backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Apakah Semua Orang Diabetes Membutuhkan Suntik Insulin?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 19/04/2021

    Apakah Semua Orang Diabetes Membutuhkan Suntik Insulin?

    Penyakit diabetes melitus terjadi ketika kadar gula darah naik dari batas normal. Kenaikan gula darah ini berkaitan dengan gangguan produksi dan kerja hormon insulin, yaitu hormon yang membantu penyerapan gula darah (glukosa) menjadi energi. Itu sebabnya, terkadang suntik insulin mungkin diperlukan bagi orang kencing manis untuk menggantikan fungsi insulin alami. Lantas, apakah semua orang yang diabetes membutuhkan suntik insulin? Jika iya, apakah harus suntik seumur hidup?

    Siapa yang perlu melakukan suntik insulin untuk diabetes?

    Umumnya, orang yang harus menggunakan suntik insulin adalah mereka yang memiliki diabetes tipe 1.

    DM tipe 1 disebabkan kondisi autoimun yang membuat sel-sel dalam pankreas yang memproduksi insulin menjadi rusak.

    Itu sebabnya, suntik insulin adalah keharusan bagi mereka yang mengalami DM tipe 1. Terapi insulin ini biasanya dilakukan dengan penggunaan jarum suntik atau pompa insulin.

    Tak hanya DM tipe 1, mereka yang mengalami komplikasi diabetes juga dianjurkan untuk melakukan suntik insulin.

    Orang dengan komplikasi membutuhkan pemulihan kondisi gula darah yang lebih cepat sehingga membutuhkan bantuan insulin. 

    Orang yang memiliki diabetes tipe 2 belum tentu harus menggunakan suntik insulin. Ini karena tubuh mereka sebenarnya masih dapat memproduksi insulin.

    Namun, sel-sel tubuhnyalah yang kurang peka dengan keberadaan insulin. Akibatnya, proses perubahan glukosa menjadi energi menjadi terganggu.

    Biasanya, hanya sekitar 20-30% orang DM tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin.

    Umumnya, pasien DM tipe 2 dianjurkan mengontrol kadar gula darah dengan cara penerapan pola makan sehat serta memperbanyak aktivitas fisik, seperti berolahraga.

    Terapi insulin pada penderita diabetes tipe 2 umumnya hanya diberikan jika perubahan pola hidup dan obat-obatan diabetes tak lagi mampu mengontrol kadar gula darah.

    Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang mungkin membuat Anda membutuhkan suntik insulin untuk mengendalikan diabetes, yaitu:

    1. Menggunakan obat yang menaikkan gula darah

    Bila Anda sedang mengonsumsi obat steroid, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan terapi insulin. Pasalnya, obat steroid memiliki efek samping menaikkan kadar gula darah.

    Itu sebabnya, obat penurun gula darah saja tak cukup. Biasanya, setelah obat steroid dihentikan, suntik insulin juga akan dihentikan.

    2. Memiliki berat badan berlebihan

    Diabetesi yang juga obesitas sangat mungkin dianjurkan menggunakan insulin. Ini karena mereka biasanya membutuhkan kadar insulin yang lebih banyak untuk memecah glukosa menjadi energi.

    Setelah berat badan kembali ideal, dokter mungkin akan kembali menyesuaikan dosisnya atau malah menghentikannya.

    3. Sedang mengalami penyakit infeksi akut

    Mengalami penyakit infeksi dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat. Jika itu yang terjadi, dokter umumnya akan memberikan terapi insulin bagi pasien kencing manis tipe 2.

    Namun, tak semua penyakit infeksi membuat penderita diabetes tipe 2 membutuhkan terapi insulin. Sebaiknya diskusikan dulu pada dokter.

    Apakah pasien diabetes harus suntik insulin seumur hidup?

    Kapan suntik insulin bisa dihentikan

    Dosis dan frekuensi untuk suntik insulin, antara satu orang dengan yang lainnya bervariasi.

    Menurut American Diabetes Association, umumnya penderita DM tipe 1 hanya perlu 2 atau 3-4 kali suntikan insulin sehari. 

    Ada juga yang membutuhkan 4-6 kali suntik dalam satu hari, terutama ketika kondisi kesehatannya menurun misalnya karena sakit.

    Namun, bagaimana dengan lamanya? Apakah penderita diabetes harus suntik insulin seumur hidupnya?

    Banyak yang menganggap, ketika Anda sudah diresepkan insulin suntik, maka selamanya Anda harus melakukan suntik. Nyatanya, tidaklah demikian.

    Berapa lama Anda harus suntik insulin sangat tergantung dengan perkembangan kondisi masing-masing pasien.  Umumnya, penderita diabetes tipe 2 tidak harus suntik insulin seumur hidupnya.

    Beberapa dari mereka bisa lepas suntik ketika kondisinya dianggap dokter telah mampu tanpa insulin.

    Akan tetapi, banyak juga yang harus memakainya hingga bertahun-tahun akibat penyakit komplikasi diabetes yang muncul.

    Lantas, bagaimana dengan diabetesi tipe 1? Sayangnya, hingga kini terapi insulin masih menjadi pengobatan utama untuk mengontrol gula darah pada DM tipe 1.

    Tak mampunya tubuh memproduksi insulin sama sekali membuat mereka harus menggunakan insulin suntik seumur hidup.

    Harapan baru pasien diabetes tipe 1 untuk bebas suntik insulin

    Pada tahun 2013, sekelompok peneliti dari University of Geneva yang dipimpin oleh Roberto Coppari menemukan bahwa insulin bukanlah elemen vital untuk seorang diabetesi bertahan hidup.

    Mereka menemukan bahwa leptin, suatu hormon yang mengatur cadangan lemak dan nafsu makan, dapat membantu orang diabetes terbebas dari suntik insulin.

    Dengan leptin, mereka yang memiliki kekurangan insulin mampu bertahan dengan kadar gula yang juga stabil.

    Terdapat dua manfaat yang diberikan oleh leptin, yaitu tidak memicu penurunan kadar gula darah sampai di bawah normal sehingga menyebabkan hipoglikemia dan memiliki efek lipolitik alias menghancurkan lemak.

    Sayangnya, untuk saat ini penggunaan leptin sebagai cara mengatasi diabetes masih terbatas pada pengujian di laboratorium saja.

    Namun, penemuan ini membuka peluang penderita diabetes tipe 1 untuk bisa terbebas dari suntik insulin seumur hidup. 

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 19/04/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan