Apakah Semua Orang Diabetes Membutuhkan Suntik Insulin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit diabetes melitus terjadi ketika kadar gula darah naik dari batas normal. Kenaikan gula darah ini berkaitan dengan gangguan produksi dan kerja hormon insulin, yaitu hormon yang membantu penyerapan gula darah (glukosa) menjadi energi. Itu sebabnya, terkadang suntik insulin mungkin diperlukan bagi orang kencing manis untuk menggantikan fungsi insulin alami. Lantas, apakah semua orang yang diabetes membutuhkan suntik insulin? Jika iya, apakah harus suntik seumur hidup?

Siapa yang perlu melakukan suntik insulin untuk diabetes?

Umumnya, orang yang harus menggunakan suntik insulin adalah mereka yang memiliki diabetes tipe 1. DM tipe 1 disebabkan kondisi autoimun yang membuat sel-sel dalam pankreas yang memproduksi insulin menjadi rusak.

Itu sebabnya, suntik insulin adalah keharusan bagi mereka yang mengalami DM tipe 1. Terapi insulin ini biasanya dilakukan dengan penggunaan jarum suntik atau pompa insulin.

Tak hanya DM tipe 1, mereka yang mengalami komplikasi diabetes juga dianjurkan untuk melakukan suntik insulin. Orang dengan komplikasi membutuhkan pemulihan kondisi gula darah yang lebih cepat sehingga membutuhkan bantuan insulin. 

Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1

Orang yang memiliki diabetes tipe 2 belum tentu harus menggunakan suntik insulin. Ini karena tubuh mereka sebenarnya masih dapat memproduksi insulin. Namun, sel-sel tubuhnyalah yang kurang peka dengan keberadaan insulin. Akibatnya, proses perubahan glukosa menjadi energi menjadi terganggu.

Biasanya, hanya sekitar 20-30% orang DM tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin. Umumnya, pasien DM tipe 2 dianjurkan mengontrol kadar gula darah dengan cara penerapan pola makan sehat serta memperbanyak aktivitas fisik, seperti berolahraga.

Terapi insulin pada penderita diabetes tipe 2 umumnya hanya diberikan jika perubahan pola hidup dan obat-obatan diabetes tak lagi mampu mengontrol kadar gula darah.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang mungkin membuat Anda membutuhkan suntik insulin untuk mengendalikan diabetes, yaitu:

1. Menggunakan obat yang menaikkan gula darah

Bila Anda sedang mengonsumsi obat steroid, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan terapi insulin. Pasalnya, obat steroid memiliki efek samping menaikkan kadar gula darah. Itu sebabnya, obat penurun gula darah saja tak cukup. Biasanya, setelah obat steroid dihentikan, suntik insulin juga akan dihentikan.

2. Memiliki berat badan berlebihan

Diabetesi yang juga obesitas sangat mungkin dianjurkan menggunakan insulin. Ini karena mereka biasanya membutuhkan kadar insulin yang lebih banyak untuk memecah glukosa menjadi energi.

Setelah berat badan kembali ideal, dokter mungkin akan kembali menyesuaikan dosisnya atau malah menghentikannya.

3. Sedang mengalami penyakit infeksi akut

Mengalami penyakit infeksi dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat. Jika itu yang terjadi, dokter umumnya akan memberikan terapi insulin bagi pasien kencing manis tipe 2.

Namun, tak semua penyakit infeksi membuat penderita diabetes tipe 2 membutuhkan terapi insulin. Sebaiknya diskusikan dulu pada dokter.

Apakah pasien diabetes harus suntik insulin seumur hidup?

Kapan suntik insulin bisa dihentikan

Dosis dan frekuensi untuk suntik insulin, antara satu orang dengan yang lainnya bervariasi. Menurut American Diabetes Association, umumnya penderita DM tipe 1 hanya perlu 2 atau 3-4 kali suntikan insulin sehari.  Ada juga yang membutuhkan 4-6 kali suntik dalam satu hari, terutama ketika kondisi kesehatannya menurun misalnya karena sakit.

Namun, bagaimana dengan lamanya? Apakah penderita diabetes harus suntik insulin seumur hidupnya?

Banyak yang menganggap, ketika Anda sudah diresepkan insulin suntik, maka selamanya Anda harus melakukan suntik. Nyatanya, tidaklah demikian.

Berapa lama Anda harus suntik insulin sangat tergantung dengan perkembangan kondisi masing-masing pasien.  Umumnya, penderita diabetes tipe 2 tidak harus suntik insulin seumur hidupnya. Beberapa dari mereka bisa lepas suntik ketika kondisinya dianggap dokter telah mampu tanpa insulin. Akan tetapi, banyak juga yang harus memakainya hingga bertahun-tahun akibat penyakit komplikasi diabetes yang muncul.

Lantas, bagaimana dengan diabetesi tipe 1? Sayangnya, hingga kini terapi insulin masih menjadi pengobatan utama untuk mengontrol gula darah pada DM tipe 1. Tak mampunya tubuh memproduksi insulin sama sekali membuat mereka harus menggunakan insulin suntik seumur hidup.

Harapan baru pasien diabetes tipe 1 untuk bebas suntik insulin

Pada tahun 2013, sekelompok peneliti dari University of Geneva yang dipimpin oleh Roberto Coppari menemukan bahwa insulin bukanlah elemen vital untuk seorang diabetesi bertahan hidup.

Mereka menemukan bahwa leptin, suatu hormon yang mengatur cadangan lemak dan nafsu makan, dapat membantu orang diabetes terbebas dari suntik insulin. Dengan leptin, mereka yang memiliki kekurangan insulin mampu bertahan dengan kadar gula yang juga stabil.

Terdapat dua manfaat yang diberikan oleh leptin, yaitu tidak memicu penurunan kadar gula darah sampai di bawah normal sehingga menyebabkan hipoglikemia dan memiliki efek lipolitik alias menghancurkan lemak.

Sayangnya, untuk saat ini penggunaan leptin sebagai cara mengatasi diabetes masih terbatas pada pengujian di laboratorium saja. Namun, penemuan ini membuka peluang penderita diabetes tipe 1 untuk bisa terbebas dari suntik insulin seumur hidup. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit