Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)

Keratosis pilaris (penyakit kulit ayam) adalah jenis penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil nan keras yang membuat tampilannya terlihat seperti kulit ayam.

Keratosis pilaris tidak berbahaya dan tidak menular dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini termasuk dalam penyakit genetik (bawaan).

Meski belum ada cara yang tepat untuk mencegah kehadirannya, Anda tak perlu merasa khawatir akan penyakit ini. Sebab, terdapat berbagai pilihan perawatan yang bisas memperbaiki tampilan kulit dan meringankan gejalanya.

Seberapa umumkah keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Keratosis pilaris merupakan penyakit kulit yang sangat umum terjadi. Diperkirakan ada sekitar 50% – 80% remaja dan hampir 40% orang dewasa yang mengalaminya.

Keratosis pilaris termasuk penyakit yang dapat menyerang pasien pada semua usia, tetapi lebih umum terjadi di usia muda terutama pada anak-anak. Tak perlu khawatir karena dalam banyak kasus, keratosis pilarisg dapat menghilang dengan sendirinya pada usia 30 tahun.

Selain itu, penyakit ini dapat memburuk selama kehamilan dan setelah melahirkan, atau selama masa pubertas. Penyakit kulit ini paling sering terjadi pada orang dengan kulit putih. 

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala penyakit kulit ayam

Agar lebih mudah mengenalinya, tanda dan gejala keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah:

  • munculnya benjolan-benjolan kecil tanpa rasa sakit,
  • kulit kering dan kasar di daerah dengan benjolan,
  • gejala yang cenderung memburuk di musim kemarau atau saat kelembapan udara rendah,
  • benjolan terasa seperti amplas atau kulit yang merinding, dan
  • terkadang terasa gatal.

Benjolan muncul dengan warna yang beragam dari mulai warna kulit, putih, kemerahan, pink keunguan (pada kulit putih), dan hitam kecokelatan (pada kulit gelap).

Benjolan kecil ini bisa muncul di area kulit mana pun, tapi paling sering muncul pada lengan atas, paha, pipi, atau bokong. Biasanya gejala penyakit kulit ayam tidak muncul pada telapak tangan dan kaki.

Biasanya, berbagai gejala perlahan menghilang saat anak mengakhiri masa pubertasnya. Ketika muncul di masa remaja, kondisi ini akan menghilang pada usia pertengahan 20-an. Namun, kondisi ini bisa saja berlanjut lebih lama.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter karena penyakit kulit ayam?

Anda harus menghubungi dokter jika ada beberapa perubahan signifikan pada kulit yang muncul tanpa tahu penyebabnya.

Umumnya dokter dapat membuat diagnosis dengan memeriksa tampilan kulit dan benjolan bersisik yang muncul.

Penyebab dan faktor risiko keratosis pilaris

Apa penyebab keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Penyebab utama keratosis pilaris adalah keratin yang tumbuh secara berlebihan. Keratin merupakan protein keras yang bertugas untuk melindungi kulit dari zat berbahaya dan infeksi.

Ketika penumpukan terjadi, gumpalan akan terbentuk hingga menghambat pembukaan folikel rambut atau pori-pori. Penumpukan inilah yang kemudian membuat permukaan kulit tidak rata akibat munculnya benjolan kecil yang kering dan kasar.

Dilansir dari Mayo Clinictidak diketahui secara pasti mengapa keratin bisa menumpuk. Penyakit genetik atau kondisi kulit lainnya seperti eksim adalah kemungkinan penyebab lain dari keratosis pilaris. 

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini?

Karena termasuk dalam penyakit genetik, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi jika memiliki keluarga yang pernah mengalami keratosis pilaris. Selain itu, faktor yang juga berpengaruh adalah:

  • memiliki asma,
  • memiliki kulit yang kering,
  • memiliki penyakit dermatitis atopik (eksim),
  • obesitas, dan
  • mengalami ichthyosis vulgaris, kondisi yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti terbebas dari masalah kulit yang satu ini. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit kulit ayam atau tidak.

Diagnosis dan pengobatan

Apa tes yang dilakukan untuk mendiagnosis keratosis pilaris (penyakit kulit ayam)?

Dengan melihat kondisi kulit Anda, dokter sudah bisa mendiagnosis masalah kulit yang satu ini. Keratosis pilaris adalah penyakit yang tak perlu diperiksa melalui prosedur selain dengan melihatnya.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa keratosis pilaris belum bisa disembuhkan karena penyebab pastinya sendiri belum ditemukan.

Pada beberapa kasus, kondisi ini memang bisa pulih dengan sendirinya, tapi prosesnya dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Terlepas dari fakta tersebut, pengobatan tetap dibutuhkan untuk mengendalikan gejalanya. Berikut adalah pilihan perawatan kulit yang biasanya direkomendasikan dokter.

Pelembap

Pelembap menjadi salah satu produk yang sangat dianjurkan untuk meredakan gatal dan kekeringan pada kulit. Krim pelembap yang diresepkan khusus untuk mengobati keratosis pilaris biasanya mengandung urea dan asam laktat (lactic acid).

Gunakan pelembap tepat setelah mandi saat kulit masih setengah kering. Jangan lupa juga untuk mengoleskannya minimal 2 – 3 kali sehari.

Krim untuk mengangkat sel kulit mati

Krim yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati biasanya mengandung bahan aktif seperti:

Berbagai bahan aktif ini berguna untuk mengangkat sel kulit mati, melembapkan, dan melembutkan kulit kering. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan krim ini sesui dengan petunjuk yang diberikan.

Krim untuk mencegah sumbatan pada folikel

Krim yang digunakan untuk mencegah folikel tersumbat terbuat dari vitamin A. Vitamin A membantu proses pergantian sel kulit dan mencegah folikel rambut tersumbat.

Namun, Anda dapat mengalami iritasi dan kekeringan pada kulit saat menggunakan jenis krim ini. Krim ini tidak disarankan bagi mereka yang sedang hamil atau menyusui.

Berhati-hatilah dengan bahan yang ada di dalam krim-krim tersebut. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda. Beberapa krim untuk mengatasi keratosis pilaris adalah obat-obatan yang mengandung efek samping negatif termasuk:

Laser

Selain dengan krim, laser adalah pilihan yang dapat membantu mengatasi keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam. Laser adalah solusi yang akan diberikan bila pengobatan dengan krim dan losion tak kunjung membuahkan hasil.

Biasanya dokter akan menggunakan jenis laser yang berbeda-beda. Ada laser yang digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan, ada juga yang untuk memperbaiki tekstur kulit dan perubahan warna. 

Agar hasilnya maksimal, mikrodermabrasi adalah prosedur yang direkomendasikan dokter untuk dilakukan di sela-sela pengobatan laser keratosis pilaris.

Pengobatan di rumah

Berikut berbagai perubahan gaya hidup dan perawatan lain yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengendalikan kondisi ini.

Mandi air hangat

Berendam air hangat dan sebentar bisa membantu menyumbat meregangkan pori-pori. Gosok kulit Anda dengan sikat kaki untuk menghilangkan benjolan.

Namun, penting untuk membatasi waktu Anda di kamar mandi, karena mandi terlalu lama malah akan menghilangkan minyak alami yang dapat membuat kulit menjadi lebih kering.

Oleskan krim pelembap

Oleskan krim yang mengandung lanolin, petroleum jelly atau gliserin pada kulit setelah Anda mandi. Ini adalah bahan-bahan yang dapat menenangkan kulit kering akibat keratosis pilaris dan membantu menjaga kelembapan.

Pengelupasan

Pengelupasan kulit setiap hari adalah cara yang dapat membantu memperbaiki penampilan kulit yang terkena keratosis pilaris. Anda bisa menghilangkan sel kulit mati yang menymbat pori-pori ini dengan batu apung atau produk untuk scrubbing.

Hindari pakaian ketat

Mengenakan pakaian ketat adalah hal yang dapat menyebabkan gesekan yang bisa mengiritasi kulit, hingga menyebabkan keratosis pilaris. 

Humidifier

Humidifier adalah alat yang menambah kelembaban ke udara di ruangan, yang dapat menjaga kelembaban kulit dan mencegah gatal penyebab keratosis pilaris.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter kulit atau dermatolog untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Efek tanning selain menggelapkan dan meratakan warna kulit ternyata juga berefek terhadap kesehatan kulit. Tidak hanya kulit keriput, kanker kulit juga mungkin terjadi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di selangkangan

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit