Apa Bedanya Sakit Maag (Dispepsia) dan GERD?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak masalah lambung memiliki gejala yang kurang lebih sama. Padahal beberapa jenis gangguan lambung, seperti sakit maag dan GERD, memiliki gejala yang berbeda. Simak perbedaan maag dan GERD agar Anda bisa mendapatkan penanganan tepat.

Apa saja perbedaan maag dan GERD?

penyakit GERD adalah

Maag merupakan istilah yang menggambarkan gejala tidak nyaman atau keluhan sakit akibat masalah pada pencernaan. Kondisi yang juga dikenal sebagai dispepsia ini ternyata sering disamakan dengan GERD. 

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi ketika cairan asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) hingga mulut. Orang yang mengalami maag mungkin saja mengembangkan gejala GERD. 

Meski begitu, ada hal yang membedakan antara dispepsia dan GERD yang perlu Anda ketahui. Pasalnya, salah mengenali kedua kondisi ini bisa berisiko mendapatkan penanganan yang tidak sesuai. Berikut ini kondisi yang membedakan antara maag dan GERD. 

Gejala sakit maag versus GERD

obat maag tablet

Bila dilihat sepintas, gejala maag dengan GERD mungkin akan terlihat sama mengingat keduanya termasuk gangguan pencernaan. Meski begitu, baik maag dan GERD, memiliki perbedaan yang bisa dilihat berdasarkan gejala. 

Ciri-ciri maag

Umumnya, dispepsia ditandai dengan perasaan tidak nyaman pada area perut bagian atas. Pada saat Anda mengalami maag, rasa sakitnya dapat datang dan pergi silih berganti. Ada pun sejumlah kondisi yang bisa menjadi pertanda maag, yakni:

  • perut terasa penuh saat makan, terutama sebelum menghabiskan makanan,
  • perut terasa tidak nyaman setelah makan dalam jangka waktu yang lama,
  • ulu hati terasa nyeri
  • buang angin dan bersendawa,
  • perut kembung pada bagian atas, hingga
  • mual dan muntah. 

Gejala GERD

Berbeda dengan maag, gejala GERD cenderung lebih berat. Pasalnya, GERD dan maag memiliki gejala yang berbeda, yaitu refluks asam lambung ditandai dengan sensasi terbakar pada dada (heartburn).

Sensasi terbakar ini nantinya dapat menimbulkan gejala GERD lainnya yang cukup mengganggu, yaitu: 

  • dada terasa terbakar setelah makan, terutama pada malam hari, 
  • makanan atau asam lambung naik ke atas kerongkongan,
  • nyeri dada, 
  • kesulitan menelan, dan 
  • rasa mengganjal pada kerongkongan. 

Tidak hanya gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan, asam lambung yang mengiritasi kerongkongan juga dapat menimbulkan gejala lainnya, seperti: 

Bila dibiarkan, gejala GERD bisa berkembang dan memicu sesak napas atau rasa sakit di sekitar rahang tangan. Gejala ini mirip dengan gejala serangan jantung, sehingga sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)

Penyebab GERD vs. dispepsia

dispepsia fungsional sakit maag

Selain gejala, perbedaan yang terlihat dari GERD dan maag yaitu pada penyebab. Keduanya sama-sama disebabkan oleh asam lambung yang naik, tetapi ternyata area yang terdampak untuk memicu gejala GERD dan maag berbeda. Bagaimana bisa?

Penyebab maag

Faktanya, sejumlah gejala sakit maag ternyata dipicu oleh iritasi pada dinding lambung. Pada saat asam lambung naik atau adanya luka pada lambung (tukak lambung), dinding lambung berisiko mengalami iritasi dan memicu gejala di atas. 

Penyebab GERD

Bila maag disebabkan oleh iritasi pada dinding lambung, lain halnya dengan GERD. Penyebab GERD yaitu asam lambung yang naik akibat cincin esofagus melemah dan tidak dapat menahan makanan kembali ke kerongkongan dan cairan dari lambung. 

Akibatnya, makanan dan cairan asam lambung lebih mudah naik ke atas dan memicu gejala heartburn atau sensasi terbakar pada dada. Kondisi ini juga yang menjadi penyebab perasaan tidak nyaman pada perut dan kerongkongan.

Meski sama-sama disebabkan oleh asam lambung, GERD dan maag bisa dibedakan lewat bagaimana kenaikan asam lambung memicu gejala.

Selain itu, asam lambung yang naik pun memengaruhi area yang berbeda dan menyebabkan gejala GERD dan maag. Itu sebabnya, ketika Anda mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi. 

Berbagai Penyebab GERD dan Pemicu Lainnya yang Mesti Diwaspadai

Cara mengatasi GERD dan dispepsia

Penyebab antara refluks asam lambung dan maag memang sama, yaitu asam, meski area yang terkena masalah berbeda. Itu sebabnya, obat yang digunakan untuk mengatasi GERD dan dispepsia akan mirip, yaitu obat untuk menurunkan asam lambung, seperti ranitidin. 

Meski begitu, durasi pengobatan dispepsia dan GERD memiliki perbedaan. Hal ini dikarenakan pasien GERD yang parah mungkin memerlukan pengobatan seumur hidup, sedangkan maag yang ringan tidak perlu dirawat setiap hari. 

Tidak hanya itu, perubahan gaya hidup baik pada pasien GERD atau orang yang mengalami gejala maag pun tidak jauh berbeda, seperti tidak makan berlebihan. 

Bila Anda menduga mengalami maag atau GERD, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab utamanya agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Susu yang Cocok untuk Penderita Maag dan Asam Lambung

Ada yang bilang susu menyembuhkan penyakit asam lambung. Simak jenis susu apa saja yang cocok untuk penderita asam lambung dan maag.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyakit Celiac

Penyakit celiac (celiac disease) adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Pelajari lebih dalam seputar penyakit ini berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

Sekilas, mual tanda hamil dan maag memiliki gejala yang hampir serupa. Lantas, apa sih sebenarnya perbedaan mual hamil dan maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Maag adalah masalah pencernaan yang dialami siapa saja. Selain pola makan yang buruk, apa lagi yang biasa jadi penyebab maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat BAB berdarah

Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
punya maag boleh makan yogurt

Bolehkah Orang yang Punya Maag Makan Yogurt?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
infeksi bakteri helicobacter pylori

Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluhan ibu hamil

12 Keluhan yang Paling Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit