Apakah Perlu Memberikan HP untuk Anak? Sebaiknya Usia Berapa?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Sejalan dengan perkembangan zaman, sekarang ini anak sudah dapat mengerti cara menggunakan smartphone atau telepon genggam sejak usia dini. Bahkan terkadang kemampuan mereka mempelajari teknologi lebih cepat dari orang dewasa. Anak biasanya mulai tertarik pada smartphone karena melihat kebiasaan orang tua. Hanya saja, seringkali kegiatan orang tua mungkin terganggu karena anak selalu meminjam handphone (HP). Dengan alasan tersebut, sebagian orang tua mulai memfasilitasi hp untuk anak.

Memahami manfaat dari HP untuk anak

Tak seperti masalah dalam mendidik anak yang lain, Anda mungkin tidak bisa bercermin pada masa kecil untuk mencontoh bagaimana orang tua dulu mengatasi masalah hp ini. Hal ini disebabkan Anda mungkin baru mengenal hp ketika usia remaja.

Tak bisa dipungkiri, teknologi dalam hp sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Contoh paling mendasar yaitu Anda dapat menghubungi anak dengan cara mengirim pesan singkat atau menelepon mereka kapan dan di mana saja.

Anda kemudian akan merasa lebih aman setelah mengetahui dimana mereka berada. HP juga bisa jadi sangat krusial dalam situasi darurat, entah itu untuk anak yang butuh orang tua ataupun sebaliknya.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan utama orang tua rela mengeluarkan dana untuk memfasilitasi anak sebuah telepon genggam.

Namun, apa perlu memfasilitasi anak dengan HP?

Wajar bila Anda masih ragu untuk memberi anak sebuah benda dengan fungsi dan nilai yang tinggi ini. Selain mempertimbangkan manfaat yang dapat diberikan, hal ini mungkin dapat membantu Anda dalam membuat keputusan dalam memberikan hp untuk anak.

1. Faktor kesehatan

Sejumlah dokter anak menyatakan bahwa hp dapat mengganggu waktu tidur anak. Tidur sangat penting untuk anak. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan membuat peraturan dalam durasi menggunakan hp.

2. Mudah mengakses berbagai hal

Seperti yang Anda tahu, terdapat berjuta-juta kemungkinan yang dapat dilakukan hanya dengan sebuah hp dan internet.

Mulai dari media sosial, permainan, musik, hingga TV dapat diakses dengan mudah. Untuk itu, orang tua perlu selalu memantau penggunakan hp pada anak.

3. Handphone bukan barang murah

Harga memang bersifat relatif. Namun, sebagian besar anak tahu apa yang mereka inginkan dan tak hanya jenisnya, Anda juga perlu mempertimbangkan masalah biaya untuk pulsa dan pengeluaran lain.

4. Anak jadi terlalu mandiri

Kemampuan untuk menyelesaikan masalah karena mandiri memang baik untuk pertumbuhannya. Akan tetapi, terdapat juga risiko di balik kemandirian yang terlalu berlebih.

Mereka dapat berkomunikasi dengan dunia luar tanpa pengawasan Anda. Tanpa pengawasan, risiko kejahatan semakin mudah terjadi, contohnya seperti penipuan dan penyimpangan seksual.

Kapan atau usia berapa sebaiknya memberikan HP untuk anak?

Apabila mempertimbangkan usia, sebenarnya tidak ada aturan atau rekomendasi yang pasti dalam hal memberikan hp. Hal ini lebih cenderung tergantung pada keputusan orang tua.

Usia tidak sepenting tingkat kedewasaan, kemampuan untuk memahami peraturan rumah atau sekolah, rasa tanggung jawab, dan kebutuhan keluarga Anda sendiri.

Membelikan atau memfasilitasi anak dengan hp pertama sepenuhnya merupakan keputusan pribadi, tapi umumnya anak mulai memiliki hp sendiri ketika menginjak usia sekolah dasar.

Faktor tekanan teman sebaya (peer pressure) ikut memengaruhi anak untuk mulai meminta hp. Orang tua yang ingin menahan untuk memberikan hp pun pasti merasa kesulitan. Namun, tetap berpegang teguh pada hasil pertimbangan Anda dan pasangan dalam membuat keputusan.

Jika Anda merasa kemampuan anak dalam memahami teknologi lebih besar dari rasa tanggung jawabnya, Anda lebih baik menahan untuk memberikan hp.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Sebagai orangtua, Anda mungkin kebingungan saat anak menjadi pendiam. Apakah anak yang pendiam adalah hal wajar? Lalu bagaimana mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
menghukum anak berbohong

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020