Bagaimana Radiasi Bisa Menyembuhkan Kanker?

Oleh

Kanker masih menjadi penyakit yang paling ditakutkan oleh sebagian besar masyarakat. Diketahui bahwa dalam dua dekade terakhir, penyakit kanker telah meningkat sebanyak 70%. Bahkan menurut data WHO ada sebanyak 14 juta kasus kanker baru, dan 8,2 juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2012. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang medis, pasien yang berhasil sembuh dari kanker juga semakin meningkat.

Hampir setengah dari pasien kanker disarankan untuk melakukan radioterapi dalam pengobatannya. Tetapi, biasanya pasien kanker takut jika harus menjalani radioterapi, karena mereka beraggapan bahwa radiasi itu berbahaya atau berhubungan dengan nuklir, atau bahkan bisa membuat tubuh menjadi radioaktif. Tetapi, apakah itu benar? Bagaimana sebenarnya cara radioterapi membunuh penyakit kanker? Apakah radioterapi menimbulkan dampak buruk?

Apa itu pengobatan radioterapi?

Radioterapi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi paling sering digunakan untuk mengobati pasien kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien non-kanker, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

BACA JUGA: 4 Cara Meringankan Rasa Mual Akibat Pengobatan Kanker

Bagaimana cara kerja radioterapi dalam melawan kanker?

Dalam keadaan normal dan sehat, sel di dalam tubuh akan berkembang dengan cara membelah diri. Pada pasien yang mengalami kanker, sel kanker juga melakukan pembelahan diri, namun dalam tempo yang sangat cepat dan tidak normal. Hal ini diakibatkan oleh DNA yang ada di dalam sel normal bermutasi kemudian menjadi sel kanker, sehingga sel-sel tersebut berkembang secara abnormal.

Radioterapi bekerja dengan cara merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker, sehingga sel tidak lagi bisa berkembang dan bahkan mati. Sel-sel yang normal juga dapat terpengaruh terhadap radioterapi, tetapi efek samping yang ditimbulkan akan hilang jika sudah tidak melakukan terapi. Tidak seperti kemoterapi yang mempengaruhi seluruh bagian tubuh karena menggunakan aliran darah sebagai perantaranya, radioterapi adalah pengobatan lokal yang bertujuan untuk menurunkan jumlah sel kanker tanpa harus merusak sel-sel serta jaringan yang ada di sekitar sel kanker.

BACA JUGA: Kenapa Harus Olahraga Meski Sedang Pengobatan Kanker?

Apa efek samping dari radioterapi?

Radioterapi bisa bekerja sendiri dalam melawan kanker, tetapi juga bisa diiringi dengan pengobatan kanker lain seperti kemoterapi atau operasi. Hal ini tergantung dengan seberapa parah kanker yang diderita dan bagian tubuh mana yang terkena kanker. Karena jika radioterapi dilakukan bersama dengan metode lain, maka sel kanker akan lebih mudah dan cepat untuk dihilangkan dari tubuh.

Tetapi radioterapi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker atau sel normal yang sedang tumbuh. Untuk membuatnya mati dan tidak tumbuh kembali, maka dibutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan minggu. Jaringan normal yang sering kali terkena dampak radiasi adalah jaringan tubuh yang melakukan pembelahan secara terus-menerus, seperti kulit, beberapa jaringan dalam sistem pencernaan, serta sumsum tulang. Oleh karena itu, efek samping akan timbul beberapa waktu setelah melakukan radioterapi.

Dampak yang paling sering dialami pasien yang melakukan radioterapi adalah:

Masalah pada kulit. Banyak pasien yang melakukan radioterapi mengalami kulit kering, gatal-gatal, serta mengelupas. Masalah ini muncul setelah beberapa minggu menjalani radioterapi.

Kelelahan. Pasien akan merasa kelelahan sepanjang hari. Tingkat kelelahan yang timbul tergantung dengan seberapa banyak dosis radiasi yang diberikan serta apakah melakukan metode pengobatan lain atau tidak.

Dampak jangka panjang. Sebagian besar dampak atau efek samping yang muncul akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh telah melakukan perbaikan jaringan sehabis melakukan radioterapi. Tetapi terkadang efek samping ini timbul kembali di kemudian hari.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Kemoterapi Melawan Kanker?

Apakah radioterapi aman dilakukan?

Ya, tentu saja radioterapi aman dilakukan dan justru sangat membantu tim medis untuk menghilangkan sel kanker serta mempercepat pengobatan. Terapi ini telah berhasil dilakukan untuk menyembuhkan pasien kanker selama kurang lebih 100 tahun.

Radioterapi penting dilakukan untuk menurunkan tingkat risiko kambuhnya kanker di kemudian hari. Jika memang Anda diharuskan untuk melakukan radioterapi sebagai pengobatan kanker Anda, maka diskusikan hal ini kepada terapi atau tim medis yang menangani Anda untuk mengetahui bagaimana persiapan yang baik dalam melakukan radioterapi dan berapa kali radioterapi harus dilakukan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca