Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Aktivitas di luar rumah memungkinkan tubuh untuk menghasilkan keringat berlebih. Ketiak merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering berkeringat. Selain membuat tidak nyaman, keringat berlebih juga dapat memicu bau badan. Namun, tak perlu khawatir. Bila digunakan dengan cara pakai yang tepat, deodoran dapat diandalkan untuk mengatasi masalah ini.

Sudah benarkah cara pakai deodoran Anda?

Deodoran tidak hanya asal dioles di kulit ketiak. Supaya produk deodoran yang digunakan bekerja lebih optimal, penting untuk mengetahui cara pakainnya.

Ketika ditemui oleh Tim Hello Sehat pada acara peluncuran produk deodoran di bilangan Menteng pada Kamis (11/7), dr. Melyawati Hermawan, Sp.KK, menjelaskan bagaimana cara pakai deodoran yang benar. 

Menurut dr. Melyawati, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika pakai produk deodoran.

1. Hindari produk dedoran yang mengandung wewangian

deodoran untuk kulit sensitif

Sudah jadi hal yang lumrah bila kita cenderung memilih produk deodoran yang beraroma harum. Namun, apa pun varian aromannya, parfum atau wewangian yang ditambahkan dalam produk deodoran justru dapat memicu iritasi. Khususnya bagi Anda pemilik kulit sensitif. 

Dokter Melyawati yang berpraktik di Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk pun mengamini pernyataan tersebut. 

“Berdasarkan penelitian yang sudah ada, pewangi dan pengharum paling sering menyebabkan iritasi di kulit. Kalau orang yang kulitnya sensitif pakai produk mengandung parfum yang terlalu kuat, kulitnya akan sangat mudah iritasi,” terang dr. Melyawati.

Bagi pemilik kulit sensitif, wewangian yang berasal dari minyak esensial juga bisa memicu iritasi di kulitnya.

Oleh sebab itu, penting bagi orang-orang dengan kulit sensitif menghindari produk-produk perawatan diri yang mengandung wewangian. 

2. Pakai deodoran di malam hari

pakai deodoran setiap hari

Apakah Anda salah satu orang yang punya kebiasaan pakai deodoran di pagi hari sebelum beraktivitas? Faktanya, cara pakai deodoran ini tidak tepat. Para ahli justru menganjurkan pakai deodoran di malam hari. 

Kenapa? Begini, saluran keringat yang ada di ketiak Anda itu diibaratkan sebagai sebuah gang. Pada siang hari, gang ini cenderung dipenuhi oleh beragam kendaran dan hiruk pikuk orang-orang di sekitarnya.

Sama halnya ketika Anda pakai produk deodoran di pagi atau siang hari. Produksi keringat yang cenderung lebih banyak di siang hari membuat produk deodoran tidak akan efektif menghambat saluran kelenjar keringat. Inilah sebabnya, pakai deodoran di malam hari adalah cara efektif untuk mendapat manfaatnya.

“Kalau malam hari kita cenderung lebih tenang. Tidak ada aktivitas fisik seperti naik tangga atau segala macam. Hal ini membuat saluran keringat lebih clear sehingga produk deodoran bisa masuk ke dalam kelenjar keringat lebih dalam. Dengan begitu produksi kelenjar keringat keesokan harinya tidak sampai ke permukaan kulit karena sudah ada produk deodoran yang menyumbatnya,” papar dr. Melyawati. 

3. Selalu cek komposisi bahannya

deodoran menghilangkan bau badan

Ada banyak sekali pilihan produk deodoran yang dijual di toko. Namun, pernahkah Anda benar-benar memahami apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalam produk tersebut?

Tanpa disadari, sejumlah bahan yang terkandung di dalam produk deodoran dapat memicu reaksi iritasi pada permukaan kulit ketiak. Reaksi iritasi pun cenderung berbeda-beda bagi setiap orang.

Mulai dari sensasi terbakar, gatal, kemerahan, kulit ketiak menghitam dan lain sebagainya. Bagi orang yang punya kulit sensitif, hal ini tentu tidak boleh disepelekan.

Bila Anda punya kulit sensitif, penting untuk menghindari bahan kimia yang dapat memicu iritasi. Menurut dr. Melyawati, sejumlah bahan yang dapat memicu reaksi iritasi pada kulit sensitif di antaranya:

  • Alkohol
  • Paraben
  • Propylene glycol
  • Pewangi yang berasal dari minyak alami

Maka itu, jangan asal sibuk memilih merek produk deodorannya saja. Pastikan Anda juga selalu melihat komposisi bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

Dengan pakai produk deodoran yang tepat, maka ketiak Anda akan terasa lebih nyaman. Anda pun akan lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

4. Pastikan pakai deodoran saat kulit kering

kesalahan pakai deodoran

Biasanya, orang-orang akan pakai deodoran setelah habis mandi, saat kulit ketiak masih dalam keadaan lembap. Padahal, seharusnya tidak begitu.

Dr. Melyawati menjelaskan bahwa pakai deodoran baiknya ketika kulit ketiak dalam keadaan benar-benar kering. “Kalau produk deodoran tercampur dengan air maka akan membentuk suatu substansi yang malah dapat memicu iritasi,” tutup dokter yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Jakarta (PERDOSKI Jaya).

Itu sebabnya, supaya produk deodoran Anda bekerja secara optimal, pastikan Anda mengoleskannya ketika kulit ketiak benar-benar kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Siapa yang Berkeringat Lebih Banyak? Pria atau Wanita?

Jika ditanya siapa di antara pria dan wanita yang berkeringat lebih banyak, wajar jika banyak yang menjawab pria. Apakah ini benar? Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hematohidrosis Adalah Keringat Berdarah, Apa Penyebabnya?

Seorang wanita berusia 21 tahun asal Italia dilaporkan mengeluarkan keringat darah dari wajah dan telapak tangannya. Lho, apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Hiperhidrosis, Kondisi Ketika Anda Terlalu Sering Berkeringat

Kalau Anda sering berkeringat meski sedang tidak kepanasan maupun kecapekan, mungkin Anda menderita kondisi hiperhidrosis. Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
skincare mengecilkan pori-pori

Apa Saja Skincare yang Dapat Membantu Mengecilkan Pori-Pori?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit