Tidak Baik Membiarkan Anak Kelamaan Nonton TV! Ini 5 Kunci Menguranginya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Menonton TV seolah sudah menjadi rutinitas wajib harian anak. Sebenarnya sah-sah saja memperbolehkan anak untuk menyaksikan acara TV favoritnya. Hanya saja, ortu perlu tahu kalau durasi menonton TV yang terlalu lama itu kurang baik bagi kesehatan dan perkembangan anak. Nah, jangan ragu untuk mengurangi waktu anak menonton TV demi perkembangannya yang lebih optimal. Bagaimana caranya? Simak dalam ulasan ini, ya!

Cara mengurangi waktu anak menonton TV

Dampak dari menonton TV terlalu lama bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, contohnya obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Bahkan bukan hanya itu, anak bisa saja mengembangkan sifat antisosial akibat terlalu asyik dengan kebiasaannya itu.

Atas dasar inilah, mengurangi waktu anak menonton TV mau tidak mau harus dilakukan para orangtua demi kebaikan buah hatinya. Di awal proses ini mungkin terasa agak sulit, apalagi bagi anak yang sudah terbiasa sering menonton TV.

Namun, jangan khawatir. Anda bisa menerapkan beberapa tips untuk mengurangi waktu anak menonton TV berikut ini.

1. Tetapkan batas waktu menonton TV

Idealnya, waktu anak untuk menonton TV sebaiknya disesuaikan dengan usianya. Berikut rincian waktu menonton TV untuk setiap usia anak, menurut American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Bayi sampai usia 18 bulan: tidak disarankan menonton program TV apapun kecuali percakapan melalui video dengan keluarga lain yang tinggal jauh.
  • Balita usia 18-24 bulan: program TV khusus yang juga didampingi oleh orangtua atau orang terdekat.
  • Anak prasekolah usia 2-5 tahun: waktu menonton TV tidak lebih dari 1 jam sehari, yang juga didamping oleh orangtua.
  • Anak berusia 6 tahun ke atas: Tidak ada batas waktu khusus, selama tidak terlalu berlebih.

Jangan lupa, Anda disarankan untuk selalu mendampingi si kecil selama menonton TV. Jika sebelumnya si kecil sudah terbiasa untuk menonton TV cukup lama, perubahan waktu untuk mengurangi kebiasaannya ini memang tidak akan mudah.

Kuncinya, Anda bisa memulai dari hal-hal sederhana terlebih dahulu. Misalnya dengan melarang anak untuk makan sembari menonton TV, dan membatasi waktu menonton TV di hari sekolah bagi anak di atas 6 tahun.

2. Jelaskan dampak buruk terlalu lama menonton TV

menjelaskan mimpi basah anak

Sebelum menerapkan aturan mengurangi waktu anak menonton TV, sebaiknya persiapkan alasan mengapa hal tersebut perlu dilakukan si kecil. Alih-alih membuat anak lebih patuh, menerapkan aturan tertentu tanpa disertai dengan alasan yang jelas justru bisa membuatnya enggan bahkan malas menaatinya.

Hindari juga berkata tidak ketika Anda melarang si kecil menonton TV. Cara ini tak efektif untuk membuatnya mengikuti perkataan Anda.

Itu karena anak belum paham betul mengapa dirinya harus menjalani aturan tersebut. Jadi, sebaiknya jelaskan secara perlahan bahwa terlalu lama menonton TV bisa berdampak buruk bagi kesehatan, otak, serta tubuh anak.

Hal ini bukan hanya berlaku saat Anda ingin mengurangi waktu anak menonton TV, tapi juga dalam aturan apa pun. Anda bisa menyampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak seusianya. Contohnya dengan mengatakan bahwa otak serta tubuh anak perlu istirahat sejenak, sehingga anak sebaiknya mengurangi waktu menonton TV.

3. Hindari meletakkan TV di kamar anak

menonton tv terlalu dekat

Jika Anda benar-benar ingin mengurangi dan membatasi waktu anak menonton TV, ada baiknya untuk tidak meletakkan TV di dalam kamar anak. Bukannya membuat anak mau mematuhi aturan yang Anda buat, hal ini malah akan memicu keinginan anak menonton TV karena ada di hadapannya.

Sebagai solusinya, letakkan TV di ruang keluarga atau di ruangan lain yang bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Dengan begitu, Anda bisa selalu mengawasi selama anak menonton TV. Baik itu dari segi waktunya, maupun acara TV yang disaksikan anak.

4. Cari alternatif kegiatan lain yang menyenangkan

melatih anak mengorganisasikan sesuatu

Ketimbang menghabiskan banyak waktu di depan layar kaca, coba ajak anak untuk melakukan kegiatan lain. Ambil contohnya bermain sepeda, menggambar, bermain bersama teman-teman sebayanya, atau membaca buku cerita yang sesuai dengan usianya.

Bila perlu, Anda bisa menanyakan pada anak kegiatan apa yang mereka sukai dan ingin lakukan, kecuali menonton TV.

5. Jadilah contoh yang baik bagi anak

anak menonton film berdasarkan umur

Anak merupakan peniru yang ulung. Itu sebabnya, ketika diajarkan tentang suatu hal atau aturan tertentu, anak akan lebih mudah menaatinya dengan melihat perilaku Anda.

Dengan kata lain, perilaku Anda memiliki andil besar dalam menuntun perubahan pada tingkah laku anak. Sementara pengaruh dari ucapan yang Anda sampaikan mungkin tidak sebesar perilaku yang Anda contohkan.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan hal yang sama dengan mengurangi waktu Anda menonton TV, agar anak ikut tergerak untuk mencontohnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata, Nonton Pertandingan Bola Turunkan Risiko Demensia dan Depresi

Anda fans Manchester United atau Manchester City? Yang mana pun tim favorit Anda, ternyata nonton bola bisa menjauhkan risiko demensia saat tua nanti.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kebugaran, Hidup Sehat, Fakta Unik 18/10/2018 . 4 mins read

Awas, Hobi Maraton Serial TV Bisa Membahayakan Kesehatan Anda

Nonton serial TV atau drama korea secara maraton memang bikin nagih. Tapi dibalik keseruannya, nonton serial secara maraton bisa membahayakan kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/07/2018 . 4 mins read

Suka Nonton Konser? Yuk, Intip Manfaatnya Bagi Kesehatan

Anda termasuk orang yang suka nonton konser musik? Ternyata tidak hanya sekadar berteriak, melompat, dan bernyanyi saja. Ada manfaat kesehatannya juga, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/05/2018 . 4 mins read

10 Kebiasaan Sepele yang Tanpa Sadar Merusak Kesehatan Anda

Kebiasaan yang selama ini anda lakukan, mungkin saja kebiasaan buruk tanpa Anda sadari. Apa saja kebiasaan tersebut? Simak ulasan berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/03/2018 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menonton tv

Sering Menonton Serial TV Selama Karantina? Ternyata Ada Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 5 mins read
nonton film anak

Panduan Memilih Film Anak yang Berkualitas dan Mendidik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2019 . 6 mins read
memilih kartun anak

Tips Memilih Film Kartun yang Aman dan Mendidik untuk Buah Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10/01/2019 . 8 mins read
anak menonton film berdasarkan umur

Antara “SU, PG-13, 18+, dan D”: Ini Pentingnya Menonton Film Sesuai Usia Anak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11/12/2018 . 5 mins read