home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Eksim di Kelopak Mata dan Cara Tepat Mengobatinya

Penyebab Eksim di Kelopak Mata dan Cara Tepat Mengobatinya

Eksim atau dermatitis atopik bisa menyerang sejumlah bagian tubuh, termasuk kelopak mata. Lantas, apa saja penyebab dan bagaimana cara mengatasi eksim di kelopak mata?

Seperti apa eksim di kelopak mata?

Eksim adalah suatu gangguan kulit yang dapat membuat kemerahan dan terasa gatal. Kondisi ini dalam istilah medis juga disebut dermatitis atopik.

Kondisi yang bisa berlangsung lama dan cenderung kambuh ini dapat memengaruhi bagian kulit mana pun, salah satunya kelopak mata.

Gejala bisa terjadi pada satu atau dua mata Anda. Selain di kelopak mata, penyakit kulit ini bisa memengaruhi bagian sekitarnya.

Sejumlah gejala eksim yang mungkin Anda alami, meliputi:

  • gatal,
  • pembengkakan,
  • kulit kering dan iritasi,
  • rasa sakit atau sensasi terbakar,
  • ruam merah atau bersisik, serta
  • kulit menebal, pecah-pecah, atau berkerut.

Penyebab eksim di kelopak mata

cara mengatasi mata bengkak

Penyebab eksim atau dermatitis atopik belum diketahui secara pasti.

Para ahli menyimpulkan bahwa kondisi ini terkait dengan faktor genetik yang memengaruhi perlindungan kulit.

Sebagai bagian terluar tubuh, kulit yang sehat dapat membantu mempertahankan kelembapan tubuh dan melindungi dari bakteri, iritan, atau alergen.

Nah, kulit di kelopak mata lebih tipis daripada kulit tubuh lainnya. Pada kulit kelopak mata juga terdapat banyak pembuluh darah dan sedikit lemak.

Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko Anda mengalami dermatitis di kelopak mata akibat faktor lingkungan, iritan, atau alergen, meliputi:

  • kulit kering,
  • makanan yang memicu alergi (khususnya pada anak-anak),
  • cairan lensa kontak (softlens),
  • obat tetes mata,
  • produk perawatan, seperti sabun, losion, dan sampo,
  • parfum dan produk mengandung pewangi,
  • logam dalam pinset, gunting, atau perhiasan,
  • obat-obatan, seperti kortikosteroid dan antibiotik,
  • tungau debu, dan
  • bulu hewan peliharaan.

Cara mengobati eksim di kelopak mata

Pengobatan eksim di kelopak mata bisa Anda lakukan dengan dokter spesialis kulit.

Dokter dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan pada kulit yang merah dan gatal.

Dokter mungkin akan menanyakan terkait gejala dan riwayat kesehatan Anda.

Pasalnya, orang dengan keluarga yang memiliki riwayat dermatitis atopik, rinitis alergi (hay fever), atau asma berisiko lebih besar mengalami eksim kelopak mata.

Selain itu, dokter bisa merekomendasikan tes atau pengambilan sampel kulit (biopsi) untuk mengetahui kondisi lain dan memilih perawatan terbaik.

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan bisa mengendalikan gejalanya.

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan eksim di kelopak mata.

1. Salep kortikosteroid

salep kortikosteroid mata

Dokter bisa memberikan resep salep eksim berupa kortikosteroid topikal ringan yang bisa dioleskan ke permukaan kulit Anda.

Menurut National Eczema Society, salep kortikosteroid ringan dengan 0,5–1% hidrokortison aman untuk area kulit kelopak mata yang lebih tipis dari kulit tubuh lainnya.

Pengobatan ini membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim.

Dokter dapat meresepkan salep kortikosteroid yang lebih kuat tergantung gejala yang Anda alami.

2. Calcineurin inhibitor

Dokter juga bisa meresepkan calcineurin inhibitor sebagai alternatif kortikosteroid yang tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.

Calcineurin inhibitor yang terdiri dari dua jenis, yakni takrolimus dan pimekrolimus. Keduanya berfungsi menghambat protein tertentu yang memicu peradangan.

Salep ini tergolong lebih aman untuk Anda gunakan pada bagian kulit yang lebih tipis, termasuk dalam mengobati eksim di kelopak mata.

3. Perhatikan perawatan kulit

penyebab kulit kering

Orang dengan dermatitis atopik perlu melakukan perawatan kulit wajah yang baik, termasuk dalam memilih produk sabun wajah dan pelembap kulit.

Hindari mencuci wajah dengan sabun yang mengandung alkohol atau pewangi. Oleskan pelembap kulit secara rutin juga membantu menjaga kulit tidak cepat kering.

Apabila kelopak mata gatal, hindari untuk menyentuh atau menggaruknya. Kompres dengan waslap dingin untuk membuat rasa gatal berkurang.

4. Hindari iritan dan alergen

Dermatitis atopik membuat kulit Anda sangat sensitif dan reaktif terhadap iritan atau alergen.

Jika Anda memiliki eksim di kelopak mata, gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di lingkungan yang sangat berdebu atau terkontaminasi.

Bahan atau kondisi apapun bisa menyebabkan dermatitis atopik, termasuk produk perawatan kulit, zat pewangi, pakaian, atau cuaca.

Maka dari itu, penting untuk Anda menghindari pantangan eksim yang dapat memicu kekambuhannya.

Dengan mengetahui penyebab dan cara mengobati eksim di kelopak mata, Anda tentu dapat mengontrol gejala yang ditimbulkan.

Namun, bila gejala tidak berangsur membaik atau muncul infeksi, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk menentukan perawatan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Atopic dermatitis (eczema) – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 8 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273

Atopic dermatitis (eczema) – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 8 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/diagnosis-treatment/drc-20353279

What is atopic dermatitis and how can I tell if I have it?. National Eczema Association. Retrieved 8 November 2021, from https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/atopic-dermatitis/

Eczema around the eyes. National Eczema Society. Retrieved 8 November 2021, from https://eczema.org/information-and-advice/types-of-eczema/eczema-around-the-eyes/

Eczema types: Atopic dermatitis diagnosis and treatment. American Academy of Dermatology Association. Retrieved 8 November 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/atopic-dermatitis/atopic-dermatitis-treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan