Pertama Kali Menjadi Orangtua? Ini Hal yang Harus Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
Bagikan sekarang

Ada saja yang merasa kurang percaya diri menjadi orang tua untuk pertama kali. Apalagi jika kedua orang tua (ayah dan ibu) sama-sama bekerja. Untuk Anda yang baru menjadi Ibu, biasanya akan memikirkan apakah bisa merawat bayi secara maksimal walau meninggalkannya ketika bekerja. Ini saatnya Anda mengetahui tips sederhana untuk menjadi orangtua pertama kali.

Tips sederhana menjadi orangtua pertama kali

Menjemur bayi di bawah matahari

Semua orangtua baru atau calon orangtua pasti mencari beragam tips mengasuh anak dengan harapan pola asuh mereka bisa berguna untuk si kecil. Pembagian peran antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak penting adanya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa, secara umum perempuan memiliki kontribusi dua kali lipat lebih besar untuk pembagian pengasuhan anak daripada laki-laki. Perempuan jauh lebih baik daripada laki-laki, dalam menangani transisi untuk menjadi orangtua baru.

Begitupun tentang rasa bersalah, perempuan juga lebih mungkin mengalami rasa bersalah jika sangat sedikit memberikan kontribusi dalam pengasuhan anak dibandingkan perasaan laki-laki.

Perlu kita sadari bahwa mengasuh anak bukan hanya tanggung jawab perempuan sebagai ibu, tetapi juga perlu keterlibatan nyata laki-laki sebagai ayah.

Pembagian tanggung jawab pengasuhan anak, seperti mengganti popok, bermain dengan bayi, pola asuh anak, metode MPASI seperti apa yang akan diterapkan, juga apa yang akan dilakukan ketika bayi sakit, dan sebagainya. Pasangan yang baru pertama kali menjadi orang tua perlu menyepakati pembagian tanggung jawab ini.

Berikut ini beberapa kiat yang dapat membantu orang tua manapun, agar merasa yakin saat merawat bayi.

Sentuhan Lembuttips menjadi orangtua

  • Cuci tangan (atau gunakan pembersih tangan) sebelum memegang bayi. Bayi baru lahir belum memiliki sistem kekebalan yang kuat sehingga berisiko terinfeksi. Pastikan semua orang yang menyentuh bayi memiliki tangan yang bersih.
  • Topang bagian kepala dan leher bayi saat menggendong maupun saat meletakkan bayi ke tempat tidur.
  • Jangan pernah menggoyang-goyangkan bayi yang baru lahir sebab dapat terjadi perdarahan di otak bahkan kematian. Jangan membangunkan bayi yang sedang tidur dengan menggoyangkan. Cukup menggelitik kaki bayi atau tiupkan dengan lembut bagian pipi.
  • Ingatlah bahwa bayi yang baru lahir belum siap untuk bermain kasar, seperti berlutut atau terlempar ke udara.

Menggendong dan Membedong

tips menjadi orangtua

Tips pertama menjadi orangtua pertama kali adalah menggendongnya dengan benar. Menggendong si kecil salah satu bagian paling menyenangkan dari perawatan bayi.

Kontak emosional terjadi selama waktu sensitif di jam-jam pertama dan hari-hari setelah kelahiran. Ini dilakukan demi membuat hubungan yang mendalam antara orangtua dengan bayi mereka.

Kedekatan fisik tak hanya dapat meningkatkan hubungan emosional, tetapi juga memengaruhi pertumbuhan mental dan fisik bayi.

Untuk orangtua, mulai tips ini dengan lembut membelai lembut kepalanya sehingga ia menjadi lebih tenang. Lalu, mulai menggendongnya. Sentuhan langsung dari kulit orang tua ke kulit bayi amat berpengaruh dalam membentuk ikatan emosional di tahap awal.

Bayi biasanya menyukai suara vokal, seperti berbicara, mengoceh, dan bernyanyi. Bayi mungkin juga akan suka mendengarkan musik. Berkomunikasi dan memperdengarkan suara merupakan upaya untuk merangsang pendengaran bayi dan sekaligus membentuk ikatan emosi.

tanda bayi cukup asi

Beberapa bayi bisa menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya, atau suara. Mereka mungkin kaget dan mudah menangis, kurang tidur, atau memalingkan wajah mereka ketika seseorang berbicara atau bernyanyi kepada mereka. Jika ini terjadi dengan bayi Anda, jaga kebisingan dan tingkat cahaya rendah hingga sedang.

Membedong bayi

manfaat membedong bayi

Tips selanjutnya menjadi orangtua, pastinya harus tahu bagaimana cara membedong bayi. Membedong amat baik untuk bayi selama beberapa minggu pertama mereka.

Ini merupakan upaya untuk menenangkan dan memberikan rasa aman dan kenyamanan. Orang tua baru mesti mau belajar membedong. Membedong juga dapat membantu membatasi refleks mengejutkan, yang dapat membangunkan bayi.

Inilah cara membedong bayi:

  • Sebarkan selimut dengan satu sudut terlipat sedikit.
  • Baringkan bayi di atas selimut dengan bagian kepala berada di atas sudut yang terlipat.
  • Lipat selimut di sudut kiri ke bagian tubuh dan selipkan di bagian belakang bayi, di bawah lengan kanan.
  • Lipat selimut bagian bawah ke atas kaki bayi dan tarik ke arah kepala. lipat kain ke bawah jika mendekati wajah. Pastikan untuk tidak membedong bagian pinggul dan lutut terlalu erat agar bisa sedikit ditekuk. Membedong bayi terlalu erat dapat meningkatkan kemungkinan displasia pinggul.
  • Lipat selimut bagian sudut kanan ke tubuh bayi dan selipkan di bawah punggung bayi di sisi kiri, hanya menyisakan leher dan kepala. Untuk memastikan bayi tidak terbedong terlalu kencang, selipkan tangan di antara selimut dan dada bayi. Ini perlu dipastikan sebab sangat memengaruhi bernapas dengan nyaman.
  • Pastikan juga bahwa selimut bedong tidak terlalu longgar sehingga bisa terurai.
  • Bayi tidak boleh dibedong setelah mereka berumur 2 bulan. Pada usia ini, beberapa bayi dapat berguling saat dibedong, yang meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Popok

mengatasi bab berdarah bayi

Menjadi penting bagi orangtua untuk mengetahui tips mengenakan popok bayi. Mungkin Anda bingung apakah bayi akan menggunakan popok kain atau popok sekali pakai. Apa pun yang digunakan, bayi akan mengotori popok sekiranya 10 kali sehari, atau 70 kali dalam Seminggu.

Sebelum mengganti popok bayi Anda, pastikan Anda memiliki semua persediaan dalam jangkauan sehingga Anda tidak perlu meninggalkan bayi Anda di meja ganti. Kamu akan membutuhkan:

  • Popok bersih
  • Pengencang (jika menggunakan popok kain)
  • Salep popok
  • Tisu popok (opsi lain wadah berisi air hangat dan handuk bersih atau bola kapas)

Anda perlu mengganti popok bayi sesering dan sesegera mungkin sehabis buang air besar. Bersihkan area tersebut dengan lembut menggunakan sabun dan air ringan. Hindari pemakaian tisu yang bisa menyebabkan iritasi. Jika terjadi ruam popok dan berlanjut selama lebih dari tiga hari, hubungi dokter.

Kini, Anda dan pasangan tak perlu ragu lagi. Cobalah menerapkan cara-cara di atas sebagai panduan mudah untuk merawat si kecil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Harus Hati-hati, Begini Langkah Membersihkan Pusar Bayi yang Benar

Pusar bayi harus dibersihkan dengan benar untuk mencegah infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan pusar bayi dengan tepat? Simak di sini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kulit Bayi, Parenting 02/09/2018

Seperti Apa Posisi Menggendong Bayi yang Paling Tepat?

Banyak cara untuk menggendong bayi, tapi manakah yang lebih baik? Menggendong bayi di depan atau di belakang? Yuk intip jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

5 Teknik Menenangkan Bayi Menangis yang Sudah Terbukti Ampuh

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan ketika bayi menangis terus. Penasaran apa saja? Simak tipsnya di bawah ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Usia Bayi Tengkurap dan Cara Tepat Melatih Kemampuannya

Masa tumbuh kembang bayi adalah momen yang paling berharga. Salah satu kegiatan yang tidak boleh Anda lewatkan adalah melatih bayi tengkurap.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Benarkah Pasangan Bisa Cemburu Pada Anak Sendiri?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
bayi bau tangan

Bayi yang Sering Digendong Bisa ‘Bau Tangan’, Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2019
berhenti menggendong anak

Kapan Orangtua Harus Berhenti Menggendong Anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/09/2018
cara menggendong bayi

Cara Menggendong Bayi Dengan Gendongan Modern

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 03/09/2018