Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 23/04/2021

    Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

    Aktivitas di luar rumah memungkinkan tubuh untuk menghasilkan keringat berlebih. Ketiak merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering berkeringat. Selain membuat tidak nyaman, keringat berlebih juga dapat memicu bau badan. Namun, tak perlu khawatir. Bila digunakan dengan cara pakai yang tepat, deodoran dapat diandalkan untuk mengatasi masalah ini.

    Sudah benarkah cara pakai deodoran Anda?

    Deodoran tidak hanya asal dioles di kulit ketiak. Supaya produk deodoran yang digunakan bekerja lebih optimal, penting untuk mengetahui cara pemakaiannya.

    Ketika ditemui oleh Tim Hello Sehat pada acara peluncuran produk deodoran di bilangan Menteng pada Kamis (11/7), dr. Melyawati Hermawan, Sp.KK, menjelaskan bagaimana cara pakai deodoran yang benar.

    Berikut adalah beberapa cara pakai produk deodoran yang dianjurkan:

    1. Hindari produk deodoran yang mengandung wewangian

    deodoran untuk kulit sensitif

    Sudah jadi hal yang lumrah bila kita cenderung memilih produk deodoran yang beraroma harum.

    Namun, apa pun varian aromanya, parfum atau wewangian yang ditambahkan dalam produk deodoran justru dapat memicu iritasi, khususnya bagi Anda pemilik kulit sensitif.

    Dokter Melyawati yang berpraktik di Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk pun mengamini pernyataan tersebut.

    “Berdasarkan penelitian yang sudah ada, pewangi dan pengharum paling sering menyebabkan iritasi di kulit. Kalau orang yang kulitnya sensitif pakai produk mengandung parfum yang terlalu kuat, kulitnya akan sangat mudah iritasi,” terang dr. Melyawati.

    Bagi pemilik kulit sensitif, wewangian yang berasal dari minyak esensial juga bisa memicu iritasi di kulitnya.

    Oleh sebab itu, penting bagi orang-orang dengan kulit sensitif pakai deodoran dengan cara menghindari produk-produk perawatan diri yang mengandung wewangian.

    2. Pakai deodoran di malam hari

    pakai deodoran setiap hari

    Apakah Anda salah satu orang yang punya kebiasaan pakai deodoran di pagi hari sebelum beraktivitas?

    Faktanya, cara pakai deodoran ini tidak tepat. Para ahli justru menganjurkan pakai deodoran di malam hari.

    Kenapa? Begini, saluran keringat yang ada di ketiak Anda itu diibaratkan sebagai sebuah gang. Pada siang hari, gang ini cenderung dipenuhi oleh beragam kendaran dan hiruk pikuk orang-orang di sekitarnya.

    Sama halnya ketika Anda pakai produk deodoran di pagi atau siang hari. Produksi keringat yang cenderung lebih banyak di siang hari membuat produk deodoran tidak akan efektif menghambat saluran kelenjar keringat.

    Inilah sebabnya, pakai deodoran di malam hari adalah cara efektif untuk mendapat manfaatnya.

    “Kalau malam hari kita cenderung lebih tenang. Tidak ada aktivitas fisik seperti naik tangga atau segala macam. Hal ini membuat saluran keringat lebih clear sehingga produk deodoran bisa masuk ke dalam kelenjar keringat lebih dalam.

    Dengan begitu produksi kelenjar keringat keesokan harinya tidak sampai ke permukaan kulit karena sudah ada produk deodoran yang menyumbatnya,” papar dr. Melyawati.

    3. Selalu cek komposisi bahannya

    deodoran menghilangkan bau badan

    Ada banyak sekali pilihan produk deodoran yang dijual di toko. Namun, pernahkah Anda benar-benar memahami apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalam produk tersebut?

    Tanpa disadari, sejumlah bahan yang terkandung di dalam produk deodoran dapat memicu reaksi iritasi pada permukaan kulit ketiak. Reaksi iritasi pun cenderung berbeda-beda bagi setiap orang.

    Mulai dari sensasi terbakar, gatal, kemerahan, kulit ketiak menghitam dan lain sebagainya. Bagi orang yang punya kulit sensitif, hal ini tentu tidak boleh disepelekan.

    Bila Anda punya kulit sensitif, penting untuk menghindari bahan kimia yang dapat memicu iritasi.

    Berdasarkan informasi dari Penn Medicine, sejumlah bahan yang dapat memicu reaksi alergi pada kulit sensitif di antaranya:

    • Lanolin
    • Paraben
    • Propylene glycol
    • Pewangi yang berasal dari minyak esensial

    Maka itu, jangan asal sibuk memilih merek produk deodorannya saja. Pastikan Anda juga selalu melihat komposisi bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

    Jika memungkinkan, Anda bisa juga mencoba meracik deodoran alami yang dibuat dari bahan-bahan di rumah.

    Dengan pakai produk deodoran yang tepat, maka ketiak Anda akan terasa lebih nyaman. Anda pun akan lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

    4. Pastikan pakai deodoran saat kulit kering

    kesalahan pakai deodoran

    Biasanya, cara orang-orang pakai deodoran adalah sehabis mandi, saat kulit ketiak masih dalam keadaan lembap. Padahal, seharusnya tidak begitu.

    Dr. Melyawati menjelaskan bahwa pakai deodoran baiknya ketika kulit ketiak dalam keadaan benar-benar kering.

    “Kalau produk deodoran tercampur dengan air maka akan membentuk suatu substansi yang malah dapat memicu iritasi,” tutup dokter yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Jakarta (PERDOSKI Jaya).

    Itu sebabnya, supaya produk deodoran Anda bekerja secara optimal, pastikan Anda mengoleskannya ketika kulit ketiak benar-benar kering.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 23/04/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan