Polip Kandung Empedu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu polip kandung empedu?

Polip kantung empedu merupakan tumbuhnya tonjolan pada lapisan dalam kantung empedu. Tonjolan ini biasanya terdiri dari penumpukkan kolesterol dan tidak berbahaya. Namun, polip juga bisa berupa tumor kecil. Beberapa hanyalah pertumbuhan jinak, tapi pada beberapa yang lain juga bisa bersifat kanker, terutama bila ukurannya semakin besar.

Polip ini umumnya terdeteksi melalui USG. Bila ukurannya lebih besar dari 1 cm, polip kemungkinan bersifat kanker dan harus ditangani dengan melakukan prosedur pengangkatan kantung empedu.

Perhatikan risiko kanker untuk mempertimbangkan perawatan tepat untuk mengatasi kondisi ini dengan tepat. Pengobatan tepat dan diagnosis dini dapat membantu Anda menghadapi penyakit ini.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Polip kandung empedu dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip kandung empedu?

Penyakit ini mungkin tidak menyebabkan gejala apapun, tapi bisa menimbulkan kolik bilier. Kolik bilier adalah sakit perut yang berasal dari kantung empedu. Jenis sakit ini seringkali disebabkan oleh batu empedu, namun jika tidak terdapat batu empedu, kondisi ini mungkin disebabkan oleh polip kandung empedu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera periksakan diri ke dokter. Ingat, tubuh masing-masing orang berbeda, maka reaksi terhadap suatu penyakit juga bisa berbeda. Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan yang dirasakan pada dokter Anda.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab polip kandung empedu?

Penyebab pasti dari pertumbuhan ini masih belum diketahui. Kemungkinannya, kemunculan polip berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh seseorang dalam mencerna lemak.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah usia yang lebih tua dan keturunan dari keluarga. Meski demikian, hubungan antara polip dan riwayat keluarga terhadap beberapa penyakit tertentu masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Selain itu, Pasien dengan gejala poliposis turunan seperti Peutz-Jeghers dan Gardner syndrome juga dapat mengalami kondisi ini.

Untuk polip yang lebih ganas, risikonya lebih tinggi terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun, memiliki batu kantung empedu, dan memiliki kondisi bernama sclerosing cholangitis primer.

 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk melihat kandung empedu dengan jelas, biasanya pasien harus menjalani USG. USG dapat memperlihatkan gambaran mengenai kondisi kantung empedu pasien. Seberapa besar ukuran polip dan potensi bahayanya juga bisa diketahui dari pemeriksaan ini.

Pilihan lainnya adalah positron emission tomography (PET) atau computed tomography (CT) scan. Tes ini dapat membantu mengevaluasi kemungkinan sel bersifat kanker pada polip yang lebih besar. Hasilnya juga digunakan untuk memonitor benjolan dalam beberapa waktu guna melihat adanya perubahan yang mengindikasikan kanker kandung empedu.

Apa saja pengobatan untuk polip kandung empedu?

Dikutip dari Mayo Clinic, sekitar 95% polip bersifat jinak. Salah satu indikasi yang menandakan apakah polip bersifat kanker atau tidak adalah dengan melihat ukurannya.

Bila benjolan berukuran kurang dari 1 cm atau 1,5 cm, maka pasien mungkin tidak memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu.

Untuk polip ini, Anda harus rutin melakukan kontrol ke dokter setiap 3-6 bulan sekali hingga 2 tahun. Bila setelah itu polip tidak mengalami perubahan, maka pemeriksaan rutin bisa dihentikan.

Sedangkan bila diameter ukuran polip lebih dari 1,5 cm, maka polip memiliki 46% hingga 70% kemungkinan mengandung sel kanker.

Benjolan yang diduga bersifat kanker dapat diatasi dengan operasi pengangkatan kandung empedu. Untuk polip yang lebih besar, kolekistektomi juga dapat direkomendasikan untuk mencegah perkembangan kanker kandung empedu.

Menentukan bagaimana mengatasi kanker kandung empedu memerlukan pertimbangan, menghitung potensi risiko operasi dibandingkan dengan risiko perkembangan kanker kandung empedu. Memperhatikan risiko keseluruhan dan mempertimbangkan pengawasan yang ketat pada polip dapat menjadi strategi perawatan yang efektif untuk melindungi kesehatan Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip kandung empedu?

Tidak hanya bergantung pada pengobatan dari dokter, Anda juga harus melakukan upaya supaya kondisi yang dirasakan tidak semakin memburuk.

Karena kebanyakan polip berupa tumpukan kolesterol, maka salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga pola makan Anda. Konsumsi makanan yang kaya akan serat dan lemak sehat untuk mencegah batu kandung empedu. Hindari terlalu banyak makanan pedas untuk kesehatan kandung empedu Anda

Gandum halus (terdapat pada sereal, nasi putih, roti dan pasta) serta gula terkait dengan meningkatnya risiko penyakit kandung empedu. Di sisi lain, gandum utuh seperti beras merah dan roti gandum utuh, lemak dari ikan dan minyak zaitun direkomendasikan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber