Kanker Kantung Empedu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi kanker kantung empedu

Apa itu kanker kantung empedu?

Kanker kantung empedu atau kandung empedu adalah jenis kanker yang terbentuk di jaringan kantung empedu. 

Kantung empedu sendiri adalah organ berbentuk seperti buah pir yang terletak di bawah hati. Fungsinya, menyimpan cairan empedu, yakni cairan untuk mencerna makanan yang diproduksi oleh hati. 

Peran empedu yang paling penting adalah menghancurkan lemak, yakni nutrisi makanan yang paling sulit dicerna. Lemak membutuhkan lebih banyak interaksi kimiawi untuk diubah menjadi energi. Saat tubuh mencerna makanan berlemak, kandung empedu Anda melepaskan cairan empedu.

Kantung empedu memiliki empat lapisan jaringan utama, yaitu lapisan mukosa (dalam), lapisan otot, lapisan jaringan ikat, dan lapisan serosal (luar). Sel kanker biasanya dapat muncul di lapisan mana pun. Akan tetapi, lebih sering dimulai dari lapisan dalam dan tumbuh ke lapisan luar. 

Seberapa umumkah penyakit ini?

Kanker kantung empedu adalah jenis kanker yang cukup langka. Dibanding laki-laki, penyakit kanker ini lebih umum menyerang wanita. Kanker ini dapat menyerang segala usia, tapi paling sering ditemukan pada orang yang berusia lebih tua.

Pada kebanyakan kasus, kanker kandung empedu didiagnosis ketika memasuki stadium lanjut. Kemungkinan besar ini disebabkan gejalanya yang muncul tidak disadari oleh penderitanya.

Kantung empedu memiliki empat lapisan jaringan utama, yaitu lapisan mukosa (dalam), lapisan otot, lapisan jaringan ikat, dan lapisan serosal (luar). Sel kanker biasanya dapat muncul di lapisan mana pun. Akan tetapi, lebih sering dimulai dari lapisan dalam dan tumbuh ke lapisan luar.

Tanda-tanda & gejala kanker kantung empedu

Kanker kandung empedu umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala di awal stadium. Gejala biasanya muncul ketika sel kanker membesar atau menyebar. Meski begitu, ada juga orang yang merasakan gejalanya pada tahap awal.

Gejala umum

Berikut ini adalah tanda dan gejala kanker kantung empedu yang umumnya terjadi:

  • Nyeri perut. Kebanyakan pasien kanker ini mengalami sakit perut, yakni di sekitar bagian kanan atas perut.
  • Mual dan muntah. Selain sakit perut, mual dan muntah juga dirasakan banyak penderita kanker jenis ini.
  • Jaundice. Jika kanker menjadi cukup besar dan menyumbat saluran empedu, cairan empedu dari hati tidak dapat mengalir ke usus. Hal ini akan menyebabkan jaundice (penyakit kuning) akan terjadi. Jaundice adalah kondisi yang menyebabkan kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
  • Benjolan di perut. Saluran empedu yang tersumbat dapat menyebabkan kantung empedu membengkak. Jika disentuh akan ada benjolan di bagian kanan atas perut. 

Gejala yang lebih jarang terjadi

Selain di atas, beberapa orang juga mungkin saja mengalami tanda dan gejala kanker kantung empedu yang kurang umum, seperti:

  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan turun drastis tanpa penyebab yang jelas.
  • Gatal pada kulit.
  • Demam.
  • Urine berwarna gelap atau feses berwarna pucat dan berminyak.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Deteksi dini kanker pada sistem pencernaan ini, tentu membuat persentase kesembuhan jadi lebih baik.

Penyebab kanker kantung empedu

Hingga kini, tidak jelas apa yang menjadi penyebab kanker kandung empedu. Namun, ahli kesehatan tahu bahwa kanker kantung empedu terbentuk ketika sel-sel kantung empedu yang sehat mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA.

Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh di luar kendali dan terus hidup pada saat sel-sel lain biasanya akan mati. Sel-sel yang terkumpul membentuk tumor yang dapat tumbuh melebihi ukuran kandung empedu dan menyebar ke area tubuh lainnya.

Kebanyakan kanker kandung empedu dimulai pada sel-sel kelenjar yang melapisi permukaan bagian dalam kandung empedu. Kanker kandung empedu yang dimulai di jenis sel ini disebut adenokarsinoma. Istilah ini mengacu pada cara sel-sel kanker muncul ketika diperiksa dengan mikroskop.

Faktor-faktor risiko kanker kantung empedu

Meski penyebab kanker kandung empedu tidak diketahui secara pasti, peneliti menemukan berbagai faktor yang bisa meningkatkan risikonya, seperti:

  • Jenis kelamin. Kanker kandung empedu lebih umum terjadi pada wanita.
  • Usia. Risiko kanker kandung empedu meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Berat badan. Orang yang obesitas lebih berisiko tinggi terkena kanker kandung empedu.
  • Riwayat batu empedu. Kanker jenis ini paling umum pada orang yang pernah memiliki batu empedu di masa lalu. Meski begitu, kasus ini cukup jarang.
  • Penyakit dan kondisi kandung empedu lainnya. Risiko kanker pada sistem pencernaan ini akan meningkat pada orang yang punya masalah pada kandung empedu, seperti adanya kista atau peradangan pada saluran empedu.

Diagnosis & pengobatan kanker kantung empedu

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Cara mendiagnosis kanker kantung empedu

Guna menegakkan diagnosis kanker kandung empedu, dokter akan meminta Anda untuk menjalan serangkaian tes kesehatan, seperti:

  • Tes darah. Tes kesehatan ini berguna untuk mengevaluasi fungsi hati sehingga dapat membantu dokter menentukan apa yang menjadi penyebab tanda-tanda dan gejala Anda.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan ini dapat memberikan gambaran kandung empedu. Beberapa jenis tesnya adalah ultrasound (USG), CT Scan, dan MRI.
  • Operasi eksplorasi. Ini dilakukan untuk melihat perut bagian dalam secara langsung lewat prosedur laparoskopi, yakni membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan kamera kecil untuk pemeriksaan.
  • Tes pemeriksaan saluran empedu. Prosedur medis dengan menyuntikkan zat pewarna khusus ke dalam saluran empedu dilengkapi dengan tes pencitraan untuk mendapatkan lokasi serta gambaran sel-sel abnormal. Tes ini disebut magnetic resonance cholangiography dan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).

Bagaimana penentuan stadium kanker kantung empedu?

Untuk menentukan stadium kanker, maka dilihat dari penyebaran sel kanker:

  • Stadium I. Pada tahap ini, sel kanker hanya terbatas pada lapisan dalam kantong empedu.
  • Stadium II. Pada tahap ini, kanker telah tumbuh hingga ke lapisan luar kandung empedu dan dapat melebar melebihi kandung empedu.
  • Stadium III. Pada tahap ini, kanker telah tumbuh (menyebar) hingga mencapai satu atau lebih organ terdekat, seperti hati, usus halus, atau lambung. Kanker stadium ini mungkin saja telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium IV. Tahap terakhir dari kanker kandung empedu meliputi tumor besar yang melibatkan beberapa organ terdekat dan tumor dengan berbagai ukuran yang telah menyebar ke area yang jauh di tubuh.

Apa saja pengobatan untuk kanker kantung empedu?

Pilihan pengobatan kanker kandung empedu ditentukan berdasarkan stadium kanker, kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan preferensi Anda.

Tujuan awal dari pengobatan adalah untuk mengangkat kanker kandung empedu, tetapi apabila tidak dimungkinkan, terapi lainnya dapat membantu mengendalikan penyebaran penyakit ini dan membuat Anda merasa senyaman mungkin.

Lebih jelasnya, berikut berbagai cara untuk mengobati kanker kantung empedu:

Operasi untuk mengangkat kantung empedu

Kanker kandung empedu dini yang masih hanya berada di kandung empedu diobati dengan operasi untuk mengangkat kandung empedu (kolesistektomi).

Operasi untuk mengangkat kantung empedu dan sebagian hati

Kanker yang meluas melampaui kandung empedu dan masuk ke dalam hati terkadang diobati dengan operasi untuk mengangkat kandung empedu, serta sebagian hati dan saluran empedu yang mengelilingi kandung empedu.

Pengobatan lain

Operasi tidak dapat menyembuhkan kanker kandung empedu yang telah menyebar ke area tubuh lainnya. Dokter mungkin akan menggunakan pengobatan yang dapat meringankan tanda dan gejala kanker dan membuat Anda merasa senyaman mungkin.

  • Kemoterapi. Kemoterapi adalah terapi obat yang menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker. Beberapa obat kanker kantung empedu yang digunakan gemcitabine, cisplatin, 5-fluorouracil (5-FU), capecitabine, dan oxaliplatin.
  • Radioterapi. Radioterapi menggunakan energi cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray, untuk membunuh sel-sel kanker.

Pengobatan kanker kantung empedu di rumah

Selain mengikuti pengobatan kanker dari dokter, pasien dengan kanker jenis ini harus menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, meliputi:

  • Menjaga berat badan dan mengonsumsi makanan yang sehat bergizi. Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak, garam, gula, atau makanan berpengawet.
  • Lakukan olahraga secara rutin. Konsultasikan pada dokter jenis olahraga yang aman Anda lakukan.
  • Berhenti merokok dan hindari menghirup asap rokok di sekitar Anda.

Pencegahan kanker kantung empedu

Tidak cara khusus untuk mencegah penyakit kanker kantung empedu. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risikonya, seperti dilansir dari laman American Cancer Society:

  • Selalu rajin olahraga dan jaga berat badan tetap ideal.
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian yang kaya antioksidan untuk menjaga sel-sel tubuh tetap sehat.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah hingga tulang lansia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit