home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tak Hanya IBS, Ini 9 Penyebab Kram Usus yang Jarang Disadari

Tak Hanya IBS, Ini 9 Penyebab Kram Usus yang Jarang Disadari

Kram usus dahulu dikenal sebagai nama lain dari sindrom iritasi usus besar (IBS), yaitu gangguan pencernaan yang ditandai dengan sakit perut, kembung, diare, dan sembelit. Namun, para ahli kini memahami bahwa penyebab kram usus ternyata tidak terbatas pada IBS saja.

Ada sejumlah kondisi dan penyakit lain yang dapat menimbulkan gangguan ini. Apa saja contohnya?

Ragam penyebab kram usus

kram usus

Istilah “kram usus” merujuk pada meningkatnya kontraksi otot-otot usus kecil dan usus besar secara spontan.

Jika Anda pernah merasakan tegang pada otot perut yang sangat intens, kemungkinan Anda sedang mengalami kondisi ini.

Kram usus sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit atau kondisi tertentu.

Banyak pasien IBS mengalami kram usus, tapi tidak semua pasien IBS akan mengalaminya. Jadi, IBS bukanlah satu-satunya penyebab kram usus.

Secara umum, berikut berbagai kondisi yang dapat menyebabkan kram pada saluran pencernaan Anda.

1. Sindrom iritasi usus besar (IBS)

IBS dapat menyebabkan kram dan kejang usus yang membuat Anda mengalami diare, kembung, atau gejala lainnya.

Meski tidak menyebabkan kerusakan pada usus ataupun membahayakan nyawa, gejala IBS bisa sangat mengganggu keseharian pasien.

Pada penderita IBS, kontraksi otot usus yang seharusnya teratur justru berubah-ubah secara spontan.

Gerak otot usus mereka mungkin menjadi lebih cepat atau lambat dari seharusnya sehingga menyebabkan sembelit atau diare.

2. Keracunan makanan

penyebab gastroenteritis muntaber flu perut

Keracunan makanan cukup sering menjadi penyebab kram usus. Selain kram, pasien biasanya juga mengalami muntah, sakit perut, dan diare.

Gejala ini bisa muncul dalam beberapa menit hingga hari setelah Anda makan makanan yang terkontaminasi.

Saat Anda mengalami keracunan makanan, otot-otot usus berkontraksi dengan lebih cepat.

Ini karena tubuh berusaha mempercepat pergerakan makanan dalam usus untuk menyingkirkan mikroba berbahaya di dalamnya secepat mungkin.

3. Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan gangguan pencernaan akibat infeksi virus yang juga dikenal sebagai muntaber atau flu perut.

Seperti saat terjadi keracunan makanan, otot-otot usus berkontraksi lebih cepat untuk menyingkirkan virus di dalam tubuh.

Kontraksi inilah yang menjadi penyebab kram usus pada pasien gastroenteritis.

Meski gejalanya cukup mengganggu, pasien biasanya pulih sendiri setelah beristirahat, minum air yang cukup, dan konsumsi makanan yang mudah dicerna selama beberapa hari.

4. Alergi makanan

Artikel Kesehatan Seputar Penyakit Muntaber

Alergi makanan kerap menjadi penyebab gangguan pencernaan yang jarang disadari.

Reaksi alergi terjadi saat sistem imun Anda keliru menganggap makanan sebagai zat berbahaya. Sistem imun lalu melepaskan berbagai zat kimia yang memicu reaksi alergi.

Makanan yang paling sering memicu alergi yakni telur, susu, kacang, dan seafood.

Ada berbagai pengobatan untuk mengatasi alergi makanan, tetapi akan lebih baik bila Anda menghindari berbagai makanan pemicu alergi ini sepenuhnya.

5. Intoleransi makanan

Alergi dan intoleransi makanan sama-sama bisa menjadi penyebab kram usus. Namun, intoleransi makanan tidak melibatkan sistem imun.

Kondisi ini terjadi bila tubuh tidak bisa mencerna suatu makanan atau ada bahan makanan yang mengiritasi usus Anda.

Sebagai contoh, orang dengan intoleransi laktosa akan mengalami masalah pencernaan bila mengonsumsi susu, keju, dan produk sejenisnya.

Tubuh orang dengan intoleransi laktosa tidak dapat menghasilkan cukup enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa.

6. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan salah satu bentuk penyakit radang usus besar (IBD) yang menimbulkan luka pada saluran pencernaan.

Kram usus pada pasien IBD umumnya dipicu oleh peradangan serta konsumsi makanan tinggi gula, lemak, atau serat.

Selain itu, sebuah studi dalam jurnal Inflammatory Bowel Disease menyebutkan bahwa perubahan hormon saat menstruasi kerap menjadi penyebab kram usus.

Keluhan ini bisa muncul kapan saja, terutama pada malam hari.

7. Penyakit Crohn

Seperti kolitis ulseratif, penyakit Crohn termasuk dalam kelompok penyakit radang usus besar.

Penyakit ini biasanya menyerang usus halus dan usus besar dengan keparahan yang berbeda-beda, dari ringan hingga bisa menghambat kegiatan sehari-hari.

Gejala penyakit Crohn antara lain sakit perut, BAB berdarah, diare, dan merasa seperti BAB tidak tuntas.

Karena gejala ini mirip dengan masalah pencernaan pada umumnya, pasien biasanya perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis.

8. Endometriosis

gangguan motilitas usus

Penyebab kram usus terkadang bisa berasal dari luar sistem pencernaan, contohnya endometriosis.

Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang semestinya melapisi dinding rahim tumbuh dan menumpuk di luar rahim.

Jika endometriosis memengaruhi usus besar, Anda mungkin akan mengalami kejang usus, kram perut, atau diare yang bertambah parah saat mendekati siklus menstruasi.

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami tanda-tandanya.

9. Stres

Saluran pencernaan berhubungan erat dengan otak. Inilah mengapa saat stres, banyak orang merasa mual atau seakan perutnya melilit.

Menurut International Foundation for Gastrointestinal Disorders, stres dan IBS memang memengaruhi satu sama lain.

Stres sebenarnya membantu Anda menghadapi situasi yang berbahaya. Namun, stres yang berlebihan justru bisa menjadi penyebab kram usus dan gangguan pencernaan lainnya.

Maka dari itu, coba lakukan upaya untuk mengelola stres dengan baik.

Kram pada perut atau usus biasanya bukanlah kondisi serius yang perlu didiagnosis.

Beberapa penyebab kram usus seperti alergi makanan, keracunan makanan, dan stres bahkan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Akan tetapi, jika keluhan ini sering kambuh, berlangsung lebih dari sehari, atau terasa sangat parah, ini mungkin menandakan masalah kesehatan yang cukup serius.

Segera kunjungi dokter agar Anda mengetahui penyebab dan solusinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spastic colon: What does it mean?. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/expert-answers/spastic-colon/faq-20058473

Stress and IBS – About IBS. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://aboutibs.org/what-is-ibs/psychological-factors-and-ibs/stress-and-ibs/

CDC -What is inflammatory bowel disease (IBD)? – Inflammatory Bowel Disease – Division of Population Health. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.cdc.gov/ibd/what-is-IBD.ht

Food poisoning – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230

Food allergy and intolerance – Better Health Channel. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/food-allergy-and-intolerance

Ulcerative colitis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ulcerative-colitis/symptoms-causes/syc-20353326

Endometriosis – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 29 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/diagnosis-treatment/drc-20354661

Rolston, V., Boroujerdi, L., Long, M., McGovern, D., Chen, W., & Martin, C. et al. (2018). The Influence of Hormonal Fluctuation on Inflammatory Bowel Disease Symptom Severity—A Cross-Sectional Cohort Study. Inflammatory Bowel Diseases, 24(2), 387-393. doi: 10.1093/ibd/izx004

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 15/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan