Bagaimana Cara Mengetahui Minat dan Bakat Buah Hati?

Minat dan bakat anak umumnya bisa diketahui sejak anak masih kecil,  terutama di masa tumbuh kembangnya. Namun tidak semua orang tua peka terhadap minat serta bakat yang buah hatinya punya. Kira-kira, adakah tips untuk para ortu untuk mengetahui dan memaksimalkan minat dan bakat si kecil?  

Ortu mesti pahami dulu beda minat dan bakat

Minat lebih mengarah pada apa yang disukai anak, sedangkan bakat adalah sesuatu yang mampu atau mahir dilakukan anak. Misalnya ia suka dengan olahraga (minat), tapi belum tentu mampu atau mahir, begitupun sebaliknya. 

Sedangkan bakat, sifatnya lebih ke kemampuan anak dan biasanya bawaan. Bakat adalah suatu hal di mana anak mampu melakukan suatu hal lebih baik daripada kemampuan lainnya. 

Ciri-ciri anak berbakat pada suatu hal biasanya ia lebih mudah menangkap instruksi dan cepat mengerti saat diajari suatu hal yang berkaitan dengan bakatnya tersebut.

Misalnya apabila si anak berbakat di bidang musik, ia cepat menangkap hal yang diajarkan, menghafal lagu atau peka terhadap nada.

Bagaimana cara orangtua mengetahui minat dan bakat anak?

Orangtua harus menggali minat dan bakat si kecil. Caranya, dengan mengikutsertakan ia dalam berbagai kegiatan di luar sekolah. 

Misalnya saja, kegiatan berhitung, menggambar, musik, olahraga, menari, dan kegiatan lainnya.  Nah, dari kegiatan tersebut, orangtua mesti memperhatikan apakah si kecil senang dan nyaman mengikutinya. Jika si kecil terlihat tertarik dengan kegiatan tersebut, mungkin ia memiliki minat dan bakat dalam bidang tersebut. 

Orang tua bisa mencari tahu dan mengembangkan bakat si anak sedari dini. Misalnya mulai eksplorasi kegiatan-kegiatan untuk anak.  

Mulai dari seni seperti  seni musik, gambar, tari, atau literasi. Anda juga bisa mencari tahu bakat anak lewat olahraga, berhitung, atau masak. Hal ini bisa disesuaikan dengan usia perkembangan anak.

manfaat menggambar

Jika sudah tahu bakat anak, perlukah mendaftarkan anak ikut les?

Jika sudah tahu minat dan bakat anak, orangtua boleh mendaftarkan anak ke kegiatan khusus.  Orangtua juga dapat mengajak dan menggali sendiri dengan kegiatan di rumah. Hal ini tergantung dengan pilihan orangtua dan kondisi masing-masing anak.

Sebaiknya bila sudah menemukan bakat anak, tunggu beberapa minggu sebelum Anda memasukan si kecil ke kursus atau les. Pasalnya, anak kecil biasanya cenderung mencoba-coba terlebih dahulu kegiatan yang diberikan oleh orangtuanya. 

Hal lain apa yang bisa dilakukan ortu untuk mengasah bakat dan minat si kecil?

Selain mengikutsertakan ia ke kursus atau les tertentu, ortu juga bisa melakukan kegiatan beragam di rumah. Misalnya mulai dari mengajak anak menari, menyanyi, menggambar, berolahraga, dan lain hal yang anak senangi. Orang tua bisa mencari inspirasi-inspirasi kegiatan di majalah ataupun dari internet.

Misalnya untuk minat dan bakat menari anak bisa mulai diasah dengan mengajak anak melihat video menari di rumah. Sedangkan untuk contoh apabila anak suka sepakbola, orang tua bisa mengajarkan anak bermain sepak bola yang tepat di lapangan atau halaman rumah. 

Bolehkah orang tua memaksakan minat dan bakat pada anak?

Pada dasarnya, minat tidak bisa dipaksakan. Akan tetapi, minat anak bisa diarahkan ke suatu kegiatan atau aktivitas yang positif lewat arahan orang tua. Minat juga merupakan suatu hal yang cenderung tergantung pada kesukaan si anak.

Namun untuk mengarahkan bakat anak, ada proses belajar atau disebut modeling. Maksudnya, anak akan mencontoh kegiatan yang dilakukan orang tuanya dan kemungkinan hal ini bisa menjadi minat si anak kedepannya. 

makanan berserat untuk anak

Adakah tips memaksimalkan minat dan bakat anak?

Ada beberapa tips untuk memaksimalkan minat dan bakat anak. Pertama, biarkan anak mencoba berbagai kegiatan, jangan dibatasi. Kedua, orang tua bisa memberikan pujian dan arahan yang tepat saat anak mencoba sesuatu yang baru. 

Ketiga hindari kata-kata negatif. Misalnya saat ia menunjukkan gambarnya, lalu Anda bereaksi “ngga bagus, ah..” atau “ah, cuma begitu aja…”. Hindari kata-kata ini.

Pilih kata atau komentar yang menyemangati anak, misalnya “Wah, gambar adek bagus, lebih bagus lagi kalau mewarnai gambarnya nggak keluar garis, sayang…”. 

Usia anak pada dasarnya sedang mencari tahu apa yang ia sukai dan tidak sukai, yang ia mampu dan tidak, sehingga minatnya mungkin cenderung berubah-ubah. Orang tua disarankan lebih mengarahkan dan memfasilitasi minat dan bakat anak, bukan  membatasi atau memaksakan. 

Baca Juga:

Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi., Psikolog Psikolog

Hertha Christabelle Hambalie adalah seorang psikolog klinis anak. Ia menyelesaikan studi S1 dan S2 profesi Psikolog di Universitas Tarumanagara, Jakarta.

 

Hertha memiliki pengalaman menangani berbagai kasus anak hingga remaja dengan gangguan perkembangan, misalnya autisme, gangguan bicara, ADHD, dan disabilitas intellektual.

Ia juga melakukan pemeriksaan psikologis untuk membantu anak dan remaja menggali minat dan bakat, serta potensinya demi arahan yang tepat. Konseling untuk orangtua dan anak juga menjadi salah satu bidang yang ia tekuni.  

Ia percaya setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan, hanya saja perlu diberikan kesempatan dan arahan yang tepat.

Saat ini, Hertha berpraktik di konsultan psikologi miliknya yang bernama Clarity Psychology Assesment & Development Centre. Ia bisa dihubungi di 085781839363 atau melalui email [email protected]

Selengkapnya
Artikel Terbaru