home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tes Fungsi KOH (Kalium Hidroksida)

Definisi|Prosedur|Hasil tes|Risiko
Tes Fungsi KOH (Kalium Hidroksida)

Definisi

Apa fungsi KOH (kalium hidroksida)?

Tes KOH (kalium hidroksida) adalah prosedur yang memiliki fungsi mendiagnosis infeksi jamur pada kuku. Prosedur yang cukup sederhana ini nantinya akan mengambil jaringan kuku dengan pisau bedah dan alat bantu lainnya.

Jaringan yang menjadi sampel akan diletakkan di kaca dan dicampurkan dengan larutan kalium hidroksida. Setelah itu, sampel akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat tanda-tanda dari infeksi jamur.

Selain mendeteksi kuku berjamur, tes KOH juga berfungsi untuk mengenali gejala infeksi jamur pada kulit dan rambut, yakni:

  • ruam,
  • gatal pada kulit,
  • ruam akibat penggunaan obat tertentu, dan
  • ruam yang tidak hilang selama berbulan-bulan

Pemeriksaan KOH bertujuan untuk mengkonfirmasi keberadaan jamur, termasuk dermatofita yang menjadi penyebab jamur kuku.

Siapa yang membutuhkan tes KOH?

Bagi Anda yang mengalami gejala kuku rusak, seperti adanya perubahan warna, kuku terlepas, atau menebal, sebaiknya lakukan tes KOH.

Selain untuk mendeteksi penyakit kuku, tes KOH juga memiliki fungsi untuk mengenali masalah infeksi jamur pada bagian tubuh lainnya, seperti kutu air dan infeksi pada kulit kepala.

Prosedur

Bagaimana prosedur tes KOH pada pemeriksaan jamur kuku?

Awalnya, dokter kulit akan mengumpulkan sampel kulit atau potongan kuku di bawah kuku jamuran. Bila sampel tidak dapat diambil, dokter mungkin akan menggaruk kuku dekat area terinfeksi agar potongan kuku bisa diambil.

Sampel kemudian akan diletakkan di atas kaca dengan larutan KOH dan sedikit dipanaskan. Larutan ini nantinya akan melarutkan sel kulit dan kuku, serta meninggalkan sel jamur.

Dengan begitu, sel jamur dapat terlihat di mikroskop. Selain itu, noda warna juga akan digunakan untuk memperjelas sel jamur.

Prosedur KOH umum tidak menimbulkan rasa sakit. Kulit di sekitar kuku mungkin akan terasa empuk saat dikikis, tetapi kondisi ini akan menghilang selama beberapa jam.

Apa yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan KOH?

Satu hal yang mungkin Anda rasakan setelah menjalani tes KOH adalah perasaan tidak nyaman saat sampel dikumpulkan.

Pengumpulan jaringan di bawah kuku membutuhkan waktu sekitar 1 menit dan hasilnya pun akan keluar dalam waktu 10 menit.

Anda pun dapat kembali beraktivitas seperti semula usai menjalani tes. Dokter akan berdiskusi dengan Anda tentang kondisi dan rencana pengobatan jamur kuku yang sesuai.

Ada kalanya dokter akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut bila fungsi KOH tidak menunjukkan hasil yang jelas. Selalu ikuti instruksi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hasil tes

Hasil tes KOH dibagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

Normal

Fungsi larutan KOH adalah menghancurkan sel non-jamur. Dengan begitu, dokter dapat melihat apakah ada jamur dalam cairan saat larutan KOH dan potongan kuku diperiksa melalui mikroskop.

Hasil normal akan menunjukkan bahwa tidak ada jamur dalam sampel kulit. Artinya, ruam kulit tidak disebabkan oleh infeksi jamur, melainkan kondisi lainnya.

Abnormal

Sementara itu, hasil yang tidak normal menandakan adanya jamur pada kulit Anda. Itu sebabnya, ruam kulit dan gejala kuku yang rusak mungkin disebabkan oleh infeksi jamur.

Selain itu, fungsi KOH juga memastikan adanya jamur dermatofita dan Candida albicans.

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan KOH tidak dapat mengidentifikasi jenis jamur. Namun, kebanyakan kasus menunjukkan bahwa Anda tidak perlu mengetahui secara pasti jenis jamur tersebut.

Bila hasilnya kurang meyakinkan, dokter kulit mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani biopsi kulit. Dengan begitu, dokter dapat merencanakan obat jamur kuku apa yang tepat untuk Anda dan bagaimana tingkat keparahan masalah kuku ini.

Risiko

Apa saja risiko dari tes KOH?

Kabar baiknya, tes persiapan KOH mempunyai risiko yang cukup sedikit. Anda mungkin akan mengalami perdarahan atau infeksi akibat pengikisan kulit saat sampel diambil. Namun, risiko tersebut biasanya tidak cukup mengganggu.

Setelah tes dilakukan, dokter juga akan memberikan instruksi tentang merawat area yang menjadi sampel.

Walaupun demikian, segera konsultasikan dengan dokter ketika mengalami beberapa gejala pada kuku yang terinfeksi, seperti:

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ponka, D., & Baddar, F. (2014). Microscopic potassium hydroxide preparation. Canadian family physician Medecin de famille canadien, 60(1), 57. Retrieved 24 November 2020. 

Skin Lesion KOH Exam. (2019). Medline Plus. Retrieved 24 November 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003761.htm 

Fungal Nail Infections. (2020). Center for Disease Control and Prevention. Retrieved 24 November 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/nail-infections.html 

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi pada 22/01/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x