Timbul Bercak Kecokelatan Gatal di Sekujur Tubuh? Mungkin Tanda Penyakit Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa jenis penyakit kulit tergolong ringan dan umum ditemukan, misalnya saja panu, kadas, kurap. Di sisi lain, ada beberapa di antaranya yang berdampak cukup serius tapi hanya ditemukan pada segelintir orang. Salah satu jenis penyakit kulit langka yang ada di dunia adalah diffuse cutaneous mastocytosis alias DCM. Penyakit kulit ini ditandai dengan bercak kecoklatan yang merata di seluruh tubuh mirip tekstur kulit jeruk dan terasa gatal. Apa penyebabnya?

Apa itu diffuse cutaneous mastocytosis?

Diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) adalah penyakit kulit yang merupakan bentuk parah dan versi lebih langka dari kondisi yang dikenal sebagai mastositosis. Mastitosit itu sendiri terjadi ketika sel mast menumpuk di kulit dan/atau organ dalam. Sel mast adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bertanggung jawab pada proses peradangan.

Apa penyebab diffuse cutaneous mastocytosis?

Sebagian besar kasus penyakit ini tidak diwariskan, melainkan adanya mutasi genetik. Pada DCM, sebagian besar kasusnya disebabkan oleh mutasi pada get KIT. Gen ini mengkodekan protein yang bertugas membantu mengendalilan banyak fungsi sel tubuh, seperti pertumbuhan dan pembagian sel; jangka waktu hidup; dan gerakan. Protein ini juga penting untuk pengembangan beberapa jenis sel, termasuk sel mast.

Akibat rangsangan tertentu, termasuk parasit dan gigitan serangga, sel mast melepaskan sejumlah zat kimia, termasuk histamin. Histamin membuat pembuluh darah melebar dan bisa membuat jaringan lunak membengkak. Mutasi tertentu pada gen KIT dapat menyebabkan kelebihan produksi sel mast. Pada DCM, sel mast menumpuk berlebihan di kulit sehingga menyebabkan serangkaian tanda dan gejala kondisi yang khas.

Apa saja tanda dan gejala diffuse cutaneous mastocytosis?

Tanda dan gejala mastositosis kutaneous bervariasi tergantung pada subtipe penyakit yang dimiliki. Sebagian besar bentuk mastositosis kutaneous berupa bercak kecokelatan yang menyebar tak merata hanya di beberapa area kulit tertentu. Namun tipe DCM biasanya memengaruhi seluruh atau sebagian besar kulit. Kondisi ini biasanya mulai berkembang semasa bayi, terutama pada periode baru lahir (neonatal).

Mayoritas orang-orang yang punya diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) menampakkan gejala bercak kulit merah kecokelatan yang kadang disertai bintil (lepuhan) besar yang berisi cairan. Karakteristik lepuhan ini bisa berkumpul berkelompok di satu area saja atau berbaris lurus; serta bisa berdarah. Lepuhan terutama ditemukan di kaki dan tangan atau kulit kepala.

Lepuhan ini bisa sembuh dan menghilang dengan sendirinya begitu anak berusia 3-5 tahun, tapi tidak dengan bercak kecokelatannya yang akan tetap ada seumur hidup (bisa timbul tenggelam ketika dipicu). Seiring waktu, bercak kecokelatan di kulit ini dapat menebal dan mengembangkan tekstur dan warna mirip adonan kue. Kadang, bercak kulit yang menebal ini dapat memiliki tekstur kasar dan berpori mirip kulit buah jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin timbul dari diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) termasuk kulit memerah, tekanan darah rendah, syok anafilaktik parah, hepatomegali, diare, dan perdarahan usus.

Bagaimana diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) didiagnosis?

Mastositosis kutaneous, termasuk subtipenya DCM, dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik ketika dokter mencurigai lesi kulit di tubuh pasien menjadi merah, gatal, dan kadang melepuh bahkan jika hanya digosok lembut. Terkadang biopsi kulit dapat dilakukan guna meresmikan diagnosisnya, dengan memastikan tingginya jumlah sel mast.

Sayangnya terkadang sulit untuk membedakan mastositosis kutaneous dari mastositosis sistemik. Oleh karena itu, tes tambahan dapat diperintahkan untuk menyelidiki lebih lanjut risiko penyakit sistemik. Biopsi sumsum tulang dan tes darah khusus dapat direkomendasikan pada orang dewasa dengan mastositosis kutaneous, karena kondisi ini berisiko tinggi berlanjut pada DCM. Anak yang terkena biasanya tidak menjalani biopsi sumsum tulang kecuali tes darah mennjukkan hasil tidak normal.

Apakah diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) dapat diobati?

Diffuse cutaneous mastocytosis (DCM) adalah kondisi seumur hidup. Sampai saat ini tidak ada obat penawar untuk mastositosis kutaneous, tapi ada banyak perawatan yang tersedia untuk mengendalikan gejalanya.

Umumnya orang-orang yang punya kondisi ini diwajibkan untuk menghindari berbagai hal yang dapat memicu atau memperburuk gejalanya, jika dimungkinkan. Faktor yang memicu degradasi sel mast (obat NSAID, rangsangan fisik, stres emosional, racun serangga, dan makanan tertentu) harus dihindari.

Obat-obatan tertentu, seperti antihistamin oral dan steroid topikal, sering diresepkan untuk meredakan gejala Diffuse cutaneous mastocytosis (DCM). Orang dewasa yang penyakit ini juga dapat menjalani fotokemoterapi dengan laser UVA, yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan memperbaiki tampilan kulit; Namun, kondisinya kemungkinan akan kambuh dalam waktu enam sampai dua belas bulan setelah perawatan terakhir.

Orang yang berisiko mengalami syok anafilaksis dan/atau orang terdekat mereka harus dilatih bagaimana mengenali dan mengobati reaksi yang mengancam jiwa ini, dan harus membawa suntikan epinefrin setiap saat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit