Cara Terbaik Menyampaikan Soal Pelecehan Seksual Anak Dengan Si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Membicarakan pelecehan seksual pada anak mungkin menjadi topik yang cukup menantang dan tabu untuk didiskusikan. Akan tetapi hal ini perlu mulai dibicarakan supaya si kecil terhindar dari risiko pelecehan seksual anak.  Sara McGovern, sekretaris pers di Rape, Abuse, and Incest National Network, Amerika menyatakan penting untuk mengajarkan anak mengenai tubuh mereka sendiri dan batasan-batasan tertentu yang berkaitan dengan tubuh sebagai privasi diri.

Banyak orangtua yang ingin membahas hal ini pada anak perempuan mereka akan tetapi sering kali bingung bagaimana cara menyampaikannya dengan tepat. Setiap anak memerlukan pendekatan dan cara penyampaian yang berbeda-beda, tergantung dengan masing-masing usianya. Berikut adalah cara penyampaian yang bisa Anda adopsi ketika berdiskusi tentang pelecehan seksual pada anak.

Cara membicarakan pelecehan seksual anak jika si kecil sudah beranjak remaja

Tanyakan pemahamannya seputar kasus pelecehan seksual

Bila si kecil sudah memiliki akun media sosial, mungkin ia selama ini mengikuti perkembangan beritanya. Namun sebaiknya jangan mengira-ngira, Anda harus tetap tanyakan padanya apa yang ia tahu, dari mana informasi yang ia dapatkan, serta sampai mana hal yang ia pahami tentang pelecehan seksual.

Ketika mulai berdiskusi, Anda bisa menjelaskan bahwa apa itu pelecehan seksual dan berbagai bentuknya. Tekankan padanya bila pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja dan kapanpun. Maka itu, penting untuk menjaga diri dan waspada akan lingkungan sekitar.

Jawab pertanyaan si kecil dengan bahasa yang mudah dimengerti

Tentu setelah ia menerima semua informasi dari Anda dan media sosial, pasti banyak hal yang ingin ia tanyakan. Berikan anak kesempatan untuk bertanya, bahkan minta ia untuk melakukan hal itu.

Dalam menjelaskan, gunakan bahasa yang mudah dipahami si kecil. Ketika Anda menyampaikan atau menjawab pertanyaan si kecil, hindari menggunakan kata yang menakut-nakutinya.

Ingat, tujuan dari pembicaraan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman si kecil tentang pelecehan seksual anak. Alih-alih menakut-nakuti, Anda dapat berkata seperti berikut:

“Di dunia ini ada banyak laki-laki yang sangat baik untuk diajak berteman. Akan tetapi, ada beberapa laki-laki yang terkadang berani untuk membicarakan hal-hal porno atau menyentuh lawan bicaranya tanpa izin. Kalau kamu mengalami hal itu, cerita sama ayah sama ibu ya.”

Selain itu, Anda juga bisa mengajari anak terkait pelecehan seksual pada anak saat melihat adegan di film, TV, atau kehidupan nyata yang sekiranya terdapat contoh perilaku yang tidak menunjukkan sikap hormat pada wanita. Kaitkan pada batasan sikap pria yang sekiranya menjurus ke arah pelecehan seksual.

Mulai berikan strategi

Setelah ia paham, sebaiknya berikan ia saran dan strategi bagaimana menghindari pelecehan seksual. Pasalnya, anak remaja yang cenderung punya emosi yang labil akan sangat mudah terpengaruh. Hal ini yang kemudian membuatnya rentan mengalami pelecehan seksual anak.

Beri tahu anak untuk bisa mengatakan “tidak” jika temannya melakukan hal-hal yang mengarah pada pelecehan seksual, misal memegang organ-organ vital atau menunjukkan gambar yang tak senonoh.

Biasanya anak remaja sedang berada dalam pergaulan yang cukup ekstrem dan dalam masa coba-coba. Beri tahu padanya jika nuraninya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres dalam pergaulannya maka ia harus segera keluar dari situasi yang tidak membuatnya nyaman.

Selain itu, Anda juga perlu memberi tahu jika ada orang yang lebih tua yang melakukan hal tersebut maka ia hanya perlu segera pergi ke tempat yang aman dan menceritakan hal ini pada orang terdekatnya.

cara melindungi anak dari cyberbullying adalah

Bagaimana jika anak masih terlampau dini untuk membicarakan hal ini?

Ketika Anda memutuskan untuk memulai bahasan pelecehan seksual pada anak, ada baiknya untuk menyesuaikan bahasa dan pemilihan kata sesuai dengan umurnya. Karen Soren, MD, seorang profesor ahli anak di Columbia University Medical Center, menyatakan sebaiknya orangtua mulai membicarakan masalah seperti ini saat anak mulai usia 4 sampai 6 tahun.

Di usia tersebut biasanya anak sudah cukup umur untuk menyerap apa yang dikatakan dan melakukan perintah tertentu. Maka, jika anak Anda masih berusia sangat muda, Anda bisa memulai percakapan dengan cara:

Ajarkan dan kenalkan anak dengan bagian tubuhnya

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membicarakan pelecehan seksual pada anak ialah dengan mengajarkan anak tentang bagian-bagian tubuhnya sendiri, terutama bagian-bagian privat seperti payudara dan alat kelamin.

Cara ini dilakukan untuk mengajak anak mengenali nama-nama bagian tubuh terutama bagian privat. Dengan begitu saat kejadian pelecehan suatu saat menimpanya ia dapat menceritakan dengan jelas kronologisnya.

Beri tahu batasan padanya

Setelah anak mengetahui dengan jelas bagian privat tubuhnya, Anda mulai bisa mengajarkan mengenai batasan terkait kepemilikan tubuhnya. Katakan pada anak bahwa seluruh bagian tubuhnya ialah miliknya sendiri. Jadi ia boleh menentukan apa yang orang lain lakukan terhadap tubuhnya, misalnya menyentuh atau melihat bagian tubuh tertentu.

Bicarakan pada anak bahwa ada bagian tubuh tertentu yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh sembarang orang, yakni bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian. Katakan pada anak jika ada yang menyentuh serta meminta melihat bagian-bagian pribadi di tubuhnya ia bisa mengatakan “tidak” tanpa perlu merasa takut.

Dalam menjelaskan pelecehan seksual pada anak sebaiknya Anda menggunakan contoh-contoh tertentu untuk memudahkan anak memahaminya. Hal ini juga dilakukan supaya anak mengingat dengan jelas contoh-contoh yang pernah disebutkan dan dipraktikkan.

Jadi jika suatu saat terjadi kejadian yang mirip dengan contoh tersebut anak bisa menirukan apa yang pernah dipelajarinya bersama Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca