyakit kanker? Apakah radioterapi menimbulkan dampak buruk?

Apa itu pengobatan radioterapi?

Radioterapi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi paling sering digunakan untuk mengobati pasien kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien non-kanker, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

BACA JUGA: 4 Cara Meringankan Rasa Mual Akibat Pengobatan Kanker

Bagaimana cara kerja radioterapi dalam melawan kanker?

Dalam keadaan normal dan sehat, sel di dalam tubuh akan berkembang dengan cara membelah diri. Pada pasien yang mengalami kanker, sel kanker juga melakukan pembelahan diri, namun dalam tempo yang sangat cepat dan tidak normal. Hal ini diakibatkan oleh DNA yang ada di dalam sel normal bermutasi kemudian menjadi sel kanker, sehingga sel-sel tersebut berkembang secara abnormal.

Radioterapi bekerja dengan cara merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker, sehingga sel tidak lagi bisa berkembang dan bahkan mati. Sel-sel yang normal juga dapat terpengaruh terhadap radioterapi, tetapi efek samping yang ditimbulkan akan hilang jika sudah tidak melakukan terapi. Tidak seperti kemoterapi yang mempengaruhi seluruh bagian tubuh karena menggunakan aliran darah sebagai perantaranya, radioterapi adalah pengobatan lokal yang bertujuan untuk menurunkan jumlah sel kanker tanpa harus merusak sel-sel serta jaringan yang ada di sekitar sel kanker.

BACA JUGA: Kenapa Harus Olahraga Meski Sedang Pengobatan Kanker?

Apa efek samping dari radioterapi?

Radioterapi bisa bekerja sendiri dalam melawan kanker, tetapi juga bisa diiringi dengan pengobatan kanker lain seperti kemoterapi atau operasi. Hal ini tergantung dengan seberapa parah kanker yang diderita dan bagian tubuh mana yang terkena kanker. Karena jika radioterapi dilakukan bersama dengan metode lain, maka sel kanker akan lebih mudah dan cepat untuk dihilangkan dari tubuh.

Tetapi radioterapi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker atau sel normal yang sedang tumbuh. Untuk membuatnya mati dan tidak tumbuh kembali, maka dibutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan minggu. Jaringan normal yang sering kali terkena dampak radiasi adalah jaringan tubuh yang melakukan pembelahan secara terus-menerus, seperti kulit, beberapa jaringan dalam sistem pencernaan, serta sumsum tulang. Oleh karena itu, efek samping akan timbul beberapa waktu setelah melakukan radioterapi.

Dampak yang paling sering dialami pasien yang melakukan radioterapi adalah:

Masalah pada kulit. Banyak pasien yang melakukan radioterapi mengalami kulit kering, gatal-gatal, serta mengelupas. Masalah ini muncul setelah beberapa minggu menjalani radioterapi.

Kelelahan. Pasien akan merasa kelelahan sepanjang hari. Tingkat kelelahan yang timbul tergantung dengan seberapa banyak dosis radiasi yang diberikan serta apakah melakukan metode pengobatan lain atau tidak.

Dampak jangka panjang. Sebagian besar dampak atau efek samping yang muncul akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh telah melakukan perbaikan jaringan sehabis melakukan radioterapi. Tetapi terkadang efek samping ini timbul kembali di kemudian hari.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Kemoterapi Melawan Kanker?

Apakah radioterapi aman dilakukan?

Ya, tentu saja radioterapi aman dilakukan dan justru sangat membantu tim medis untuk menghilangkan sel kanker serta mempercepat pengobatan. Terapi ini telah berhasil dilakukan untuk menyembuhkan pasien kanker selama kurang lebih 100 tahun.

Radioterapi penting dilakukan untuk menurunkan tingkat risiko kambuhnya kanker di kemudian hari. Jika memang Anda diharuskan untuk melakukan radioterapi sebagai pengobatan kanker Anda, maka diskusikan hal ini kepada terapi atau tim medis yang menangani Anda untuk mengetahui bagaimana persiapan yang baik dalam melakukan radioterapi dan berapa kali radioterapi harus dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Para perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Berikut arti dari bercak darah saat tidak sedang haid ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit