Hipoglikemia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah tubuh (glukosa) terlalu rendah, yaitu di bawah 70mg/dL. Orang dengan penyakit diabetes lebih rentan mengalami kondisi ini karena mereka sering menggunakan insulin buatan atau obat-obatan tertentu untuk menurunkan kadar gula di darah.

Meski seringkali dikaitkan dengan penderita diabetes, gula darah rendah juga bisa terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes. Terdapat dua jenis gula darah rendah non-diabetes, yaitu:

  1. Hipoglikemia reaktif, yaitu gula darah rendah yang terjadi dalam beberapa jam setelah makan.
  2. Hipoglikemia puasa, yaitu gula darah rendah yang tidak terkait dengan makan. Umumnya berkaitan dengan suatu penyakit, seperti penggunaan obat (salisilat, antibiotik golongan sulfa atau quinine), alkohol, penyakit hati, ginjal, dan jantung yang berat, insulinoma, dan hormon glukagon yang rendah.

Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan masalah serius. Sebaliknya, penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengembalikan kadar gula darah rendah kembali ke kisaran normal.

Seberapa umum kondisi ini?

Hipoglikemia adalah kondisi yang umum. Meski sering dikaitkan dengan orang yang memiliki riwayat diabetes, namun gula darah rendah juga dapat dialami pada orang yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Anda bisa mengendalikan gejala hipoglikemia dengan mengurangi faktor risiko penyebab hipoglikemia. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & Gejala

Apa saja gejala hipoglikemia?

Jika kadar gula darah terlalu rendah, tubuh Anda tentu akan memunculkan reaksi. Beberapa tanda dan gejala hipoglikemia adalah:

  • Irama jantung yang tidak teratur atau jantung berdebar-debar
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Mengantuk
  • Merasa lapar
  • Kulit pucat
  • Hilang keseimbangan
  • Kliyengan
  • Gelisah
  • Berkeringat
  • Badan gemetar
  • Sensasi kesemutan di sekitar mulut
  • Mudah marah
  • Sulit untuk berkonsultasi

Ketika gula darah rendah tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, maka gejalanya akan semakin memburuk. Tanda dan gejala gula darah rendah yang memburuk termasuk:

  • Kebingungan
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Berperilaku seperti orang mabuk
  • Hilang kesadaran

Beberapa tanda dan gejala hipoglikemia lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa memiliki salah satu gejala hipoglikemua tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika:

  • Mengalami salah satu atau lebih gejala hipoglikemia yang sudah disebutkan di atas tapi tidak memiliki penyakit diabetes
  • Punya diabetes dan gejala hipoglikemia tidak membaik meski sudah diberi pengobatan awal, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang manis.
  • Memiliki penyakit diabetes dan riwayat gula darah rendah berulang, kemudian memunculkan gejala hipoglikemia berat hingga kehilangan kesadaran.

Jika gejala gula dara rendah terjadi secara berulang dan menetap, ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang berujung pada kejang, koma, hingga bahkan kematian.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki tanda atau gejala gula darah rendah yang tercantum di atas atau ingin bertanya, konsultasikan ke dokter. Setiap tubuh berfungi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipoglikemia?

Penyebab hipoglikemia pada orang dengan diabetes

Hipoglikemia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa) Anda turun terlalu rendah. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi, yang paling umum adalah efek samping obat yang digunakan untuk mengobati diabetes.

Jika Anda menggunakan suntik insulin yang melebihi dosis atau justru terlalu banyak mengonsumsi obat diabetes, hal tersebut pada akhirnya memicu pelepasan insulin secara berlebihan. Akibatnya, kadar gula darah Anda turun terlalu rendah, sehingga terjadilah hipoglikemia.

Meski Anda sudah menggunakan suntik insulin dengan dosis yang sesuai, Anda bisa saja mengalami penurunan gula darah. Biasanya ini terjadi ketika Anda makan terlalu sedikit, menunda makan, atau bahkan tidak makan sama sekali selama seharian.

Selain itu, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi dengan asupan makanan yang tepat juga dapat menyebabkan gula darah Anda rendah.

Penyebab hipoglikemia pada orang non-diabetes

Beberapa penyebab hipoglikemia pada orang yang tidak memiliki diabetes di antaranya:

  • Obat-obatan. Mengonsumsi obat-obatan diabetes miliki orang lain tanpa sengaja bisa menyebabkan penurunan gula darah. Mengonsumsi obat antibiotik golongan sulfa atau quinine juga bisa jadi penyebab hipoglikemia, terutama pada anak-anak atau orang dengan gagal ginjal.
  • Minum alkohol berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol saat perut kosong dapat menghambat organ hati untuk melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah. Akibatnya, terjadilah penurunan kadar gula darah.
  • Kondisi medis tertentu. Penyakit hati dan ginjal dapat menjadi penyebab hipoglikemia. Selain itu, gangguan makan anoreksia nervosa juga dapat menjadi penyebab hipoglikemia. Pasalnya, gangguan makan ini dapat menyebabkan  glukoneogenesis, yaitu penipisan zat yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilakan glukosa. Akibatnya, terjadilah gula darah rendah.
  • Produksi insulin yang berlebih oleh pankreas. Tumor pankreas (insulinoma), obesitas, dan makan karbohidrat terlalu banyak, dapat menyebabkan tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang berlebih. Hal ini menyebabkan penurunan gula darah.
  • Gangguan hormon. Gangguan tertentu pada kelenjar adrenal dan kelenjar pituitari dapat menyebabkan berkurangnya hormon yang mengatur produksi glukosa.
  • Puasa. Hipoglikemia bisa terjadi ketika Anda dalam keadaan puasa, telat makan, atau tidak makan sama sekali dalam seharian.
  • Setelah makan makanan manis. Jika Anda makan makanan yang terlalu manis atau terlalu banyak mengandung karbohidrat (makanan yang nilai indeks glikemiknya tinggi), kadar gula darah akan meningkat terlalu tinggi sehingga hormon insulin banyak dikeluarkan. Akibatnya, penurunan gula darah akan terjadi dalam waktu yang singkat dan penurunannya bisa cukup drastis.

Mungkin ada beberapa penyebab hipoglikemia yang tidak disebutkan di atas. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena hipoglikemia?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena hipoglikemia adalah:

Mungkin ada beberapa faktor risiko penyebab gula darah rendah yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko penyebab gula darah rendah lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Kenali tanda dan gejala hipoglikemia sejak dini karena gula darah rendah yang tidak dapat diobati dapat menyebabkan:

  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Kematian

Hipoglikemia juga dapat membuat Anda:

  • Terjatuh
  • Cedera
  • dan kecelakaan saat berkendara

Oleh sebab itu, jika Anda mencurigai mengalami beberapa gejala hipoglikemia seperti yang sudah disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis. Penangan yang cepat dapat menurunkan risiko Anda terkena komplikasi serius dari penyakiit ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis hipoglikemia?

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis hipoglikemia adalah cek gula darah menggunakan alat pengukur kadar gula. Cara ini tidak hanya berlaku bagi orang dengan diabetes saja, Anda yang tidak memiliki riwayat penyakit ini pun bisa melakukannya.

Alat ini bisa Anda beli di apotek dan digunakan sendiri di rumah. Normalnya, kadar gula gula darah puasa (GDP) di bawah 108 mg/dl dan gula darah 2 jam setelah makan di bawah 140 mg/dl. Sementara kadar gula dikatakan rendah apabila menunjukkan angka di bawah 70 mg/dl saat pemeriksaan.

Jika Anda memang ingin membeli alat cek gula darah agar bisa melakukan tes sendiri, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter yang menangani Anda. Pastikan bahwa Anda telah mengerti betul cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana mengambil sampel darah yang benar.

Selain cek gula darah, dokter juga mungkin akan melakukan tes darah lanjutan untuk menentukan penyebab gula darah rendah yang Anda alami. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan adalah tes fungsi hati, ginjal, kelenjar adrenal, atau pankreas.

Penting untuk mencatat tanggal, waktu, hasil tes, obat dan dosis, serta informasi diet dan olahraga setiap kali Anda melakukan cek darah. Selain itu, selalu perhatikan gejala gula darah rendah yang Anda alami.

Dokter biasanya akan mendiagnosis gula darah rendah berdasarkan informasi yang diberikan Anda, termasuk penggunaan obat dan pola gaya hidup yang dapat memengaruhi gula darah Anda.

Bagaimana mengobati hipoglikemia?

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami serangan gejala gula darah rendah, segera periksa kadar gula darah Anda dengan alat pengukur glukosa darah. Kemudian segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan kadar gula dalam tubuh sehingga gejala yang menyerang pun akan mereda. Anda bisa mengonsumsi teh manis hangat, permen, jus buah yang mengandung gula, atau tablet glukosa.

Selain itu, Anda juga disarankan mengonsumsi makanan makanan dengan indeks glikemik yang cukup tinggi seperti roti putih, nasi putih, atau sereal.  Biasanya gejala akan mereda setelah 10-20 menit. Hindarilah makan makanan berlemak, karena dapat menghambat penyerapan gula.

Setelahnya, cek kadar gula darah dalam waktu 15 menit. Apabila masih di bawah 70mg/dL, maka ulangi makan makanan berkarbohidrat seperti di atas. Setelah kadar gula darah di atas 70 mg/dL, bila waktu sarapan masih cukup lama, Anda boleh mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein seperti biskuit kacang.

Jangan lupa konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan yang lebih spesifik mengenai penanganan hipoglikemia sesuai dengan kondisi Anda.

Ingat, hipoglikemia adalah kondisi yang perlu ditangani secara cepat dan tepat. Hal ini dilakukan guna mengurangi kemungkinan komplikasi seperti kejang, kehilangan kesadaran, bahkan kematian.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hipoglikemia?

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah hipoglikemia adalah:

  • Jangan melewatkan atau menunda makan. Gula darah bisa mmenurun jika Anda secara dramatis mengubah waktu dan jumlah makanan yang Anda makan. Akibatnya, akan lebih sulit bagi Anda untuk mengendalikan kadar gula darah. Maka dari itu, patuhi jadwal sarapan, makan siang, dan makan malam.
  • Jika Anda menggunakan insulin atau obat oral diabetes, konsumsilah secara konsisten dengan dosis dan waktu yang tepat setiap harinya.
  • Rutin cek gula darah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan jika gula darah Anda berada dalam kisaran yang normal. Rutin melakukan cek gula darah juga dapat membantu mencegah memburuknya gejala diabetes, apabila Anda memiliki riwayat penyakit tersebut.
  • Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, selalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur. Pasang alarm setiap pukul 3 pagi untuk cek kembali kadar gula darah Anda, juga di pagi hari segera setelah bangun tidur.
  • Mengenali tanda dan gejala saat glukosa Anda rendah. Hal ini dapat membantu Anda dan tim perawatan kesehatan untuk menangani hipoglikemia dengan cepat dan menemukan cara untuk mencegahnya.
  • Selalu siap sedia stok camilan sehat bergizi di dalam tas untuk berjaga-jaga kala situasi darurat menghampiri. Pilih sumber makanan tinggi protein dan karbohidrat (seperti biskuit gandum oles selai kacang atau keju batangan. biskuit) untuk membantu meningkatkan kadar gula darah sebelum menurun terlalu rendah.
  • Jika Anda sedang mengemudi dan menyadari gejala awal hipoglikemia, berhenti di bahu jalan, dan segera makan makanan manis. Tunggu setidaknya 15 menit. Ulangi langkah ini jika dirasa perlu sebelum kembali mengarungi jalanan.
  • Hindari makanan yang kaya akan gula karena selain dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat tapi juga dapat menyebabkan penurunan gula darah dengan cepat pada orang dengan hipoglikemia reaktif.
  • Hindari minum alkohol secara berlebihan. Alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melepaskan glukosa. Oleh sebab itu, Anda tidak dianjurkan untuk minum alkohol secara berlebihan. Apalagi jika perut Anda dalam keadaan kosong (belum makan).

Jika Anda tidak menderita diabetes tetapi mengalami episode hipoglikemia berulang, makan makanan dengan porsi kecil tapi sering setiap hari adalah langkah sementara untuk membantu mencegah kadar gula darah Anda menurun terlalu rendah. Namun, pendekatan ini bukanlah strategi jangka panjang yang disarankan. Konsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab hipoglikemia.

Jika ingin bertanya tentang gula darah rendah lebih lengkap, lakukanlah konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan menjelaskan secara rinci dan memberikan solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Agustus 23, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 23, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca