4 Aktivitas Liburan yang Merangsang Perkembangan Motorik Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua pasti bahagia melihat perkembangan motorik anak dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Ketika anak berhasil melakukan hal yang sebelumnya ia belum bisa lakukan, tentu menjadi kebanggaan tersendiri sebagai orang tua. 

Motorik anak yang terasah dari awal akan memudahkannya beraktivitas dan bersosialisasi di kemudian hari.

Mengasah perkembangan motorik anak saat liburan

Ada beragam hal yang bisa diterapkan orangtua untuk anak sehingga fungsi motorik anak terus bekerja dan berkembang. Tak disadari, ketika anak bermain, berlari, makan, melempar, ataupun melangsungkan aktivitas lainnya, kemampuan motorik halus dan kasarnya pun terasah.

Kemampuan motorik halus biasanya melibatkan koordinasi gerakan organ tubuh, misalnya gerakan tangan, kaki, mata, maupun jari. Misalnya saat ia berhasil memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain atau saat si kecil menggunakan jari-jarinya untuk meraih sesuatu.

Sementara itu, motorik kasar biasanya melibatkan otot-otot besar si kecil dalam aktivitas yang lebih aktif. Misalnya, ketika ia sedang melempar dan menangkap bola, berjalan, menendang, naik tangga, ataupun melompat.

Anda bisa mengajak si kecil mengasah motoriknya sambil liburan di rumah ataupun di luar kota. Ada beragam kegiatan yang bisa orangtua lakukan untuk meningkatkan perkembangan motorik anak.

Ide kegiatan berikut bisa dapat Anda coba bersama anak untuk mengasah perkembangan motorik.

1. Main pasir di pantai

Bayi berjalan di pinggir pantai ahapan tumbuh kembang bayi

Pantai selalu identik dengan permainan pasir. Pasti si kecil amat bersemangat ketika ia dihadapkan dengan hamparan pasir, ember-ember kecil, dan sekop. Selain menyenangkan, bermain pasir juga bisa mengasah perekembangan motorik anak.

Biarkan si kecil mengeksplorasi pasir pada jari-jarinya, tangan dan kakinya. Setelahnya, ajak ia bermain seperti mengambil pasir dengan sekop, menuang pasir ke ember, lalu mengayaknya. Berikan ia tantangan untuk membangun gundukan pasir dengan pasir.

Kegiatan menyenangkan ini tentu bisa diterapkan saat Anda liburan bersamanya di pantai, sehingga motorik halusnya juga terasah.

2. Bermain bola

ayah anak laki-laki bermain bola

Tak hanya bermain pasir, Anda bisa mengajak anak untuk memicu perkembangan motorik dengan bermain bola. Sebetulnya, bermain bola bisa dapat dilakukan di mana saja.

Saat bermain bola, si kecil termotivasi untuk bergerak lebih aktif. Dengan menangkap, mengejar, dan menendang bola, ia juga melatih motorik kasarnya. Anda juga mengajak anak-anak seumurannya untuk ikut bermain, sehingga si kecil juga lebih semangat untuk bergerak.

Anak yang terbiasa aktif menggerakkan organ tubuhnya dapat meningkatkan kekuatan ototnya. Sebuah penelitian juga menunjukkan, perkembangan motorik anak juga berkaitan erat dengan pertumbuhan kognitifnya.

3. Mengajaknya ke taman bermain

benda di taman rumah

Kapan terakhir kali Anda mengajak si kecil ke taman bermain outdoor? Ada banyak permainan yang bisa dicoba.

Temani anak di taman bermain untuk mengeksplorasi permainan. Misalnya, bermain perosotan, memanjat tiang panjat, bermain jungkat-jungkit, dan ayunan. Bak olahraga, permainan ini sangat mudah dilakukan untuk memicu perkembangan kerja motorik kasar anak. 

Mereka akan belajar memainkan dan mengendalikan permainan. Contohnya, anak jadi belajar mengendalikan ayunan untuk bergerak lebih cepat dan menghentikannya dengan kaki atau gerak tubuhnya. Anak juga jadi paham bagaimana cara bertahan di tiang dan bergerak maju dengan mengayunkan tubuh dan gerakan tangan mereka.

Semua anggota tubuh terlibat saat ia bermain, sehingga anak juga akan melatih gerak koordinasi sistem geraknya.

4. Bermain plastisin (playdough)

Playdough

Liburan di rumah bersama si kecil? Tak masalah. Masih ada kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama si kecil, contoh bermain plastisin.

Pada usianya, anak penasaran untuk mengeksplorasi dan membuat beragam hal. Ia bisa mengekspresikan kreasinya melalui warna-warni plastisin. Anda bisa mengajaknya untuk membuat beragam bentuk, misal pelangi atau hewan kesukaannya dengan plastisin.

Saat membentuk plastisin, anak akan menambah pengalamannya dalam membentuk sesuatu dengan jari-jari tangannya. Dengan demikian, sambil bermain, ia mengasah kemampuan motorik halusnya.

Perkembangan motorik halus anak juga meningkatkan kemampuannya dalam mengontrol dan mengoordinasikan tubuhnya. Ketika perkembangan motoriknya beerjalan dengan baik, tentu akan menguntungkan anak dalam sisi akademis, sosial, dan personalnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit