home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal pada kulit merupakan gejala umum karena adanya infeksi jamur pada kulit. Walaupun infeksi jamur kulit jarang memicu masalah serius, gatal-gatal yang terjadi dapat menjengkelkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pahami kapan obat atau salep antijamur, seperti krim klotrimazol, harus digunakan untuk meredakan gatal akibat infeksi jamur kulit.

Jenis-jenis jamur kulit

Obat antijamur merupakan pengobatan umum untuk penyakit jamur pada kulit. Beberapa jenis-jenis penyakit jamur kulit yang umum terjadi meliputi:

Kutu air

kutu air tinea pedis athlete's foot

Penyakit yang juga dikenal dengan istilah athlete’s foot ini umumnya terjadi pada kaki, terutama di sela jari kaki. Gejala umumnya adalah:

  • Bercak putih yang terasa gatal
  • Bercak seperti sisik berwarna kemerahan dan menyebabkan gatal
  • Kulit pecah-pecah atau berisi cairan

Penyebab kutu air adalah bersentuhan dengan kulit orang lain yang sudah terinfeksi, jamur yang ada di tempat lembap, dan kebersihan kaki yang tidak dijaga. Salah satu cara tepat mengatasi jamur kulit adalah menggunakan obat oles jamur kulit, contohnya sediaan krim dengan kandungan klotrimazol.

Panu

panu tinea versicolor

Panu merupakan bercak-bercak pada kulit dengan warna putih, kecokelatan, atau kemerahan. Gejala lain dari panu adalah gatal ringan. Beberapa pemicu timbulnya panu pada kulit adalah:

  • Cuaca panas dan lembap
  • Kulit berminyak
  • Perubahan hormon
  • Sistem kekebalan tubuh sedang menurun

Jamur penyebab panu yang ada di kulit sehat dapat tumbuh berlebihan akibat keempat hal di atas. Sama seperti kutu air, panu juga dapat diobati dengan obat oles untuk jamur kulit seperti krim dengan kandungan klotrimazol.

Kurap

obat penyakit kurap

Orang yang terserang kurap umumnya mengalami gatal pada kulit yang ditandai dengan lingkaran kemerahan berbentuk cincin. Penyebaran infeksi jamur penyebab kurap terjadi karena:

  • Kontak fisik dengan orang yang memiliki kurap
  • Bersentuhan dengan hewan yang terserang kurap
  • Jamur penyebab kurap yang hidup di permukaan (lantai kamar mandi umum atau ruang ganti)

Kurap dapat diobati dengan salep antijamur yang dijual bebas di apotek, seperti krim klotrimazol. Obat oles resep dokter, contohnya krim Bifonazole, umumnya digunakan untuk kurap dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Waktu tepat menggunakan salep atau obat jamur kulit

Jenis-jenis infeksi jamur kulit yang dibahas sebelumnya dapat diobati dengan obat antijamur. Salep antijamur, seperti yang berbahan klotrimazol, bekerja dengan cara melawan jamur penyebab infeksi kulit.

Klotrimazol membasmi jamur dengan membunuh sel jamur serta mencegah sel jamur berkembang. Obat jamur kulit yang terbuat dari klotrimazol terbukti efektif dalam meredakan gejala dan tanda infeksi jamur kulit. Oleh karena itu, seseorang yang merasakan gejala-gejala infeksi jamur pada kulit (kutu air, panu, kurap) dapat mengoleskan salep antijamur untuk meredakan ketidaknyamanan yang dirasakan.

Saran penggunaan obat oles jamur kulit dari klotrimazol umumnya selama 2 hingga 4 minggu ketika dibutuhkan.

Cara mengoleskan obat jamur kulit

Untuk mengatasi gatal karena infeksi jamur kulit dengan cepat, gunakan salep antijamur sebanyak 3 kali sehari selama 2 hingga 4 minggu. Cara penggunaan salep atau krim jamur kulit ini adalah:

  • Membersihkan area yang akan dioles terlebih dahulu
  • Memastikan area kulit yang akan diobati sudah kering sebelum pengolesan
  • Keluarkan sekitar 0,5 cm setrip obat gatal kulit pada jari tangan
  • Oleskan salep atau krim tersebut pada kulit yang diobati

Obat oles yang dituang sepanjang 0,5 cm dapat digunakan untuk meredakan gatal dan gejala lain. Hindari mengoleskan salep terlalu dekat dengan mata, mulut, dan bibir. Penggunaan obat oles gatal kulit hanya ditujukan untuk kulit, bukan tubuh bagian dalam.

Gatal-gatal karena infeksi jamur kulit memang mengganggu aktivitas sehari-hari, sedangkan panu dapat membuat sebagian orang menjadi minder. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini dapat diobati.

Saat muncul gatal-gatal akibat infeksi jamur kulit, salep antijamur dapat menjadi solusi cepat mengatasi gatal karena kutu air, panu, dan kurap. Klotrimazol, sebagai salah satu bahan obat jamur kulit, juga termasuk dalam daftar obat-obatan berguna yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Singkatnya, menjaga kebersihan memainkan peran penting dalam mencegah infeksi jamur kulit. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kehigienisan dengan rutin mandi, menggunakan kaus kaki bersih, dan menggunakan alas kaki saat berada di ruang publik. Bila terkena penyakit jamur kulit, maka mengoleskan obat jamur kulit mampu menjadi solusi cepat mengatasi gatal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Antifungal medicines. (2017, October 19). nhs.uk. Retrieved May 8, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/antifungal-medicines/

Athlete’s foot. (2017, October 17). nhs.uk. Retrieved May 8, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/athletes-foot/

Clotrimazole: A medicine used to treat fungal skin infections. (2019, October 16). nhs.uk. Retrieved May 8, 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/clotrimazole/

Ringworm. (2019, October 10). Retrieved May 8, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/ringworm/index.html

Rotta, I., Otuki, M. F., Conegero Sanches, A. C., & Correr, C. J. (2012). Efficacy of topical antifungal drugs in different dermatomycoses: A systematic review with meta-analysis. Revista da Associação Médica Brasileira, 58(3), 308-318. https://doi.org/10.1016/s0104-4230(12)70200-2

Tinea versicolor – Symptoms and causes. (2020, April 7). Mayo Clinic. Retrieved May 8, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinea-versicolor/symptoms-causes/syc-20378385

WHO model lists of essential medicines. (2019). World Health Organization. Retrieved May 8, 2020, from https://www.who.int/medicines/publications/essentialmedicines/en/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 22/05/2020
x