backup og meta

Rambut Uban dan Fakta Menarik tentang Pertumbuhannya

Rambut Uban dan Fakta Menarik tentang Pertumbuhannya

Rambut uban biasanya sering ditemukan pada orang berusia lanjut. Namun, ada beberapa fakta uban yang unik dan mungkin belum Anda ketahui. Rambut abu-abu ini juga ternyata bisa muncul pada orang dewasa yang masih terbilang muda.

Apa itu rambut uban?

Munculnya rambut uban disebut-sebut sebagai salah satu tanda penuaan, biasanya dimulai pada usia sekitar 30 tahun.

Uban tak hanya muncul di kepala, tapi di bagian tubuh lain yang memiliki rambut. Meski begitu, biasanya uban di kepala tumbuh lebih dahulu dan terlihat paling jelas.

Tidak sedikit yang berpikir bahwa munculnya rambut uban adalah perubahan warna rambut dari yang awalnya hitam, cokelat, kuning, merah, atau lainnya, menjadi putih atau abu-abu.

Faktanya, mekanisme pertumbuhan rambut putih ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan rambut dengan warna asli.

Warna rambut Anda didapatkan dari pigmen yang disebut melanin dan diproduksi oleh folikel rambut, yaitu bagian dari struktur kulit yang membuat dan menumbuhkan rambut.

Menurut situs Medlineplus, folikel rambut memproduksi lebih sedikit melanin seiring bertambahnya usia dan akhirnya mengakibatkan warna rambut menjadi putih atau abu-abu.

Selain faktor usia, berikut beberapa faktor penyebab munculnya uban:

  • genetik,
  • vitiligo,
  • kekurangan vitamin B12,
  • kebiasaan merokok,
  • penyakit autoimun, dan
  • menjalani pengobatan tertentu.

Fakta unik seputar rambut uban

mencegah uban di usia muda

Rambut uban memang wajar dialami oleh orang berusia lanjut. Namun, ternyata Anda yang berusia muda juga bisa memiliki rambut putih ini.

Ada banyak fakta rambut beruban lain yang akan mengejutkan Anda. 

1. Rambut uban juga bisa karena faktor genetik

Siapa bilang hanya orang yang sudah lanjut usia atau orang dewasa yang bisa punya rambut beruban? 

Faktanya, anak-anak dan remaja juga mungkin memiliki rambut putih ini, lho. 

Ya, hal ini diyakini karena faktor genetik atau keturunan, sehingga penggunaan suplemen atau vitamin mungkin tidak akan menghentikan maupun mencegah tumbuhnya rambut putih atau abu-abu.

Rambut beruban cenderung terjadi lebih awal pada orang kulit putih yang memiliki rambut pirang, tetapi pertumbuhan uban lebih lambat pada orang Asia. 

Beberapa orang memiliki uban di usia muda, misalnya di usia belasan atau masuk usia puluhan.

Sementara normalnya, rambut putih ini muncul saat Anda memasuki usia 30-an atau 40-an.

Seberapa dini uban muncul tentunya ditentukan oleh gen Anda. 

Biasanya, Anda akan mulai memiliki uban pada usia yang sama dengan orang tua atau kakek dan nenek Anda.

2. Uban bisa dipicu oleh kebiasaan merokok

Menurut penelitian yang ditulis dalam Indian Dermatology Online Journal, kebiasaan merokok bisa jadi penyebab rambut berubah abu-abu sebelum usia 30 tahunan.

Penelitian yang melibatkan 207 peserta ini belum mengetahui dengan pasti bagaimana rokok bisa memengaruhi pigmen rambut

Namun, para peneliti menduga bahwa ini berkaitan dengan stres oksidasi akibat rokok yang memengaruhi sel melanosit pada pigmen yang terletak pada folikel rambut.

Sel melanosit berperan dalam memproduksi melanin. Jadi jika sel tersebut rusak, maka pigmen yang terbentuk juga kian sedikit.

Tak hanya itu, kebiasaan rokok dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga membuat aliran darah menuju folikel menjadi berkurang.

Kondisi ini tak hanya mengganggu mekanisme pertumbuhan rambut dalam memproduksi melanin, tapi juga menjadi penyebab kerontokan rambut.

3. Jangan cabut rambut beruban

Mungkin beberapa dari Anda beranggapan bahwa uban tidak boleh dicabut karena membuatnya tumbuh semakin banyak. 

Namun, apakah hal ini benar?

Sebenarnya berhenti mencabut uban tidak membuat rambut putih ini berhenti tumbuh atau semakin sedikit. 

Jika Anda mencabut satu helai rambut beruban, rambut yang akan tumbuh selanjutnya pun kemungkinan berwarna putih.

Kalaupun rambut yang tumbuh ternyata berwarna hitam atau seperti warna asli rambut Anda sebelumnya, ini mungkin dikarenakan folikel rambut di bagian tersebut memiliki pigmen yang cukup.

Namun, Anda perlu berhati-hati dengan kebiasaan mencabut uban berkali-kali.

Pasalnya, ini dapat mengakibatkan folikel rambut Anda rusak.

Ketika folikel rambut rusak, lama kelamaan justru folikel tidak lagi menumbuhkan rambut. Rambut pun malah menipis.

4. Melewati usia 50 tahun, rambut uban pasti makin banyak

nutrisi rambut uban

Pada umumnya, memasuki usia 50 tahun rambut putih Anda akan semakin banyak dari biasanya. 

Bahkan ini bisa mengubah setengah rambut hitam Anda menjadi putih. Hal ini merupakan kondisi yang wajar karena terjadinya proses penuaan.

Namun, lagi-lagi hal ini sebenarnya dipengaruhi banyak hal, seperti faktor genetik dan kesehatan rambut Anda.

Bisa saja rambut Anda sudah setengah putih sebelum menginjak usia 50 tahun. 

Atau justru sebaliknya, rambut tetap hitam berkilau walau telah memasuki usia 60 tahunan.

Selain itu, seiring bertambahnya umur, Anda juga sangat rentan terhadap masalah kerontokan rambut karena berkurangnya protein yang memperkuat rambut.

Tak heran bila banyak orang tua yang mengalami kebotakan dan folikel tidak lagi menumbuhkan rambut.

Rangkuman

  • Rambut beruban dapat muncul di usia muda karena faktor genetik.
  • Mencabut uban akan membuat jumlah uban semakin banyak adalah mitos.
  • Perawatan rambut mungkin tidak bisa mengatasi uban di usia lanjut, tetapi dapat mencegah tingkat keparahan di usia muda.

5. Tekstur rambut uban dengan rambut hitam berbeda

Menurut situs Medlineplus, rambut uban memiliki tekstur lebih tipis dan halus dibandingkan rambut hitam. 

Ini dikarenakan rambut putih memiliki kutikula yang lebih tipis dan lapisan protein pelindung yang semakin berkurang.

Kutikula rambut merupakan lapisan terluar rambut yang transparan dan berperan melindungi rambut dari kerusakan akibat paparan lingkungan.

Rambut uban juga bisa kehilangan air lebih cepat sehingga rambut terasa kering, rambut rapuh, dan lebih kasar dibandingkan rambut hitam.

Kulit kepala juga menghasilkan minyak lebih sedikit seiring bertambahnya usia, sehingga rambut Anda akan kehilangan kelembapannya.

Untuk mengatasi rambut kering karena beruban, hindari paparan sinar matahari langsung dan lakukan perawatan rambut untuk menjaga kelembapan.

6. Stres juga bisa menyebabkan uban

Belum ada penelitian memadai yang menyebutkan bahwa stres bisa menjadi salah satu penyebab munculnya rambut uban.

Namun, stres yang Anda alami dapat mengganggu fungsi rambut dan memperparah kondisi ini.

Pasalnya, selain hormon kortisol, stres dapat menyebabkan pelepasan hormon norepinefrin ke dalam folikel.

Norepinefrin memengaruhi sel melanosit yang berfungsi memproduksi melanin atau pewarna rambut.

Tanpa sel melanosit untuk membuat sel pigmen baru, rambut yang baru tumbuh akan memiliki warna abu-abu atau putih.

Jika memiliki rambut uban di usia muda karena stres, Anda bisa mencoba cara mengatasi uban usia muda dengan mengelola stres dan melakukan perawatan rambut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Why does hair turn gray? – Harvard Health. (2017). Retrieved 31 August 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/hair-turn-gray-2017091812226

Why Hair Turns Gray. (2021). Retrieved 31 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/why-hair-turns-gray/

nails, A. (2022). Aging changes in hair and nails: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 31 August 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/004005.htm

Kumar, A., Shamim, H., & Nagaraju, U. (2018). Premature graying of hair: Review with updates. International Journal Of Trichology, 10(5), 198. doi: 10.4103/ijt.ijt_47_18

Zayed, A., Shahait, A., Ayoub, M., & Yousef, A. (2013). Smokers′ hair: Does smoking cause premature hair graying?. Indian Dermatology Online Journal, 4(2), 90. doi: 10.4103/2229-5178.110586

How Stress Causes Gray Hair. (2020). National Institute of Health. Retrieved 31 August 2022, from https://newsinhealth.nih.gov/2020/04/how-stress-causes-gray-hair

Versi Terbaru

17/10/2022

Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro

Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah


Artikel Terkait

10 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Merusak Rambut

Ingin Menjaga Kelembapan Rambut? Simak 8 Rekomendasi Kondisioner untuk Rambut Kering!


Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 17/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan