home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Polip Empedu

Definisi polip empedu|Tanda dan gejala|Penyebab polip empedu|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan polip empedu di rumah
Polip Empedu

Definisi polip empedu

Polip empedu adalah tumbuhnya tonjolan pada lapisan dalam kantung empedu. Tonjolan ini biasanya terdiri dari penumpukkan kolesterol dan tidak berbahaya. Polip empedu juga kerap disebut polip kandung empedu.

Namun, polip juga bisa berupa tumor kecil. Beberapa hanyalah pertumbuhan jinak, tapi pada beberapa yang lain juga bisa bersifat kanker, terutama bila ukurannya semakin besar.

Polip ini umumnya terdeteksi melalui USG. Bila ukurannya lebih besar dari 1 cm, polip kemungkinan bersifat kanker dan harus ditangani dengan melakukan prosedur pengangkatan kandung empedu.

Perhatikan risiko kanker untuk mempertimbangkan perawatan tepat untuk mengatasi kondisi ini dengan tepat. Pengobatan tepat dan diagnosis dini dapat membantu Anda menghadapi penyakit ini.

Seberapa umumkah polip empedu?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Polip kandung empedu dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Penyakit ini mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun, tapi bisa menimbulkan kolik bilier. Kolik bilier adalah sakit perut yang berasal dari kantung empedu.

Jenis sakit ini seringkali disebabkan oleh batu empedu. Namun, jika tidak terdapat batu empedu, kondisi ini mungkin disebabkan oleh polip kandung empedu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter karena polip empedu?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera periksakan diri ke dokter.

Ingat, tubuh masing-masing orang berbeda, maka reaksi terhadap suatu penyakit juga bisa berbeda. Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan yang dirasakan pada dokter Anda.

Penyebab polip empedu

Penyebab pasti dari pertumbuhan ini masih belum diketahui. Kemungkinannya, kemunculan polip berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh seseorang dalam mencerna lemak.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah usia yang lebih tua dan keturunan dari keluarga.

Meski demikian, hubungan antara polip dan riwayat keluarga terhadap beberapa penyakit tertentu masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Selain itu, Ppsien dengan gejala poliposis turunan seperti Peutz-Jeghers dan Gardner syndrome juga dapat mengalami kondisi ini.

Untuk polip yang lebih ganas, risikonya lebih tinggi terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun, memiliki batu kantung empedu, dan memiliki kondisi bernama sclerosing cholangitis primer.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk melihat kandung empedu dengan jelas, biasanya pasien harus menjalani USG. USG dapat memperlihatkan gambaran mengenai kondisi kantung empedu pasien.

eberapa besar ukuran polip dan potensi bahayanya juga bisa diketahui melalui pemeriksaan USG.

Pilihan lainnya adalah positron emission tomography (PET) atau computed tomography (CT) scan. Tes ini dapat membantu mengevaluasi kemungkinan sel bersifat kanker pada polip yang lebih besar.

Hasil pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memonitor benjolan dalam beberapa waktu guna melihat adanya perubahan yang mengindikasikan kanker kandung empedu.

Apa saja pengobatan untuk polip kandung empedu?

Dikutip dari Mayo Clinic, sekitar 95% polip bersifat jinak. Salah satu indikasi yang menandakan apakah polip bersifat kanker atau tidak adalah dengan melihat ukurannya.

Bila benjolan berukuran kurang dari 1 cm – 1,5 cm, maka pasien mungkin tidak memerlukan operasi pengangkatan empedu.

Untuk polip ini, Anda harus rutin melakukan kontrol ke dokter setiap 3 – 6 bulan sekali hingga 2 tahun. Bila setelah itu polip tidak mengalami perubahan, maka pemeriksaan rutin bisa dihentikan.

Sedangkan bila diameter ukuran polip lebih dari 1,5 cm, maka polip memiliki 46 – 70% kemungkinan mengandung sel kanker.

Benjolan yang diduga bersifat kanker dapat diatasi dengan operasi pengangkatan kandung empedu. Untuk polip yang lebih besar, kolekistektomi juga dapat direkomendasikan untuk mencegah perkembangan kanker kandung empedu.

Menentukan bagaimana mengatasi kanker kandung empedu memerlukan pertimbangan, menghitung potensi risiko operasi dibandingkan dengan risiko perkembangan kanker kandung empedu.

Memperhatikan risiko keseluruhan dan mempertimbangkan pengawasan yang ketat pada polip dapat menjadi strategi perawatan yang efektif untuk melindungi kesehatan Anda.

Pengobatan polip empedu di rumah

Tidak hanya bergantung pada pengobatan dari dokter, Anda juga harus melakukan upaya supaya kondisi yang dirasakan tidak semakin memburuk.

Karena kebanyakan polip berupa tumpukan kolesterol, maka salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga pola makan Anda.

Konsumsi makanan yang kaya akan serat dan lemak sehat untuk mencegah batu kandung empedu. Hindari terlalu banyak makanan pedas untuk kesehatan kandung empedu Anda.

Gandum halus (terdapat pada sereal, nasi putih, roti dan pasta) serta gula berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kandung empedu.

Di sisi lain, gandum utuh seperti beras merah dan roti gandum utuh, lemak dari ikan dan minyak zaitun direkomendasikan.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah kepada dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Risk Factors for Gallbladder Cancer. (2020). Retrieved 18 January 2021, from https://www.cancer.org/cancer/gallbladder-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html

Gallbladder polyps: Can they be cancerous?. (2020). Retrieved 18 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/gallbladder-polyps/expert-answers/faq-20058450

Andrén-Sandberg, Å. (2012). Diagnosis and Management of Gallbladder Polyps. North American Journal Of Medical Sciences, 4(5), 203. doi: 10.4103/1947-2714.95897. Retrieved 18 January 2021.

Ake. A. (2012). Diagnosis and management of gallbladder polyps. DOI:10.4103/1947-2714-95897. Retrieved 18 January 2021.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.