5 Cara Perawatan Sederhana untuk Kaki Pecah-Pecah

    5 Cara Perawatan Sederhana untuk Kaki Pecah-Pecah

    Kondisi kulit kaki pecah-pecah tidak cuma menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga mengurangi penampilan kulit kaki. Jangan khawatir, ikuti beberapa cara merawat kaki yang pecah-pecah agar mulus kembali dan tidak lagi terasa perih.

    Cara merawat kaki pecah-pecah

    Kulit kaki yang pecah-pecah dapat menyebabkan adanya retakan pada kulit yang kadang bisa terkelupas. Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa perih dan perdarahan.

    Parahnya, risiko infeksi semakin besar jika tidak menjaga kebersihan kulit kaki. Untungnya, ada berbagai cara berikut untuk merawat kondisi kulit kaki pecah-pecah.

    1. Rajin gunakan pelembap kaki

    Kondisi kulit yang pecah-pecah dipicu oleh kondisi kulit kering. Kondisi kulit yang kering ini terjadi karena kulit kehilangan kelembapannya dalam waktu yang cepat.

    Nah, untuk mencegah kulit kaki pecah-pecah semakin bertambah parah, Anda harus rajin mengoleskan pelembap kaki.

    Anda bisa memakai pelembap kaki sesuai kebutuhan, setidaknya dua kali sehari. Pelembap yang direkomendasikan untuk kondisi ini adalah yang bertekstur tebal, seperti petroleum jelly.

    Bisa juga memilih pelembap yang mengandung zat pelembut kulit, seperti urea, asam salisilat, atau asam alfa hidroksi yang dapat membantu menghilangkan kulit mati.

    Meski cukup ampuh, penggunaan pelembap tersebut bisa saja menimbulkan sensasi menyengat di kulit atau iritasi. Jika memang tidak nyaman menggunakan pelembap tersebut, hentikan segera.

    2. Rendam dan gosok kaki

    Malam hari adalah waktu terbaik untuk melakukan perawatan kulit kaki pecah-pecah. Pasalnya, di waktu ini Anda tidak melakukan aktivitas yang bisa mengganggu kelancaran perawatan.

    Jadi sebelum tidur, cobalah untuk merendam kaki Anda ke dalam air selama 10 menit. Kemudian, keringkan dengan handuk secara lembut.

    Selanjutnya, gosok kaki Anda dengan loofah, batu apung, atau scrubber khusus kaki untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati.

    Sebagai pelengkap, oleskan krim berbahan dasar minyak yang tebal, seperti petroleum jelly. Lalu, kenakan sepasang kaus kaki sepanjang tidur untuk membantu pelembap kulit bekerja optimal.

    Hindari menggosokkan kaki dengan kasar atau keras. Gosok secara perlahan untuk menghindari terjadinya iritasi.

    Perlu Anda waspadai

    Menurut Institute for Preventive Foot Health, orang dengan penyakit diabetes atau penyakit neuropati lainnya tidak boleh menggosok kulit kaki dengan batu apung.

    3. Menggunakan sepatu yang sesuai

    bahaya high heels

    Penggunaan sepatu yang kurang melindungi bagian tumit atau memberikan tekanan besar pada tumit bisa memicu keparahan kulit kaki yang pecah-pecah.

    Oleh karena itu, cara merawat kaki kulit yang pecah-pecah adalah memilih sepatu maupun sandal yang sesuai.

    Contoh model sepatu yang tidak direkomendasikan untuk orang dengan kondisi kulit kaki seperti ini adalah sandal selop atau sepatu hak tinggi.

    Jadi, jangan memilih sandal dengan model demikian. Jika memang harus memakai sepatu hak tinggi, beri jeda selama pemakaian dan selalu gunakan pelembap secara rutin.

    4. Jaga kebersihan kaki

    Cara merawat kulit kaki yang pecah-pecah ini perlu diterapkan untuk menghindari terjadinya infeksi. Pasalnya, kaki sangat mudah terpapar dengan kotoran maupun kuman.

    Jika Anda tidak menjaga kebersihan kaki, tentu infeksi akan mudah terjadi karena adanya luka terbuka.

    Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan perawatan kulit kaki ini dengan air bersih mengalir. Kemudian, keringkan dengan handuk lembut.

    Meskipun tujuan perawatan kulit kaki pecah-pecah adalah meningkatkan kelembapan, bukan berarti Anda membiarkan kaki terus basah.

    Kondisi kaki yang keseringan basah atau terlalu lembap juga bisa memperparah keretakan pada kulit dan meningkatkan pertumbuhan jamur kaki.

    5. Perawatan dokter lebih lanjut

    Bila perawatan kaki pecah-pecah di atas dalam seminggu kurang efektif, atau kondisi kulit kaki sudah sangat parah, perawatan dokter lebih lanjut diperlukan.

    Dokter mungkin merekomendasikan beberapa prosedur medis berikut ini.

    • Debridemen: memotong kulit tebal (kapalan) yang keras dengan alat khusus.
    • Strapping: membalut perban di sekitar tumit untuk mengurangi pergerakan kulit.
    • Penggunaan sol: pemberian bantalan tumit untuk meratakan tekanan dan mencegah bantalan lemak melebar ke samping.
    • Pemberian ‘lem’: penggunaan lem khusus untuk menyatukan ujung-ujung kulit yang retak.

    Tips mencegah kambuhnya kulit kaki pecah-pecah

    Sumber: Mama Union

    Masalah kulit kaki pecah-pecah dapat disembuhkan. Akan tetapi, ini bisa juga kembali kambuh, terutama pada orang dengan masalah kesehatan tertentu atau tidak menjaga kesehatan kulit kaki.

    Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu mencegah kulit kaki pecah-pecah kembali muncul.

    • Menggunakan ukuran dan jenis sepatu yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.
    • Tidak merendam kaki dengan air hangat terlalu lama.
    • Mengoleskan pelembap secara rutin dengan kondisi kaki yang bersih.
    • Menggunakan alas kaki, apalagi jika permukaan yang diinjak terasa panas.
    • Mengikuti pengobatan dokter secara rutin, terutama jika punya dermatitis kontak atau psoriasis.
    • Memilih produk perawatan yang tidak menyebabkan kulit kering.

    Jika Anda memiliki kaki pecah-pecah, perawatan rumahan biasanya cukup efektif diterapkan. Jika tidak ampuh, barulah Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Lawrence E. Gibson, M. D. (2021, January 29). Tips for healing cracked heels. Mayo Clinic. Retrieved June 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/expert-answers/cracked-heels-treatment/faq-20455140

    Cracked Heels | Institute for preventive Foothealth (IPFH). (n.d.). Retrieved June 8, 2022, from https://www.ipfh.org/foot-conditions/foot-conditions-a-z/cracked-heels

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2022, January 25). Dry skin. Mayo Clinic. Retrieved June 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/symptoms-causes/syc-20353885

    Cracked heel. Cracked heels | DermNet NZ. (n.d.). Retrieved June 8, 2022, from https://dermnetnz.org/topics/cracked-heel

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 27
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan