home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Makanan yang Dapat Menjadi Penyebab Usus Buntu, Apa Saja?

3 Makanan yang Dapat Menjadi Penyebab Usus Buntu, Apa Saja?

Apa yang Anda makan bisa jadi salah satu penyebab radang usus buntu. Lantas, makanan apa saja yang jadi penyebab risiko usus buntu jadi meningkat? Lihat daftar makanan yang mungkin menyebabkan usus buntu berikut ini.

Benarkah ada makanan yang menyebabkan usus buntu?

setelah operasi usus buntu

Sebenarnya, makanan bukanlah penyebab utama usus buntu. Melansir situs Mayo Clinic, penyakit usus buntu terjadi akibat adanya penyumbatan, peradangan, dan infeksi pada apendiks, yakni bagian usus yang terletak di ujung usus besar.

Ketika usus buntu tersumbat, bakteri akan menjadikan area tersebut sebagai rumah untuk berkembang biak. Jumlah bakteri yang tidak terkendali ini akhirnya bisa menimbulkan infeksi, membuat usus meradang dan membengkak.

Walaupun bukan penyebab utama, ternyata makanan merupakan salah satu pemicu terjadinya penyumbatan. Bila pilihan makanan yang dikonsumsi tidak tepat, risiko terjadinya usus buntu jadi semakin meningkat.

Daftar makanan penyebab risiko usus buntu naik

usus buntu

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa tidak ada cara pasti untuk mencegah radang usus buntu.

Akan tetapi, penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini jarang terjadi pada orang yang menerapkan pola makan sehat, seperti rutin mengonsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa pilihan makanan yang kurang tepat secara tidak langsung dapat menjadi penyebab risiko Anda mengalami usus buntu jadi meningkat.

Beberapa makanan yang berpotensi menyebabkan usus buntu, meliputi sebagai berikut.

1. Makanan pedas

Makanan pedas yang dimaksud menyebabkan usus buntu adalah yang ditambah dengan cabai atau paprika.

Biji cabai pada makanan yang tidak hancur memang dapat menyumbat usus dalam jangka waktu panjang, dan akhirnya menyebabkan radang usus buntu. Seperti yang dilaporkan oleh studi Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine pada 2011.

Studi ini mengamati 1.969 kasus radang usus buntu dalam rentang tahun 2002 – 2009 untuk mencari tahu apakah ada makanan tertentu yang memicu penyebab usus buntu.

Hasilnya, 8 kasus penyumbatan usus di antaranya adalah karena biji tumbuhan, termasuk biji cabai dan paprika.

Sebagai penyebab usus buntu, efek makanan pedas mungkin tidak terlalu kentara. Namun, cabai itu sendiri menjadi salah satu pemicu sakit perut, gangguan pencernaan yang menyerupai gejala awal usus buntu.

Namun, rasa nyerinya berbeda dengan sakit perut biasa. Sakit perut pertanda usus buntu bisa dibedakan dari area perut Anda, yakni sebelah kanan bagian bawah.

Gangguan pencernaan ini dapat menyebabkan rasa sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai dengan mual. Sakit perut tanda usus buntu juga diikuti dengan gejala mual dan muntah, diare, dan nafsu makan yang menurun.

Jika Anda rentan mengalami gangguan pencernaan yang menyakitkan setelah makan makanan pedas, Anda harus membatasi konsumsi makanan tersebut.

2. Penimbunan makanan yang tidak hancur dikunyah

Makanan yang tersumbat jadi salah satu penyebab radang usus buntu. Potongan kecil makanan dapat memblokir permukaan rongga yang membentang di sepanjang usus buntu, dan itu dapat mengakibatkan pembengkakan dan pembentukan nanah.

Potongan kecil makanan yang menyumbat permukaan akan membuat bakteri terbentuk di dalam usus buntu. Jika tidak diobati, radang akan menyebabkan usus buntu pecah dan menyebarkan bakteri ke seluruh tubuh.

Sebenarnya, Anda tidak bisa kena usus buntu setelah makan sesuatu. Harus ada banyak sekali makanan yang tidak hancur yang menumpuk atau menimbun di usus, barulah bisa terjadi peradangan usus buntu.

Dengan kata lain, sekali makan saja tidak akan langsung bikin usus buntu.

Ini karena tubuh dan sistem pencernaan manusia sudah punya cara khusus untuk melumatkan makanan yang masuk, yaitu dengan enzim pencernaan yang sifatnya asam. Setelah dikunyah di mulut, makanan akan lantas dihancurkan oleh enzim.

Jadi, biasanya penyebab usus buntu yaitu terlalu sering mengonsumsi makanan yang tidak benar-benar hancur meski sudah dikunyah.

Saat Anda makan pastikan mengunyah makanan dengan hati-hati dan jangan terburu-buru. Sebaliknya, fokuskan diri Anda saat makan, agar tahu tingkat kehalusan makanan sekaligus seberapa banyak porsi makanan yang Anda konsumsi.

3. Makanan rendah serat

Meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, yang tinggi karbohidrat dan rendah serat dapat meningkatkan risiko radang usus buntu. Dalam studi pada 2016, Universitas Sumatera Utara melakukan pengamatan terhadap makanan berserat dengan penyakit radang usus buntu.

Pada studi tersebut, diketahui bahwa sebanyak 19 pasien di Rumah Sakit H. Adam Malik diketahui 14 orang kurang mengonsumsi makanan berserat.

Kemungkinan besar alasan makanan rendah serat menjadi penyebab tidak langsung dari radang usus buntu karena bisa menyebabkan sembelit.

Sembelit atau susah buang air besar menandakan adanya feses yang mengeras sehingga tidak bisa mencapai anus dengan lancar.

Jadi, sangat penting untuk meningkatkan asupan serat pada menu makanan Anda. Caranya tambahkan sayur, buah, atau kacang-kacangan sebagai menu masakan atau camilan.

Selain makanan, kurang minum juga penyebab usus buntu

perbedaan air mineral dan demineral

Tidak hanya makanan, asupan air yang kurang juga secara tidak langsung ikut memicu risiko usus buntu meningkat. Kenapa?

Air yang Anda minum berguna untuk mengalirkan sisa makanan mencapai saluran pencernaan dengan baik. Selain itu, air juga sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan serat makanan, nutrisi makanan yang bertugas melunakkan feses.

Di samping itu, air juga merangsang usus untuk bergerak secara normal sehingga memungkinkan feses bergerak melewati usus besar dan akhirnya keluar dari anus.

Bila tubuh kekurangan cairan, serat tidak dapat melunakkan feses. Feses yang mengeras dapat tertimbun di penghujung usus besar.

Oleh karena itulah, imbangi aktivitas dengan minum air yang cukup untuk menurunkan risiko radang usus buntu.

Asupan air setiap orang berbeda-beda. Namun, ahli kesehatan menganjurkan setidaknya minum 8 gelas air setiap hari. Jika Anda melakukan aktivitas berat atau berada di luar ruangan yang membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat, minum lebih banyak.

Berobat ke dokter untuk atasi radang usus buntu

Jika Anda mencurigai ada gejala usus buntu, maka carilah bantuan medis segera. Radang usus buntu tidak akan sembuh dengan sendirinya kecuali Anda mendapatkan bantuan perawatan medis.

Dalam waktu kurang dari 48 jam, Anda perlu mendapatkan perawatan dokter, entah itu pengobatan usus buntu biasa atau operasi.

Lebih dari jangka waktu tersebut, usus buntu bisa saja pecah dan mengancam jiwa karena menyebabkan septikemia. Pada kasus ini operasi usus buntu mungkin dibutuhkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Images: Restaurant Business Magazines. [Accessed on March 20th, 2020]

A Rare Case of Gangrenous Appendicitis by Eggs of Taenia Species https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24505193. Accessed November 17, 2016.

Can Spicy Food Cause Your Appendix to Burst? http://healthyliving.azcentral.com/can-spicy-food-cause-appendix-burst-19252.html. Accessed November 15, 2016.

Foods to Avoid for Appendicitis Treatment http://www.diethealthclub.com/articles/367/diet-and-wellness/foods-to-avoid-for-appendicitis-treatment.html. Accessed November 15, 2016.

Popcorn & Appendicitis http://www.livestrong.com/article/553325-popcorn-appendicitis/. Accessed November 17, 2016.

Engin, O., Yildirim, M., Yakan, S., & Coskun, G. A. (2011). Can fruit seeds and undigested plant residuals cause acute appendicitisAsian Pacific journal of tropical biomedicine1(2), 99–101. https://doi.org/10.1016/S2221-1691(11)60004-X [Accessed on March 20th, 2020]

Summer Appendicitis https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3952290/. Accessed November 17, 2016.

Appendicitis – Symptoms and causes. (2019, May 24). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543 [Accessed on March 20th, 2020]

Appendicitis Prevention. (n.d.). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8095-appendicitis/prevention [Accessed on March 20th, 2020]

Water: A Fluid Way to Manage Constipation. (2007, June 22). WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/water-a-fluid-way-to-manage-constipation [Accessed on March 20th, 2020]

Relation between Fiber Diet and Appendicitis Incidence in Children at H. Adam Malik Central Hospital Medan North Sumatra-Indonesia. (n.d.). Open Journal Systems. https://ojs.unud.ac.id/index.php/bmj/article/view/21950 [Accessed on March 20th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 29/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x