home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Bedanya Skincare Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit?

Apa Bedanya Skincare Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit?

Memilih produk perawatan untuk kulit kerap membingungkan. Apalagi, jika Anda mempunyai tipe kulit kering. Anda perlu tahu apa perbedaan produk hydrating dan moisturizing untuk kulit agar tidak salah pilih. Simak dalam ulasan berikut ini!

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing

cara mengetahui skincare cocok atau tidak

Penyebab kulit yang kering dan yang dehidrasi kerap berbeda. Kulit kering biasanya lebih disebabkan oleh kurangnya produksi sebum (minyak alami) yang bersifat genetik dan cenderung makin terlihat seiring bertambah tua.

Sementara itu, kulit yang dehidrasi disebabkan oleh kebiasaan kurang minum air, iklim yang terlalu kering atau terlalu panas, paparan sinar matahari, atau karena kurang tidur.

Siapa pun dapat mengalami dehidrasi pada kulitnya, tapi tidak semua tipe kulit adalah kering. Karena dua hal ini berbeda, produk skincare (perawatan kulit) yang dibutuhkan juga tidak sama.

Seringnya, terdapat dua jenis produk skincare berdasarkan fungsinya, yaitu hydrating dan moisturizing. Simak perbedaan produk hydrating dan moisturizing yang mencolok di bawah ini.

1. Produk hydrating untuk kulit dehidrasi

Produk skincare yang bersifat hydrating bermanfaat untuk menghidrasi kulit wajah. Produk ini juga bersifat humectant alias dapat menyerap air ke dalam kulit. Maka itu, produk hydrating biasanya digunakan jika kulit Anda dehidrasi.

Kulit dehidrasi merupakan kondisi kulit yang kurang kandungan air, sehingga tekstur kulit pun berubah. Tanda awal kulit dehidrasi yaitu ruam kemerahan pada kulit, peradangan, hingga kulit terasa gatal.

Beberapa kandungan yang biasa ditemukan pada produk hydrating yaitu hyaluronic acid, gliserin, madu, pantenol, dan kolagen. Hyaluronic acid, misalnya, dapat mempertahankan dan meningkatkan kadar air sehingga kulit kembali lembap dan kenyal.

2. Produk moisturizing untuk kulit kering

Produk bersifat moisturizing ditujukan untuk pemilik kulit kering. Kulit sebanarnya memiliki pelindung alami untuk menahan kelembapan. Namun, kulit yang kering tidak punya pelindung yang cukup kuat sehingga perlu bantuan pelembap.

Produk moisturizer atau pelembap bekerja menahan kelembapan sekaligus mencegah agar kelembapan alaminya yang tersisa tidak hilang menguap dari kulit. Jadi, bukan untuk menambah kadar air agar tetap lembap.

Biasanya, produk pelembap untuk kulit kering mempunyai kandungan seperti mineral oil, petroleum jelly, minyak zaitun, atau zinc oxide. Pilihlah produk skincare dengan kandungan yang mampu menambah kadar minyak alami di kulit.

3. Konsistensi keduanya berbeda

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing lainnya terletak pada konsistensi kandungan keduanya. Produk hydrating sebagian besar mengandung air sehingga konsistensinya pun lebih cair. Namun, konsistensi produk moisturizing lebih kental.

Bagi pemilik kulit kering, sebaiknya Anda memilih produk moisturizing skincare dengan konsistensi yang cukup kental. Melansir Healthline, pelembap dengan kandungan emolien dapat mencegah hilangnya kadar air kulit sekaligus menambah nutrisi.

Produk hydrating dan moisturizing dapat digunakan bersamaan

Walaupun terdapat perbedaan antara produk hydrating serta moisturizing, kedua produk dapat digunakan secara bersamaan. Perlu diketahui, masalah dehidrasi bisa terjadi pada jenis kulit apa pun.

Maka dari itu, menghidrasi kulit saja tidak cukup apabila tidak dikunci dengan produk pelembap. Tidak hanya untuk jenis kulit kering, kedua produk ini juga dapat diaplikasikan bagi pemilik tipe kulit berminyak.

Dehidrasi membuat kandungan air menguap bersama dengan minyak alami kulit akibat faktor lingkungan sehingga memicu kulit jadi kering. Kondisi tersebut juga akan memperburuk produksi minyak di kulit Anda.

Gunakan produk bersifat hydrating terlebih dahulu dan tunggu sampai benar-benar meresap. Setelahnya, pakailah produk bersifat moisturizing untuk menyempurnakan perawatan kulit Anda.

Apa pun produk skincare yang Anda gunakan, pilihlah yang bebas minyak (oil-free) dan tidak menyebabkan komedo (noncomedogenic) agar tidak menyumbat pori-pori.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Debara, Deanna. Hydrator vs. Moisturizer: Does It Matter for Your Skin?. (2020). Retrieved 21 April 2020, from https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/hydration-moisture

Duncan, A. (2020). Here’s How to Tell If Your Skin Is Dry or Dehydrated. Retrieved 21 April 2020, from https://www.allure.com/story/dry-vs-dehydrated-skin-whats-the-difference

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 07/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x