Gangguan Pendengaran

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu gangguan pendengaran?

Gangguan pendengaran adalah gangguan kesehatan di mana Anda kehilangan kemampuan untuk mendengar suara secara bertahap. Ada tiga jenis gangguan pendengaran, tergantung pada bagian yang terpengaruh, yaitu

  • Gangguan pendengaran sensorineural 

Gangguan ini terjadi apabila sel-sel pada bagian dalam telinga atau saraf auditori rusak. Kondisi ini terjadi secara alami akibat proses penuaan atau setelah cedera.

  • Gangguan pendengaran konduktif

Gangguan ini disebabkan oleh penyumbatan yang menyebabkan suara tidak dapat melewati telinga luar ke dalam telinga dalam.

  • Gangguan pendengaran campuran 

Gangguan tersebut terjadi apabila gangguan pendengaran konduktif dan gangguan pendengaran sensorineural terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Seberapa umum gangguan pendengaran?

Gangguan pendengaran adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada lansia. Gangguan pendengaran dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan pendengaran?

Gejala umum dari gangguan pendengaran adalah:

  • Kesulitan dalam mendengarkan dan mengerti kata-kata terutama pada tempat yang berisik
  • Kesulitan mendengarkan konsonan
  • Sering meminta lawan bicara untuk mengulangi kata-kata
  • Tidak dapat mendeteksi arah suara
  • Kesulitan mengikuti pembicaraan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda menyadari kehilangan kemampuan mendengarkan secara tiba-tiba
  • Anda tidak dapat mengerti keseluruhan cerita dalam pembicaraan
  • Anda merasa suara seperti teredam
  • Anda perlu untuk menaikkan volume saat menonton TV atau mendengarkan musik

Hubungi dokter Anda ketika merasakan kesulitan mendengar hingga mengganggu kegiatan sehari-hari Anda. Hal ini bisa saja terjadi karena pengaruh umur, jadi Anda mungkin tak menyadarinya dengan cepat. 

Penyebab

Bagaimana cara kerja telinga Anda?

Sebelum memahami penyebab gangguan pendengaran, Anda sebaiknya mengerti bagaimana Anda bisa mendengar. Telinga terdiri dari tiga area utama, yaitu telinga bagian luar, tengah, dan dalam. 

Gelombang suara lewat melalui telinga bagian luar dan menyebabkan getaran pada gendang telinga. Gendang telinga dan tiga tulang kecil dari telinga bagian tengah memperkuat getaran saat gelombang tersebut berjalan ke telinga bagian dalam. Getaran melewati cairan di rumah siput di bagian dalam telinga (koklea). 

Terdapat rambut halus yang terikat di sel saraf di koklea yang akan menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal elektrik yang akan ditransmisikan ke otak. Otak Anda akan mengubah sinyal tersebut menjadi suara.  

Apa penyebab gangguan pendengaran?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Kerusakan pada bagian dalam telinga

Penuaan atau suara keras yang dapat merusak rambut atau sel-sel saraf yang mengirimkan sinyal suara ke otak. Begitu sinyal tidak ditransmisikan secara sempurna, kemampuan pendengaran Anda akan menurun. Anda dapat merasakan suara meredam pada kondisi yang berisik.

  • Penumpukan kotoran telinga secara bertahap

Kotoran telinga berlebih dapat menghambat saluran telinga dan pergerakan gelombang suara. Membersihkan kotoran telinga Anda dapat memperbaiki pendengaran. 

  • Infeksi telinga, pertumbuhan tulang yang abnormal serta tumor

Pertumbuhan tulang atau tumor pada telinga bagian luar dan tengah bisa menyebabkan gangguan pendengaran. 

  • Gendang telinga yang robek 

Kondisi ini terjadi akibat suara yang berisik. Perubahan tekanan secara mendadak atau gendang telinga tertusuk dengan benda yang dapat mempengaruhi kemampuan pendengaran Anda.

Faktor-faktor risiko

Faktor risiko

Ada banyak faktor risiko untuk gangguan pendengaran, yaitu:

  • Usia

Degenerasi pada struktur telinga bagian dalam terjadi seiring dengan berjalannya waktu. 

  • Suara kencang

Paparan suara kencang bisa merusak sel-sel di telinga bagian dalam Anda. Kerusakan bisa terjadi dengan paparan jangka panjang dari suara kencang, atau dari suara ledakan singkat, seperti suara tembakan. 

  • Keturunan

Faktor genetik mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap kerusakan telinga atau gangguan pendengaran atau kerusakan akibat penuaan. 

  • Suara di tempat kerja

Pekerjaan di mana suara bising merupakan bagian umum dari lingkungan pekerjaan, seperti pertanian, konstruksi atau pekerjaan pabrik, dapat menyebabkan kerusakan di telinga bagian dalam. 

  • Suara rekreasi

Paparan terhadap suara ledakan, seperti senjata api dan mesin jet, dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Kegiatan rekreasi lainnya dengan tingkat kebisingan yang sangat tinggi, termasuk mendengarkan musik terlalu keras. 

  • Beberapa pengobatan 

Beberapa pengobatan, seperti antibiotik, sildenafil (Viagra) dan obat kemoterapi tertentu, bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam. Efek sementara pada pendengaran Anda, dering di telinga (tinnitus) atau gangguan pendengaran, bisa terjadi jika Anda mengonsumsi aspirin dosis tinggi, penghilang rasa sakit, obat antimalaria atau loop diuretik. 

  • Beberapa penyakit

Gangguan atau penyakit yang mengakibatkan demam tinggi, seperti meningitis, bisa merusak koklea. 

Komplikasi 

Gangguan pendengaran bisa menyebabkan efek signifikan pada kualitas hidup Anda. Kondisi ini bisa menumbuhkan rasa depresi pada lansia karena kehilangan pendengaran bisa menyulitkan percakapan dan membuat Anda merasa terisolasi. Kondisi itu juga bisa mengakibatkan penurunan kognitif. 

Hubungan antara kehilangan pendengaran, penurunan kognitif, depresi, dan isolasi tengah diteliti secara aktif. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengobati gangguan pendengaran punya efek positif pada kinerja kognitif, terutama memori.

Pencegahan

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa mencegah dan mengurangi resiko kehilangan pendengaran akibat usia:

  • Lindungi telinga Anda

Batasi durasi dan intensitas paparan telinga Anda terhadap suara merupakan cara terbaik. Saat bekerja, penutup telinga plastik atau penutup telinga yang diisi gliserin dapat melindungi Anda dari gangguan pendengaran. 

Ketika Anda berada di tempat bising, seperti menonton konser musik, cobalah menjauh setiap 15 menit. Selain itu, beristirahatlah dari kebisingan selama 18 jam sebagai pemulihan setelah mendengarkan suara keras. 

Suara bising diukur dalam satuan desibel: semakin tinggi angkanya, semakin bising suaranya. Suara apapun di atas 85dB bisa membahayakan pendengaran Anda, terlebih jika Anda terpapar dalam waktu yang lama. 

  • Lakukan pemeriksaan pada telinga Anda

Lakukan pemeriksaan telinga rutin, khususnya ketika Anda bekerja di lingkungan yang bising. Jika Anda mulai kehilangan pendengaran, Anda bisa mengambil langkah untuk menghindari kemungkinan buruk yang lain. 

Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran, misalnya satu tahun sekali, jika Anda punya risiko tinggi mengidap gangguan pendengaran, seperti musisi atau pekerja di lingkungan bising. 

  • Hindari risiko rekresional

Aktivitas, seperti mengendarai mobil salju, berburu, atau menonton konser musik rock bisa merusak telinga Anda seiring dengan berjalannya waktu. Kenakan pelindung pendengaran atau beristirahatlah dari kebisingan untuk melindungi telinga Anda. Mengecilkan musik juga bisa membantu menurunkan risiko gangguan pendengaran.  

Jangan mendengarkan musik dengan 60% volume maksimal. Menggunakan earphones atau headphones selama lebih dari satu jam juga tidak disarankan. Beristirahatlah paling tidak lima menit setiap satu jam. 

Diagnosis

Bagaimana gangguan pendengaran didiagnosis?

Dokter akan menanyakan tentang gejala, kapan gejala muncul, dan apakah Anda baru saja mendengar suara yang kencang. Dokter juga dapat menanyakan tentang lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja untuk menemukan sumber suara yang menyebabkan kehilangan pendengaran. Beberapa tes dapat dilakukan untuk mencari bagian yang rusak pada telinga untuk penanganan yang tepat.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melihat bagian dalam telinga untuk mendeteksi penyebab, seperti kotoran telinga atau infeksi. Dokter juga akan memeriksa penyebab struktural pada masalah pendengaran Anda. 

  • Tes skrining

Dokter akan menggunakan pemeriksaan berbisik. Anda akan diminta menutupi salah satu telinga untuk menguji kemampuan pendengaran Anda, serta reaksi telinga terhadap suara. Pemeriksaan ini tidak terlalu akurat. 

  • Pemeriksaan pendengaran berbasis aplikasi

Aplikasi pada ponsel bisa Anda gunakan untuk melakukan tes skrining sendiri. 

  • Tes garpu tala

Dokter akan menggunakan garpu tala untuk mendeteksi gangguan pendengaran, kemudian saraf atau bagian lain pada telinga yang rusak. Pemeriksaan ini mungkin juga akan mengungkap di mana gangguan pendengaran Anda terjadi di telinga Anda. 

  • Tes audiometri

Anda akan menggunakan earphones atau headphones dan mendengar rangkaian suara dengan nada yang berbeda, dokter akan meminta Anda menunjukkan suara tertentu. 

Pengobatan

Bagaimana mengobati gangguan pendengaran ditangani?

Tergantung pada penyebab kehilangan pendengaran Anda, dokter akan menyarankan perawatan yang tepat untuk Anda. Perawatan dapat bervariasi dari hanya mengeluarkan kotoran telinga untuk mencegah penyumbatan.

Jika Anda memiliki kerusakan yang lebih parah, dokter dapat menyarankan:

  • Menyingkirkan penyumbatan kotoran telinga

Penyumbatan kotoran telinga bisa jadi penyebab dari gangguan pendengaran. Dokter Anda akan menyingkirkan penyumbatan kotoran telinga dengan alat kecil. 

  • Prosedur operasi

Beberapa jenis gangguan pendengaran bisa diatasi dengan operasi, termasuk kelainan gendang telinga atau tulang pendengaran (ossicles). Jika Anda mengalami infeksi berulang karena cairan persisten, dokter mungkin akan memasukkan tabung kecil ke telinga Anda. 

  • Alat bantu dengar

Jika gangguan pendengaran Anda merusak telinga bagian dalam, alat bantu dengar tentu bisa membantu. Audiolog akan berdiskusi dengan Anda soal keuntungan menggunakan alat bantu dengar dan memberikan alatnya kepada Anda. 

  • Implan koklea

Jika Anda mengidap gangguan pendengaran yang lebih parah dan kurang mendapatkan manfaat dari alat bantu dengar konvensional, implan koklea bisa jadi pilihan. Cara kerjanya tak seperti alat bantu dengar yang menguatkan suara dan mengarahkannya ke saluran telinga Anda.

 Implan koklea memintas bagian yang rusak atau tidak berfungsi dari telinga bagian dalam Anda secara langsung dan merangsang saraf pendengaran. Seorang audiolog bersama dokter spesialis THT bisa mendiskusikan risiko dan keuntungan tindakan tersebut. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan pendengaran:

  • Posisikan diri Anda selama pembicaraan, menghadap lawan bicara atau matikan suara lain yang dapat mengganggu pembicaraan
  • Beri tahu teman dan keluarga Anda tentang kondisi gangguan pendengaran yang Anda alami
  • Jika Anda tidak mendengar kata-kata dengan jelas, minta lawan bicara Anda untuk mengulanginya dengan jelas
  • Gunakan alat pendukung untuk membantu Anda mendengar
  • Cari tempat yang jauh dari kebisingan untuk berbicara

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: November 6, 2019