home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kekurangan Vitamin C

Definisi kekurangan vitamin C|Tanda dan gejala|Penyebab dan faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Kekurangan Vitamin C

Definisi kekurangan vitamin C

Vitamin C merupakan jenis vitamin yang tidak dapat dihasilkan tubuh secara alami. Namun, vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh dan Anda bisa mendapatkannya dari makanan atau suplemen.

Hal ini dikarenakan vitamin C diperlukan untuk kesehatan dan perbaikan pada jaringan tubuh, termasuk tulang, kulit, dan gigi. Bila Anda kekurangan vitamin C, tubuh akan rentan terhadap penyakit dan salah satunya yaitu penyakit kudis.

Kabar baiknya, defisiensi vitamin C dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen vitamin C dan pola makan yang kaya akan vitamin ini.

Seberapa umum kondisi ini?

Kekurangan vitamin C merupakan masalah kesehatan yang termasuk langka. Namun, ada kelompok tertentu yang rentan terhadap kurangnya asupan vitamin C.

Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kekurangan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tanda dan gejala

Vitamin C memang sangat penting bagi tubuh. Bila Anda kekurangan jenis vitamin ini, tentu bisa memicu sejumlah gejala yang mengganggu. Berikut ini beberapa gejala kekurangan vitamin C yang perlu diwaspadai.

1. Kulit mudah memar

Pada saat tubuh kekurangan vitamin C biasanya akan ditandai dengan kulit yang mudah memar. Memar terjadi akibat hancurnya pembuluh darah merah kecil (kapiler) di pinggir kulit.

Asupan vitamin C yang kurang dapat menyebabkan pembuluh kapiler melemah dan pecah. Akibatnya, memar pada kulit pun muncul.

2. Proses penyembuhan luka yang lama

Vitamin C berperan penting dalam menghasilkan kolagen kulit. Kolagen berfungsi menutup luka dalam proses penyembuhan luka.

Sementara itu, defisiensi vitamin C membuat luka Anda tidak kunjung sembuh setelah berhari-hari.

3. Gusi berdarah atau sariawan

Kurangnya asupan vitamin C ternyata juga bisa menyebabkan gusi mudah berdarah atau sariawan. Pasalnya, kurangnya kolagen akibat defisiensi vitamin C tidak bekerja dengan baik dalam menjaga kesehatan gusi.

Oleh sebab itu, gusi yang rusak atau sariawan yang muncul mungkin disebabkan oleh kekurangan vitamin ini.

4. Rambut kering dan rontok

Zat besi merupakan nutrisi penting untuk memelihara kesehatan rambut. Di lain sisi, vitamin C berguna dalam meningkatkan penyerapan zat besi.

Maka dari itu, kekurangan vitamin C menyebabkan penyerapan mineral tersebut tidak efektif.

5. Kulit kering dan kasar

Vitamin C berfungsi menjaga kesehatan kulit dari paparan sinar UV. Ada kemungkinan kulit kering dan kasar akibat paparan sinar matahari terjadi karena tubuh tidak memiliki vitamin C yang cukup untuk melawannya.

Selain itu, defisiensi vitamin ini dapat menimbulkan kulit kemerahan setelah terpapar sinar UV.

6. Mimisan

Tahukah Anda bahwa sekitar 90% darah yang keluar akibat mimisan berasal dari pembuluh kapiler di hidung? Artinya, pembuluh kapiler yang melemah sangat mungkin terjadi karena asupan vitamin C yang kurang.

Akibatnya, darah pun keluar dari hidung atau biasa disebut dengan mimisan.

7. Mudah sakit

Salah satu manfaat vitamin C yang dapat diperoleh tubuh yakni meningkatkan sistem imun tubuh. Bila sistem kekebalan menguat, risiko terhadap berbagai penyakit pun ikut berkurang.

Jika kekurangan vitamin C, sistem imun akan melemah dan Anda pun mudah terserang penyakit.

8. Bentuk kuku menyerupai sendok

Bila memiliki kuku berbentuk sendok (kuku bergelombang) yang disertai dengan bintik atau garis merah, Anda mungkin perlu waspada. Pasalnya, kondisi kuku seperti ini sering dikaitkan dengan defisiensi vitamin C.

Bintik merah atau garis vertikal pada kuku dapat muncul akibat pembuluh darah yang melemah dan pecah. Meski begitu, bentuk kuku sendok dengan garis merah juga bisa menjadi pertanda masalah kesehatan lainnya.

9. Pembengkakan dan nyeri pada sendi

Sendi Anda umumnya mengandung banyak jaringan ikat yang kaya akan kolagen. Bila tubuh tidak mendapatkan vitamin C yang cukup, tentu jumlah kolagen pada sendi pun ikut berkurang.

Akibatnya, pembengkakan dan nyeri pada sendi pun tidak terhindarkan. Bahkan, masalah ini dapat membuat Anda berjalan pincang atau kesulitan berjalan.

10. Kekuatan tulang melemah

Kekurangan vitamin C juga dapat ditandai dengan melemahnya kekuatan tulang. Hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.

Oleh sebab itu, vitamin C termasuk vitamin yang penting dalam proses pembentukan tulang. Dengan mendapatkan vitamin C yang cukup, laju pengeroposan tulang akan melambat.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala yang telah disebutkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, gejala kekurangan vitamin C mirip dengan masalah kesehatan lainnya.

Berkonsultasi dengan dokter setidaknya membantu Anda mencari tahu bagaimana meredakan gejala-gejala yang dialami.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab kekurangan vitamin C?

Umumnya, kekurangan vitamin C yang terjadi pada orang dewasa disebabkan oleh pola makan yang tidak memadai. Maksudnya, tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin C dari makanan maupun suplemen.

Akibatnya, Anda pun kekurangan vitamin C dan mengalami sejumlah gejala yang telah disebutkan. Selain itu, kebutuhan vitamin C per hari akan meningkat akibat mengalami berbagai penyakit, seperti:

Apa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Meski termasuk masalah defisiensi vitamin yang jarang terjadi, ada berbagai kelompok yang berisiko mengalami kekurangan vitamin C, yaitu:

  • ketergantungan terhadap obat atau alkohol,
  • menjalani diet ketat,
  • memiliki gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi), seperti penyakit Crohn,
  • lansia yang memiliki pola makan tidak seimbang,
  • perokok, serta
  • ibu hamil atau menyusui.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Bila Anda mengalami gejala kekurangan vitamin C, segera periksakan diri ke dokter.

Dokter nantinya akan bertanya seputar pola makan dan gejala yang dialami. Setelah itu, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan tambahan, seperti tes darah untuk mengukur vitamin C dan X-ray untuk melihat kondisi tulang.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan vitamin C?

Pengobatan utama defisiensi vitamin C adalah mengganti vitamin C yang kurang dalam makanan Anda. Cara ini dapat berhasil dengan mengonsumsi suplemen dan makanan yang kaya akan vitamin C.

Anda mungkin juga akan berkonsultasi dengan ahli gizi. Pada jangka waktu tertentu, suplemen vitamin C dapat dihentikan sesuai anjuran dari dokter.

Meski begitu, perlu diingat bahwa mendapatkan sumber vitamin C dari makanan penting dilakukan ketika konsumsi suplemen dihentikan.

Dengan demikian, defisiensi vitamin C bisa diatasi dengan baik dan gejala yang dialami pun mereda.

Pengobatan di rumah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, makanan yang kaya vitamin C penting untuk mengatasi masalah ini.

Selain dari suplemen, dilansir dari National Health Institute, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan jenis makanan seperti:

  • buah sitrus, seperti jeruk, kiwi, dan jeruk bali,
  • buah dan sayuran lainnya, seperti brokoli, melon, stroberi, dan paprika merah, dan
  • makanan dan minuman yang diperkaya vitamin C.

Jika mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat bagi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vitamin C. (2021). National Institute of Health. Retrieved 26 March 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/ 

Brzezińska, O., Łukasik, Z., Makowska, J., & Walczak, K. (2020). Role of Vitamin C in Osteoporosis Development and Treatment-A Literature Review. Nutrients, 12(8), 2394. https://doi.org/10.3390/nu12082394. Retrieved 26 March 2021. 

Carr, A. C., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients, 9(11), 1211. https://doi.org/10.3390/nu9111211. Retrieved 26 March 2021. 

Galimberti, F., & Mesinkovska, N. A. (2016). Skin findings associated with nutritional deficiencies. Cleveland Clinic journal of medicine, 83(10), 731–739. https://doi.org/10.3949/ccjm.83a.15061. Retrieved 26 March 2021. 

Harding, M. (2018). Vitamin C Deficiency. Patient UK. Retrieved 26 March 2021, from https://patient.info/healthy-living/vitamin-c-deficiency-leaflet 

Maxfield, L., & Crane, J. (2020). Vitamin C Deficiency. Statpearls Publishing. Retrieved 26 March 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493187/ 

Carr, A. C., & McCall, C. (2017). The role of vitamin C in the treatment of pain: new insights. Journal of translational medicine, 15(1), 77. https://doi.org/10.1186/s12967-017-1179-7. Retrieved 26 March 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x