Microneedling, Menyulap Kulit Jadi Awet Muda dengan Jarum Halus

Microneedling, Menyulap Kulit Jadi Awet Muda dengan Jarum Halus

Selain menggunakan produk perawatan kulit atau skincare, Anda bisa mendapatkan prosedur tertentu di dokter kulit. Sekarang, banyak yang melakukan microneedling di berbagai klinik kecantikan. Apakah treatment ini aman?

Apa itu microneedling?

Microneedling adalah salah satu metode perawatan kulit dengan menusuk kulit menggunakan jarum berukuran sangat kecil.

Teknik ini menimbulkan luka kecil sehingga merangsang kolagen yang penting untuk peremajaan kulit.

Jarum ini nantinya menusuk kulit dengan dalam sehingga bisa memicu perdarahan.

Meski mengeluarkan darah, kondisi ini sudah terkendali sehingga manfaat yang didapat lebih besar daripada efek sampingnya.

Penting Anda ketahui

Perawatan estetika ini hanya boleh dilakukan oleh dokter dan dilakukan di klinik atau rumah sakit terdaftar.

Kegunaan microneedling

kegunaan microneedling

Inilah fungsi microneedling untuk kesehatan kulit.

  • Mengurangi bekas luka, termasuk keloid akibat jerawat, operasi, atau luka bakar.
  • Menyamarkan stretch mark.
  • Mengurangi garis harus dan kerutan.
  • Memudarkan melasma dan kulit menggelap akibat penyakit kulit tertentu.
  • Mengencangkan kulit kendur.

Microneedling berpotensi lebih aman daripada terapi laser bila dilakukan pada orang dengan warna kulit gelap.

Mengutip tinjauan terbitan Journal of the American Academy of Dermatology (2016), efek samping microneedling pada orang berkulit gelap tidak separah efek samping akibat laser, seperti bekas luka parut dan kehitaman.

Kelebihan microneedling

Dibandingkan treatment lainnya, ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan saat memilih microneedling. Apa saja?

  • Cocok untuk kulit sensitif dan tipis.
  • Tidak merusak lapisan terluar kulit.
  • Kulit bisa menoleransi prosedur dengan baik.
  • Pemulihan kulit setelah tindakan relatif cepat.
  • Anda bisa segera melakukan aktivitas rutin seperti biasa dalam beberapa hari.
  • Risiko efek samping berupa noda gelap dan jaringan berparut lebih rendah.

Microneedling juga bisa digabungkan dengan beberapa perawatan lain agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Sebagai contoh, Anda bisa menghilangkan bekas bopeng jerawat menggunakan microneedling sekaligus chemical peeling untuk eksfoliasi atau penyayatan kulit (subsisi).

Cara kerja microneedling

Jarum halus akan menusuk kulit sehingga menimbulkan luka kecil. Luka ini sudah terkontrol sehingga bisa segera tertutup setelah 10 menit perawatan.

Oleh karena itu, lapisan pelindung permukaan kulit pun tetap utuh.

Luka yang timbul pun akan memicu produksi kolagen dan hormon perangsang pertumbuhan.

Jadi, kulit pun akan tampak tebal dan mengisi bagian kulit yang tidak rata. Kulit pun akan semakin kencang dan lembap.

Ada beberapa merek dagang jarum yang digunakan, di antaranya Dermaroller, Dermapen, dan Derma-stamp.

Panjang jarum ini mulai dari 0,5 mm – 3 mm. Ukuran ini berguna untuk mengurangi perdarahan hebat sehingga proses penyembuhan luka pun lebih cepat.

Hal yang perlu diketahui sebelum microneedling

larangan microneedling

Anda mungkin tidak akan direkomendasikan menjalani perawatan bila mengalami kondisi berikut.

  • Jerawat yang meradang.
  • Herpes.
  • Kutil.
  • Eksim atau psoriasis.
  • Kecenderungan keloid parah.
  • Pasien dengan pengobatan penekan imun, seperti kemoterapi.
  • Pasien botoks yang ingin microneedling di area yang sama pada bagian suntikan botoks.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan microneedling treatment. Pastikan Anda tidak mengonsumsi ibuprofen atau obat oles jerawat sebelum tindakan.

Setelah itu, hindari pula menggunakan produk skincare retinoid dan yang bisa mengeksfoliasi.

Prosedur microneedling

Pertama kali, dokter akan memberikan obat bius oles sekitar 45 menit hingga 1 jam sebelum prosedur. Kulit akan mati rasa sekitar 15 – 45 menit.

Dokter akan membuat tusukan kecil menggunakan jarum yang berbentuk seperti pulpen.

Jarum ini sudah disteril sehingga tidak menimbulkan infeksi. Karena sangat kecil, Anda tidak merasakan sakit saat prosedur.

Selanjutnya, dokter akan memberikan serum, seperti serum dari darah pasien. Dokter lalu akan memutar-mutar jarum sehingga bisa meremajakan kulit secara merata.

Pada tahapan terakhir, dokter akan memberikan krim untuk mengurangi iritasi kulit. Prosedur berlangsung sekitar 2 jam.

Efek samping microneedling

Pada dasarnya, kulit bisa sembuh dengan cepat setelah perawatan ini.

Namun, ada beberapa efek samping microneedling yang mungkin timbul. Apa saja?

  • Berair dan bengkak selama fase penyembuhan.
  • Kulit kemerahan.
  • Mengelupas.
  • Jerawat ringan.
  • Milia.
  • Kulit melenting, biasanya akibat alergi akibat serum yang diberikan atau logam pada alat prosedur.
  • Infeksi bakteri atau herpes oral, kondisi ini jarang terjadi.

Efek samping bisa berlangsung selama 2 – 3 hari setelah microneedling.

Perawatan kulit setelah microneedling

Setelah microneedling, kulit masih mengalami proses pemulihan dan mungkin cenderung lebih sensitif. Untuk itu, lakukan hal-hal berikut selama seminggu pertama setelah tindakan.

  • Selalu gunakan tabir surya dan hindari terkena paparan matahari langsung.
  • Pakai pembersih muka lembut sebelum tidur.
  • Oleskan pelembap atau krim antibiotik yang telah diberikan dokter.
  • Hindari penggunaan produk skincare AHA dan retinoid.
  • Kurangi aktivitas fisik berat agar tidak berkeringat banyak.

Microneedling adalah perawatan kulit yang dilakukan dengan cara melukai kulit secara ringan menggunakan jarum kecil dan halus.

Treatment ini berguna untuk merangsang kolagen sehingga bisa meremajakan kulit dan memperbaiki teksturnya.

Tindakan ini aman untuk kulit, asal dilakukan dengan alat yang steril serta dokter yang berpengalaman.

Meskipun aman, ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak bisa mendapatkan tindakan ini, seperti memiliki keloid, jerawat meradang, dan memiliki infeksi kulit tertentu.

Untuk itu, selalu konsultasikan dengan dokter kulit sebelum melakukan treatment yang satu ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 07/10/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan