home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Penyebab Polip Kantong Empedu, Tumor Jinak yang Bisa Menjadi Kanker

4 Penyebab Polip Kantong Empedu, Tumor Jinak yang Bisa Menjadi Kanker

Polip dapat terbentuk di berbagai bagian tubuh, termasuk empedu. Dalam jangka panjang, polip empedu bisa menyebabkan komplikasi. Ada baiknya Anda ketahui dahulu apa yang menjadi penyebab polip empedu pada ulasan berikut ini.

Ragam penyebab polip empedu

refluks empedu

Polip empedu adalah kondisi tumbuhnya jaringan abnormal pada bagian dalam kantong empedu. Jaringan ini biasanya berisikan kolesterol yang menumpuk, tapi ada pula polip yang terbentuk dari jaringan tumor jinak maupun ganas.

Penyebab terbentuknya polip empedu memang belum diketahui secara pasti. Namun, berbagai kondisi di bawah ini dapat meningkatkan risikonya.

1. Gangguan dalam pemecahan lemak

Fungsi utama empedu yakni bantu memecah dan menyerap lemak dalam makanan. Begitu makanan yang telah dicerna bergerak memasuki usus halus, kantong empedu mendeteksi hal ini dan meresponsnya dengan mengalirkan empedu ke usus.

Empedu terbuat dari air, garam empedu, kolesterol, asam amino, fosfolipid, enzim, dan beberapa zat lain. Uniknya, orang dengan kadar kolesterol atau garam empedu yang lebih tinggi cenderung berisiko lebih besar untuk memiliki polip empedu.

Inilah mengapa para ahli meyakini bahwa terdapat kaitan antara polip empedu dan cara tubuh Anda memecah lemak. Jika tubuh tidak memecah lemak dengan sempurna, sisa lemak bisa saja menumpuk dalam kantong empedu dan membentuk polip.

2. Familial polyposis (FAP)

Faktor lainnya yang dapat menjadi penyebab polip empedu yaitu familial adenomatous polyposis (FAP). FAP merupakan penyakit keturunan yang ditandai dengan tumbuhnya kanker pada usus besar dan rektum.

Orang dengan kondisi ini biasanya mulai memiliki tumor jinak (polip) pada usus besar saat remaja. Seiring bertambahnya usia, polip dapat berubah menjadi kanker kolorektal yang ganas. Jumlah polip pun dapat bertambah ketika mereka dewasa.

Jaringan polip juga bisa tumbuh di bagian tubuh lain, termasuk usus halus, lambung, dan kantong empedu. Pada sebuah laporan dalam World Journal of Gastroenterology, sekitar 40% sampel kantong empedu dari pasien FAP mengandung jaringan polip.

3. Gardner syndrome

Gardner syndrome merupakan salah satu bentuk dari FAP. Seperti FAP, orang dengan Gardner syndrome juga memiliki beberapa polip dalam usus besar mereka. Namun, mereka juga memiliki tumor di luar sistem pencernaan, seperti di bawah kulit.

Polip empedu akibat Gardner syndrome mempunyai penyebab yang sama dengan FAP, yaitu mutasi pada gen APC. APC yaitu satu dari banyak gen penekan tumor. Gen ini membentuk protein yang mengatur pembelahan dan pembagian sel tubuh.

Mutasi gen APC menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali. Akibatnya, Anda bisa mengalami pertumbuhan tumor, polip, bahkan kanker. Jika ada banyak sekali tumor yang tumbuh, pasien kemungkinan harus menjalani operasi pengangkatan usus.

4. Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati akibat virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini menular ketika darah, semen, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terjangkit memasuki tubuh orang yang sehat.

Selain memengaruhi fungsi hati, penyakit hepatitis B juga bisa berdampak pada sistem empedu. Pada penelitian oleh Xu dan kawan-kawan pada 2012, infeksi HBV diketahui dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi kantong empedu.

Hepatitis B menyebabkan radang pada kantong empedu. Peradangan lantas membuat kantong empedu menjadi tebal. Penelitian yang sama menyebutkan bahwa penebalan ini merupakan penyebab dari banyak penyakit empedu, termasuk polip empedu.

Bisakah Anda mencegah polip empedu?

manfaat kacang panjang untuk ibu hamil

Langkah terbaik untuk mencegah pembentukan polip empedu yakni dengan menjaga kesehatan sistem empedu. Pasalnya, gangguan fungsi empedu akan ikut memengaruhi pemecahan lemak dan meningkatkan risiko terbentuknya polip.

Anda mungkin tidak bisa mencegah pembentukan polip empedu yang berkaitan dengan penyebab genetik. Meski demikian, Anda dapat berupaya mengurangi risikonya dengan berbagai tips di bawah ini.

  • Lebih banyak mengonsumsi makanan kaya serat untuk pencernaan, seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
  • Mengonsumsi asupan yang mengandung lemak menyehatkan, seperti minyak ikan, minyak zaitun, dan makanan laut.
  • Menghindari lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang terdapat pada gorengan, makanan beku, kue-kue manis, dan popcorn instan.
  • Mengurangi konsumsi gula dan makanan yang mengandung gula rafinasi.

Polip empedu merupakan jaringan abnormal yang terbentuk dari tumpukan kolesterol atau tumor. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik yang berkaitan dengan kanker. Jadi, segera kunjungi dokter bila mengalami gejalanya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gallbladder polyps: Can they be cancerous?. (2021). Retrieved 12 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/gallbladder-polyps/expert-answers/faq-20058450

Familial adenomatous polyposis: MedlinePlus Genetics. (2020). Retrieved 12 August 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/familial-adenomatous-polyposis/#causes

Gardner syndrome | Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) – an NCATS Program . (2021). Retrieved 12 August 2021, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6482/gardner-syndrome

Hepatitis B | CDC. (2021). Retrieved 12 August 2021, from https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/index.htm

Eating, Diet, & Nutrition for Gallstones | NIDDK. (2021). Retrieved 12 August 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gallstones/eating-diet-nutrition

Mori, Y. (2014). Rare combination of familial adenomatous polyposis and gallbladder polyps. World Journal Of Gastroenterology, 20(46), 17661. doi: 10.3748/wjg.v20.i46.17661

Xu, Q., Tao, L. Y., Wu, Q., Gao, F., Zhang, F. L., Yuan, L., & He, X. D. (2012). Prevalences of and risk factors for biliary stones and gallbladder polyps in a large Chinese population. HPB : the official journal of the International Hepato Pancreato Biliary Association, 14(6), 373–381. doi: 10.1111/j.1477-2574.2012.00457.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 20/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan