Apa itu diseksi aorta?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu diseksi aorta?

Diseksi aorta adalah keadaan yang berbahaya di mana dinding aorta, yaitu dinding pembuluh darah utama jantung, robek dan akhirnya mengakibatkan pemisahan.

Aorta adalah pembuluh terbesar utama yang membawa darah dari jantung. Aorta terbagi menjadi beberapa bagian yaitu aorta asenden (yang mengarah ke atas), lengkungan aorta, dan aorta desenden (yang mengarah ke bawah).

Berdasarkan letak terjadinya, maka kondisi ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Tipe A, antara aorta asenden dengan lengkungan aorta.
  • Tipe B, pada aorta desenden

Seberapa umum diseksi aorta?

Diseksi aorta umumnya terjadi pada pria di umur 60 hingga 70 tahun tetapi dapat mempengaruhi orang-orang pada umur 40 tahun. Ini dapat berbahaya dan menyebabkan kematian mendadak atau gagal jantung.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diseksi aorta?

Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini datang secara tiba-tiba dengan gejala:

  • Sakit pada dada di bawah tulang dada dan merambah ke bahu, leher, lengan dan di antara bilah bahu atau di punggung.
  • Napas pendek
  • Berkeringat
  • Kebingungan
  • Pingsan
  • Gelisah
  • Tekanan darah naik
  • Detak jantung cepat
  • Terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan

Terdapat beberapa tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mendapati salah satu gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter ?

Robeknya dinding aorta dapat sangat berbahaya. Jika Anda memiliki salah satu tanda atau gejala di atas atau sakit dada yang berat, pingsan atau napas pendek secara tiba-tiba, segera konsultasikan dengan dokter Anda atau layanan medis terdekat.

Penyebab

Apa penyebab diseksi aorta?

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi dinding aorta yang robek bisa terjadi akibat tekanan darah tinggi dan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Hal ini juga dapat terjadi sehubungan dengan gangguan jaringan seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos.

Infeksi seperti sifilis juga bisa memicu aneurisma (tonjolan pada arteri) meskipun jarang terjadi, dan ini memungkinkan untuk menyebabkan pemisahan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk disektsi aorta?

Ada banyak faktor risiko untuk diseksi aorta, seperti:

  • Hipertensi
  • Aterosklerosis
  • Aneurisma
  • Katup aorta cacat
  • Penyempitan katup aorta
  • Penyakit genetik seperti, sindrom Turner, Marfan, penyakit pada hubungan jaringan (Ehlers-Darlos), dan peradangan (sel arteris besar dan sifilis).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk diseksi aorta?

Pengobatan dilakukan berdasarkan lokasi terjadinya robeknya aorta, yaitu:

  • Tipe A biasanya lebih berbahaya ketimbang tipe B, sehingga membutuhkan operasi secepatnya,
  • Tipe  B cenderung lebih mudah ditangani dan bisa diobati dengan mengonsumsi obat-obatan.

Biasanya, obat-obatan yang diberikan adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun tekanan darah.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diseksi aorta?

Jika dokter mendeteksi penyakit ini berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan medis Anda, tambahan tes dapat berupa computed tomography (CT), MRI, atau Transesophageal echocardiography.

  • Pada tes transesophageal echocardiography, dokter menempatkan alat pemeriksa pada mulut hingga kerongkongan untuk mendapatkan penglihatan dari aorta.
  • MRI menggunakan medanlahan magnetis untuk melihat aorta
  • Pada angiografi, dokter menempatkan pipa tipis pada arteri hingga ke aorta dan menyuntikkan cairan kontrascelupan untuk mengambil gambar aorta.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diseksi aorta?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah di bawah dapat membantu Anda menangani diseksi aorta:

  • Kontrol tekanan darah Anda. Kebanyakan diseksi aorta terjadi pada orang-orang dengan hipertensi jangka panjang.
  • Ikuti diet rendah garam, olahraga, dan kurangi berat badan.
  • Jangan merokok.
  • Gunakan sabuk pengaman untuk menghindari luka pada dada.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 1, 2018

Sumber