home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Ibu yang Mengidap Hepatitis Menyusui Bayinya?

Bolehkah Ibu yang Mengidap Hepatitis Menyusui Bayinya?

ASI adalah makanan yang paling baik untuk dikonsumsi anak, selama kurang lebih 2 tahun pertamanya. ASI mengandung berbagai jenis zat gizi yang diperlukan anak untuk menunjang tumbuh kembang serta terdapat zat antibodi di dalam ASI, sehingga membuat bayi terlindungi dari berbagai zat asing, virus, serta bakteri. Namun bagaimana ketika ASI yang seharusnya melindungi dan menjaga bayi berbagai penyakit infeksi malah menjadi perantara virus antara ia dan ibunya? Amankah jika ibu yang mengidap hepatitis menyusui bayinya?

Apakah hepatitis bisa menular lewat ASI?

Hepatitis adalah salah satu penyakit infeksi yang menular. Hepatitis lebih terkenal di Indonesia dengan nama penyakit kuning. Disebut demikian karena memang salah satu gejalanya adalah kulit dan tubuh menjadi menguning.

Penyakit ini memiliki berbagai jenis, tergantung dengan proses penularannya serta tingkat keparahannya. Hepatitis terbagi menjadi 5 jenis hepatitis yaitu, A, B, C, D, dan E. Masing-masing hepatitis memiliki cara penularannya tersendiri. Penyakit hepatitis A dan E ditularkan melalui fecal-oral. Sedangakan hepatitis B dan C penularannya hampir sama dengan HIV/AIDS yaitu melalui pertukaran cairan dalam tubuh, seperti darah dan air liur. Hepatitis yang mungkin ditularkan adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Oleh karena itu, ibu yang menderita hepatitis bisa saja menularkan virus hepatitis ke anaknya, melalui berbagai hal. Salah satunya adalah ketika pemberian ASI. Jadi, apakah ibu yang menderita hepatitis lebih baik tidak menyusui supaya anaknya tidak tertular? Ini tergantung pada jenis hepatitisnya.

BACA JUGA: Ibu yang Mengidap HIV, Apakah Boleh Menyusui?

Amankah jika penderita hepatitis menyusui anaknya?

Menyusui saat mengidap hepatitis A

Hepatitis A adalah jenis hepatitis yang paling sering terjadi dan menular melalui kontaminasi makanan, air minum, serta bisa tertular dari orang ke orang. Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kulit menjadi kuning, serta demam. Pada bayi yang baru lahir sebenarnya hepatitis jarang sekali terjadi. Selain itu, hepatitis A jarang sekali yang menjadi akut dan fatal, sementara hepatitis A tidak bisa menjadi penyakit yang kronis.

Secara umum, Anda bisa memberikan ASI pada bayi Anda dan tidak perlu khawatir bayi Anda akan tertular virus hepatitis. Hepatitis A tidak menular melalui ASI dan tidak ditemukan virus hepatitis A di dalam ASI.

BACA JUGA: 4 Tahap Penyakit Hati: Dari Peradangan Hingga Gagal Hati

Menyusui saat mengidap hepatitis B

Hepatitis B adalah jenis penyakit hepatitis yang ditularkan melalui kontak seksual, sama seperti penularan HIV/AIDS. Seorang bayi yang baru lahir bisa saja terkontaminasi virus hepatitis B akibat terkena darah ibu yang terkontaminasi saat mereka lahir. Gejala dan tanda yang ditimbulkan hampir sama yaitu kulit dan mata menjadi kuning, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, serta campak. Hepatitis B bisa berkembang menjadi penyakit kronis dan mengakibatkan gangguan hati yang lebih fatal, seperti sirosis dan kanker hati.

Berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B terbukti ditemukan di dalam ASI. Walaupun begitu, bayi bisa terlindungi dari virus hepatitis B jika bayi diberikan vaksinasi hepatitis B. Vaksin tersebut lebih baik diberikan sesaat setelah bayi dilahirkan, dan akan melindungi bayi yang memang memiliki risiko untuk terkena hepatitis B ataupun tidak.

Jika memang Anda positif menderita hepatitis B, maka Anda harus memberikan anak Anda vaksin hepatitis B pada 12 jam pertama setelah kelahiran, lalu ketika bayi berusia 1 atau 2 bulan, dan saat bayi berusia 6 bulan. Kemudian pada usia 9 hingga 18 bulan, bayi harus diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah memiliki virus hepatitis B positif.

BACA JUGA: Bagaimana Hepatitis B Dapat Berkembang Jadi Kanker Hati Primer

Menyusui jika Anda mengidap hepatitis C

Agak berbeda dengan jenis hepatitis lainnya, hepatitis C tidak terlihat menimbulkan gejala apapun. Di beberapa kasus, gejala yang timbul hanya datang dan kemudian menghilang kembali. Rata-rata 50% dari penderita hepatitis C adalah pasien yang sudah pernah mengalami atau memiliki riwayat penyakit sirosis atau penyakit hati kronis lainnya. Virus hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengalami hepatitis C. Berhubungan seksual, bergantian dalam menggunakan jarum, serta pemakaian obat-obatan terlarang bisa menjadi sarana penularan hepatitis C.

Pada ibu yang mengalami hepatitis C, tidak ditemukan virus hepatitis C ada di dalam ASI. Tetapi Centers for Disease Control Prevention menganjurkan untuk berhenti dulu memberikan ASI jika memang puting ibu mengalami luka atau berdarah. Hal ini dikhawatirkan karena virus hepatitis C dapat ditularkan melalui darah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cdc.gov. (2016). Hepatitis B and C Infections | Breastfeeding | CDC. [online] Available at: http://www.cdc.gov/BREASTFEEDING/disease/hepatitis.htm  [Accessed 2 Dec. 2016].

Lucinda Porter, R. (2016). Mother to Baby Hepatitis C Transmission: A Mother’s Day Message. [online] Everydayhealth.com. Available at: http://www.everydayhealth.com/columns/lucinda-porter-navigating-hepatitis-c/hepatitis-c-and-mother-to-baby-transmission-a-mothers-day-message/  [Accessed 2 Dec. 2016].

Situations, S. (2016). Breastfeeding and hepatitis | BabyCenter. [online] BabyCenter. Available at: http://www.babycenter.com/0_breastfeeding-and-hepatitis_8684.bc  [Accessed 2 Dec. 2016].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 13/12/2016
x