Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Benarkah Temulawak Ampuh Menambah Nafsu Makan Anak?

Benarkah Temulawak Ampuh Menambah Nafsu Makan Anak?

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan temulawak. Rimpang yang masih berkerabat dengan kunyit ini memang dikenal memiliki banyak khasiat. Salah satu manfaat temulawak yang paling terkenal adalah sebagai penambah nafsu makan anak. Lantas, benarkah temulawak bisa menambah nafsu makan anak?

Apa saja khasiat dari temulawak?

Akar dan rimpang temulawak telah sejak lama digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai penyakit.

Ini termasuk penyakit liver, radang sendi, demam pada anak, rematik, hingga gangguan pada kulit.

Namun, dari beragam khasiat tersebut, tanaman ini paling sering dimanfaatkan untuk mengobati masalah pada sistem pencernaan.

Masalah pada sistem pencernaan misalnya, gangguan lambung, perut kembung, sembelit, diare, disentri, dan wasir.

Para ahli meyakini bahwa seluruh manfaat ini berasal dari bahan aktif yang terkandung dalam temulawak, yakni kurkumin.

Kurkumin adalah senyawa dari golongan polifenol yang bersifat antioksidan, antiradang, dan antibakteri.

Kurkumin bekerja dengan meredakan peradangan dan pembengkakan pada saluran cerna.

Oleh karena itu, temulawak juga berpotensi mengatasi penyakit yang terkait dengan peradangan pada sistem pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS) hingga infeksi bakteri H. pylori pada saluran pencernaan.

Apakah temulawak ampuh sebagai penambah nafsu makan?

nafsu makan anak

Tidak sedikit yang meyakini keampuhan temulawak dalam menambah nafsu makan.

Klaim ini juga mendapat dukungan oleh sebagian ahli, meskipun banyak pula yang menentangnya karena belum terdapat bukti yang menjanjikan.

Beragam penelitian memang telah membuktikan khasiat temulawak untuk kesehatan sistem pencernaan. Sayangnya, belum ada penelitian yang secara gamblang dapat membuktikan manfaat temulawak untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Pada penelitian terbaru tahun 2020, temulawak disebut menjadi satu dari tujuh bahan ramuan jamu yang berpotensi sebagai penambah nafsu makan anak di bawah usia 5 tahun (balita).

Para peneliti menyebut, temulawak dapat merangsang enzim yang membuat anak merasa lapar. Sinyal rasa lapar ini kemudian akan dikirimkan ke otak, sehingga timbul keinginan untuk makan.

Meski demikian, penelitian ini masih dilakukan pada lingkup kecil. Dengan demikian, butuh penelitian yang lebih luas dan besar untuk membuktikan manfaat temulawak ini untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Temulawak dapat mengatasi masalah pencernaan anak

obat diare anak alami paling ampuh

Meski belum terbukti secara luas sebagai penambah nafsu makan, temulawak masih dapat Anda manfaatkan untuk mengatasi gangguan pencernaan anak.

Adapun masalah pencernaan ternyata merupakan salah satu penyebab turunnya nafsu makan anak. Ambil contoh, beberapa anak mungkin tidak mau makan karena mengalami sembelit.

Nah, kurkumin dalam temulawak bisa membantu mengatasi sembelit pada anak agar nafsu makannya kembali normal.

Fungsi temulawak pun kemungkinan lebih ampuh bila Anda campurkan dengan lada hitam.

Sebab, piperin dalam lada hitam dapat membantu mempertahankan kurkumin di dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan manfaatnya, termasuk untuk kesehatan pencernaan anak Anda.

Cara membuat jamu temulawak untuk anak

Meski manfaat temulawak sebagai penambah nafsu makan masih dicari tahu lebih lanjut, Anda bisa memberikan ramuan jamu ini untuk mengoptimalkan kesehatan pencernaan anak.

Untuk mendapatkan manfaat temulawak tersebut, Anda bisa membuat ramuan jamu dengan cara berikut.

  1. Parut rimpang temulawak dan rebus ke dalam 2 gelas air.
  2. Tunggu sampai mendidih kemudian saring.
  3. Tambahkan satu sendok makan madu atau gula pasir.
  4. Tunggu hingga dingin dan ramuan jamu temulawak siap untuk anak Anda minum.

Selain dengan cara tersebut, Anda bisa membuat ramuan jamu seperti membuat santan.

Anda hanya cukup memarut rimpang temulawak, kemudian merendamnya dalam air selama beberapa waktu.

Lalu, peras temulawak parut yang sudah bercampur dengan air tersebut. Air hasil perasan bisa Anda tambahkan dengan satu sendok teh garam dan satu sendok makan gula pasir agar lebih nikmat.

Bila anak Anda menolak ramuan jamu tersebut, Anda juga bisa memberikan makanan yang telah dicampur dengan temulawak.

Anda bisa menaburkan temulawak parut dan sedikit lada ke dalam telur orak-arik atau makanan lain yang si kecil suka.

Cara lain untuk menambah nafsu makan anak

agar anak mau makan ikan

Bila belum juga berhasil, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, temulawak bukanlah satu-satunya penambah nafsu makan.

Selagi mengonsumsi temulawak, Anda juga dapat meningkatkan nafsu makan anak melalui ragam cara berikut.

  • Buat menu makanan anak yang bervariasi dengan tampilan menarik.
  • Membatasi camilan untuk anak.
  • Atur porsi makan anak menjadi lebih kecil, sehingga anak akan meminta makan lebih banyak.
  • Mencoba menggabungkan makanan yang anak Anda suka dan tidak suka.
  • Ajak anak untuk berbelanja dan memilih bahan makanannya sendiri.
  • Ajak anak untuk mengolah atau memasak makanannya sendiri.
  • Makan bersama keluarga.
  • Tidak memberi makan sambil anak nonton TV atau bermain gadget.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How To Get Your Toddler To Eat – Eating Habits | familydoctor.org. familydoctor.org. (2021). Retrieved 31 August 2021, from https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/.

10 Tips for Parents of Picky Eaters. HealthyChildren.org. (2021). Retrieved 31 August 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Picky-Eaters.aspx.

Your Child’s Appetite Has Changed: When to Worry. Riley Children’s Health. (2021). Retrieved 31 August 2021, from https://www.rileychildrens.org/connections/your-childs-appetite-has-changed-when-to-worry.

Using Black Pepper to Enhance the Anti-Inflammatory Effects of Turmeric. University of Massachusetts Medical School. (2021). Retrieved 31 August 2021, from https://www.umassmed.edu/nutrition/blog/blog-posts/2019/6/using-black-pepper-to-enhance-the-anti-inflammatory-effects-of-turmeric/.

Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health. Foods (Basel, Switzerland)6(10), 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092.

Kang, Y., Rahmat, E., & Lee, J. (2021). Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. https://doi.org/10.1155/2021/9960813.

Panjaitan, et al. (2020). Indigenous knowledge of the people in Karya Usaha Hamlet
(Kubu Raya, West Kalimantan, Indonesia) on the processing and
diversity of plants that enhance toddler’s appetite. Biodiversitas. 21(9): 4284-4290. https://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/D2109/D210946.pdf.

Gupta, S. C., Patchva, S., & Aggarwal, B. B. (2013). Therapeutic Roles of Curcumin: Lessons Learned from Clinical Trials. The AAPS Journal. 15(1)https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3535097/pdf/12248_2012_Article_9432.pdf.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 08/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita